
Abian dan Inara sudah sampai di butik itu dan segera masuk sudah disambut oleh teman mamihnya "eh Abian kesini juga akhirnya, oh ini ya calonnya "
"Iya tante perkenalkan dia Inara tante "
"Hai Inara saya Iren temennya mamih Abian ayo sini masuk masuk coba dulu yu, saya sudah mempersiapkan beberapa gaun yang baru dijahit "
Inara mengangguk dan masuk kedalam ruang ganti, sedangkan orang yang baru datang tadi masuk dan melihat lihat gaun gaun cantik itu, lalu dia meminta pada seorang pelayan untuk mengambilkannya dan ingin mencobannya.
Inara keluar memakai gaun cantik itu dan dadanya sangat terlihat, Abian mengelilingi Inara dan mengelengkan kepalanya "tante seperti ini terlalu seksi, apakah ada yang lain untuk calon istri saya "
"Emmm sebentar , Inara kau coba yang ini "
"Baiklah tante "
Inara kembali masuk dan memakainnya, dibantu oleh asistennya tante Iren..
Lalu keluarlah Livia dari ruangan ganti memakai gaun cantik, "bagimana apakah bagus "
"Wah nona bagus sekali, cocok sekali dipakai oleh nona "
"Apakah bener sangat bagus aku pakai "
"Tentu bagus sekali nona, lalu apakah pembelai laki lakinya tak akan mencoba juga nona "
"Tidak untuk hari ini saya dulu yang mencobannya calon suami saya sedang sibuk, tolong saya mau ambil yang ini ya "
"Baik Nona "
Setelah pakaiannya dilepas dan berganti dengan pakaiannya kembali Livia duduk menunggu sambil tersenyum senang "rasanya tak sabar ingin bertemu dengan Abian dan memperlihatkan gaun ini, pasti dia akan suka "
Sedangkan disebelah Inara baru saja keluar dan Abian kembali mengeceknya, pakainnya pas dan cocok untuk Inaranya yang lemah lembuf dan angun ini.
"Tante aku ambil yang ini "
"Bagus sekali pilihan mu Abian, baik nanti tante akan mengirim keapartemen mu ya, sesuai alamat yang kamu berikan "
"Baiklah tante saya tunggu dan untuk pembayarannya sudah saya tranfer ya tante "
"Oke "
Inara kembali masuk keruangan ganti menganti pakainnya kembali dan kembali pula pada Abian yang sedang tersenyum senang.
Abian mengandeng tangan Inara dan masuk kembali kedalam mobil, pergerakan mereka tak luput dari penglihatan Livia.
"Bersenang senanglah sekarang dan pada akhirnya aku akan memisahkan kalian berdua, lihat saja aku tidak akan pernah main-main dan semuanya akan terjadi seperti apa yang aku inginkan. Kalian tidak akan bisa bersama dan hanya aku yang bisa mendapatkan Abian seorang tidak dengan yang lain ataupun yang mana pun"
**
Ana yang sedang asyik asyiknya melihat bunga yang bermekaran malah dikagetkan dengan Sean yang mengampirinya.
