Berbagi Suami

Berbagi Suami
Bohongan


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Puja langsung masuk ke dalam kamar Inara dan Inara yang akan membuat pakaian jadi tak jadi"ada apa Puja kenapa tiba-tiba kau masuk ke dalam kamarku dan tanpa mengetuk pintu sedikitpun. Ada perlu apa kau kemari"


"Apakah kau tadi melihatku dan Cio "


"Tentu aku melihatmu memangnya kenapa. Apakah kalian mempunyai hubungan. Apakah kau selingkuh dari Roger sampai-sampai kau ketakutan seperti itu saat aku melihat kalian berduaan dan kau menciumnya "


"Berarti kau melihat semuanya"


"Tentu aku melihat semuanya lalu apa yang akan kau lakukan kau akan membunuhku atau apa "


"Tidak aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, aku ke sini berlari hanya untuk menjelaskan sesuatu padamu, tolong kau jangan berkata apa-apa pada Roger, ini hanyalah salah paham aku dan Cio tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya teman kecil dan sudah lama tidak bertemu , aku hanya ingin menjelaskan itu saja. Tolong jangan salah sangka dan membuat Roger marah padaku itu saja sih yang aku ingin katakan padamu"


"Benarkah apakah teman kecil akan semesra itu sampai kau menciumnya"


"Ya karena aku sangat bahagia bisa bertemu dengan dia, kita kan tidak tahu ekspektasi seseorang klau bertemu dengan teman lamanya. Kau juga pasti akan seperti itu. Jadi tolong kau jangan membuat ini menjadi besar dan malah membuat aku diputuskan oleh Roger permisi"


Inara hanya megangkat bahunya dan masuk kedalam kamar mandi, biarkan sajalah tak ada urusannya sama sejali.


**


Inara yang sedang enak-enaknya tidur malah dibangunkan dengan suara dering ponselnya tanpa melihat namanya Inara langsung mengangkatnya "Hallo Iya ada apa"


"Inara kau di mana ini aku Cio, sedang ada di rumah sakit menunggu Abian dia sangat parah sekali"


Inara langsung bangkit dan membuka kedua bola matanya melihat Siapa yang menelponnya ternyata benar Cio.


"Apa makin parah sakitnya bukannya hanya panas saja ya waktu itu "


"Iya Dia ngedrop deh kayaknya udah kamu ke rumah sakit aja ya kita ada di sini nanti aku kirim deh no kamarnya sama rumah sakitnya dimana "

__ADS_1


"Iya aku kesana tunggu "


Inara segera pergi tanpa menganti pakaiannya masih mengunakan baju tidur "Sandi Sandi ayo antar aku "


"Kemana nona "


"Sudah ayo antar aku saja "


"Baik nona ayo, "


Inara langsung memberikan alamatnya pada Sandi ingin cepat cepat sampai " Ayo lebih cepat Sandi ayo cepat Sandi "


"Iya nyonya iya sebentar nyonya "


Sandi lebih mempercepat laju mobilnya dan tak lama kemudian sampai, Inara tanpa berkata apa-apa langsung berlari turun dari dalam mobil, mencari ruangan Abian dan ketemu juga.


Inara membuka pintunya dan melihat Abian berbaring tak sadarkan diri.


"Aku juga tidak tahu saat aku kemari dokter sudah menangani Abian bahkan beberapa dokter datang kemari , sepertinya penyakit Abian sangat parah makannya banyak dokter yang menanganinya dan kau ke mana saja selama ini, kenapa kau tidak ada kemari atau sekedar menengoknya sajalah, tidak mengurusnya pun tak apa kau ini ke mana saja. Apakah pekerjaanmu lebih penting dari pada Abian calon suamimu, apa begitu, sebenarnya apakah kau mencintai Abian atau tidak, atau hanya main main saja "


Air mata Inara langsung mengalir, Abian yang menutup matanya langsung membukannya "Sayang kenapa kau menangis "


