Berbagi Suami

Berbagi Suami
Tak sopan


__ADS_3

Ana sekarang sedang di perjalanan bersama Sandi untuk ke tempat kejadian dia akan mengecek CCTV di daerah sana, semoga saja masih bisa kan meskipun malam-malam seperti ini ,dia bisa membobol ruangan CCTV itu dan mereka berdua sudah ada di depan rumah tempat monitor CCTV yang ada di jalan Itu.


"Nona apakah kita akan masuk begitu saja, apakah tak akan ada yang mengetahuinya kata mu disinu banyak CCTV, apa lebih baik kita mencari dulu orangnya, agar kita bisa tenang didalam saja Nona"


"Iya kita masuk saja kan kita tidak akan maling apa-apa kita hanya ingin tahu siapa orang yang telah menabrak adikku, tidak usah mencari orang yang berjaga disini, pasti akan lama sekali, sudahlah kita masuk saja jangan memikirkan itu semua, kalau kita minta izin dulu yang ada kita akan berurusan dengan polisi dan akan lebih rumit lagi"


"Baiklah nona, mari kita masuk, takutnya ada yang melihat kita disini"


Mereka berdua segera masuk ke ruang monitor itu dan memundurkan beberapa jam saat kecelakaan, Ana dengan fokus menatap mobil apa yang menabrak Inara dan juga Abian tiba-tiba saja Ana mengebrak mejanya dan membuat Sandi yang sedang menoton kaget sekali, untung saja jantungnya baik baik saja tak copotkan, kalau copot matilah dirinya disini.


"Itu bukannya mobil Adam ya, mobil yang dikendarai Livia dan juga Adam berarti biang keroknya mereka berdua, taapi tadi Livia ada di dalam. Berarti Adam yang melakukannya, aku yakin benar itu mobilnya Adam kau juga tahu kan itu mobilnya, kau selalu mengikuti Adam akn "tanya Ana pada Sandi


"Iya nona itu mobilnya Adam, dia beberapa kali ganti-ganti mobil saat akan melukai Nona Ara dan ini salah satu mobilnya. Ya aku tahu betul ini mobil dia, Adam yang punya "


"Baiklah Ayo kita ke rumahnya, kita beri sedikit pelajaran padanya agar dia tau rasa bagaimana bermain-main denganku, bukan sesuatu yang mudah untuk melacak siapa yang mencelakai adiku, kau tau kan rumah Adam yang sekarang jangan sampai kau katakan tidak "


"Iya nona saya tau dimana rimah Adam, apakah kita tidak akan mengecek dulu keadaan mobil tuan Abian dan nona Ara, sebelum pergi kerumah Adam nona, mumpung kita masih ada disini nona"


"Tidak usah biarkan saja seperti itu. Nanti juga ada yang melihatnya biarkan seolah-olah ada yang mengetahui kalau Inara dan Abian sudah mati, aku yakin disana sudah banyak orang, karena asap dari mobil itu, kalau kita kesana mereka akan ciriga lebih baik kita sekarang bermain main saja dengan Adam, rasannya sudah lama aku tak bermain main dengan orang yang hidup "


Sandi hanya mengganggu saja, segera mengikuti nonanya yang akan pergi ke rumah Adam, untung saja dirinya pernah mengikuti Adam dan mengetahui dimaan letak rumah itu, dan tak usah repot repotkan mencarinya lagi.


Yang ada bosnya ini bisa marah padannya dan menyangka dirinya tak bekerja dengan benar, bisa bisa dikeluarkan dirinya dari pekerjaan ini, dirinya sudah nyaman bekerja dengan nonanya ini.


Dan anak istrinya juga sudah senang, jadi tak mungkin dia akan mengecewakan mereka berdua anak dan istrinya. Mereka sudah menderita saat dirinya dipenjara di olok olok oleh warga yang lain, sungguh dirinya sangat menyesal telah membunuh orang.


Dan malah keluargannya yang menjadi sasarannya, namun sekarang tidak lagi, dirinya tak akan lagi membuat anak istrinya merasakan hinaan lagi, sudah cukup semua sudah cukup sudah.


**


Livia sudah ada di tempat kejadian dia menangis dengan sejadi-jadinya dia melihat mobil Abian yang terbakar sudah hangus dan banyak orang-orang yang ada di sana.


Livia segera menerobos dan berteriak "kenapa bisa seperti ini tolong keluarkan orang yang ada di dalamnya. Tolong jangan diam saja, tolong aku tolong pacarku ada didalam sana tolong lah kalian jangan diam saja seperti ini tolong bertindak jangan seperti ini, aku tak mau terjadi sesuatu pada Abian "


"Jangan Nona di dalam sudah terbakar hangus, kau jangan nekat kearah sana yang ada dirimu akan terbakar juga jadi lebih baik diam saja disini nona, jangan gegabah nona sudah sudah disini saja "


"Tidak mungkin tidak mungkin di dalam sana ada pacarku tolong tolong selamatkan dia ini mobil pacarku tolong, jangan biarkan dia mati tolonglah jangan seperti ini, apakah kalian tega melihat pacarku terbakar seperti itu, tolong lah "


"Yang sabar nona yang sabar jangan gegabah nona tolong jangan seperti ini "


Ibu-ibu yang ada di sana segera memegang tangan Livia, dia terus saja menangis histeris, dia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya sang pujaan hati sudah tiada, meninggalkannya lalu sekarang siapa yang akan menjadi pasangannya.


