Berbagi Suami

Berbagi Suami
Berbicara dengannya tengah malam


__ADS_3

"Beneran loh Bi mau ditinggalin di sini aja ini udah malam masa loh mau dimakam " tanya Cio yang mengantarkan Abian.


"Iya gak apa-apa lu pulang aja duluan, gue di sini aja gue lagi pengen ngobrol sama anak gue berdua"


"Emang gak ada lagi ya waktu besok ya, bisa kali besok ke sini pagi-pagi jangan malam gini lah gue khawatir jadinya"


"Gue lagi pengen ngobrol aja sekarang. Ya udah lu jangan khawatir gue pasti akan baik-baik aja, lo pulang aja yah udah malem lu dari tadi sore udah tungguin di sana mending lu pulang aja"


"Udah lo cepat aja ngobrol sama anak lo. gue bakal tunggu lo di sini gue gak akan pernah ninggalin lo, udah sana cepetan gue gak akan mau dipaksa sama lu untuk pulang, selama apapun lo bicara sama anak lo gue bakal tunggu di sini"


"Ya udah gimana lo aja gue pasti akan lama ya udah gue masuk dulu ya ke dalam "


Abian segera berjalan masuk kedalam kuburan dan dia berjongkok didepan makan anaknya yang tak ada namannya sama sekali, Abian tersenyum getir.


"Kau tahu nak saat mendengarmu kau tidak ada dalam perut ibumu aku hancur. Aku tidak tahu kalau selama ini kau ada di dalam sana, aku telat mengetahuinya. Maafkan ayahmu ini yang tidak becus menjagamu seharusnya Ayah peka dan tahu kalau dirimu sudah tumbuh di dalam rahim ibumu "


"Tapi ayahmu ini hanya fokus dengan yang lainnya saja tidak memikirkan apa yang Ayah lakukan pada ibumu. Kau adalah anak yang sangat Ayah inginkan namun Tuhan berkehendak lain, dia mengambilmu dari tanganku"


"Tapi aku akan selalu berdoa untuk keselamatan mu nakdan aku yakin suatu saat kau akan menyelamatkan aku dan ibumu saat kami meninggal, Ayah sekarang sedang sedih nak karena kelakuan Ayah yang menjadikan kakaknya ibumu tidak akan merestui hubungan kami berdua , tapi kau selalu doakan kami ya semoga kami bisa menikah dan memberikan adik padamu"

__ADS_1


"Tenang saja kami berdua tidak akan melupakanmu dan setelah ibumu sembuh aku akan memberitahu semuanya, dia sekarang masih sakit perutnya ada yang tusuk tapi ibumu sangat kuat dia masih bisa hidup dan berjuang untuk bersama ayah, kamu di sana baik-baik ya tunggu ayah dan ibumu serta adik-adikmu nanti "


"Kami Pasti akan sangat mencintai kamu dan merindukanmu mungkin Ayah akan datang terus ke sini menemuimu, sekarang sudah malam malahan tengah malam Ayah ke sini hanya untuk berbicara denganmu saja, berbicara dengan anak ayah yang pertama ayah janji orang yang telah melakukan itu yang telah membunuhmu dan menusuk ibumu akan membusuk di penjara "


"Ayah janji dia akan menyesal karena telah membuatmu menghilang dari dunia ini meninggalkan ayah dan ibu, ayah akan membalaskan semuanya nak "


Abian langsung mengusap air matanya dan bangkit melihat kuburan anaknya, Abian pergi dan menghampiri Cio yang masih setia menunggunya di sana.


"Udah selesai nih tiinggal balik kan, sekarang juga kita pulang, tahu gak sih serem di sini sendirian kayak orang gila aja gue"


"Ya kan kata gue juga apa lo gak usah tunggu gue kenapa lo tunggu gue mau pulang ya pulang aja "


Mereka segera masuk kedalam mobil dan segera Cio menjalan kan mobilnya meninggalkan pemakaman yang sangat menakutkan ini.


**


"Jadi bagaimana keputusan nya kak Lea apa ingin di sini atau ingin mencari lagi pacarmu itu"


"Lebih baik aku mencari pacarku lagi, aku tidak akan pernah tenang kalau aku pulang ya sudah aku pamit dulu ya. Terima kasih bu Tita telah memberikanku makan tanpa mengintrogasiku dulu atau mencurigaiku sebagai seorang penjahat . Terima kasih ya aku permisi dulu aku sangat-sangat berterima kasih dengan apa yang telah kau berikan padaku .Suatu saat aku akan membalasnya .Semoga kita akan bertemu lagi"

__ADS_1


"Iya baiklah sama-sama kau hati-hati ya Kak Lea di jalannya semoga kau dan pacarmu selamat dan bisa kembali lagi ke kota dan tidak tersesat di sini kembali, aku berdoa semoga kalian bisa ketemu ya "


"Terimakasih atas doanya "


Livia segera mendekati Sean dan menepuk kepalanya beberapa kali " aku pergi anak kecil kau jangan terlalu ikut campur tentang urusan orang dewasa, lebih baik kau menjadi anak kecil sewajarnya saja jangan ikut campur apa yang tidak perlu kau tahu "


"Jika kau ingin selamat pulang dari sini kau jangan bilang pada Ana mu itu yang kau tadi ingin membawaku ke perempuan itu, kalau kau bertemu dengan seorang perempuan yang mirip dengan siapa itu buronan yang kau lihat itu jangan sampai kau bilang itu , aku bisa saja tiba-tiba ada di sampingmu dan mengganggumu. Apakah kau akan takut apakah kau akan menjerit-jerit nantinya jadi lebih baik kau tutup mulut dan jangan sampai berbicara apa-apa pada siapapun lagi "


Livia langsung pergi sambil menatap Sean dengan tajam " Huh aku pasti akan memberitahu ke Kak Ana, aku tidak akan menyembunyikan apa-apa darinya, meskipun nanti kau akan menerorku aku tidak peduli aku yakin kau adalah perempuan yang telah menusuk kaka Ara, aku yakin itu dari matanya saja dari cara bicaranya saja, aku sudah bisa menembaknya ya dia perempuan itu"


"Aku harus menelpon ayah tapi ponselku tidak boleh dinyalakan dan ada di dalam bis, lalu aku harus melakukan apa tidak mungkin kan aku mencuri ponselku sendiri yang ada aku bisa dihukum, aku lebih takut dihukum sih sebenarnya tapi bagaimana ya sudahlah Lebih baik nanti saat aku pulang aku akan memberitahu Kakak Ana kalau aku bertemu dengan perempuan yang mirip dengan buronan itu supaya cepat ditangkap dan dihukum kasihan kak Ara sampai ditusuk dengan pisau pasti rasanya sangat sakit sekali, aku saja kalau terkena ujungnya sakit apalagi ini sampai menembus ke dalam perutnya pasti akan sakit sekali"


"Sean kau sedang apa ada disana ayo cepat masuk kedalam tendamu, ayo segeralah tidur jangan seperti itu nak tak baik "


"Iya bu aku sekarang akan tidur "


Sean segera berlari dan masuk kedalam tendanya dan saat dirinya masuk teman temannya sudah pada tidur dan dirinya kebagian paling pojok "semoga saja perempuan yang mirip burunan itu tak kembali lagi dan menikam ku, ya semoga saja, aku tidur paling ujung dan itu sangat menakutkan sekali "


Sean segera kearah sana dan menghalanginnya memakai tas dan membaringkan dirinya. Mencoba untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2