Berbagi Suami

Berbagi Suami
Terjebak di lift


__ADS_3

puja yang kesal dengan sikap Cio segera masuk ke dalam kantor Cio karena dia sudah kabur tadi di rumah Ana dan menghindari Rojer yang entah pergi kemana.


Untungnya dia tidak ada jadi dirinya leluasa untuk pergi menemui Cio dan menanyakan tentang sikapnya yang acuh dari semalam, sampai tadi pagi saat dia ada didepannya sungguh menyebalkan sekali apakah dirinya tak dianggap sama sekali oleh Cio, enak sekali dia jutek pada dirinya.


Namun saat Puja akan menaiki lift dia malah bertemu dengan Nana dan melihat Nana memakai baju kantor. Apakah dia bekerja di sini.


"Nana kamu ngapain di sini "


"Aku ngapain d sini apa gak salah seharusnya aku yang tanya kamu ngapain di sini"


"Hallo aku ini sahabatnya Cio jadi aku tidak harus ada alasan datang kemari dan kau siapa ada di sini. Apakah kau karyawan di sini"


"Iya aku asistennya Cio dan kami selalu bersama tak ada waktu yang kami lalui tanpa bersama dan hanya berdua "


"Isst awas saja , awas aku akan pergi keruangan Cio "


Puja langsung masuk kedalam lift dan meninggalkan Nana, tadi Nana dia lari kearah ruang kontrol dan mematikan liftnya "tau rasa lo "


Nana langsung menaiki tangga untuk sampai kelantai atas, dan selama naik tangga tak henti hentinya Nana tersenyum membayangakan reaksi Puja yang lebay.


Puja memencet tombil lift namun masih tak bisa terbuka, "ada apa ini, kenapa tak bisa dibuka, liftnya mati, apa yang terjadi "


Puja segera mengeluarkan ponselnya dan akan menghubungi Cio namun tak ada sinyal sedikitpun " sial kenapa sih hidup aku selalu sial terus-menerus. ini kenapa juga lift mati gimana. Masa aku harus diam di sini coba,"


Puja segera mengangkat ponselnya dan mencari-cari sinyal sambil menghubungi Cio, mengelilingi lift itu terus-menerus bahkan dirinya sudah sangat gerah. Karena pakaiannya yang tertutup ini seperti penjahat saja ,karena ingin mengelabui Roger.


"Akhirnya aku mendapatkan sinyal juga "Puja langsung menghubungi Cio dan tersambung.


"Hallo ada apa Puja kenapa kau menelfonku "


"Tolong aku Cio, aku terjebak di dalam lift. Aku sedang ada di kantormu lift nya mati dan tidak bergerak aku sudah sangat kegerahan aku rasanya ingin pingsan Cio, tolong aku cepat "


"Apa kenapa bisa kau terjebak di sana apa yang terjadi lift tidak sedang rusak , lift baik baik saja"


"Aku pun tidak tahu tiba-tiba saja aku terkurung di sini. Apakah kau bisa menelpon anak buahmu untuk membenarkan lift ini ,aku sungguh sudah tidak kuat didalam sini. Apakah kamu mau melihat aku mati di dalam lift .Apakah kamu rela aku mati begitu saja di sini aku belum siap mati, jadi cepat bantu aku "


"Baiklah kau tunggu aku sebentar. Aku akan coba menghubungi orang yang di bawah yang mengurus lift aku akan menghubunginya kau yang sabar ya tak akan lama "


"Baiklah cepat jangan lama-lama aku sudah sangat tidak kuat ini sangat pengap dan panas sekali"


"Iya tunggu sebentar ya. Aku akan coba menghubungi mereka"


Cio segera mematikan ponselnya dan menghubungi orang yang selalu memantau lift, orang yang selalu ada diruang kontrol


"Hallo pak ada apa "


"Itu kenapa lift mati ,kau tidak ada memberitahu ku kalau lift sedang diperbaiki atau sedang ada gangguan"

__ADS_1


"Lift baik baik saja pak, tidak mati dan tidak sedang diperbaiki, tak ada masalah pak "


"Tapi teman saya ada di dalam sana dia terjebak katanya lift-nya mati, coba kamu cek apa benar mati atau ada yang sengaja mematikannya coba kau cek dulu ya, kasian temanku didalam sana kepanasan"


"Baik pak saya akan mengeceknya "


Orang yang tadi ditelfon oleh Cio segera berlari ke ruang control karena memang tadi dirinya tidak ada disana, karena lapar ingin makan, teman yang satu lagi yang biasanya berjaga dengannya dia sedang tak masuk.


Akhirnya dia berjaga sendiri dan benar saja saat dia masuk ada yang sengaja mematikannya " siapa yang mematikannya dasar orang jahil, bagaimana kalau orang yang ada didalam lift itu mati "


Orang itu segera menyalakan kembali lift dan menyala kembali, dirinya langsung menghubungi Cio.


"Bagaimana apa yang terjadi "


"Ada yang sengaja mematikannya pak, tapi saya sudah menyalakannya kembali "


"Baiklah bagus "


Cio mematikan sambungannya keluar dan akan menunggu Puja diluar lift, namun dia malah melihat Nana yang ngos ngosan.