Dia sangat berharap bahwa Abian bisa menjadi suaminya dan bisa membimbingnya, tapi kenapa sekarang menjadi meninggal dan meninggalkannya juga ini gara-gara Adam. Adam yang membuat Abian meninggal kenapa dia bodoh sekali.


Tiba-tiba datang bapak-bapak dan menghampiri Livia" mohon maaf Nona tapi di dalam tidak ada orang dan kami hanya menemukan barang-barang saja, seperti tas dan sepatu itu saja tidak ada Mayat yang terbakar"


"Apakah benar kalian tidak menemukan mayat atau apapun di dalam sana atau seorang perempuan yang terbakar atau laki-laki "

__ADS_1


"Tidak ada ini hanya sebuah mobil dan juga barang-barangnya saja tidak ada orangnya Nona kosong, di dalamnya "


Livia bernafas lega ternyata Abian tidak mati dengan cepat dia mengusap air matanya, tapi Inara juga selamatkan, kenapa sih harus selamat dua-duanya. Kenapa tidak Abian saja yang selamat selalu saja dua-duanya.


"Baiklah terima kasih saya harus mencari rumah sakit terdekat dan mencari pacar saya terima kasih atas bantuan kalian semua ya


"Sama-sama nona"


Livia langsung masuk kedalam mobilnya, dirinya akan mencari rumah sakit terdekat terdekat disini , semoga saja Abian baik baik saja dan mau pulang dengannya, dan Inara mati sajalah sekalian, tak guna ada perempuan itu juga.


Dan Adam awas saja tak akan lepas dari tangannya, tak akan dibiarkan hidup begitu saja. Menyebalkan sekali pokoknya dirinya tak mau kejadian ini terulang kembali, jangan sampai Adam melakukan rencananya kembali, rencana yang membuat dirinya begitu marah pada Adam Putra laki laki tak berguna.


**


Inara dan juga Abian sudah di obati, mereka baik baik saja tak begitu parah hanya luka di jidat dan memar memar diarea lainnya, selain itu tak ada lagi, mereka berdua tak memikirkan mobil atau barang barang mereka yang ada disana, yang terpenting adalah selamat dan tak mengalami cedera.


"Bagaimana dengan keadaan kalian berdua apakah sudah baik baik saja, apa kalian ingin dirawat inap disini atau bagaimana "tanya Jack


"Kami ingin pulang saja Jack aku tak mau dirawat inap lebih baik dirumah saja, aku ingin bebas dan tak ada yang mengatur ngatur di rumah sakit pasti akan banyak aturan, luka aku dan juga Abian bukan luka yang cukup parah, di obati sendiri pun ini bisa tak perlu harus rawat Inap" jawab Inara


"Benar kau tak apa apa sayang, jangan memakan diri untuk dirawat dirumah, kenapa tak disini saja agar ada yang memantau semuanya sayangg, dan agar lebih aman saja, bagaimana kalau orang yang tadi mencelakai kita datang lagi "ucap Abian


"Aku sudah baik-baik saja, aku tadi hanya syok saja dan hanya luka kecil saja kan di jidatku saja dan lebam lebam, aku baik-baik saja kita pulang saja ya, akan lebih nyaman bila dirumah bagaimana apakah kau setuju Bi "


"Baiklah kita pulang sekarang ya, kita pulang sayang, sini aku bantu kamu turun pelan pelan sayang, "


Mereka berdua segera pulang dengan Inara yang dituntun oleh Abian, karena dia masih sedikit lemah tapi ingin segera pulang tak mau dirawat, ada ada saja Inara ini, kadang suka beginu lah.


Livia yang sudah sampai di rumah sakit terdekat dia melihat Abian dan Inara baik baik saja, Livia langsung mengumpat fan menatap mereka berdua.


"Kenapa harus selamat kenapa Inara harus selamat kenapa begitu, menyebalkan sekali, aku kan inginya Inara mati dan Abian menjadi milikku, aku harus menghubungi bedebah Adam "


Livia langsung masuk kedalam mobil dan menghubungi Adam s menyebalkan.


