Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ketakutan


__ADS_3

Cio yang sudah ada didalam rumahnya sedang diobati oleh Nana "kau ini pak Cio kalau memang tidak bisa berantem jangan berantem, jadinya gini kan babak belur ngapain coba berantem kalau nggak bisa berantem "


"Ini tuh karena harga diri saya udah cepat kamu obatin aja, jangan banyak protes dari tadi ngomong terus aja ngoceh terus, saya tuh minta kamu obatin saya bukannya suruh kamu pidato yang nggak bermutu kayak gitu, udah cepetin obatin ah"


Dengan kesal Nana menekan nekan kapas itu "pelan pena dong jangan kayak gitu, sakit tau udah mah luka malah makin luka ini "


"Banyak protes banget sih, aku ini yang ngobatin kalau nggak mau sakit ya udah obatin sendiri aja, punya tangan dua kan ya udah nih obatin aja sendiri"


"Gak mau cepat obatin saya, kamu harus obatin saya luka ini tuh harus nggak ada karena saya harus ketemu sama klien nggak mungkin kan kalau saya babak blur kayak gini ketemu sama klien"


"Ya suruh siapa beantem kalau nggak berantem kan nggak akan kayak gini Pak Cio. Bapak tahu kan akan ada meeting seharusnya Bapak ngerti dong dan nggak lakuin itu kenapa harus berantem juga sih Pak Cio, harusnya pak Cio tahu kalau. Pak Cio itu mau ada meeting harus jaga mukanya biar enggak babak belur dan selalu putih dan tampan"


"Saya juga nggak tahu kejadiannya bakal kayak gini ya udah obatin aja. Kenapa sih berisik terus obatin aja"


Dengan ogah-ogahan Nana mengobatinya meskipun dirinya sangat kesal dari perusahaan harus pulang ke rumah bosnya hanya untuk mengobati lukanya.


Kenapa tidak obatin aja gitu sendiri sambil ngaca gitu, tadi bilangnya ada berkas yang harus dirinya ambil tapi nyatanya apa malah suruh ngobatin lukanya yang berantem sama Tuan Roger.


Dirinya yang harus mengobati dasar nih ya bosnya ini terlalu menyebalkan sampai-sampai apa-apa harus dirinya yang melakukan. Kenapa tidak dirinya sendiri, memangnya kerjaannya itu sebenarnya apa sih.


"Kenapa kamu dari tadi cemberut terus kamu nggak mau ya obatin saya atau gimana, gak ada ramah ramahnya banget ya kamu sama saya, saya ini atasan kamu loh, kamu harus hormat sama saya"


"Emangnya kalau obatin orang saya harus senyum-senyum sendiri gitu Pak ya. Nggak mungkin lah nanti bapak juga bakalan takut kalau saya obatin bapak senyum-senyum sendiri, manti bapak bilangnya kalau saya kesurupan kalau saya gila ya udah saya mending diem aja, emang salah ya kalau saya diem katanya tadi nggak mau dengar saya yang cerewet tapi sekarang protes lagi protes lagi, bapak itu sebenarnya maunya apa sih aku jadi pusing tau nggak sih"


"Ya udah jangan marah-marah terus dong dari tadi marah-marah aja, ya udah obatin aja nggak usah senyum. Nggak usah bicara dan hanya obatin muka saya aja, udah itu aja kerjaan kamu"


"Ini juga lagi, bapak hanya perlu diam aja deh jangan banyak ngomong beneran deh, yang ada aku jadi malas ngobatin bapak "

__ADS_1


**


Inara dan juga Abian yang sudah sampai di villa yang Abian sewa segera turun dari dalam mobil, tadi ingin pergi naik pesawat namun ternyata mereka malah tertinggal, jadi mau tak mau mereka berdua mengunakan mobil untuk menempuh Villa ini.


Mereka berdua juga datang malam malam "lihat sayang dibelakangnya ada danau, nanti kita bisa mancing mancing disana"


Inara segera melihat kearah yang suaminya tunjukan "kita besok pagi bisa langsung kesana kan mas "


"Iya dong boleh sayang, nanti kita memancing disana gimana mau kan "


"Mau mas, masuk yuk "


Mereka berdua segera masuk dan melihat lihat Villa itu yang sangat besar sekali " Abi apa kamu nggak salah sewa villa segede gini cuman buat kita berdua aja. Emang gak takut ya"


"Gak dong sayang kenapa harus takut, ini kan buat bulan madu kita, kita harus leluasa dong, "


"Ya tapi kan aku kira nggak segede gini. Kamu juga lihatin ke aku tempatnya nggak gede gini deh apa kita salah rumah"


