Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ternyata masih hidup


__ADS_3

"Bapak bapak dia bangun pak, lihat dia bangun pak "


"Mana bu, mana "


"Ini lihat pak, neng apakah kamu baik baik saja "


Perempuan itu akan berdiri namun ditahan oleh ibu ibu yang berteriak tadi "aku dimana ya "


"Neng ada dirumah ibu sama bapak, neng namanya siapa "


"Puja nama saya bu "


"Puja yaudah sebentar neng ibu ambilkan makan dulu ya, neng tunggu disini ya "


"Iya bu "


Ibu ibu itu dengan cepat pergi kearah dapur dan kembali lagi kekamar sambil membawa makanan, dan duduk lagi disamping Puja.


Dahulu memberinya minum lalu menyuapi makan dengan pelan pelan, Puja pun yang begitu lapar memakannya dengan sangat lahap sekali.


Setelah makan selesai, saat ibu itu akan pergi Puja memegang tangannya "Bu kenapa saya bisa ada disini, kenapa saya bisa disini bersama ibu "


"Begini neng cerintanya "


Flasback on


Ibu Darmih dan juga pak Surya yang sedang mencari kayu bakar didekat sungai tak sengaja melihat seperti ada orang yang tergeletak, dengan cepat pak Surya pergi kesana dan memabantu Puja yang tergeletak begitu saja dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.


"ibu-ibu kemarilah di sini ada seorang perempuan yang pingsan Ibu kemari"


Ibu Darmih langsung menghampiri suaminya dan menatap Puja dengan khawatir "ya ampun bapak lihat badannya banyak sekali luka, apa yang terjadi dengan dia ayo Pak cepat bawa ke rumah pak, kita obati dirumah "


"Iya pak "

__ADS_1


Pak Surya dengab sekuat tenaga segera memangku Puja, bahkan pak Surya banyak berhenti karena berat memangku Puja, dan akhirnya mereka sampai juga.


Bu Darmih langsuny membuka pintu dan Puja dibawa kedalam kamar, lalau Bu Darmih mengobati Puja dengan bahan seadannya yang ada dihutan.


Dan Puja juga tak sadarkan diri beberapa bulan namun bu Darmih dengan sayang mengurus Puja dan sama sekali tak meninggalkan Puja.


Flasback off


"Begini Neng Puja ceritanya sebenarnya apa yang terjadi, sampai-sampai kamu bisa ada di sana"


Puja segera mengingat-ingat terakhir kali dia bertengkar dengan Cio selingkuhannya dan entahlah dirinya tak ingat lagi karena tiba-tiba saja dirinya terjun menabrak kaca mobil Cio.


"Aku kecelakaan Bu masuk ke dalam jurang mungkin ya sampai-sampai aku bisa ada di sini aku sungguh tidak tahu, karena kejadian itu sangat cepat sekali Bu sampai-sampai aku tidak bisa mengingat lebih detail lagi kecelakaan itu"


"Ya sudah lebih baik kau istirahat saja ya jangan terlalu banyak memikirkan apa-apa dulu, nanti setelah sembuh baru kau pikirkan semuanya akan bagaimana"


"Iya Bu lalu barang-barangku. Apakah ibu menemukan ponsel atau apa gitu barang-barang penting ku"


"Tidak Puja kami sama sekali tidak menemukan apa-apa hanya dirimu saja yang tergeletak di pinggir sungai, kami tidak menemukan barang-barangmu"


Bu Darmih mengangguk dan segera meninggalkan Puja sendirian disana" Kenapa apa tak ada yang mencariku Roger bahkan dia tidak mencariku juga, apa dia tidak khawatir dengan pacarnya sendiri yang hilang begitu saja, lalu dengan Cio aakah dia selamat atau tidak kenapa tak ada orang yang mencari aku dan Cio sekarang di mana, kenapa kita bisa berpisah kita sama sama kecelakaan namun kenapa hanya aku saja yang terdampar disini "


"Apa mungkin Roger sudah mengetahui aku dan Cio lalu dia tak mau mencariku. Apakah begitu tapi kenapa teganya tak mencari aku sama sekali, apakah aku sangat tak berarti sampai sampai tak ada yang mencariku sama sekali "


Puja mencoba bangkit awalnya dia terjatuh terus menerus namun dengan sekuat tenaga Puja bangkit dan melihat kearah jendela. Diluar sana gelap gulita hanya ada pohon pohon besar saja.


