Berbagi Suami

Berbagi Suami
Malah pergi


__ADS_3

Inara yang mengantuk segera pergi ke pantry pagi-pagi begini sudah mengantuk. Entahlah padahal dirinya tidur tepat waktu tak terlalu malam dan tidak terlalu siang.


Tiba-tiba saja ada yang menghadangnya Inara geser ke kanan akan berjalan dia juga sama geser kanan, geser kiri ikut juga nih orang harus di pukul kayaknya


"Apa sih kamu awas "


"Inara sekarang jadi galak ya. Apa karena pacaran sama Abian terus apa karena udah jadi orang kaya makanya berani dan galak"


"Gak ada urusannya ya Dan, emangnya kamu bisa berubah-ubah dengan cepat cuma gara-gara uang aja, jangan sama-samakan aku sama kamu, karena beda "


"Kenapa gitu enggak apa-apa dong sama aja kan, gimana rasanya jadi orang kaya dan ketemu sama kakak kandung mu, aku kira kamu anak tunggal ternyata kamu anak orang kaya yang hilang, aku juga maafin kamu kok dulu udah pernah jual rumah kita sama Iva "


"Apa kamu enggak malu bilang kalau rumah itu rumah kita, yang ada itu rumah aku dibeli pakai uang aku, dibeli pakai uang orang tua aku, kamu gak berhak bilang itu rumah kamu, untung aja Iva menjual rumah itu jadi aku gak usah tinggal di rumah itu lagi dan berurusan lagi dengan kamu , aku juga bersyukur dulu Iva pernah ada di hidup kita berdua dan buat aku sadar kalau kamu tuh bukan laki-laki baik, kamu tuh laki laki berengsek gak tau diri kurang ajar dan cupu tau gak sih bisanya cuman main tangan aja sama perempuan "


"Udah kamu bicaranya puas"


"Aku gak akan pernah puas dan aku gak akam pernah takut lagi sama kamu, aku bukan Inara yang dulu jadi kamu jangan berani-berani deketin aku lagi atau bicara lagi sama aku, Dan jangan bahas tentang masalah rumah tangga kita dulu, karena semua itu udah gak ada artinya lagi, Aku juga kaya gini mau bicara sama kamu, karena Livia kerja sama, sama Abian, jadi secara tidak langsung aku harus berbicara dengan laki-laki brengsek seperti mu ini "


"Baiklah aku tidak akan membahas masa lalu lagi tapi aku akan mencoba untuk mengejarmu kembali. Apakah kau mau denganku laki-laki yang kau cintai itu aku siap kembali dengan mu dan menjalankan rumah tangga kita dari awal lagi, "


"Apakah kau sudah gila aku tidak mencintaimu kembali yang ada aku muak dengan mu, sampai kapanpun aku tidak akan sudi kembali dengan laki-laki kasar sepertimu, tukang selingkuh aku tidak akan pernah tertipu untuk ke 2 kalinya oleh mu. Jadi kau cari saja yang mau dengan mu di luar sana, kalau tidak kau nikahi saja Livia dia kan orang kaya bisa berfoya-foya bersama nantinya, dan sepertinya kalian sangat cocok kalau menikah "


" Liat saja aku akan kembali bersamamu"


"Baik akan aku lihat sesuai perkataanmu tapi sampai kapanpun aku tidak akan mau meskipun di dunia ini hanya kau satu-satunya laki-laki aku lebih baik sendiri dari pada bersamamu"


Inara langsung melengos pergi namun Saat Adam akan menyusul Inara Sandi langsung muncul dan memegang tangan Adam.


"Kau berubah jadi hantu Sandi, aku ada dimana kau pasti muncul, "


"Kalau iya kenapa "


"Pantesan wujudnya kayak hantu "


Adam langsung menyentakan pegangan Sandi, namun Sandi kembali memegang tangan Adam.


"Aku peringatkan kau sekali lagi jangan mendekati nona Ara. Aku tidak akan segan-segan untuk memukul mu jadi jangan macam-macam dengan dia, aku akan selalu ada di sisinya "


"Kenapa aku ingin mengejarnya lagi aku mantan suaminya lalu apa masalahnya denganmu"


"Kau cuman mantan kau cuma sampah jadi tidak perlu mendekati Nona Ara lagi, kau bukan levelnya lagi, kau tidak ada apa-apanya jadi jauhi sekarang nona Ara, jangan kau berani mendekatinya lagi karena sampai kapanpun nona Ara tak mungkin mau kembali dengan laki-laki cupu brengsek sepertimu Adam"

__ADS_1


"Aku tak akan menyerah, jadi diamlah dan pergi dari hadapan ku brengsek "


**


Puja sudah ada tempat yang temannya janjikan dan dia sedang menunggu temannya yang menjemputnya, lama sekali tak datang datang, namun dari kejauhan dirinya melihat temannya sedang berjalan kearahnya dan melaibaikan tangannya.