"Ada apa Livia apakah kau sudah melihat mayat mereka yang terbakar habis, apakah kau sekarang akan memarahi ku lagi seperti tadi, ada apa ayo cepat katakan padaku, jangan diam saja seperti itu "


"Kau salah mereka berdua selamat, hanya mobilnya yang terbakar Abian ku selamat dan musuhmu Inara dia masih hidup, ternyata rencana mu gagal lagi, bagaimana Inara masih hidup bodoh, namun aku bersyukur Abian masih hidup tapi aku tak senang dengan Inara yang masih hidup "


"Tidak mungkin itu sangat mustahil, tidak mungkin mereka berdua masih hidup aku bahkan melihat sendiri bagaimana saat mobil itu banyak asap, pasti kau bohong, kau hanya ingin mempermainkan ku saja kan, iya akn jujur saja jangan seperti ini "


"Aku tidak bohong, makannya kalau akan merencakan sesuatu kau harus bersama ku, jangan sendiri seperti itu gegabah sekali kau dan pada akhirnya beginikan, kau tunggu saja panggilan dari polisi atau Ana akan datang kepadamu, kau tau Ana tak sama seperti Inara, Ana adalah Versi jahat dari Inara jadi nikmatilah kegagalan mu dan nikmatilah rasa sakit mu "


Sambungan langsung di matikan oleh Livia, dia merasa senang Ana akan membalaskan apa yang ingin dirinya lakukan pada Adam semoga saja ucapannya benar kalau Adam akan di siksa oleh Ana, rasannya ingin menonton tapi dirinya tak mau sampai kenapa amukan dari Ana tidak tidak lebih baik menunggu kabarnya saja dari Adam nanti.


**


Sedangkan dirumah Ana, Roger yang tak bisa tidur keluar dari kamar, sedangkan Puja dia sudah tertidur dari tadi. Saat keluar sangat hening sekali dan saat mengecek keluar rumah, hanya ada beberapa penjaga.

__ADS_1


Roger langsung menepuk salah satu penjaga "ada yang bisa saya bantu tuan "


"Tak biasanya penjagaan sekarang sedikit kemana mereka "


"Yang lain sedang mencari keberadaan nona Ara dan juga tuan Abian mereka berdua menghilang tapi katanya sudah ketemu dan sekarang sedang diperjalanan pulang, yang lain membantu mengawal mobil bos Jack takutnya terjadi apa apa dijalan "


"Apa kenapa bisa begitu ada apa yang terjadi "


"Mobil yang dikendari tuan Abian ada yang menabrak dari belakang dan mengakibatkan masuk kedalam hutan dan menabrak pepohonan, "


"Lalu Ana dia kemana, dimana dia "


"Nona Ana bersama Sandi sedang mencari pelaku dari semua ini"


"Baiklah, terimakasih "


"Siap tuan sama sama "


Roger kembali masuk dan mengelilingi rumah Ana, yang selalu dirinya ingin tahu adalah ruangan yang ada didepan kamar Ana, ruangan apa sampai harus dikunci terus menerus dengan perlahan Roger membukannya ternyata terbuka.


"Apakah aku boleh masuk, mask sajalah tak ada orangnya "


Roger menatap sekeliling banyak sekali peralatan disini, bahkan ada palu, pisau besar pedang, dan juga banyak lagi "apakah ini gudang, tapi kenapa ada ruang pendinginnya ada Tv dan ada kursi, ruangan ini sungguh bersih "


Roger yang penasaran segera berjalan kearah Plizer dia membukannya dan alangkah kagetnya saat ada kepala mengelinding kekakinya "apa apaan ini, itu kepala apa Ana memakan daging manusia, apakah dia seorang kanibal "


Roger segera memasukan kembali kepala itu meski sedikit mual, lalu Roger mulai melihat kearah kompor yang rupannya masih ada piring kotor dan juga wajan kotor sepertinya habis di pakai.


Roger yang takut ketahuan segera keluar namun dihadapannya ada Inara yang diperban dijidatnya "Nara kau sudah pulang, kenapa kau tak langsung masuk kedalam kamar mu, kau harus segera istirahat "


"Kau sedang apa diruangan kakak ku, ada perlu apa sampai kau masuk kedalam sini, apakah harus masuk tanpa izin seperti ini, bagaimana kalau Ana tau "


"Emm maaf maaf tadi pintunya terbuka makannya aku masuk, ku kira itu hanya gudang saja, maafkan aku aku tak akan masuk lagi keruangan itu, aku sungguh tak sopan, maafkan aku, aku tak akan mengulanginya lagi, aku janji semua itu tak akan terjadi lagi "


Roger langsung pergi meninggalkan Inara "nona kenapa kau belum masuk kamar kenapa kau malah diam disini "


"Ana tak mengunci pintu ini dan Roger tadi masuk kedalam, dia pasti sudah mengetahui apa yang ada didalam sana "


"Masuk kedalam nona"


Jack yang panik segera menguncinya kembali dan menyimpan kuncinya kesaku semula "sepertinya kita cukup menampung orang asing disini, lebib baik kau bicara pada Ana Jack ".


"Baiklah nona saya akan menyampaikan pada nona Ana "


Inara langsung pergi kekamarnya dan melihat pacarnya sudah berbaring dan tertidur, Inara segera menganti pakaiannya dan juga membersihkan dirinya.


Apakakh dirinya perlu tidur diruang tamu tapi semuanya sudah terisi, baik lah semoga tak terjadi apa apa diantara mereka berdua jangan sampai.

__ADS_1


Hanya tidur biasa, jangan ada yang aneh aneh, dengan cepat Inara membaringkan badannya dan membelakangi Abian, sesekali menegok dan saat melihat Abian tak akan bangun Inara memejamkan matanya juga.


__ADS_2