Berbagi Suami

Berbagi Suami
Mabuk patah hati


__ADS_3

Anak yang baru beres berbicara dengan Abian segera masuk rumah namun dia dikagetkan dengan sesuatu yang terjatuh di luar rumah, dengan cepat Ana segera keluar kembali dan melihat ternyata itu Roger yang terjatuh. Sepertinya dia mabuk deh.


Ana berlari ke arah Roger dan membantunya untuk bangun "kau mabuk Roger ada apa denganmu kenapa kau harus mabuk-mabukkan mendengar pacarmu berselingkuh, harusnya kau tidak aneh karena kau sendiri yang sudah memulai semuanya, makannya Puja melakukan itu "


Roger tak menjawab dia hanya sempoyongan dan menatap Ana lalu tersenyum ke arah Ana "Hai Ana kau perempuan yang sangat sulit ditaklukan. Bahkan aku saja susah untuk mendapatkanmu, harus dengan cara apa aku mendapatkanmu Ana. Ayo berbicara padaku aku sudah lelah dan pusing harus melakukan apa lagi supaya dirimu tertarik padaku, apakah kau tak mau dengan aku laki laki tampan, aku punya segalanya Ana, aku punya segalanya.


"Sudah sudah ayo cepat kau masuk, kau ini ya lagi mabuk dan bicaramu ngelantur kemana-mana, aku tak akan mau bersama pacar orang lain, cepat masuk ah "


"Iya Iya aku memang sedang mabuk tapi aku berbicara dari lubuk hatiku yang paling dalam, kalau aku memang mencintaimu Ana dan sampai kapan pun aku akan mencintaimu I LOVE YOU sayang ku "


"Sebelum kau mengatakan itu kau pikirkan dulu hati pacarmu Puja, aku tak akan sudi bersama mu "


"Kenapa aku harus memikirkan perempuan itu , perempuan yang sudah tenggelam dan pastinya mati. Aku muak mendengar namanya saja dia sudah menduakanku dan berselingkuh dariku, Ana kau tahu itu sangat menyakitkan sekali hatiku sakit diselingkuh olehnya. Meskipun aku memang tidak terlalu mencintainya tapi tetap saja diselingkuhi itu sangat sakit, itu adalah perbuatan yang sangat menjijikan untukku aku tak akan mau lagi bersamanya "


"Oh ya kau sendiri kan yang memulai terlebih dahulu. Makanya kalau ingin melakukan apa-apa tuh kau pikir dulu, sudah sudah ayo masuk jangan terus berceloteh seperti ini. Awas aja kalau kau nanti muntah aku tidak akan mau membawamu ke dalam kamarmu, iti menjijikan sekali tau "


Roger tak menjawab dia hanya terus saja memanggil-manggil nama Ana, Ana tak menjawabnya dirinya terus saja menggusur Roger untuk segera masuk ke dalam kamarnya.


Berat sekali badannya ini mungkin 3 kali lipat dari badannya yang kecil ini. Roger sungguh menyebalkan dan membuat dirinya lelah saja, kalau dirinya tadi keluar mungkin Roger sudah tidur didepan rumah.


Setelah sampai di kamar Roger Ana langsung membaringkan Roger dan membuka sepatunya, lalu baru juga Ana akan menyelimutinya Roger sudah muntah di lantai.

__ADS_1


"Sudah aku bilang kau jangan muntah, kenapa kamu muntah sih menjijikan sekali, kau ini ya membuat susah saja malam malam seperti ini, kau jangan mabuk lagi bila tak kuat "


Kembali Roger tidak menjawab , Ana yang kesal segera mengambil pakaian Roger dan membuka kameja yang dipakai Roger dan menggantinya dengan kaos yang baru saja dirinya ambil dilemari.