"Kau membuat kakak kaget saya "
"Maaf kak Sean sangat senang sekali ternyata kakak benar menunggu Sean sampai pulang, Sean seperti ditunggu sama ibu, berarti Sean nggak salah pilih kalau Kakak memang cocok jadi ibu Sean, nanti Sean akan bilang sama ayah deh kalau Sean mau kalian berdua itu sama-sama biarin aja nanti tante Puja pergi dari rumah"
" Kakak udah bilang kan kamu jangan bilang sama Ayah, kakak akan menjadi ibu kamu tanpa harus menikah dengan ayah mu, kau lihat Ayah mu sangat mencintai tante Puja dia tidak akan mungkin bisa melepaskan tante Puja jangan membuat hati ayam sakit ya"
"Aku lupa Kak, aku hanya ingin yang terbaik saja untuk Ayah dan Kakak itu sudah baik untukku baik dan ayah juga baik tidak seperti tentu Puja, dia hanya baik pada ayah saja padahal aku kan anaknya"
"Ya sudah biarkan ya ayo sekarang kita pulang kerumah "
"Ayo kak aku sudah tak sabar ingin bercerita pada ayah "
**
Mereka berdua sudah sampai dirumah saat masuk kerumah mereka sangat senang dan riang namun tiba tiba saja langkah mereka berdua dihentikan oleh puja "Sean kau pergi dulu kekamar ya, ganti pakain mu, sepertinya tante Puja ingin berbicara dengan kakak "
"Aku tunggu saja "
"Tidak sayang, ini adalah pembicaraan orang dewasa aya kau segera bergegas berganti pakaian dan nanti kita akan bermain ya "
"Baik kak, aku sebentar lagi akan kesini "
Sean berlari naik kelantai atas dan Puja segera menarik Ana keluar rumah. Lalu melepaskan tangan Ana dengan kasar
"Kau cepatlah pergi dari rumah ini, jangan ganggu ketentram keluargaku, aku sebentar lagi akan menjadi ibu sambungnya Sean jadi aku berhak mengusir mu dari sini, ayo pergi dari sini sekarang juga "
"Aku tidak akan pergi kalau bukan Roger sendiri yang mengusirku, kau bukan nyonya di rumah ini kan, kau hanya sebatas pacarnya saja, kalau kau sudah menjadi Nyonya baru aku akan mengikuti kata-katamu tapi kau di sini juga numpang kan jadi jangan sok dan jangan pernah usir aku dari sini kalau bukan Roger sendiri yang mengusirku "
"Hemm sama saja aku dan Roger, Roger sudah memberikan ku kekuasaan untuk mengusir mu jadi kau pergi dari sini sebelum aku melakukan kekerasan "
Puja dengan kasar mendorong Ana, Ana yang belum siap terjatuh, Sean yang sedang turun dan akan menemui kakaknya itu melihat saat Ana didorong, "Kakak" teriak Sean sambil berlari dan mengampiri Ana.
__ADS_1
"kau jahat tante Puja kau jahat " teriak Sean sambil mendorong Puja.
"Sean kau sangat kasar "
Roger yang mendengar keributan segera keluar dan melihat Sean yang akan kembali memukul Puja "Seannn " teriak Roger
Puja segera bangkit dan menghampiri Roger "Lihat dia Roger kasar padaku, ini pasti didikan Ana "
"Tante jangan menyalahkan kakak, yang ada kau yang lebih dulu kasar pada kakak, kau telah mendorongnya tante, jadi aku meniru apa yang kau lakukan pada kakak "
Ana segera bangkit dan mengusap punggung Sean "Sean jangan seperti itu ya "
"Tidak kakak. ayah harus diberi tau agar sadar dia "
"Sean kau sudah keterlaluan diam dan pergi kekamar mu hormati tante Puja seperti kau menghormati kakak mu itu " marah Roger.
Sean yang kesal segera masuk Ana menatap Roger dengan sengit "seharusnya kau lebih membela anak mu , bukan orang ini yang tak ada urusan dengan mu dia hanya seorang pacar dan Sean adalah darah dangingmu ,jangan sampai kau salah memilih orang untuk menjadi ibu sambung anak mu "
Ana segera pergi menyusul Sean, sepertinya anak itu sangat sedih.
"Ada apa sebenarnya ini puja ada apa "
"Aku mengusir perempuan itu, dia sudah sangat menganggu ketentraman keluarga ini, jadi lebih baik dia pergi saja dari sini "
"Kau mengusirnya ? "
"Iya kenapa apakah kau akan marah seperti anak mu padaku, apakah aku salah sampai kalian berdua marah padaku, ayo marahi aku juga Roger agar kalian puas "
Roger memijat kepalannya dan pergi begitu saja, dirinya akan meminta maaf pada sang anak, karena salah sangka seperti ini dirinya marah pada Sean.
Saat Roger membuka pintu ternyata anaknya sudah tidur dengan Ana yang mengeloninya.