"Kenapa kau lama sekali Cio "


"Maafkan aku Puja, aku tadi harus kekantor dulu, maaf ya jadi bagaimana apakah kau ingin kerumah kudulu atau langsung mencari pacar mu Roger "


"Rasannya aku ingi langsung mencari pacarku saja, aku sudah tak sabar ingin menemuinya dan membuat dia kaget aku tiba tiba datang ada dihadapannya "


"Apakah kau benar ingin ke rumah Ana"


"Iya aku ingin langsung ke rumah Ana, kau juga kenalkan pada Ana dan juga adiknya Inara jadi lebih baik langsung saja ke sana. Aku beruntung sekali ternyata teman baikku ini kenal dengan Ana si pembunuh itu, aku tak salah ya bercerita padamu dan akhirnya aku tak usah susah susah mencari keberadaan rumahnya dan pacarku Roger karena dia sama sekali tak memberikan ku alamat rumahnya dan juga tak mengangkat telfonku sampai sekarang, Roger sunggung keterlaluan "


"Kenapa kau begitu mencintai Roger, kurasa dia sudah tak mau denganmu untuk apa dipertahankan tidak akan benar untuk kedepannya lebih baik mundur dari sekarang dari pada sakit hati nantinya, seperti aku mundur dan membiarkan orang yang aku cintai bahagia dengan orang pilihannya "


"Aku gak bisa"


"Kenapa "


"Karena aku sudah memberikan sesuatu yang seharusnya aku tak berikan pada dia, aku sudah terlanjur memberikannya dan tak mungkin kan aku menikah dengan laki-laki lain sedangkan aku sudah tidak perawan lagi aku tidak mau itu"


"Ya udah mau gimana lagi, udah gak bisa dibalikin lagi, aku juga terlalu terbawa suasana jadinya kebablasan dan aku awalnya gak mau sama dia, gak suka karena Ayahku meninggal ditabrak sama laki-laki itu dan ayah aku minta untuk dia menjaga aku dan menikahiku makanya aku memberikannya dan pada saat itu tak ada keraguan sedikit pun dalam hatiku "


"Iya karena gak ada keraguan itu akhirnya kamu kebablasan kan, jadi kasih sesuatu yang seharusnya gak boleh kamu kasih kita tuh udah temenan dari lama dari kecil, aku udah bilang jangan sampai kamu memberikan apa-apa pada laki-laki kalau dia bukan suami kamu, dan pada akhirnya sekarang kamu gak bisa pergi kan dari dia, gak bisa lepas karena itu "


" Iya iya aku salah ya udah ayo anterin aku ke sana , aku udah pengen ketemu sama dia aku mau ajak dia balik aja deh aku juga gak mau dia terlalu lama sama Ana"


"Yaudah ayo masuk mobil, jangan diem aja diluar ayo masuk dan aku akan mengantar kamu kesana apa aku harus ikut nanti kedalam rumah Ana "


"Jangan aku akan masuk sendiri, kalau ada apa apa, aku akan menghubungi mu, jadi kau tenang saja ok "


"Baiklah ayo lets go "


**


"Senang ya kita berempat bisa makan sama-sama jarang-jarang kan kita bisa kayak gini bener gak sih Adam "


"Iya bener ayo makan dong, keburu dingin makanannya "

__ADS_1


Inara dan Abian sama sekali tak menjawab, Abian menatap Inara dan memutar kursinya untuk berhadapan dengan sang pacar.


"Sayang aku akan menyuapi mu, kau pasti akan senang "


"Tentu sayang suapi aku, aku rasannya sudah lama tak disuapi oleh mu sayang, kita terlalu sibuk bekerja dan sulit untuk sama sama, tapi untungnya Nona Livia serta Adam mau mengajak kita berdua makan "


"Buka mulut mu sayangg aaa "


Inara membuka mulutnya dan melahapnya lalu mencubit pipi Abian "enaknya nambah ih makin enak, Livia coba kamu cobaan disuapi sama Adam pasti bakal beda "


"Gak usah gue masih punya tanngan "


"Oh ok "


Inara mencium pipi Abian dengan mesra dihadapan mereka berdua "lagi sayang, aku mau lagi dong suapi aku lagi sayang "


Abian yang senang mendapatkan kecupan kembali menyuapi Inara dan Inara sebaliknya menyuapi Abian.


Livia dan Adam saling pandang lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar, Livia tiba-tiba menggebrak mejanya dan berdiri mengagetkan Adam, Inara dan juga Bian.


"Sudah cukup aku pulang terlebih dahulu , silahkan makan saja bertiga aku pamit pulang terlebih dahulu nikmari makan siang kalian bertiga "


Adam yang tak mau jadi nyamuk segera menyusul Livia sedangkan Inara dan Abian langsung tos dan kembali menghabiskan makan siangnnya yang sempat tertunda.


"Kayaknya Livia panas banget ya"


"Bukan panas lagi sayang yang ada dia kebakaran sekarang dia lagi nyari es buat madamin semuanya "


"Hehehe iya bener Bi, ayo makan lagi, ayo ayo jangan fikiran dua penganggu itu "


"Bener sayang ayo "


**


"Livia kamu tuh apa-apaan sih harusnya kamu jangan pergi gitu aja, yang ada di itu makin buat mereka seneng, jangan nambakin dong kalau kamu itu jemburu, jangan gitu ah, jadi kan kaya gini gak seru"


"Ya udah lo aja yang disana, gue gak mau disana jadi loh jangan paksa gue, mau gue kelihatan cemburu banget penting gue gak sudi lihat mereka kayak gitu, harus banget emang dilihatin gitu "


"Mereka itu lakuin kayak gitu buat kita cemburu udah biarin aja liatin aja. Harusnya kita tonton aja mereka berdua mau sampai kapan mereka kayak gitu nanti juga malu sendiri "


"Gue gak bisa , udah lu jangan banyak ngomong gue mau pulang mau tenangin diri, lo aja yang disana "

__ADS_1


Setelah Livia pergi, Adam mengelengkan kepalanya "dasar cupu huh, masa kitu aja cemburu sih, gak ada apaa apanya kali kaya gitu , udah kaya apa aja tuh s Livi "


__ADS_2