Berbagi Suami

Berbagi Suami
Siapakah dia


__ADS_3

Abian sudab ditarik akan keluar club, namun dilorong tiba-tiba Bian terjatuh dan membuat perempuan itu juga terjatuh di atas tubuh Bian.


Bian lalu menatap seksama wajah perempuan itu, saat memegang rambunya dan juga menatap wajahnya kembali, Bian menggeleng kepalannya lalu mendorong perempuan itu sampai tersungkur.


Bian segera berdiri dengan masih sempoyongan. "mau kemana Abi " teriak perempuan itu namun Abian tak mengiraukannya terus saja berjalan menuju parkiran.


Perempuan itu segera bangun lalu mengejar Abi yang sudah jauh. Saat Abi akan membuka pintu kemudi sudah terlebih dahulu ditahan oleh siapa lagi kalu bukan oleh Santi. Nama perempuan yang dari tadi mengejar Abi.


"Kamu mau kemana Abi, ayo cepet kita pergi berdua " ucap Santi


"Lepasin " sambil menyenyak tangan Santi.


"Ini aku Nara, ada apa dengan kamu"


"Kau bukan Nara jangan mengaku-ngaku menyingkirlah dasar wanita ******"


Setelag mengatakan itu Bian segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan Santi sendirian. Santi yang kesal berteriak "akhh sialan awas saja kau Abi "


Santi segera pergi dengan kemarahannya pada Abi, kalau saja tadi tak terjatuh mungkin saja ini semua tak akan terjadi , mungkin saja sekarang sudah berhasil melakukan hal yang panas.


Sedangkan Bian sekuat tenaga menyetir sendiri tak mau sampai merepotkan orang lain dan entah kenapa Bian malah menyetir kearah rumah Inara dan sekarang dirinya tepat ada didepan rumah Inara.


Bian yang sudah tak kuat segera menelfon Inara namun sangat lama sekali mengangkatnya..

__ADS_1


Nara yang sedang tertidur pulas terganggu oleh dering ponselnya yang bising, segera dirinya mengangkatnya. Alangakah kagetnya saat melihat siapa yang menelfon.


Segera Nara mengangkatnya "Hallo Bian ada apa, malam-malam kau menelfon "


"Nara, Nara tolong aku Nara "


Nara segera bangkit dan terduduk dengan cepat "kamu kenapa Bian, sekarang kamu dimana hah "


"Aku didepan rumahmu Nara "


"Hah untuk apa kau didepan rumahku Bian "


Nara segera mematikan telfonya , lalu segera keluar lewat jendela dan benar dirinya melihat mobil Bian yang terparkir didepan rumahnya.


Dengan perlahan Nara segera menghampiri mobil Bian lalu masuk kekursi depan.


Namun bukannya menjawab Bian malah makin mendekati Nara dan memeluk tangan Nara dengan erat "ada apa denganmu sebenarnya "


Nara segera mendekatkan hidungnya kearah mulut Bian "ternyata kau mabuk Bian, apa coba yang kau lakukan disana buang-buang waktu saja "


"Nara Nara jangan tinggalkan aku, tetaplah disisiku "


"Aku sekarang disini Bian, aku gak kemana-mana. Kamu ini kenapa coba mabuk-mabukan kaya gini gak ada kerjaan banget"

__ADS_1


"Nara jangan pergi "


"Ist aku gak pergi aku ada disini Bian dodol. Lalu sekarang kamu gimana pulang sama siapa coba Bian ada ada aja deh. Aku ini gak bisa nyetir "


Inara yang mempunyai ide segera mencari ponsel Bian dan akhirnya ketemu juga. Saat dibuka ponsel itu menampakan wajah Nara.


"Dapet dari mana Bian potoku " Nara yang lebih mementingkan Bian dibandingkan fotonya segera mencoba mencari no pak Darma supir yang mengantarnya.


Dan pada deringan pertama langsung diangkat "hallo tuan ada yang bisa saja bantu " ucap disebrang sana.


"Hallo pak, ini saya Nara, bisa tolong jemput Bian tapi bapak bawa teman soalnya Bian mabuk sekarang ada didepan rumah saya "


"Ah iya non, baik-baik saya segera kesana "


"Baik pak " segera panggilan terputus Nara kembali menatap Bian yang tertidur sambil menyender kearahnya.


"Kau ini kenapa harus mabuk segala untuk melampiaskan kekesalanmu. Emang aku salah tapikan aku cuman gak bilang aja sama kamu tentang masalah aku sama Adam. Aku tuh gak mau ngerepotin kamu makannya aku gak bilang. Aku ini gak mau jadi beban kamu " ucap Nara berbicara dengan Bian yang tidur nyenyak. Malahan sampai mendengkur.


Tak lama pak Darma datang bersama salah satu temannya. Pak Darma segera membuka pintu depan "pak tolong di angkat aja Biannya dia tidur "


"Baik Non "


Segera pak Darma mengangkat Bian dan memindahkannya kemobil yang satu lagi. Nara pun sama ikut keluar dari mobil.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai pak Darma segera pamit pulang dan pergi pulang bersama tuannya.


Tanpa Nara sadari dari atas kamar atas ada yang menatapnya.


__ADS_2