
Puja akan masuk tiba-tiba saja ada anak buah Ana yang menghalangi ya "kamu siapa"
"Kau tak usah tahu aku ingin bertemu Roger pacar ku, jadi kau menyingkirlah"
"Apakah kau sudah membuat janji temu dengan nona Ana "
"Akhh kenapa sih ribet banget mau masuk rumah juga, awas gue mau masuk "
"Silakan anda telepon nona Ana dulu baru setelah dia membolehkan anda masuk, kami akan membukakan gerbang tanpa banyak tanya lagi dan kau sedikitlah sopan "
"Mau telepon dia bagaimana aku aja gak punya nomornya, pacar aku tuh ada di dalam namanya Roger sama anaknya Sean aku tuh lagi nyusulin mereka berdua, jadi jangan persulit aku untuk masuk rumah ini. Ana juga udah pernah kok ke rumah Roger dan kita udah saling kenal , tapi aku gak punya nomornya aja udah cepetan buka bukannya suruh sopan-sopan aja , cepetan aku udah kepanasan buka pintunya buka "
"Silakan Anda telepon Tuan Roger terlebih dahulu. Kami tidak bisa memasukkan orang sembarangan ke dalam rumah ini semuanya harus seizin nona Ana"
Puja mengeluarkan ponselnya, menatap penjaga itu dengan garang memencet no pacarnya, namun belum diangkat juga "ist kemana sih laki laki brengsek itu ditelfon susah banget "
Kembali Puja menghubungi Roger namun sama sekali tak diangkat kembali, namun datang mobil untuk masuk kedalam rumah ternyata itu Inara.
Inara yang mengenal perempuan itu segera turun dan menepuk bahunya "Puja kau ada disini"
"Inara lihat anak buahnya Ana tidak membolehkan aku masuk ke dalam rumah ini lihat. Kau mengenalku kan aku tidak boleh masuk, aku disini sudah sangat kepanasan "
"Yasudah ayo masuklah kedalam mobil "
"Awas kalian ya akan aku beri pelajaran "
Namun penjaga rumah Ana hanya menatapnya sekilas tanpa takut ancaman Puja. Inara masuk kembali dan Sandi melajukan mobilnya masuk kedalam rumah.
Setelah turun Puja langsung masuk dan dihadapannya ada Roger "Roger sayanggg kau kenapa tak mengangkat telfonku " Puja langsung berlari dan memeluk Roger
"Kenapa kau tiba-tiba datang kemari aku kan sudah melarang mu untuk tidak datang kemari"
"Kenapa apakah kau mau mendekati Ana makanya tidak boleh aku ada di sini dan ikut denganmu makanya kau sembunyi-sembunyikan pergi dariku, saat aku pergi berbelanja kau pergi begitu saja kau sengaja memberikan uang lebih padaku agar aku terus saja belanja dan melupakan untuk pulang kau ini kenapa sih. Sepertinya kau sudah tak cinta lagi pada ku Roger makannya seperti ini "
Tau saja kau aku akan mengejar Ana
"Roger jawab aku " teriak Puja karena tak mendapat jawaban sedikit pun dari Roger yang diam dan melamun
"Bukan begitu aku tahu kau akan merencanakan sesuatu untuk menahanku untuk tak pergi ke sini makanya aku melakukan itu, aku di sini tak melakukan apa-apa. Aku tak mengejar Ana hanya saja Sean ingin bertemu dengan Ana makanya aku ikut kemari. Mana mungkin aku melepaskannya sendirian kan kau ini bagaimana sih aku ini sudah mempunyai anak Jadi wajar"
"Dulu kau tak seperti ini pada Sean kenapa langsung berbeda saat ada Ana. Aku curiga kau sedang merencanakan sesuatu untuk mendekati Ana, aku ini sudah kenal lama denganmu jadi aku sudah tahu gerak-gerikmu bagaimana Roger saat mencintai seseorang, kau sama seperti ini saat mengejarku dulu jadi jangan permainkan aku kau punya hutang budi kau mempunyai hutang nyawa "
"Aku ingin berubah, Aku ingin menjadi ayah yang baik untuk Sean. Apakah salah bila aku melakukan ini aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya jika kau memang ingin bersamaku maka terimalah semua apa yang aku lakukan"
"Dari dulu aku menerimanya, dan aku tidak bisa menerima kalau kau menduakan aku atau sampai mencintai perempuan lain itu yang tak bisa aku terima, jadi ayo pulang sekarang aku ingin pulang aku tak mau disini, nanti kalau Sean ingin pulang baru kau jemput saja dia tak usah lama-lama di sini ayo "
__ADS_1
"Tak bisa, ayo masuk kamar, jika kau ingin pulang maka pulanglah sendiri aku tak akan bisa sebelum Sean ingin pulang "
Roger pergi kearah kamar dan masuk Puja yang tak ingin pulang lagi sendirian, akhirnya ikut masuk juga kedalam kamar itu, masa iya udah cape cape pulang lagi tanpa hasil kalau begitu percuma dong, gak ada gunanya sama sekali.
