Berbagi Suami

Berbagi Suami
Pulang dan mendengar suara


__ADS_3

Pagi ini, hari ini Inara akhirnya boleh boleh pulang, sekarang Inara dan Ana sedang ada dimobil, sedangkan Abian kekasihnya ada didalam mobil yang lain.


"Apakah kau benar Nara mau pulang, kalau kau masih ada yang sakit kita bisa pulang kerumah sakit lagi, mumpung masih dekat mau yah, kita pulang lagi kerumah sakit "


"Gak usah Ana aku baik-baik aja tadi kan kata dokter juga aku udah baik-baik aja, terus aku mau apa lagi pulang ke sana. Aku juga udah gak betah tinggal di sana aku udah mau pulang kok. Tenang aja aku baik-baik aja"


"Ya sudah kalau aja apa-apa kau harus bilang jangan diam ya kalau ada yang sakit kau harus bilang, jangan tidak-tidak aku tidak mau mendengar kata itu"


"Iya Ana "


Mereka sudah sampai dirumah, Ana segera memapah sang adik dari belakang, dengan Abian yang membawa barang barang Inara juga.


Mereka berjalan dengan perlahan, namun tiba tiba Inara berhenti pas didepan pintu yang selalu Ana kunci "kenapa berhenti Nara "


"Emm sepertinya dalam ruangan mu ada seseorang, apakah ada orang didalam sana "


"Tidak ada, tak ada orang ayo kekamar mu, ayo cepat, Bi ayo cepat "


"Iya Ana "

__ADS_1


Mereka segera mempercepat langkah mereka, Inara langsung didudukan oleh Ana "Bi jaga Inara "


"Iya Ana "


Ana segera pergi dan Abian segera duduk disamping kekasihnya "apakah kau tadi mendengarnya Bi "


"Tidak sayang aku tidak mendengarkan apa-apa, memangnta kau mendengarkan suara apa, aku kok gak denger apa apa ya"


"Masa sih kok aku malah dengar suara perempuan gitu ya, kayak lagi nangis beneran. Emang di sana gak ada orang ya kok aku jadi penasaran ya"


"Itu mungkin kamu perasaan aja deh, gak deh gak ada orang, gak ada siapa-siapa kok gak ada suara siapa-siapa mungkin Mbak Fani lagi main sama anaknya atau sama Sandi suaminya kan mereka ada di belakang kan rumah belakang kan, gak deh gak mungkin gak ada perempuan kok di dalam sana, "


"Gitu ya padahal aku jelas banget loh dengar suara, masa sih di rumah ini jadi ada hantunya gak mungkin kan aku pergi beberapa hari tiba-tiba aja di sini jadi ada hantunya"


Abian segera membantu Inara tidur dan menyelimutinya, lalu mengusap rambut Inara dengan sayang.


**


Ana langsung membuka pintu, dan melihat Livia yang sedang menangis.

__ADS_1


"Ada apa denganmu kenapa kau sangat berisik dan mengganggu sampai-sampai orang rumah terganggu dengan suara tangisanmu sampai keluar. Kau tahu hari ini adikku pulang jangan sampai kau membuat dia curiga kalau kau ada di sini diam dan jangan menangis .Aku tidak suka itu jika sekali lagi aku mendengar kau menangis atau kau berteriak aku tidak akan segan segan membuat kau makin menderita "


"Tanganku perutku semuanya sakit dan aku kelaparan Anak, kau sama sekali tidak memberikan aku makannya sedikit pun, apakah kau tidak kasihan dengan aku, aku di sini dan kesakitan karena ulahmu karena ulahmu, kalau saja kau tidak melakukan ini dan membiarkan aku di penjara saja mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi aku lebih baik di penjara dari pada di sini bersamamu"


"Itu tidak akan pernah adil dengan riwayat kejiwaanmu , polisi pasti akan membebaskanmu aku tidak mau sampai itu terjadi. Makanya lebih baik aku yang menghukum mu dari pada polisi jadi jangan membodohiku. Emangnya aku tidak tahu siapa dirimu. Emangnya aku tidak tahu apa yang pernah kau derita dulu saat Ibu mu meninggal. Aku tahu semua tentang kehidupanmu bahkan yang tidak kau ketahui aku bisa tahu. Jadi kau jangan macam-macam denganku"


Livia mengelengkan kepalanya dan tersenyum pada Ana "Hebat juga ya kau, sampai niat kau mencari tentang jati diruku, kenapa tidak sekalian saja kau cari siapa sebenarnya pembunuh ayahku, biar sekalian saja kau kan mata-mata, jadi pasti kau akan tau siapa pembunuh ayahku yang sesungguhnya."


"Tentu aku tahu siapa membunuhnya dirimu, kau menikam ayahmu saat dia tertidur saat ia berbalik langsung menusuk nya beberapa kali, hanya demi sebuah harta, ayahmu mengalihkan hak waris pada Cio dan memberikan perusahaan serta aset asetnya pentingnya pada Cio lalu kau ketahuan oleh bi San kan, terus bi San kabur dan berlari begitu saja kau mengejarnya lalu menuduhnya, dan saat pulang kerumah kau malah mengatakan ayah mu tertusuk oleh pencuri benarkan seperti itu, aku tak bohongkan aku berkata jujur bagaimana "


Wajah Livia langsung berubah pucat dia tak bisa berkata kata apa apa lagi, Ana mengetahuinya kenapa bisa, kenapa Ana bisa mengetahuinya, kenapa bisa sampai seperti itu, padahal hanya Bi San yang tahu, mana mungkin bi San mengkhianatinya, kenapa bisa.


"Kenapa kau diam aku hebat kan aku bisa mengetahui kalau kau adalah pembunuh dari ayahmu, aku tahu semuanya tentang dirimu sudah aku bilang yang tidak kau ketahui aku akan tahu. Jadi kau jangan macam-macam padaku atau aku akan menyebarkan semua tentang pembunuhan ayahmu yang kau lakukan itu dan aku juga tahu bi San saja yang mengetahuinya tak ada orang lain, karena hanya dia saja saksi mata tak ada yang lain lagi aku bisa saja menyogok bi San untuk berkata jujur dan menjadi saksi saat aku menyebarkannya majikannya ditusuk oleh siapa jadi kau jangan bermain-main denganku ku"


"Tak sekalian saja semua negara semua seluruh dunia ini kau ketahui data dirinya oleh mu, kenapa hanya aku saja "


"Tak ada gunanya kau adalah target utamaku makanya aku bisa mengetahui tentang apapun yang terjadi padamu, apapun itu jadi kau jangan menyuruh-nyuruhku untuk mengetahui semua rahasia orang lain, karena aku tidak sudi , kau bukan atasanku kau bukan bosku dan kau bukan siapa-siapaku jadi kau tidak berhak untuk memerintahku, jadi diamlah aku tidak suka"


Ana langsung keluar dari ruangan itu menutup pintunya dengan keras, dan menguncinya lagi.

__ADS_1


Livia setelah Ana pergi langsung berteriak histris, kenapa kenapa Ana harus tahu, kenapa dia harus tau, kenapa sih kenapa, Ana kenapa harus tau tentang semuanya, Ana menyimpan semua rahasiannya, tak ada privasi lagi dalam hidupnya semuanya di hancurkan oleh Ana, Ana perempuan gila.


Pokoknya dirinya harus keluar dari rumah ini dengan secepatnya, pokoknya harus cepat cepat keluar dari rumah ini sebelum dirinya dihabisi oleh perempuan itu, perempuan gila.


__ADS_2