Berbagi Suami

Berbagi Suami
Berisik sekali


__ADS_3

Benar saja saat mereka sedang asyik asyiknya bercanda tiba-tiba datang seorang perempuan memakai baju pendek dan sepatu hak tinggi.


Wajah Sean tiba-tiba berubah jadi masam dan langsung memeluk Ana dengan erat.


"Roger akhirnya kau pulang, aku sangat rindu denganmu dan Oh ya ini siapa perempuan ini, aku tidak mengenalnya apakah dia pembantu di rumahnya sekarang"


"Tante Jangan seperti itu berbicara pada kakak, kakak adalah ibu baruku jadi tante tidak boleh berbicara yang aneh-aneh tentang kakak"


"Apa yang dikatakan anak kecil itu Roger, apa maksudnya apakah perempuan ini akan menjadi istrimu" dengan sambil melihat Ana dari bawah sampai ke atas


"Sudah ayo cepat pergi kekamar, aku jelaskan semuanya sekarang, kau jangan berkata yang tidak tidak dulu puja, ayo ayo cepat "


"Baiklah ayo kita bicarakan di dalam kamar"


Roger dan Puja segera pergi meninggalkan Sean dan juga Ana di ruang tamu.


"Kau lihat kak, ayah langsung membawa perempuan itu ke dalam kamar kan, tak sama sekali memedulikan aku" sambil menundukkan wajahnya dengan sedih


"Jangan sedih kan di sini ada kakak. Ayo kita tidur ini sudah sangat malam, besok kau kan akan sekolah. Bukannya kau sudah tidak sabar ingin segera pergi ke sekolah, ayo ayo kita ke kamar biar kakak yang tidur denganmu, biarkan ayahmu membereskan masalahnya dengan pacarnya "


"Baik Kak ayo kita tidur, aku pun sudah mengantuk dan akhirnya aku sekarang ditemani oleh Kakak tidurnya jadi aku tidak kesepian lagi seperti dulu kak, "


**


Anna dan juga Sean sudah ada di kamar, bahkan mereka sudah membersihkan diri mereka masing-masing dan sekarang mereka berdua berbaring di atas tempat tidur milik Sean, lumayan besar cukup untuk mereka berdua.


"Kakak jangan kemana-mana ya, saat aku membuka kedua bola mataku kakak harus ada disampingku"


"Tentu saat saat kau membuka matamu kakak ada disampingmu. Ayo sekarang kau tidur ya "


Sean melakukan apa yang dikatakan oleh Ana, dia memeluk erat Anna dan Anna menepuk-nepuk punggung Sean dengan perlahan, sesekali mengusap rambutnya sampai anak itu tertidur pulas.


"Dulu aku sangat tidak suka pada anak kecil, tapi kenapa saat melihat Sean aku rasanya sangat suka sekali dengan dia, sangat ingin sekali melindunginya. Ada apa dengan diriku ini ya, Ana ada apa dengan mu sebenarnya, ada apa ini " ucap Ana pada dirinya sendiri


Memang dari dulu dirinya tidak suka dengan anak kecil, bahkan diganggu oleh anak kecil pun dia tak sudi dan sekarang dia malah sangat senang berada di sisi Sean .


Besok pagi dia akan mencoba untuk menghubungi adiknya dan menanyakan kabarnya, mungkin saja dia akan sulit untuk pulang tapi tetap saja dirinya harus pulang tak mungkin kan dirinya harus tinggal di sini.


Tapi bagaimana dengan Sean apakah dia akan baik-baik saja setelah dirinya pergi . Ana yang dari tadi berfikir tak menyadari kalau dirinya terlelap dengan nyenyak bersama Sean.