"Kamu dari mana Nana, kenapa seperti yang capek apakah kamu sedang dikejar oleh seseorang"


"Ya begitulah Pak maksudku tidak tadi lift mati dan aku berlari lewat tangga, karena aku takut telat ke sini karena makan jam siang pun kan sudah hampir habis"


"Seharusnya kau tidak usah melakukan itu, aku tahu lift sedang mati jadi aku tidak akan marah padamu, katanya ada orang yang jahil mematikan lift siapa sebenarnya orang itu , di dalam ada Puja bagaimana kalau dia kenapa-napa"


"Jangan mengunakan kekerasan Nana itu tak baik "


"Iya aku tau tapi kesal saja pak dengan orang itu "


"Baiklah kamu istirahat dulu saja, saya akan mengecek Puja "


Cio berlari kearah lift dan Nana kembali tersenyum dengan kelakuannya sendiri "puas kamu Puja, "


Nana langsung mengambil air minumnya dan menegaknya dengan cepat dan menyimpan air minumnya dengan asal.


Lalu duduk dan mengotak atik laptonya kembali, mengerjakan beberapa berkas yang sangat menumpuk.


Kembali pada Cio saat dia sampai di depan lift , langsung terbuka dan di sana dia sudah melihat Puja yang terduduk lemas dengan cepat ia segera mengangkatnya dan berlari ke arah ruangannya, untuk segera membaringkannya.


"Kenapa Puja apakah sepanas itu sampai-sampai kau terkapar lemah seperti ini"


"Bagaimana aku tidak kepanasan pokoknya gerah banget deh kamu harus rasain gimana terjebak di dalam lift yang pengap gak ada udara sedikitpun. Bahkan aku hampir 10 menit lamanya di sana, ada apa sih sebenarnya sama lift kantor kamu. Apakah gak pernah dicek gitu, seharusnya setiap hari di cek dong, biar gak ada yang kejebak lagi kaya aku, "


Dengan cepat Cio segera berlari ke arah ruangannya dan saat dirinya tidak bisa membuka pintu Nana segera membantunya dan membukanya


"Terima kasih Nana"

__ADS_1


"Sama-sama Pak tak usah sungkan dengan saya .Silakan masuk Pak bawa Puja ke dalam dan obati dia yang sedang sesak nafas Pak takutnya nanti nyawanya diskors dan hilang Pak"


setelah mengatakan itu Nana langsung menutup pintunya dan kembali duduk di kursinya, rasannya sangat senang sekali bisa membuat punja seperti itu.


Cio segera membaringkan Puja dan sedikit membuka pakainnya lalu memberikannya minum "ada perlu apa kau kemari Puja kenapa kau tak menelfon ku dulu "


"Apakah aku harus menelponmu dulu saat aku ingin menemuimu , tidak usah kan apakah kau takut Nana marah karena aku tiba-tiba saja datang kemari, kau sungguh menyebalkan tadi pagi kau mendiami ku begitu saja. Padahal kita saling tatap muka dan pada malam harinya kau juga menyebalkan, kenapa membawa perempuan itu ada apa sebenarnyaa denganmu kau menduakan aku ya "


"Mana mungkin aku menduakan mu Puja, kau harus mendengar dulu penjelasanku, kenapa aku melakukan itu, kau lihat sendiri kan Roger sangat curiga dengan hubungan kita berdua. Bahkan dia menanya-nanya ku saat kau pergi ke kamar kecil,makanya saat aku tadi datang ke rumah Ana seolah-olah kita tidak terlalu akrab, karena aku tidak mau kalau Roger sampai tahu tentang hubungan kita ini . Apakah kamu mau berpisah dengan Roger Kalau kau mau ya sudah aku akan melakukannya dan terang-terangan melakukannya di hadapan Roger dan berbicara pada dia juga kalau kita mempunyai hubungan"


"Aku tak suka diacuhkan seperti itu olehmu Cio, kau eperti tak mengenalku dan kita memang seperti tidak mengenal satu sama lain, Ya tidak mau lah aku tidak mau sampai hubungan kita terbongkar dan Roger mengetahui semuanya. Ya aku tahu dia sudah curiga denganku tapi setidaknya kau tanya aku yang ada makin curiga aja tuh Roger karena sikap kamu yang cuek sama aku. Harusnya kan seorang teman lama itu Hai Say hai gitu aja apa masalahnya sih cuman gitu aja "


"Iya iya maafkan aku Puja aku hanya tak ingin membuat Roger mencurigai kita terus , makanya aku melakukan itu. Jadiada perlu apa lagi iau datang kemari dan apalagi yang harus aku jelaskan padamu "


"Kau belum menjelaskan saat waktu itu kau pulang dari rumah sakit, kau malah langsung memeluk ku dan melakukan **** dan kau juga belum menjelaskan tentang Nana. Sejak kapan kalian berhubungan kenapa aku tidak tahu kalau kau sudah mempunyai pacar kalau tau gini aku tidak akan mau bersamamu Cio, kalau begitu lebih baik aku bertahan dengan Roger seorang laki-laki yang cuek dan acuh padaku, dari pada aku harus jadi orang kedua dalam hidupmu .Aku tidak suka menjadi yang kedua Cio aku sangat tidak suka "


"Aku takut kau marah jika aku menceritakan tentang kejadian yang ada di rumah sakit"


"Ayo ceritakan saja "


"Baiklah aku pernah mencintai Inara dan aku juga kemarin malam membantu Abian untuk dapat dimaafkan oleh Inara. Aku sangat cemburu saat mereka berdua berciuman makannya aku menelponmu, dengan ingin cepat-cepat menemuimu karena aku melihat mereka bermesraan di hadapanku, hatiku sangat sakit."