"Sudah sudah kau tidur saja jangan merepotkan aku lagi ya, jangan sampai kau malah membuat anak mu bangun, dan melihat ayahnya yang seperti ini, "


Namun belum juga Ana pergi, tangannya sudah dipegang oleh Roger dan membuat Ana jatuh di tubuh Roger yang besar dan kekar ini


Ana tak bisa bergerak sama sekali, Roger memeluknya dengan sangat erat sekali, "lepaskan Roger lepaskan jangan seperti ini, aku tak mau di peluk oleh pacar orang lepaskan "


"Tolong seperti ini dulu Ana rasanya nyaman sekali memeluk seseorang yang aku suka dan aku cintai. Jangan bergerak diam ya "


Ana tak bisa berkutik apa-apa dia akhirnya membiarkan Roger memeluk dirinya saja ada-ada saja ini Roger itu, enak juga sih dipeluk kayak gini.


**


"Dah beres sekarang kamu istirahat ya. Mami udah obatin leher kamu besok juga pasti gak akan ada merah merah lagi sayang, "


"Udah mami tidur aja biar Nara Abian yang anterin ke kamarnya, biar sekalian kan "


"Gak usah biar mami aja yang anterin Inara ke kamarnya. Yang ada bukannya dibawa ke kamar tamu, nanti malah kamu bawa Inara ke kamar kamu belum nikah ingat lo "

__ADS_1


"Iya Abi juga inget kali Mi gak mungkin dong Abi bawa Ara ke kamar Abi, tenang aja Abian akan bawa Inara kekamar tamu, tenang mih tenang "


"Gak Mami gak percaya ya sama anak mami yang dulunya seorang buaya darat, lebih baik Mami saja yang mengantarkan Inara ke dalam kamarnya dan melihat bahwa Inara tertidur sendirian, tidak ada seorang buaya yang tertidur di sampingnya"


"Mi Abi udah berubah kenapa sih mami selalu kayak gitu, Abi udah bukan buaya lagi kali ih "


"Iya tetep aja tapi kan kita gak tahu tiba-tiba aja ini nih mantan buaya lihat ada cewek cantik langsung nyosor nanti , gak deh gak Mami gak mau sampai itu kejadian. Ayo Nara kita masuk ke kamar let's go nanti kamu kunci ya pintunya jangan sampai kamu tergoda sama mantan buaya ini"


"Iya Mi aku gak akan bukain pintu buat mantan buaya ini. Ya udah yuk kita ke kamar aja mih, kita tinggalin mantan buaya ini"


Mereka berdua segera pergi meninggalkan Abian yang melongo melihat calon istrinya dan mamihnya sama saja ternyata


"Yaelah dasar perempuan gak ada bedanya sama aja, aku ini udah berubah loh bukan buaya lagi, kenapa sih gak percaya tapi bener juga sih kata mami kalau aku yang anterin mungkin aku udah bawa Inara ke kamar kali, enak tuh peluk-peluk ya ada yang empuk-empuk lagi "


Abian hanya tersenyum senang saja membayangkan dirinya memeluk Inara dengan erat, mencium bibirnya oh rasanya pasti mantap.


Tapi kan dirinya sudah pernah melakukan itu bersama Inara apakah dirinya harus jujur pada maminya, tapi kalau sampai jujur apakah dia tidak akan digantung di pohon toge nanti sama maminya.


Karena sudah melakukan dosa yang sangat besar, seharusnya dirinya tak melakukan itu pada Inara. Bagaimana ini bagaimana bicara pada maminya yang sangat cerewet dan galak itu.


Apa dirinya harus cepat-cepat minta saja pada maminya untuk melamar Inara dan menemui Ana kakaknya , ya sepertinya itu adalah ide yang bagus dirinya harus meminta sama Mami untuk cepat-cepat pergi ke rumah Inara dan melamar Inara untuk dirinya ini

__ADS_1


Supaya kalau nanti tiba-tiba Inara hamil kan gak ketahuan kalau itu anaknya udah dicicil dari bulan-bulan kemarin.


__ADS_2