Berbagi Suami

Berbagi Suami
Menjemput tamu


__ADS_3

"Ara apakah kau bisa membantumu ku "


" Apa itu Ana aku pasti akan membantumu"


" Roger dan Sean akan kemari kau bisa menjemputnya untuk ku, aku sangat sibuk sekali dan tak bisa menjemputnya "


"Baiklah aku akan membantumu dan menjemput mereka berdua kau pulang jam berapa"


"Mugkin agak sore atau malam aku tidak tahu jadwalku sekarang padat sekali jadi tolong bantu aku ya. Sekarang aku akan pergi bekerja Dah sampai jumpa"


Inara melambaikan tangannya dan kembali memakan sarapannya " Ada apa dengan Ana sepertinya dia grogi sekali deh"


Inara menyelesaikan makannya dan keluar dari dalam rumah, dirinya akan menyiram bunga hari ini, karena sekarang libur bekerja.


Namun belum juga Inara mengambil airinya sudah ada yang menabraknya seorang anak kecil. Ara baru melihatnya kali ini, tak tau ini siapa.


"Maaf nona Ana saya tidak sengaja "


Inara mensejajarkan tubuhnya dan memegang bahunya " Kenapa kau menundukkan kepalamu. Aku bukan Ana aku Ara kita baru ketemu kau disini dengan siapa dan siapa namamu, siapa ayahmu "


Arya mendongakan kepalanya dan menatap Inara sangat mirip dengan nona Ana " aku Arya anaknya Ayah Sandi kau begitu mirip dengan Nona Ana sampai-sampai aku tidak bisa membedakan mana nona Anna dan mana nona Ara. Memang kemarin Ayah sudah menjelaskan kalau di sini ada kembarannya Nona Ana tapi aku belum ketemu ternyata ini ya kau sama cantik sama dengan Nona Ana"


"Arya kau ini ya " teriak ibunya Fani.


Ara segera bangkit dan menatap orang itu "maafkan Arya nona Ana maafkan dia telah membuat pakaian mu kotor "


"Aku tidak masalah kau tahu aku bukan Ana " sambil tersenyum manis.


Fani segera mengamati Inara, sama tak ada bedannya hanya pakaiannya saja, ini lebih feminim " Aku Ara kembarannya Ana pasti kau istrinya Sandi kan"


"Iya Nona maafkan aku tidak mengenalmu, maafkan juga Arya yang telah mengotori pakaian mu maafkan dia"


"Tak usah sampai kau menunduk padaku, aku tidak akan marah ini hanya noda kecil dicuci pun akan bersih kembali. Namanya juga anak kecil sedang aktif-aktifnya. Aryapasti ingin lebih tahu tentang rumah ini kan ingin mengelilinginya"


"Iya kau benar nona aku sangat penasaran dengan rumah ini kenapa sangat besar sekali sampai sampai aku pusing"


"Baiklah kau berkeliling lagi di rumah ini tapi hati-hati jangan sampai kau ceroboh kembali ok"


"Iya nona terimakasih "


Arya segera berlari kembali dan meninggalkan ibunya bersama Ara "maaf nona apakah disini ada pekerjaan untuk saya, rasanya tak enak seperti ini hanya diam saja "


"Emm apakah kau mau menjadi apa saja "


"Tentu nona aku mau "

__ADS_1


" Baiklah kau bantu Bibi di belakang. Nanti kalau Ana bertanya aku yang menyuruhmu, tak usah takut dengannya dan kalau Bibi bertanya pun kau jawab seperti itu tak usah sungkan denganku"


"Baik nona terimakasih "


"Iya sama sama aku kedalam dulu "


Fani mengangguk dan Inara meninggalkan Fani sendirian disana " ternyata benar kata Mas Andi beda banget antara nona Anna dan Nona Ara. Meskipun mereka kembar tapi ada perbedaannya"


**


" Halo Bi iya kenapa"


"Libur nih Sayang ayo jalan-jalan dong kita ke mana gitu aku jenuh di rumah sendirian"


" Kayaknya aku gak bisa deh Bi aku harus jemput Roger sama Sean mau kesini"


"Lah kok mendadak kayak gitu sih.Kenapa enggak Ana aja yang pergi jemput mereka berdua kan itu tamunya Ana "