"Ayo cepat jelaskan sekarang padaku siapa perempuan itu, kenapa di ada di rumah ini dan kenapa aku tidak tahu, dan kenapa juga Sean mengatakan kalau dia akan menjadi ibunya, kalau begitu aku bagaimana, kamu itu pacarku dan perempuan itu tiba-tiba datang dan mengaku-ngaku sebagai ibunya Sean apa tidak salah "


"Kau dengarkan aku dulu, jangan berbicara seperti itu, dia Iriana dia yang menolongku waktu saat aku akan diserang oleh leo, dan dia memintaku untuk membantu dia pulang "


Namun Roger tidak menceritakan semuanya kepada pacarnya, kalau Iriana adalah pembunuh bayaran


"Kenapa kau membawa dia ke rumah dulu untuk apa. Kenapa kau tak langsung mengantarkan dia ke rumahnya, lihat sekarang Sean menjadi sangat ingin bersama perempuan itu. Sedangkan denganku dia mana sudi"


"Aku tadinya ingin langsung mengantarkan Ana, tapi aku ingin bertemu dulu dengan Sean, kenapa apa itu tidak boleh. Kalau kau ingin dekat dengan Sean makannya kau sering-sering ke sini dan ajak Sean bermain pasti dia akan luluh denganmu "


"Aku semenjak kau pergi dan tinggal dirumah terpencil itu aku selalu mengajak dia bermain, tapi ya anak itu saja yang tak mau bermain denganku dan malah mendiamkan aku begitu saja, aku sudah mencoba untuk membujuk dia, mengajak dia beli es krim, untuk dia beli mainan tapi dia tidak pernah mau denganku anak itu sangat sulit didekati "


"Lalu kenapa bersamaan Ana bisa seperti itu, kenapa Ana bisa mengambil hatinya. Ayo aku bertanya padamu kenapa Ana sangat dekat dengan anakku maksudku baru sehari mereka bertemu hari ini bahkan belum 24 jam mereka bertemu, tapi Sean sudah sayang pada Ana dan menganggap dia ibunya "

__ADS_1


"Ya aku tidak tahu mungkin Ana mempunyai sihir dan lihat aku saja bahkan membelanya dan sudah luluh dengan Ana, lihatlah dirimu ini "


"Apa yang kau katakan sihir, dia itu manusia bukan penyihir kau ini terlalu banyak menonton TV jadi fikiran mu liar. Mungkin saja dia lebih bisa mengambil hati Sean yak kan, cobalah nanti kau dekati kembali Sean"


"Ya sudahlah aku tak mau bahas Ana atau pun Sean sekarang aku ingin bersamamu, aku ingin memelukmu sudah lama kan kita tidak seperti itu"


"Baiklah kemari peluk aku aku sangat ingin memelukmu kapan lagi kita bertemu "


"Ya makanya kamu jangan tinggal di sana lagi di rumah terpencil yang susah untuk dilalui, aku pun kalau ingin ke sana sangat sulit , kau hanya menyusahkan diri sendiri saja dan menyusahkan diriku lalu saat kita menikah nanti kita akan tinggal di mana coba "


"Aku seperti itu untuk menjaga Sean dan juga menjagamu agar musuhku tidak tahu siapa aku dari siapa kau dan juga Sean. Aku tidak mau kalian berdua celaka"


"Tetapi tetap saja saja, aku tak mau disana yang ada aku mati mudah, bagaimana aku bisa menikmati hidup dan bagaimana jika aku ingin berkumpul dengan teman temanku dan juga berbelanja apa yang aku inginkan "


"Kau tahu nanti kau akan berbeda kalau sudah menikah harus mengurus aku anak-anakmu dan juga Sean tentunya kau tidak akan ada waktu untuk bermain lebih banyak lagi seperti dulu, jadi tidak apa-apa kan kalau tinggal di sana tidak ada masalah karena kau akan disibukan dengan keluarga mu"


"Tetap saja disana aku akan mati muda, aku tidak mau tinggal di sana lebih baik kita tinggal di sini saja ya sayang. Jangan di sana aku tidak mau, aku tidak akan bebas maksudku bebas untuk jalan-jalan lalu nanti saat Sean sekolah dan anak-anak kita sekolah bagaimana"


"Sudah nanti aku pikirkan lagi, sudah ayo sini peluk peluk katanya kangen tapi masih saja membahas itu "


Puja segera memeluk ipacarnya dan setelahnya entahlah mereka melakukan apa, tak ada yang tau.


**


Ana yang sedang tertidur dengan enak dia malah mendengar suara yang menjijikan suara *******.