**
"Sean apakah kau tidak apa apa menunggu kakak kerja seperti ini "
"Tidak apa apa kakak, aku senang dan tidak mempermasalahkan itu "
"Apakah kau tidak bosan menunggu kakak seperti ini"
"Tidak sama sekali aku tidak akan pernah bosan selama itu bersama kakak"
"Baiklah kalau begitu, kakak sebentar lagi menyelesaikan pekerjaan ini, nanti kita membeli es krim ya "
"Benar kak "
"Iya kau sepuasnya memakan es krim itu "
"Yeeyyy makasih kak, rasannya aku ingin selalu tinggal disini bersama kakak, aku tak ingin berpisah"
"Kau ini ya, lalu ayah mu bagaimana "
"Ayah pun hidup bersama kakak, seperti keluarga kecil, kakak ibunya, aku anaknya dan ayah serta nanti ada adik kecil yang membuat keluarga kita makin lengkap kakak "
"Emm kakak sudah membereskannya ayo kita pergi membeli eskirim yang kakak janjikan itu"
"Ayo kakak aku sudah tidak sabar "
Ana segera menuntun Sean, semua pekerjannya masih menatap mereka berdua, badahal Ana sudah mengenalkan Sean, mereka hanya aneh seorang Ana yang keras kepala bisa luluh dengan satu anak, padahalkan Ana tak menyukai anak kecil sama sekali.
"Baru kali ini lihat nona Ana mau pergi sama anak kecil dulu aja waktu ada salah satu karyawan kita bawa anaknya dia marah-marah kan tapi sekarang dia beda banget ya sama anak itu apa dia anaknya"
"Gaak mungkin itu anaknya nona Ana itu gak punya anak dan belum menikah dan adiknya juga belum punya anak mungkin itu anak rekannya atau anak pacarnya makanya baik"
"Hemm bener juga ya, iya iya bener, udah yu kerja lagi nanti takutnya ada cctv berjalan dan bilangin semua pembicaraan kita sama nona Ana, disinikan banyak mata mata harus lebih berhati hati aja "
"Iya bener ayo kita kerja lagi aja, jangan disini takut ah, nanti bisa bisa dipecat susah cari kerja lagi dizaman gini, bisa bisa jadi pengangguran abadi aku, ayo ayo "
Mereka berdua segera berlari kemeja mereka masing masing dan mengerjakan kembali pekerjaan mereka masing masing
**
"Wahh es krimnya banyak sekali, apa ayah tidak akan marah aku makan banyak es krim "
__ADS_1
"Makannya jangan bilang, jangan bilang ayah kalau kamu udah makan es krim "
"Iya kak "
Tiba tiba saja ada yang duduk disamping Ana "Cio ada apa dengan mu "
"Hemm tidak hanya kebetulan saja aku melihatmu makanya aku mampir ke sini dan duduk di sini kau membawa anak siapa Ana, kau biasanya tak seakrab ini dengan anak kecil, yang aku tahu kau tidak suka pada anak kecil sedikitpun bahkan dipegang olehnya kok sangat tidak mau tapi ini berbeda, apa ada sesuatu dari anak kecil ini "
"Entahlah semenjak mengenal Sean aku menjadi menyukai anak kecil aku tahu kau ke sini bukan untuk menanyakan itu , ayo katakan apa yang ingin kau tanyakan padaku, sepertinya sangat penting sampai kau mau mampir dulu ke sini untuk menemui ku tak bisannya juga kan "
"Baiklah aku akan mengaku bagaimana kabarnya Inara sekarang . Rasanya aku sudah lama tidak bertemu dengannya dan sudah lama juga aku menghindarinya"
"Dia baik-baik saja kenapa kau menghindarinya kalian kan berteman"
"Aku takut cintaku makin besar padanya, aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka dan aku tidak mau sampai mereka menjadi pusing karena aku mengganggu hubungan mereka"
"Hemm Baguslah kalau kau tidak akan melakukan itu jangan sampai kau jadi orang ketiga, jika kau ingin bertemu dengan Inara bertemu lah, jangan menahan seperti itu aku tidak akan pernah marah dan Abian pun pasti mengerti cobalah bicara dengan Abian pasti dia akan mengizinkannya kalo hanya untuk sekedar berbicara"
"Iya aku akan coba, tadi aku mengantar temanku datang ke rumahmu katanya ingin menemui pacarnya yang bernama Roger. Apa benar di rumahmu sedang ada tamu dan ini anaknya"
"Iya benar apakah orang itu Puja pacarnya kan"
"Iya dia Puja teman kecilku katanya dia Ingin menyusul pacarnya kemari dan membawanya untuk pulang karena dia tidak mau pacarnya direbut oleh mu, kalian cinta segitiga seperti aku ya Ara dan Abian "
"Aku tidak berminat untuk menjadi orang ketiga dan aku tidak berminat untuk menghancurkan hubungan mereka, jadi bicaralah pada temanmu untuk tenang saja karena aku tidak akan mungkin merebut pacarnya dia itu sangat ketakutan sekali padahal aku biasa biasa saja "
"Baiklah baiklah aku akan berbicara dengan dia nanti ,aku pulang duluan, aku sudah tau kabar Inara dan yah kau harus hati hati Adam sedang merencanakan sesuatu bersama Livia "
"Iya kau tenang saja, aku sudah mengintai mereka berdua "
"Baiklah bagus, dah "
"Ya "
Setalah Cio pergi Sean mendongakan kepalannya, "kakak apakah tante Puja ada disini "
"Iya katanya dia ada disini memangnya kenapa sayang "
"Aku hanya tak suka dia di sini pasti dia akan merebut waktu Ayah semuanya dan tak membiarkan aku mempunyai waktu bersama ayah"
"Kan masih ada kakak disini, bukannya kau ingin menghabiskan waktu bersama kakak, jadi jangan berkata seperti itu ya, kita habiskan waktu bersama sama "
"Iya aku sampai melupakan itu, baiklah nanti kita jalan jalan lagi ya kak "
"Iya nanti kita jalan jalan sekarang habiskan dulu es krimnya nanti keburu cair "
__ADS_1
"Iya kak, ini banyak sekali sampai sampai rasannya tak habis habis padahal aku memakannya dari tadi "