"Sebenarnya aku sedang mencoba untuk melupakan Inara aku mencoba untuk membiarkan dia bahagia dengan orang pilihannya. Aku tidak mau memaksakan cintaku pada Inara karena aku tahu bahagia Inara bukan denganku"


"Jadi kau mencintainya apakah aku hanya pelampiasan mu saja Cio "


"Tentu saja tidak kenapa kau berbicara seperti itu. Aku kan sudah bilang aku sedang melupakan Inara dan kau tolong bantu aku untuk melupakan Inara epenuhnya agar aku lepas dari rasa cinta yang membelenggu ku ini. Apakah kau bisa membantuku atau kau akan pergi juga seperti Nara meninggalkanku dan memilih Abian, apakah kau akan melakukan itu "


"Tidak aku tidak akan melakukan itu aku akan mencoba membantumu untuk melupakan Inara. Maafkan aku yang sudah berkata seperti tadi sungguh aku sangat marah saat mendengar kau mencintai perempuan lain selain diriku. Aku ingin bertanya apakah kau mencintaiku juga ataukah hanya memanfaatkan aku saja karena kesepianku ini jujur padaku aku tidak mau ada kebohongan diantara kita berdua Cio"


"Baiklah aku akan jujur mungkin aku mencintaimu tapi cintaku padamu tidak sebesar saat pada Inara. Aku sangat sangat mencintai Nara bahkan sangat sulit untuk melupakannya, makanya aku mau minta bantuanmu untuk membantuku melupakan dia, karena aku tidak mau menjadi orang jahat yang merusak rumah tangga temanku sendiri, sahabatku sendiri Abian adalah laki-laki baik dan dia selalu ada saat aku susah maupun senang dia selalu membantuku disela sela kesibukannya jadi aku tidak mungkin merebut Inara dari pelukannya"


"Baiklah aku akan membantumu akku akan merubah rasa cintamu yang begitu sangat besar pada Inara terbalik padaku, aku akan mencoba semuanya Cio agar kau tidak terikat dengan cinta itu dan agar kau melupakannya juga, aku tidak suka kau terlalu mencintai seorang wanita, kau jangan sama sepertiku yang terlalu mencintai Roger dan akhirnya seperti ini "


"Kenapa kau tak mencoba melepaskannya saja untuk apa kau mempertahankannya, bila kau sakit aku pun bisa melepaskan Inara untuk bahagia dengan orang lain meskipun itu sulit namun aku mencobanya dengan sekuat tenaga, kenapa kau tak bisa ayolah coba untuk bangkit dan jangan seperti ini terus Puja "


"Kau hanya sebentar kan bersama Inara, sedangkan aku dengan Roger sudah bertahun-tahun kamu sudah menjalin kasih cukup lama. Mana mungkin aku bisa melupakannya dengan cepat dan melepaskannya begitu saja, saat dengan susah payah aku mendapatkan hatinya, lalu dengan mudahnya aku akan melepaskannya, tidak aku tidak akan melakukan itu Cio,sampai kapanpun aku tidak akan melakukannya meskipun anaknya membenciku dan tidak menyukaiku. Aku akan tetap memperjuangkan Roger sampai kapanpun karena aku tidak mau perjuanganku terbuang sia-sia begitu saja"


"Lalu dengan aku bagaimana. Apakah kau menganggapku hanyalah sebuah boneka yang bisa kau peralat saja dan memuaskan nafsumu itu, apakah itu yang kau pikirkan tentang diriku sampai-sampai kau tidak mau melepaskan Roger dan malah berselingkuh denganku"


"Tidak aku pun sama tidak ingin kehilanganmu jadi tetaplah disampingku dan aku akan tetap bersamamu Cio. Aku tidak mau ditinggalkan oleh kalian berdua kalian begitu berharga untukku dan aku tidak mau sampai kehilangan salah satu diantara kalian"


"Kau jangan terlalu serakah kau harus memilih antara kami salah satu diantara kami, tidak boleh dua-duanya mana ada laki-laki yang mau diduakan tak ada sama seperti perempuan laki-laki pun sama tidak mau"


"Aku akan coba memikirkannya, ayo cepat kau jelaskan tentang hubungan mu dan Nana, dan kau juga katakan padaku siapa sebenarnya Nana "


"Baiklak dengarkan semuanya "

__ADS_1


__ADS_2