"Apakah mereka tak berpikir kalau di sebelah kamar mereka itu adalah kamar anaknya, malah melakukan hal menjijikan seperti itu disini, apa tak ada tempat lain, sungguh mereka berdua tak punya otak dan harus diberi peringatan awas saja "


"Hei kalian jangan berisik Sean sedang tidur apakah kalian tidak punya otak melakukan sesuatu yang menjijikkan itu, hallo keluarlah kalian penghuni neraka"


Mereka berdua yang ada di dalam yang sedang melakukan enak-enak langsung berhenti dan menatap satu sama lain.


"Apa itu, apakah itu Ana kenapa dia tidak sopan. Kenapa dia marah-marah seperti itu "


"Sebentar aku akan ke sana kau tunggu disini ya jangan ikut keluar "


Roger segera memakai celananya dan membuka pintunya lalu menutupnya lagi " ada apa Ana kenapa kau berteriak-teriak "


"Kau Roger apakah kau tidak punya otak, ini sudah jam berapa apakah kalian bisa memelankan suara ******* kalian yang menjijikan itu, Sean sedang tidur bagaimana kalau dia mendengar atau sampai mengintip kalian, apa kalian tidak punya otak melakukan itu, kalau ingin tenang jangan melakukan disini, kalian lakukannya di kamar bawah saja agar Sean tidak mendengarnya untung saja dia tidak bangun"


"Ya maaf kan aku maaf maaf aku tidak tahu kalau kalian berdua terganggu "


"Oh jadi selama ini kalian berdua selalu melakukan ini dan mengganggu Sean ya, kalau tidak kalian di hotel saja jangan di rumah ya "


Tanpa mendengarkan perkataan Roger lagi Ana langsung saja masuk ke kamar Sean, Roger yang binggung hanya bisa mengaruk kepalanya.


"Sebenarnya siapa yang punya rumah ini, aku atau Ana. Kenapa dia sangat galak padaku melebihi Ibuku dulu ada-ada saja An ini "Roger segera masuk kembali dan menemui Puja lalu membaringkan tubuhnya kembali


"Ada apa dengan perempuan itu, kenapa dia sangat berisik dan menganggu "


"Tidak ada apa apa ayo tidur cepat tidur Puja ini sudah sangat larut sekali, "


"Tapi aku belum puas Roger, kenapa tiba-tiba berhenti. Biasanya kita melakukan sampai pagi, sekarang gara-gara ada Ana kita hanya melakukan sebentar dan belum tuntas lagi, apakah kau lebih mementingkan dia dari pada aku"

__ADS_1


"Sudah kau diam Puja kasihan Sean sedang tidur juga dia terganggu juga sudah ya sudah tidurlah jangan banyak bicara"


Puja tak berbicara apa-apa lagi, langsung membelakangi Roger, dia marah pada Roger.


Kenapa sih malah jadi Ana sekarang yang diprioritaskan aku harus menyingkirkan perempuan itu sebelum dia menyingkirkan ku, dia sangat dekat dengan Sean bisa-bisa Sean akan meminta ayahnya untuk menikahi perempuan gila itu.


Perempuan yang berani menggangguku dan juga menganggu Roger awas aja, besok aku akan memberikan pelajaran pada perempuan tidak tahu diri itu.


Tunggu saja aku sebentar lagi akan mengusir dia dari rumah ini, tak ada lagi tempat untukmu karena memang dari dulu kau tidak ada dan kau sekarang menjadi benalu untukku dan juga Roger.


Puja segera mencoba untuk memejamkan kedua bola matanya semoga saja bisa tidur dirinya belum keluar sama sekali gara gara Ana.


**


"Awas aja kalau mereka sampai berisik lagi aku dobrak pintunya, mereka itu tak punya otak, udah tau disini ada anak kecil, tapi malah seenaknya lakuin kaya gitu, dasar orang tua tak punya otak, aku nanti saat menikah bagaimana ya, mendengar suaranya saja jijik apalagi sampai melakukannya sudah terbayang oleh ku bagaimana menjijikannya, tubuh saling menyatu dan ah entahlah aku tak mau memikirkannya lagi "


Anas segera membaringkan kembali dirinya menatap Sean dan mengusap-ngusap pipi Gembul nya.