"Ana lagi banyak kerjaan jadi dia minta tolong sama aku buat jemput mereka berdua. Enggak apa-apa dong kali-kali kan gak setiap hari juga"


"Iya deh sayang tapi nanti kamu telepon aku ya kalau udah sampai rumah lagi nanti kita jalan-jalan udah kamu pulang ok"


"Boleh kita mau jalan-jalan ke mana"


"Kita ke supermarket mau kan kamu antar aku belanja"


"Siap bos "


"Ya udah aku matiin dulu ya aku mau ganti baju nih"


" Kenapa harus ganti baju, emang kenapa "


"Tadi enggak sengaja anaknya Sandi nyipratin air ke aku tapi enggak banyak kok aku ganti dulu ya aku matiin dulu dadah Bian Sayang"


"Apa sayang coba kamu ulangin "


"Udah ahh bay "


Abian berteriak senang akhirnya Inara mengatakan kata sayang untuknya.


**


Sedangkan Ana dikantornya sedang pusing memilih berbagai pakaian yang Jack belikan, semunay gaun cantik, namun rasa rasanya dirinya tak cocok memakainya.


"Apa gunanya membeli baju baju ini tapi tak ada yang cocok satupun denganku"

__ADS_1


"Ahhh kenapa hidup ku menjadi rumit seperti ini semenjak datangnya Roger, aku harus memakai pakaian apa, ahhh pusing, apakah aku harus jadi diri sendiri"


Ana yang pusing menghampiri Jack dan menepuk nahunya "menurut mu aku menjadi diri sendiri atau menjadi barbie yang memakai gaun "


"Menurutku Nona menjadi diri sendiri lebih baik dari pada berpura-pura namun tidak nyaman dengan apa yang kau kenakan"


"Hemm kau benar juga baiklah aku akan menjadi diriku sendiri kau bawa pakaian yang tadi aku beli lalu masukkan saja ke dalam lemari Ara aku sudah tidak berminat memakai pakaian itu sungguh tak cocok dengan diriku ini"


"Lalu saat Nona Ara bertanya aku harus menjawab apa nona "


"Jawab saja itu hadiah dariku. Aku ingin memberi dia pakaian itu saja sudahlah terserah mau saja, yang terpenting Inara tak curiga dengan mu "


"Baiklah Nona "


**


Inara sudah berangkat bahkan sudah ada dibandara menunggu kedatangan 2 tamu, dari kejauhan Sean sudah berlari dan memeluk Inara.


"Kakak"


"Hai Sean "


Sean langsung melepaskan pelukannnya celingak celinguk mencari sesuatu "pasti kau mencari kak Ana kan "


"Iya dimana dia kak "


" Dia sedang bekerja dia menyuruhku untuk meminta maaf padamu karena tidak bisa menjemputmu langsung ke sini .Dia banyak pekerjaan jadinya aku yang menjemput kalian berdua. Apakah kau tak keberatan kan aku yang menjemputmu"


"Tentu tidak kakak aku tidak sama sekali keberatan, dijemput kakak sama saja. Baiklah ayo kita ke rumah kakak"


"Ayoo "


Dengan kecewa Sean mengikuti langkah Inara, sungguh dirinya kecewa pada kak Ana, dia kira kak Ana yang akan menjemputnya dan meluangkan waktu tapi nyatanya tidak sama sekali.


Apakah lebih pentiny pekerjaannya dari pada dirinya ini, hemm kenapa seperti itu coba.


" Kenapa kau menjadi diam. Apakah kau marah pada kakakku. "


"Tidak aku hanya sedikit kecewa. Apakah pekerjaannya lebih penting dari pada aku Kak"


Roger langsunf mengais anaknya " kau tahu kakakmu itu adalah lah orang pekerja keras dan juga penuh semangat jadi pekerjaannya banyak sekali makanya nanti kau besar kau harus menjadi seperti dirinya, bukan berarti dia tidak menjemputmu tidak lebih mementingkan dirimu" ucap Roger


"Apakah benar kak "


"Benar sekali. pasti kakak sekarang sedang menuggu mu "

__ADS_1


"Baiklah aku semangat kembali


__ADS_2