
Adam sampai ketiduran menoton Inara dan juga Abian yang menikah, ibunya langsung masuk dan melihatnya dengan kesal.
"Apa-apaan coba Adam melihat pernikahan Inara dan juga Abian tidak ada gunanya sama sekali sungguh menyebalkan sekali"
Ibu Adam segera mengambil remotnya dan mematikan sambungannya "kenapa sih bu marah marah terus, tadi diluar kamar marah marah, sekarang disini marah marah juga ada apa "
"Aku kesal dengan anak mu, dia sungguh menyebalkan kenapa dia menonton Inara dan juga Abian menikah untuk apa sungguh tak ada gunannya sama sekali, aku benci dengan kelakukan anak mu ini, dia menonton Inara dan juga Abian, untuk apa coba, apakah sangat penting menonton pernikahan mereka dan aku anehnya ada aja yang mau liput mereka."
"Bu ibu ingat mereka itu orang kaya, dan apapun yang mereka lakukan itu bukan masalah kita, jadi ibu tidak usah protes mungkin saja Adam ingin melihat bagaimana proses pernikahan Inara secara Inara adalah mantan istrinya. Mungkin dia ingin melihat betapa bahagianya mantan istrinya itu"
"Tetap saja itu tak bagus ayah, mau apa melihat mantan istri menikah sungguh tak ada gunannya sama sekali, aku sungguh muak dengan keadaan ini ayah aku muak, kenapa Inara masui lagi kedalam hari anak ku, "
"Sudahlah bu jangan marah marah, memangnya dengan ibu marah marah akan menyelesaikan masalah tidak kan bu. Jadi lebih baik ibu sekarang tenang saja, dan jangan recoki hidup Adam tapi ibu nasehati dia kalau mencintai istri orang itu tidak boleh "
"Masa bodohlah aku tak peduli, biarkan saja rumah tangga Inara hancur aku sangat ingin melihat dia hancur dan Adam yang melakukannya "
__ADS_1
"Sungguh iri dengki itu tak baik, kau iri dengan kehidupan Inara jangan seperti itu, biarkan dia bahagia jangan membuat anakmu kembali jahat dia sudah berubah dia sudah tidak mau melakukan lagi kejahatan, sudahlah Bu untuk apa kau melakukannya terus-menerus. Memangnya akan membuatmu untung tidak kan tidak akan sama sekali jadi lebih baik kau biadkan anak mu mencari kebahagiannya sendiri "
"Aku tidak akan menyerah sebelum hidup Inara hancur berkeping-keping. Aku tidak Sudi melihatnya bahagia sedangkan anakku sendiri sama sekali tidak bahagia, dia terpuruk dengan semua keadaan ini kau tahu Adam begitu karena perempuan itu, seharusnya kau mendukungku untuk menghancurkan Inara, aku sungguh kesal pada perempuan itu"
"Ternyata kau masih saja tidak berubah, aku tidak akan pernah melakukan apa yang menurutmu itu baik, karena apa yang menurutmu baik itu tidak baik kau, kau sungguh egois, lebih baik kau pulang biar aku yang menjaga Adam "
Dengan amarah yang mengunung Ibu Adam langsung keluar dari dalam ruangan sang anak, dirinya harus memikirkan bagaimana membuat suaminya kembali mendukung dirinya.
**
Cio yang sudah mabuk berat dia malah mengambil ponsel Ana dan entah sedang menelfon siapa "hallo kau yang ada disana"
"Ternyata ini dengan Nana, kau tidak mengenal suara aku. Masa sih kau tidak mengenalnya. Aku adalah laki-laki tertampan kau tidak mengenal aku ya, sungguh aku sakit hati kamu seperti ini, kau sungguh membuatku sangat sakit hati tau "
"Pak Cio kau apakan nona Ana. Kenapa ponselnya ada padamu kau pasti melakukan sesuatu kan pada Nona Ana, di mana sekarang nona Ana jangan kau macam-macam padanya, aku tidak akan segan segan untuk memukul mu ya "
__ADS_1
"Tenang tenang garik nafas tarik nafas, jangan marah-marah terus lah kau ini, kau apa tidak mengkhawatirkanku juga aku ingin bertemu denganmu. Kapan kita bisa bertemu kenapa kau begitu tidak suka padaku, jawab jawab jawab semuanya aku ingin mendengar jawabannya. Aku ingin mendengar semuanya tanpa ada yang terlewat sedikit pun "
"Kau ini ya tidak nyambung di mana nona Ana sekarang bicara padaku. Aku akan menyusul ke sana dan menjemput nona Ana. Sepertinya kau sedang mabuk ya tidak ada hari tanpa mabuk dimana nona Ana, jawab aku "
"Hemm di mana ya di mana-mana hatiku senang begitulah Nana aku sangat senang sekali bisa berbicara denganmu, kita itu jangan berantem terus kita kan bukan Tom and Jerry. Kenapa kau selalu membuat aku marah-marah padamu kau ini suka sekali ya ku marah-marahin, iya benar kau suka sekali begitu "
"Berisik aku sedang membahas nona Ana di mana sekarang kau jangan membuatku murka yah dan nanti malah memukulmu, cepat katakan di mana Nona Ana sekarang, aku akan menyusulnya kau laki-laki kurang ajar semua perempuan kau ambil di mana nona Ana sekarang. Aku sudah berteriak seperti ini dan urat-uratku sudah keluar di mana nona Ana jangan membuat aku makin marah"
"Sudahlah aku tak mau berbicara dengan orang yang suka marah marah aku tak mau, kau jahat marah marah terus padaku, memangnya apa salahku, sampai kau marah marah padaku apa salahku Nana, apa salahku, kenapa kau begitu jahat padaku kenapa coba "
"Aku sama sekali tidak marah-marah denganmu. Kau jawab saja dengan jujur dimana nona Ana sekarang, aku akan menjemput kalian berdua. Ayo berbicara padaku aku sudah berbicara baik-baik padamu jadi katakan yang sebenarnya di mana kalian"
"Tidak akan aku tidak akan memberitahu di mana kami berdua. Oh tenang saja kami berdua baik-baik saja, jadi kau tidak usah menyusul ke sini jangan-jangan nanti kau capek ini sudah malam, nanti kau akan tersesat nanti kau akan pusing di jalan, nanti kau akan digoda oleh laki-laki jangan-jangan aku baik-baik saja bersama Ana. Jadi kau tidak usah ke sini kau tidur lagi saja ya. Aku hanya ingin menelpon seseorang saja ternyata aku malah menelpon mu sungguh aku bodoh sudah sudah kau tidur tidur ya, maaf karena aku sudah mengganggu tidurnya mungkin saja itu pun"
"Jangan seperti ini Pak Cio ayo berbicara padaku. Sebenarnya kalian berdua di mana. Aku tidak akan marah-marah padamu aku berjanji aku tidak akan memukulmu. Jadi kau bicara di manaa dirimu ya di mana sekarang"
__ADS_1
"Tidak mau"
Cio langsung mematikan sambungan dan meminum lagi minuman alkoholnya, lalu berjalan kearah kursi dan tertidur disana, sedangkan Ana sendiri dia sudah tertidur dari tadi dikarpet dengan cemilan yang berantakan ditubuhnya, Ana sudah tumbang sejak lama, dan Cio juga yang sudah mabuk tidak bisa membantu Ana hanya diam saja dan fokus pada minumannya yang belum habis.