Berbagi Suami

Berbagi Suami
Suami Airin


__ADS_3

Happy reading


Berbeda dengan Aisyah dan Abi yang sedang menikmati waktu berdua di kamar dengan panasnya.


Kini Zahra dan Airin sedang berada di kamar Airin. Airin takut jika mantan suaminya kembali menerornya seperti malam malam sebelumnya.


"Memangnya suami kamu itu orangnya bagaimana hingga membuat kamu seperti ini?" tanya Zahra mengusap air mata Airin yang muncul tiba tiba.


"Mas Daniel sebenarnya orang yang baik, tapi karena pengaruh orangtuanya membuat Mas Daniel bersikap kasar dengan aku. Padahal aku gak salah banyak sama dia, aku dan anak yang ada di dalam kandungan ini juga butuh ayahnya," ucap Airin mengelus perutnya dengan lembut.


"Berarti suami kamu itu sudah terpengaruh oleh orangtuanya? Tapi kenapa? Apa salah kamu?"


"Aku gak tahu, mungkin karena aku ini hanya orang miskin hingga membuat orangtua Mas Daniel seperti itu padaku," ucap Airin dengan sendu.


Ia kembali mengingat saat dulu, restu yang terucap dari orangtuanya Daniel sangatlah susah. Apalagi melihat orang orang yang selalu menentang hubungannya dengan Daniel membuat Airin pusing.


"Terus kenapa suami kamu malah meneror kamu untuk kembali lagi?" tanya Zahra pada Sahabatnya.


Setelah berberapa bulan Zahra tak bertemu dan berbincang dengan Airin, tiba tiba sahabatnya ini memintanya untuk menemaninya karena orangtuanya sedang berada di luar kota. Tentu saja Zahra tak mau Airin kenapa napa jika di rumah sendiri.


"Mas Daniel mengingkan anak yang ada di dalam kandungan aku ini. Orangtuanya sangat mengingkan seorang pewaris di keluarga mereka dan anak yang aku kandung ini. Aku takut mereka mengambil bayi yang ada di dalam kandungan aku Zahra. Aku gak mau kehilangan mereka."


Airin memeluk tubuh Zahra yang sedari dulu membuat ia tenang. Zahra adalah teman sekaligus saudara untuknya, dimana Airin dan Zahra selalu ada untuk masing masing. Jadi mereka sudah sangat dekat bahkan sangat dekat.


"Sabar ya Rin, aku tahu kamu pasti kuat buat hadapin semua ini. Aku bakal selalu ada buat kamu dan anak yang ada di dalam kandungan kamu ini," ucap Zahra mengelus perut Airin.


"Kadang aku sedih, disaat mereka merindukan ayahnya aku hanya bisa mengelus foto Mas Daniel dan mencium baju Mas Daniel. Aku juga ingin mas Daniel yang menuruti ngidamku seperti suami pada umumnya tapi apa? Dia selalu datang dengan marah marah gak jelas, kadang aku takut anak yang ada di dalam kandunganku ini mengikuti sifat ayahnya."

__ADS_1


Zahra yang mendengar itu tiba tiba teringat dengan Abi dan Aisyah yang sekarang pasti sedang menikmati waktu berdua mereka. Bagaimana nanti jika ia hamil tapi Abi tak memperdulikan dirinya dan anak yang ia kandung.


"Kenapa kamu tidak bilang baik baik dengan suami kamu. Aku yakin suami kamu itu masih sayang sama kamu," ujar Zahra yang di jawab gelengan oleh Airin.


"Mama dan Papa tak memperbolehkannya, mereka bilang jika Mas Daniel pasti tak akan berubah. Karena Mama pernah ada something sama Papa Mas Daniel," jawab Airin.


Jika sudah hubungannya dengan orangtua maka itu akan susah, kenapa? Karena ia belum pernah secara resmi berbicara dengan mertuanya.


Akhirnya mereka hanya bisa saling menguatkan, Zahra tak mau anak yang ada di dalam kandungan Airin sedih. Ia bahkan mengelusnya berberapa kali.


Tok!


Tok!


Tok!


Jujur ia takut jika Daniel sampai KDRT walau selama ini ia tak pernah mengalaminya secara langsung dari suaminya tapi teror berulang kali dari suaminya membuat Airin takut setengah mati.


"Udah jangan takut, ada aku disini. Kamu gak akan kenapa napa," ucap Zahra memeluk erat tubuh Airin.


Tapi ketukan pintu itu tak berhenti apalagi di luar sedang gerimis. Zahra yang tak tega jika benar itu meminta Airin untuk membiarkan dia membuka pintunya.


"Kasihan Airin, lihat di luar gerimis. Kalau dia sakit gimana?" tanya Zahra yang membuat Airin menatap Zahra dengan takut.


"Kalau dia jahatin aku gimana?"


"Kan ada aku," jawab Zahra dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Ya sudah, lagian anak ini juga lagi kangen sama ayahnya," ucap Airin.


Usia kandungan Airin memang masih 3 bulan tapi bentuknya sudah seperti usia 6 bulan karena ia hamil anak kembar.


Dengan ditemani Zahra, Airin mulai membuka pintu rumah itu dan melihat suaminya yang basah kuyup di depan pintu rumahnya.


"Mas," kaget Airin.


Apa tadi hujan deras kok sampai basah kuyup seperti ini? Kan hanya gerimis begitulah pikir Zahra.


"Sayang."


Bruk


Setalah mengucapakan hal itu, Daniel jatuh ke dalam pelukan Airin, Airin merasakan jika tubuh suaminya hangat bahkan nyaris panas.


"Zahra tolongin aku bawa Mas Daniel ke kamar."


Akhirnya Zahra dan Airin membawa Daniel ke kamar Airin yang memang dekat dengan ruang tamu.


Setelah sampai kamar, Zahra pamit pada Airin tak enak rasanya jika ia menginap di rumah Airin ketika ada suaminya.


"Kamu nginep disini aja, Ra. Udah malam, lagian disini kamar juga ada dua yang gak terpakai. Sekalian nemenin aku kalau ada apa apa," ucap Airin dan dianggukkan oleh Zahra.


Zahra meninggalkan Airin dan suaminya yang ada di kamar mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2