
Happy reading
Sedangkan yang ditunggu tunggu masih berada di kantor karena hari ini banyak sekali pekerjaan.
"Apakah tidak bisa di lanjut besok saja?" tanya Abi pada sekretarisnya.
"Tidak bisa Tuan, besok sudah harus di setorkan," jawab Sekretaris Abi dengan sopan.
Mereka harus lembur hari ini. Abi terlalu banyak bolos ke kantor hingga membuat pekerjaannya semakin menumpuk. Bahkan Papanya Abi langsung turun tangan hari ini. Dan juga memarahi putra satu satunya itu dengan sangat.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 lebih,.Abi harus cepat menyelesaikan pekerjaannya ini agar bisa pulang dan memeluk istri tercintanya. (Eits istri yang mana dulu, Bi. Yang ke satu atau ke dua?)
Setelah beberapa saat mereka berkutat di depan laptop masing masing akhirnya di jam 12 lebih 15 menit malam keduanya menyelesaikan tugas kantor itu. Entahlah apa besok pagi mereka bisa datang ke kantor.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga," gumam Abi menutup laptopnya begitupun dengan sekretaris Abi.
"Mau menginap disini atau pulang?" tanya Abi pada sekretarisnya itu.
"Tunangan saya sudah ada di lobi tuan."
Abi mengangguk dan mengambil tasnya, mereka berdua berlalu keluar dari kantor. Dan benar saja saat sampai lobi sudah ada seorang laki laki yang menunggu tunangannya.
"Selamat malam Tuan Abi."
"Malam."
"Kalau begitu saya pulang dulu ya. Assalamu'alaikum," salam Abi pada mereka.
"Wa'alaikumsalam."
Abi meninggalkan keduanya yang masih ada disana. Abi tak sabar ingin melihat wajah istrinya. Tapi satu yang membuat Abi takut, Aisyah tersakiti lagi karena pekerjaannya yang menumpuk hingga pulang jam segini.
"Mau pulang atau.."
__ADS_1
"Aku capek, Andre. Pulang ke apartemen kamu aja ya, terus tidur," jawab sekretaris Abi pada tunangannya.
"Kan aku sudah bilang untuk resign aja dari pekerjaan kamu ini. Aku masih sanggup kok buat biayain hidup kamu," ucap Andre pada kekasihnya.
"Itu uang kamu, selagi kamu belum menjadi suamiku. Aku masih milik umum, Ndre. Kamu tahu kan aku tak mau dikasihani. Aku tahu kamu kaya tapi itu belum menjadi milik aku."
"Siapa bilang kamu milik umum? Kamu hanya milikku, ingat itu KAMU HANYA MILIKKU!!!"
Sekretaris Abi itu hanya tersenyum kemudian memeluk Andre dengan semangat.
"Kalau begitu gendong aku sampai mobil, aku capek duduk terus dari tadi," ucap Tania dengan manja. Ya nama sekretaris Abi adalah Tania Brata.
"Uluh uluh manjanya pacar aku."
Andre menggendong tubuh Tania dengan pelan, ia selalu memperlakukan kekasihnya ini dengan lembut bagaikan berlian yang takut jika jatuh ke lumpur.
****
"Semoga kamu gak marah ya sayang, maafkan Mas sudah membuat kamu sakit hati lagi," gumam Abi membayangkan bagaimana sedihnya Aisyah tadi sebelum ia berangkat.
"Sial kenapa mobilnya jadi pelan banget sih," umpat Abi. Padahal mobil itu sudah dalam kecepatan penuh, tapi bagi Abi itu masih kurang cepat.
Hingga sampailah mereka di rumah besar itu, satpam yang masih terjaga itu langsung membukakan gerbang yang tadi sudah ia tutup.
"Tumben ya bos baru pulang jam segini," batin satpam itu melihat mobil Abi masuk ke dalam garasi.
Sedangkan Abi langsung mematikan mobilnya dan berlari menuju kamarnya dengan Aisyah. Bahkan ia sampai melupakan jika Zahra tengah hamil saat ini.
Ceklek
Sampainya di kamar, Abi melihat Aisyah sudah tidur dengan pulas dengan selimut sampai perut saja.
Deg
__ADS_1
Jantung Abi kembali berdetak kencang saat melihat istrinya memakai baju malam yang sangat cantik di tubuh indahnya.
"Jadi ini yang kamu maksud hadiah, sayang?" tanya Abi mengelus pipi Aisyah yang bagikan bayi.
Aisyah tak terusik, hingga membuat Abi melabuhkan ciuman lembut itu ke bibir Aisyah.
Cups
"Maafkan suamimu ini, Mas tak bisa menepati janji janji yang sudah Mas buat buat kamu," ucap Abi mengecup bibir Aisyah lagi.
"Maafkan Mas, jika selama ini perlakuan Mas membuat kamu sakit hati. Maafkan Mas, sayang," ucap Abi lagi.
Rasa sesal dan marah di hatinya tak bisa terbendung lagi. Melihat wajah polos istrinya yang terus memaksakan senyum saat bersamanya itu sekarang terlihat jelas jika istrinya itu sering menangis. Mata Aisyah sembab jadi bisa dipastikan bahwa Aisyah nangis tadi.
Air mata Abi pun tak bisa ia tahan, ia benci menjadi laki laki yang tak bisa bertanggung jawab dan adil pada istrinya ini. Abi benci dirinya yang sekarang.
"Maafkan Mas."
Saat ingin naik ke kasur, ia ingat ia masih kotor. Karena dari siang ia belum lagi mandi karena pekerjaannya yang banyak.
"Mas ke kamar mandi dulu ya sayang."
Cups
Sebelum pergi Abi lebih dahulu mengecup bibir Aisyah lagi kemudian menaikkan selimut tebal itu.
Dengan cepat Abi langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mandi malam. Setelah selesai mandi, ia langsung keluar dari kamar mandi dan ikut sang istri tidur di kasur empuk itu.
Abi sudah sangat lelah jika disuruh membuka mata lagi. Ia ingin memeluk tubuh wangi istrinya ini dengan lembut dan nyaman. Hingga akhirnya Abipun tertidur dengan lelap dalam pelukan istrinya.
Bersambung
Gimana nih, Tya jadi ragu buat pisahin mereka.
__ADS_1