"Kau baik baik saja, kata Cio kau__"


"Cio boleh kau keluar dulu "


"Baiklah "


Abian segera bangkit dan memeluk Inara " Kenapa kau menangis aku baik-baik saja ada apa dengan mu "

__ADS_1


"Kau yang kenapa katanya kau sakit lalu ini ternyata kau sehat bugar kau membohongiku ya,"


"Maafkan aku sayang aku melakukan ini karena ingin kau kembali berbicara padaku, kau hanya salah paham aku sama sekali tak melakukan apa-apa dengan Livia dia menawarkan sesuatu pada ku kalau aku memeluknya dia tidak akan mengganggu hubungan kita berdua lagi. Makanya aku menurutinya supaya kita damai dan nanti tak ada pengganggu satu orang pun dalam hubungan kita "


"Ya kenapa tidak dari awal kau berbicara dulu padaku sebelum melakukan itu. Aku tidak suka melihatnya"


"Iya itu sangat mendadak sayang dia tiba-tiba saja melontarkan itu . Aku sudah lelah diganggu olehnya aku capek sekali"


"Lalu kalau misalnya tiba-tiba Livia meminta kau menikahi mu, apakah kau akan menurutinya supaya dia tak mengganggumu lagi .Apakah kau akan menurutinya hah "


"Tidak akan Sayang maafkan aku, aku sungguh minta maaf aku tidak akan melakukan ini kembali, aku sudah gegabah dan membuatmu marah. Aku tidak akan melakukannya lagi kita hadapi bersama perempuan itu ya, kita pasti bisa mengalahkan dia"


Inara hanya mengangguk saja, Bian mendekatkan bibirnya lalu mencium bibir kekasihnya, bahkan mereka menikmati itu sampai sampai Cio yang melihat di arah kaca sedikit cemburu.


Meskipun sudah ada Puja tetap saja hatinya sakit melihat Inara melakukan itu dengan Abian.


"Kau jangan sampai berubah pikiran Cio, kau harus Teguh dengan pendirianmu kau harus merelakan Inara bersama Abian bahagia berdua, kau jangan sampai menjadi orang ketiga dan membuat hubungan mereka semakin rumit. Ayo pasti kau bisa melupakannya Inara, sudah ada Puja di sampingmu Jadi kau fokuslah pada dia kau tidak boleh memikirkan perempuan lain tidak boleh"


Cio langsung keluar dari rumah sakit dan menelfon Puja " Puja kau di mana"


"Aku ada di rumah sedang di kamar sendirian seperti biasa, Roger tak ada di sampingku dia sibuk mengoda Ana, ada apa kau menelpon ku Cio"


"Apakah kau bisa menemuiku aku rasanya sangat butuh dirimu. Apakah kau bisa membuat kebohongan kembali pada Roger dan menemuiku di rumah aku menunggumu secepatnya di rumah, jangan lama-lama ya kalau tak bisa kau langsung hubungi aku jika bisa kau langsung saja ke rumah tak usah menelponku"


"Baiklah aku akan ke sana tak usah minta izin pada dia, dia sedang sibuk jadi aku akan langsung pergi ke tempatmu. Ada apa sebenarnya sampai-sampai Kau seperti ini lesu tak bergairah sama sekali"


"Pokoknya kau datang dulu saja ke rumah nanti aku akan menjelaskan semuanya aku akan bicara padamu semuanya sekarang yang aku butuhkan hanya dirimu Puja tak ada yang Lain"


"Baiklah aku tak banyak tanya tunggu aku sebentar aku akan datang kepadamu Cio, kau sabar dulu saja jangan menjemputku ya jika aku lama, aku pastikan padamu aku akan datang padamu, "

__ADS_1


"Baiklah aku tunggu dirimu Puja, jangan membuat aku kecewa dengan dirimu yang tak datang padaku "


"Iya Cio, kau bisa tenang, tenang saja "


__ADS_2