"Dia sudah tidur " tanpa Ana melihatnya dia sudah tau siapa itu
"Ana apakah dia sangat marah padaku "
"Tentu dia marah pada ayah kesayangannya, apakah kau bisa memarahinya tanpa membentaknya, maksudku kau nasehati saja dia tanpa harus membentaknya seperti itu, dia masih kecil dan harus di nasehati bukan untuk dimarahi kasian dia "
"Iya aku minta maaf "
"Minta maaflah pada anak mu bukan padaku, malam ini aku akan pergi, sepertinya aku disini hanya akan menimbulkan masalah "
"Tidak jangan pergi sekarang pasti Sean tidak akan setuju Ana, jangan sekarang tunggu beberapa hari lagi, kasihani lah Sean yang sudah sangat sayang padamu "
"Iya aku mengerti aku akan mengantarmu nanti bersama Sean ya jangan pergi sekarang "
"Ya, aku hanya ingin memberitau mu saja, Sean selalu mendengar apa yang kau lakukan dengan pacarmu, bahkan dia berbicara pada guru matematikannya, jika ingin melakukan hal menjijikan itu lagi rubahlah kamarmu menjadi kedap suara "
Roger hanya mengangguk dan pergi dari kamar Sean meninggalkan kembali anaknya bersama Ana.
Roger duduk diluar dengan lesu, bagaimana jika Ana pergi anaknya apakah tidak akan marah. Jadi binggungkan harus bagaimana ini.
"Roger "
"Jangan ganggu aku dulu Puja aku ingin sendiri, tolong jangan membuatku marah atau pun nantinya akan kasar padamu "
"Baiklah maafkan aku, maafkan aku, aku akan meminta maaf pada Sean sekarang "
"Jangan sekarang dia sedang tidur bersama Ana, jangan ganggu dia yang sedang tidur "
Puja sedikit kesal kembalikan Ana, Ana dan Ana selalu saja Ana, apakah tidak ada yang lain sekali Ana.
Puja yang kesal masuk kekamar menguncinya tanpa mau membukannya lagi sebelum Roger yang membukannya.
**
"Ya Jack aku minta kau jaga dulu perusahaan, semuanya stabilkan "
"Tentu nona Ana semuanya stabil tak ada masalah apa apa, kapan nona akan pulang "
"Mungkin saya akan pulang beberapa hari lagi tak lama lagi, kau selalu awasi Inara ya "
"Ya nona, nona saya dapat info kalau Adam mantan suami nona Ara akan keluar "
"Siapa yang membuat dia keluar, siapa "
"Nona Livia yang membuat Adam keluar nona, "
"Baiklah sepertinya mereka ingin main main denganku, aku tenang saja, aku akan memberikan sedikit pelajar pada perempuan itu saat pulang dari sini "
"Baik nona saya akan mengawasinya kapan Adam akan dilepaskan "
__ADS_1
"Lalu untuk Sandi apakah dia selalu mengerjakan tugasnya dengan benar "
"Tentu dia sudah menyiksa Adam, apakah perlu kita mengeluarkan dia juga untuk selalu membuat Adam terancam disini "
"Boleh kau keluarkan dia, dan buat dia selalu menggagalkan apapun yang akan Adam dan Livia perbuat, ajari dia dan buat dia menjadi patuh padamu, dan jangan sampai dia menjadi penghianat Jack "
"Baik nona dengan secepatnya saya akan mengeluarkan Sandi dari sana, berbarengan dengan keluarnya Adam dan sekarang saya akan mengurus semuanya, saat nona pulang Sandi sudah ada disini dan siap menerima tugas dari nona "
"Baiklah bagus, aku tutup dulu nanti takut ada yang mendengarnya "
"Siap nona "
Ana melihat kearah Sean ternyata masih tidur, apa ya yang harus dirinya lakukan. apakah harus memasak "hemm boleh sudah itu saja lah memasak, ya belajar memasak kembali rasanya tak sabar ingin memasakan Sean makanan yang enak "
Ana dengan semangat keluar dari kamar dan mencari bi Jumi "bibi kau dimana "
"Ini nona, bibi disini ada apa nona "
"Aku ingin memasak bi. aku ingin memasakan sesuatu untuk Sean, kalau siang siang begini Sean makan apa "
"Biasanya tuan kecil selalu memakan kue, apakah mau nona membuatnya "
"Boleh tapi ajarkan ya bi "
"Baiklah no ayo kita mulai "
"Ayoo bi "
"Non bibi seneng lo ada non disini meskipun cuman baru sehari, non kaya nyonya selalu ingin belajar dan ingin yang terbaik buat tuan Roger bedannya non ingin belajar untuk tuan kecil "
"Masa sih bi, Bella selalu gini "
"Iya non, selalu begini ceria seperti non, makannya tuan kecik suka sama non Ana, karena bibi selalu ceritain gimana nyonya dulu dan tuan kecil akhirnya melihat itu ada didiri nona "
"Syukurlah kalau Sean senang bi "
"Apakah nona tidak masalah disamakan dengan nyonya bella "
"Tentu saya tak ada masalah dan tak akan marah bi, "
Mereka segera memulai membuat kue, Ana dengan sangat teliti mendengarkannya dan belajar juga.