"Sean kau sangat beruntung memiliki Roger, namun tidak beruntung karena ayahmu memilih perempuan yang salah, bukannya aku merasa diriku pantas untuk ayah mu, tapi aku hanya merasa kalau Puja tidak cocok menjadi ibumu namun aku pun sana tak cocok untuk menjadi ibumu, aku hanya ingin kau mendapatkan ibu terbaik Ibu sambung yang bisa menerimamu dan tidak hanya menerima Ayah mu saja, semoga saja kau mendapatkan itu ya na"


Ana sama sekali tak kembali tidur hanya menatap Sean dan beralih melihat kearah jendela kamar Sean menatap keheningan malam yang sangat indah.


Rasanya ingin sekali seperti ini bersama sang adik dan menikmati malam bersama sama seperti dulu, sekarang adiknya sedang apa ya.


Ana yang melihat Sean menggeliat tak nyaman segera menghampiri Seab dan memeluknya kembali lalu menepuk-nepuk kembali punggungnya dengan perlahan.


Dan Ana mencoba untuk segera tidur kembali, tak lama kemudian tiba-tiba saja ada yang masuk membuka pintu kamar Sean dan masuk duduk di pinggir Sean


"Sean sungguh ayah minta maaf karena ayah sepertinya belum menjadi Ayah yang terbaik untukmu, kau malah lebih nyaman dengan Ana orang baru, Ayah harus mencoba untuk tidur bersama denganmu dan tak menghabiskan waktu terus menerus dengan Puja Ayah sadar seharusnya Ayah tidak melakukannya itu"


Roger mencium kening anaknya dan mengusap-ngusap nya dengan pelan, lalu melihat ke arah Anna yang terlelap di samping anaknya sambil memeluknya.


Rasanya dirinya seperti mempunyai istri saja yang sedang menemani anaknya tertidur, tiba-tiba saja Rojak menggelengkan kepalanya ada apa dengan dirinya ini.


Jangan sampai dia jatuh cinta pada Ana ada Puja kekasih hatinya cintanya, jangan sampai jadinya mencintai yang lain, memang dirinya belum bisa mencintai Puja dengan sepenuh hati dan masih mencintai istrinya.


Mungkin untuk selamanya tak akan bisa mencintai Puja untuk sepenuhnya, tapi ini namanya hidup dirinya harus bisa menjalani hidup dengan didampingi Puja.


Awalnya dirinya ingin hidup sendiri tapi dia berpikir Sean butuh ibu, jadi tidak ada salahnya kan dirinya mencari penganti istrinya hanya untuk bisa membuat Sean bahagia.


Sekarang Cinta bukanlah segalanya untuknya. Karena dia sudah merasakan apa itu cinta yang sangat dalam kepada istrinya namun Tuhan tidak adil, mengambil istrinya dari pelukannya.


Baru saja mereka menghabiskan waktu bersama-sama namun dengan begitu cepat istrinya meninggalkannya pula, tak adil sekali kan makannya sekarang dirinya tak terlalu mencintai Puja.


Tidak ingin kembali terjadi seperti apa yang sudah terjadi pada istrinya dan semoga saja Puja bisa menjadi istri yang baik, dan bisa mengurus dirinya dan juga anaknya.


Karena belum sempat dirinya merasakan diurus oleh seorang perempuan maksudnya diurus bersama-sama dengan anaknya karena istrinya meninggal saat melahirkan Sean.


Tapi dia tak sama sekali menyalahkan Sean atas kematian istrinya, Sean adalah anugerah dari Tuhan yang tak boleh sampai di benci apapun disia-siakan.


Roger pergi dari kamar Sean dan mematikan lampunya menutup pintunya dengan perlahan.


Ana yang memang terbangun karena terganggu Roger membuka kedua bola matanya "memang kau belum pantas menjadi ayah bodoh" ucap Ana sambil mempererat pelukannya pada Sean.

__ADS_1


__ADS_2