Inara mengangguk dan segera mengikuti suaminya yang menuntunya dan juga mengusur koper, saat melihat kamarnya begitu besar sekali "Bi kamarnya juga sangat besar "


"Ayo sayang ayo sayang masuk saja jangan khawatir ya, ada aku kau jangan takut ya, Aku ada di sini aku akan selalu menjagamu, jadi kau tidak usah takut meskipun Villa ini sangat besar dan hanya kita saja berdua yang ada di sini tapi aku janji akan menjagamu Jadi kau jangan takut ya"


"Iya Bi, aku hanya khawatir saja, aku takut terjadi apa apa saja dengan rumah yang begitu besar dan hanya kita saja yang ada disini "


"Semuanya akan baik baik saja sayang, kau segeralah menganti pakaian ya, kita tidur "


"Baiklah aku akan menganti pakaian dulu ya Bi, kamu jangan kemana mana ya "

__ADS_1


"Iya aku tunggu kamu sayang, tenang aku ada disini "


Inara segera masuk kedalam kamar mandi sambil membawa pakaian gantinya, saat dirinya masuk kamar mandinta cukup bagus tapi tetap saja menakutkan.


Inara langsung membuka pakainnya dan mengantinya dengan baju tidurnya, namun tiba tiba lampu berkedip kedip, Inara yang masih menganti pakaiannya takut dan berteriak "Bi kamu jangan main main ya, aku gak suka kayak gini, Bi "


Namun tak ada jawaban Inara dengan cepat menganti pakainnya dan membuka pintunya, kamarnya juga sama gelap dan suaminya tak ada " Abi kamu di mana katanya mau tunggu aku kamu jangan macam-macam deh, jangan kayak gini tiba-tiba matiin lampu ini saklarnya di mana sih Abi, jangan main-main aku takut ya kalau kayak gini. Kamu tadi janji nggak akan main-main tapi ini kenapa mati lampu Abi "


Masih tak ada jawaban, Inara segera mencari salaer lampu namun tidak ketemu di mana ini kenapa bisa kayak gini. Inara langsung pergi keluar dengan cara berlari karena takut.


Sampai-sampai dia menabrak beberapa barang namun tidak menghiraukan itu, dia terus aja berlari sampai-sampai keluar rumah dan menabrak seseorang.


"Sayang kamu kenapa lari lari kayak gini anda apa, ada apa dengan mu "


Inara segera bangkit dan memukul dada suaminya"kau yang ke mana katanya kau akan menungguku tapi kau pergi begitu saja, kenapa kau tidak menunggu ku Bi tadi lampu mati dan aku sangat takut "


"Maafkan aku tadi aku mau mengecek dulu ke arah sana di mana tempat menyalakan lampunya, karena tadi memang tiba-tiba mati makanya aku tidak memberitahumu langsung mencarinya. Ku kira kau masih ada di kamar mandi ayo sekarang sudah nyala kita masuk ya maafkan aku l, aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu dan membuatmu takut ayo kita masuk lagi sudah nyala sekarang tidak akan mati lampu lagi"


"Aku tidak mau ya kau tiba-tiba meninggalkan aku lagi ini tuh bukan di tempat kita, kita sedang di tempat terpencil yang dekat dengan hutan. Aku tidak mau ditinggalkan lagi Abi aku tidak mau"


"Iya maafkan aku sayang, aku tak akan melakukan itu lagi ayo kita masuk ya sekarang "


Mereka berdua segera masuk kembali dan benar lampu sudah menyala kembali, Abian menutup pintunya dan membawa istrinya masuk kedalam kamar, Inara yang masih ketakutan melihat sekitar dan duduk tempat tidur.


Abian langsung membaringkan Inara dan dirinya juga ikut berbaring " sekarang kita tidur ya aku akan menemanimu tidur aku tidak akan pergi kemana-mana kau tidur ya syang "


"Janji ya kau tidak akan pergi dariku lagi, kau tidak akan meninggalkan aku kalau kemana-mana ya kau harus berbicara padaku dulu baru bisa meninggalkan aku "

__ADS_1


"Iya sayang aku mengerti maafkan aku ayo sekarang cepat kau tidur, aku pun ingin tidur sangat mengantuk hari ini sayangku cintaku ayo cepat tidur"


Inara mengangguk saja dan langsung memeluk suaminya dengan erat bahkan sangat erat dan Abian langsung mengusap ngusap rambut sang istri, ada ada apa dengan istrinya ini kenapa dia menjadi penakut.


__ADS_2