Berbagi Suami

Berbagi Suami
Membuat ulah


__ADS_3

Setelah selesai makan Inara langsung masuk kedalam kamar, sedangkan Abian dia sudah pulang karena banyak kerjaan, Inara kembali mendengar ada suara teriakan lagi "sebenarnya itu suara dimana "


"Kenapa aku selalu mendengar suara teriakan itu di ruangan yang selalu Ana tempati deh kurasa dari sana suaranya tapi Abian dan Ana malah tidak pernah mendengarkannya. Kenapa sih padahal aku jelas-jelas mendengar suara itu masa sih aku salah dengar, gak mungkin kan aku salah denger terus gak mungkin itu "


Inara segera bangkit dan berjalan kearah ruangan Ana, dengan perlahan lahan Inara berjalan dan mengetuk pintunya "hallo apa didalam ada orang "


Inara mencoba membukannya namun di kunci "hallo apa ada orang "


Namun tak ada suara apa apa " Kenapa waktu aku kemari suara itu tidak ada, aku sedang di kamar atau di ruang tamu atau di dapur suara itu terdengar, teriakan itu terdengar siapa sih sebenarnya orang itu atau aku memang benar-benar salah dengar tapi tidak mungkin kan kalau aku salah dengar untuk sekian kalinya, gak mungkin "


"Nona "

__ADS_1


Inara segera mengalihkan pandangannya dan menatap Jack "Jack mana kunci ruangan ini "


"Hanya nona Ana yang mempunyai kuncinya nona "


"Apakah di dalam sini ada seseorang kenapa selalu aku mendengar suara teriakan dalam ruangan ini, sebenarnya ada siapa di dalam sini"


Jack mengerutkan keningnya " Maaf nona di dalam sini tidak ada siapa-siapa tidak ada orang, ruangan ini hanya penuh dengan barang barang nona Ana dan anda juga tau kan barang apa itu "


"Tidak ada apa apa nona "


Inara tanpa banyak bicara lagi langsung pergi dari tempat itu dan masuk kembali kedalam kamarnya dan Jack yang sudah yakin sang nona masuk langsung pergi kembali.

__ADS_1


Sedangkan didalam ruangan itu Ana sedang membekap mulut Livia, lalu melepaskannya dengan kasar "ada apa dengan mu ini, sudah aku bilang jangan berisik, tapi kau besik terus "


"Sudah ku bilang aku ingin keluar, aku tak mau disini aku mau keluar Ana, kau tau apa yang kau inginkan aku ingin keluar aku tak mau disini aku tak mau disini, dan orang satu satunya yang bisa menolongku adalah Inara hanya dia, dia masih punya hati tidak seperti mu "


"Mimpi saja dan semua itu tak akan pernah terjadi, karena aku saja yang mempunyai kuncinya, untuk hukuman mu maka aku aka melakukan ini"


Ana langsung menarik Livia dan memborgol tangan dan menyatukannya dengan kursi, lalu membekap mulutnya "selamat bersenang senang, kau hanya perlu diam dan jangan banyak bergerak, aku tau tangan mu yang satu lagi tak akan bisa melakukan apa apa, aku akan menemui mu kembali 2 hari lagi, jadi jangan berteriak ya nanti energi mu habis "


Ana langsung membuka pintunya dan menguncinya kembali dengan rapat "awas saja kalau dia berteriak lagi, bisa bisa Inara malah mengetahinya lagi, bisa habiskan semuanya, rencanaku ku juga akan hancur dan Inara pasti akan melepaskannya ya aku yakin karena aku tau sifatnya seperti apa, dia pasti akan melakukan itu,"


Ana menghembuskan nafas dan langsung melangkag pergi untuk menyrlesaikan pekerjaannya yang lumayan menumpuk ini bagaikan cucian kotor.

__ADS_1


__ADS_2