Sedangkan Sean yang baru bangun tak melihat keberadaan Ana dia langsung bangkit dan berlari keluar kamar takut ditinggalkan oleh Ana.
"Kakak kakak "
Teriak Sean, Roger yang mendengar teriakan sang anak segera masuk dan Ana pula yang mendengar teriakan Sean langsung menghampirinya dan Sean langsung memeluk Ana.
Roger hanya melonggo dan melihat adegan itu, anaknya sekarang sangat tergantung pada Ana.
"Kakak kenapa tidak ada dikamar kakak kemana kenapa meninggalkan aku "
"Kakak tidak kemana mana, kakak hanya membuat kue untuk mu, ayo sini bantu kakak belajar membuat kue ayo "
"Baiklah Ayo "
Sean mengandeng Ana dan membawannya kembali kedapur sebelumnya Ana membawa dulu minum dan memberikan pada Sean.
Lalu melanjutkan membuat kue dengan bermain main tepung bersama Sean, Ana merasa senang sekali rasanya apa yang dulu saat dirinya kecil tak dirasakan sekarang dirinya rasakan
Roger dengan diam diam memotret keasyikan Ana dan juga Sean, sesekali Roget tersenyum melihat anaknya yang begitu bahagia, berarti dirinya tak salah membawa Ana kerumahnya ini, tapi bagaimana kalau nanti saat Ana tak ada.
Saat Roger sedang sibuk dengan fikirannya tiba tiba saja ada wangi kue deket hidungnya. "Ayah hallo ayah jangan melamun terus "
"Sean "
"Iya ini aku Sean, ini kue untuk ayah, aku minta maaf karena telah membuat aya marah "
Roger dengan cepat memeluk anaknya, seharusnya ayah yang meminta maaf sayang, harusnya ayah karena sudah membentak mu tanpa sebab, maafkan ayah ya sayang, maaf "
"Tidak ayah, kata kakak aku yang harus meminta maaf pada ayah, karena aku sudah berani menyela pembicaraan ayah dan sudah mendorong tante Puja aku minta maaf, dan kue ini aku persembahkan untuk ayah, ini buatan ku dan kakak, ayi cicipi "
Roger melepaskan pelukannya pada anaknya dan membawa Sean duduk lalu mencoba kuenya " emm enak sekali, anak ayah pintar "
"Ya dong, masih juga dong ayah sama kakak "
Roger menatap Ana yang sedang menyajikan kue itu lagi"terimakasih Ana atas apa yang telah kau lakukan, terimasih untuk semuanya "
"Ya tak usah sungkan padaku, sama sama, bibi sini makan sama sama ayo duduk "
Bi Jumi dengan canggung langsunf duduk da memakan kue itu bersama sama, sedangkan Puja yang melihat dari celah pintu sangat kesal.
__ADS_1
"Menyebalkan sekali awas saja ya kalian, habis kalian oleh ku, aku tak terima kesal kesal kesal "