Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ditinggal


__ADS_3

"Bi gak apa apa kan kita tinggalin Nana disana sendirian maksudnya nunggu Cio sendirian sedangkan kita pulang "


"Gak apa apa sayang, aku udah bilang sama Nana kalau ada apa apa, suruh langsung hubungin kita, kamu jangan terlalu khawatir ya, kamu belun istirahat, mending sekarang kamu mandi aku masak "


"Emang kamu gak cape Bi harus masak juga "


"Engga sayangg, udah sana kamu mandi biarin aku disini masak ya sayang "


"Baiklah kalau kamu butuh bantuan aku, panggil aku ya Bi "


"Iya sayang"


Inara segera pergi masuk kedalam kamar Abian, ya sekarang dirinya pulang ke apartemnnya Abian karena ini yang paling dekat dibandingkan dengan yang lainnya.


Kalau misalnya pulang kerumah Ana itu bisa memakan waktu jadi lebih baik pulang ke apartemen Abi yang lebih dekat ke rumah sakit dan kalau ada apa apa, bisa langsung kesana dan tak butuh waktu lama lagi kan.


Inara sudah menyelesaikan rutinitasnya memakai pakaian Abian, memakai kemeja kebesaran Abian.


Inara langsung keluar dan makanan sudah tersaji, "Bi kenapa begitu cepat "


"Hebat kan aku, sudah ayo duduk "


Abian menarikan satu kursi untuk sang kekasih dan menyuruhnya duduk.


"Ayo sayang makan sayang "


Inara melihat kearah tong sampah dia tersenyum dan langsung menatap pacarnya.

__ADS_1


"Jujur deh kamu masak atau beli "


"Beli sayangku, eh keceplosan aku masak sayang "


Inara yang mendengarnya langsung tertawa terbahak bahak, bahkan sulit untuk menghentikan tawannya ini.


"Sayang udah dong kok malah ketawa sih. Jangan ketawain aku terus sayang, iya aku ngaku aku beli tadinya aku mau masak tapi di kulkas gak ada apa-apa sayang, makannya aku beli jangan gitu dong Ih aku kok jadi malu kamu itu ketawanya ngeledek banget tau sayang, udah dong "


Inara langsung memberhentikan tawanya, dan mengudap air matanya yang keluar,.


"Habisnya kamu lucu deh tadinya mau bohong malah keceplosan bilang iya beli, makanya dari awal tuh sama aku jujur aja kali kamu beli aku pun gak akan marah kalau kamu beli kita ini sama-sama capek jadi aku gak akan pernah marah kamu beli mau masak pun. Ya udah yuk makan lapar"


"Ya tadinya kan aku pengen bikin kamu terkesan kalau aku calon suami kamu tuh bisa masak seenak kamu, ya udah deh yuk makan sayang, aku juga udah laper "


"Ayooo "


Inara mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Bian dan setelahnya mengambil untuk dirinya sendiri. Setelahnya ya mereka memakan makanan itu, memang enak makanan ini pas dalam segela hal, karena memang ini beli.


"Ini Roger makan dulu " ucap Ana sambil mengasongkan makanannya


"Makasih Ana kenapa kamu repot-repot beliin aku makanan"


"Aku tahu kamu belum makan jadi makan dulu aja, kamu dari sini udah berapa jam, pasti kamu lapar haus jadi ya udah ini makan aja lah aku juga beliin ini karena kasihan sama kamu, dari tadi ngelamun terus mending kita pulang yuk"


"Aku gak akan pulang sebelum Puja ketemu Ana "


"Sampai kapan kita mau nunggu, kita gak akan tahu Puja ketemu kapan jadi lebih baik kita pulang dulu aja nanti juga kalau ada apa-apa polisi hubungin kita, kamu tuh punya anak di sana apakah kamu mau diem aja tinggalin anak kamu sendirian dan kamu malah nangis-nangis, galau-galau di sini, nungguin Puja yang gak tahu kapan ketemunya, kita serahin aja semuanya sama polisi, udah ayo cepet pulang setelah makan kita pulang"

__ADS_1


"Gak mau aku gak mau, aku mau tunggu aja Puja disini, sampai Puja pulang sampai Puja kembali "


"Ya udah kamu tunggu aja di sini sampai kamu mati"


Ana langsung pergi dan meninggalkan Roger sendirian, kesal dirinya ini pada Roger, tinggal pulang aja apa sulitnya sih, tetlalu memikirkan Puja.


Untuk apa ada orang yang mencari kalau masih menunggu, Roger hanya diam saja tak ikut mencari untuk apa kan, pulang saja kalau begitu.


"Apakah anda yakin nona meninggalkan Roger sendirian di sini. Apakah tidak akan terjadi apa-apa takutnya dia nekat dan lompat gitu"


"Udahlah biarin aja kalau dia emang nekat mau loncat ya suruh loncat aja, kita gak usah ikut campur, mungkin dia mau mati sama Puja, biarin aja sekalian biar sehidup semati kan jadinya, udah pulang aku capek tahu gak Jack dari tadi di sini aja duduk lesehan kotor tahu gak, udah biarin aja terserah dia aja mau dia nunggu sampai nanti berminggu-minggu pun aku gak akan pernah peduli Jack, udah kita pulang aja aku pengen tidur udah capek sama kerjaan, sekarang capek sama yang kayak ginian yang gak penting, udah ayo jalan "


"Baik nona "


Mobil pun melaju meninggalkan tkp, Roger masih ada disana, masih menunggu kabar Puja yang tak kunjung ditemukan juga.


**


"Ibu pakai uang apa bisa ngeluarin Adam dari rumah sakit ini , kata ibu, ibu gak punya uang sedikit pun sekarang bayarin aku ada uang dari mana Ibu itu, apa Ibu nyuri ya dari Livia atau Ibu jual rumah kita atau mobil kita gitu sampai punya uang buat biayain rumah sakit aku"


"Ya gaklah masa Ibu curi dari Livia yang ada ibu mati Ibu jual emas ibu tas ibu, semuanya Ibu jual gara-gara ini nih biaya rumah sakit kamu yang membengkak makanya Ibu udahin aja kamu keluar aja biar dirawat di rumah aja, itu akan lebih baik kamu harus bujuk lagi Livia dong jangan kayak gini yang ada hidup kita jadi berantakan lagi, kamu mikir dong ah jangan diem aja, emas ibu semuanya habis gara gara ini, gara gara kamu yang teledor, pokoknya kamu harus bilang sama Livia minta keringanan sama dia ibu gak mau tau ah "


"Ya udah ya udah bu nanti semuanya sama Adam ganti emas, tas kita beli yang baru lagi nanti Adam coba deh minta keringanan sama Livi,a yang penting kan sekarang Adam bisa pulang dari rumah sakit, itu juga kan uang aku bu yang ibu beliin emas yang kayak gitu, "


"Iya tahu tapi tetep aja itu udah jadi milik ibu kamu kan harus kasih uang ke ibu, ya udah itu jadi milik ibu lah bukan uang kamu lagi. Ya udah yuk pulang Ibu udah capek di rumah sakit terus nyium-nyium bau obat"


"Iya iya itu udah milik ibu, uang itu udah milik ibu deh, ayo pulang bu, aku juga udah kesel dirumah sakit terus, rasanya seperti dipenjara tau gak sih bu "

__ADS_1


"Hemm"


Ibunya Adam langsung melengos pergi meninggalkan anaknya, Adam hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya atas sikap ibunya.


__ADS_2