"Aku ada di sebuah hutan, lalu aku ingin pulang ke kota bagaimana aku saja tidak tahu ini di hutan mana, dan di daerah mana ya ampun Roger kau sangat tega sampai-sampai kau tidak mencariku, dan kau juga Cio sama saja kau hanya menginginkan tubuhku saja , tapi setelah aku hilang begini kau sama sekali tidak mencariku .Sebenarnya kalian ini tidak peduli kam padaku, aku hanyalah boneka kalian saja, kenapa kalian begitu tega padaku "


Saat Puja akan keluar dari kamar tiba-tiba datang Pak Surya, dan menghentikannya agar tak pergi kemana mana"Kau mau ke mana Puja kenapa sudah jalan-jalan seperti ini kau masih sakit. Kau perlu beristirahat baru juga sadar masa sudah jalan-jalan , ini sudah malam kau mau ke mana di sini tidak ada pemukiman sangat jauh, aku dan istriku tinggal jauh dari pemukiman kamu mau ke mana, tak baik malam malam mau keluar "


"Aku hanya ingin melihat sekitar saja Pak rasanya aku bosan di kamar aku ingin melihat-lihat saja, tak ada maksud apa apa, aku hanya ingin melihat sekitar saja "


"Besok saja ya besok pagi ini sudah sangat malam nanti kalau ada hewan buas bagaimana. Lebih baik kau masuk lagi ke kamar ya masuk-masuk ayo masuk, cepat masuk jangan keluar "

__ADS_1


Pak Surya memapah Puja untuk masuk dan menutup kembali pintu kamar itu" apaan sih kok kayak tawanan gini disuruh masuk-masuk, aku kan mau keluar dan cari jalan buat pulang ke kota, aku nggak mungkin di sini terus nggak mungkin, aku harus ketemu sama Roger dan bicarain semuanya aku nggak mau tiba-tiba aja kehilangan dia kan atau mungkin dia udah sama Ana sekarang, ya ampun memikirkannya saja aku tak mau, jangan sampai Roger mengkhianatiku "


"Kalau aja aku waktu itu nggak ketemu sama Cio mungkin semua ini nggak akan terjadi, kalau aku nggak nyusul ke rumahnya mungkin semuanya akan baik-baik aja, aku harus minta pertanggung jawaban sama Cio gara-gara dia aku kayak gini, gara gara dia aku bisa terdampar dia hutan kayak gini, dan diam dirumah gubuk seperti ini "


Puja kembali membaringkan badannya dan menatap langit-langit yang terbuat dari bilik "aku tidak akan pernah betah tinggal di sini, aku harus cepat-cepat pulang ke kota aku tidak mungkin ada terus di sini yang ada aku bisa gatal-gatal di sini, lihatlah rumah ini tak layak huni, baru pertama kali aku datang kesini "


**


Inara dan Abian sekarang sedang ada di taman duduk berdua meninggalkan Ana dan Roger yang masih anget-angetnya di ruang tamu " Bi bisa nggak sebelum kita nggak bisa ketemu sebelum hari pernikahan, kita ke makam anak kita dulu udah lama juga kan kita nggak ke sana"


"Boleh sayang kita ke sana dulu aja, aku juga udah lama nggak datengin dia karena ya sibuk urus-urus pernikahan kita juga, kita ke sana ya besok nanti aku jemput kamu kok"


"Iya Bi aku tunggu kamu ya kita pergi pagi-pagi aja biar lama di sananya"


"Iya syaang iya "


Abian memeluk bahu Inara, namun tiba tiba ada suara kerusuk kerusuk dibelakangnya "Bi itu suara apa "


Abian melepaskan pelukannya dan melihat kearah belakang, lalu berjalan kearah sana, kearah pagar belakang dan melihat siapa orang yang sedang mengintip mereka, Abian mengelengkan kepala pada Inara kalau tak ada apa apa.


Namun saat Abian akan kembali lagi dia melihat ada kain dengan cepat Abian menariknya, namun orang itu langsung kabur , Ternyata bukan kain itu memang orang yang sedang mengintip mereka berdua "Heyy kau jangan kabur, kembali kau "


Abian segera kegerbang depan dan akan mengejarnya namun malah beratbrakan dengan Roger yang akan pulang.


"Ada ap dengan mu Bi "


"Ada yang mengintip tadi dan orangnya tidak ada, dia sudah menghilang, dia pergi begitu saja, dia lari"


"Mana ayo kita cari dia, ayo kita cari "


Abian akan berlari lagi keluar namun Ana tiba tiba muncul "mana Inara Abian "


"Dia ditaman "

__ADS_1


Ana langsung kearah sana dan tak ada, adiknya tak ada dan saat dirinya melihat kearah pagar sudah bolong. Ana keluar dari sana dan melihat ada mobil yang pergi dengan cepat.


__ADS_2