
Nara segera pergi kekamar mandi untuk segera membersihkan badannya yang sudah lengket. Dan bersiap-siap untuk pergi menemani bosnya Bian.
Semoga saja Adam tak diundang sama sekali. Kalau sampai itu terjadi bisa habis dirinya disana ketahuan. Kalau begitu percumakan mengancam-ngancan Iva tak ada gunanya.
Selama Nara memendap tubuhnya, dia memikirkan apa Bian sudah mempunyai pacar. Masa iya laki-laki setampan Bian tak punya pacar.
Jangan sampai nanti dirinya dilabrak oleh pacarnya Bian kalau ada itu pun. Harus ditanyakan nih sama Bian agar tak ada kesalah fahaman dan gak ada yang sakit hati juga.
**
Ditempat lain Adam sedang bergandengan tangan dengan Shita di mall memilah milah pakaian yang Shinta inginkan.
"Dam ayo masuk dulu ketoko itu "
"Ayo Shinta apapun yang kamu inginkan akan aku belikan "
"Beneran Dam "
"Iya Shinta, apa sih yang engga buat perempuan cantik ini "
"Makasih Dam " sambil mencium pipi Adam sekilas.
Adam yang memang buaya buntung tak memikirkan tentang kedua istrinya. Dia malah asyik membelanjakan uangnya untuk perempuan lain.
Padahal istrinya sudah dua masa iya mau tambah lagi jadi 3 sunggub laki-laki tak punya perasaan. Adam segera masuk dan membantu memegangi belanjaan sinta yang super banyak ini.
Setelah selesai mereka berdua segera menghampiri kasir belanjaan sinta sudah hampir 20 juta "Dam gimana gapapa " tanya Shinta.
"Iya gapapa Shin tenang aja, uang ku banyak "
"Tapi Nara gimana, dia ga akan marahkan"
__ADS_1
"Kamu tuh dibilangin jangan pikirin Nara, yang terpenting sekarang kamu senang aku pun senang, jadi ya sudah nikmati saja hidup ini jangan dibawa pusing Shinta "
"Iya deh kalau itu yang kamu mau, aku nurut "
Segera Adam membayarnya dan membantuh Shinta membawa belanjaannya yang super banyak itu. "sekarang mau belanja apalagi Shinta "
"Udah dulu deh Dam, aku cape pulang aja ya "
"Iya ayo, mau makan dulu gak "
"Emm ga dulu deh Dam pulang yu, aku hari ini udah lelah banget dan pengen dipeluk kamu aja "
"Emmm beneran pengen dipeluk "
"Iya dong pengen, masa gamau sih dipeluk sama pacar sendiri "
"Yaudah-yaudah ayo kita pulang, aku peluk kamu sampai tidur ya "
Ya mereka sudah menjalin kasih baru beberapa bulan ini, entah apa yang ada difikiran Shinta sampai mau jadi selingkuhan Adam. Yang jelas-jelas Nara itu dulu teman baiknya saat masih bekerja.
**
Iva yang sedang menunggu kepulangan Adam terus saja menelfonnya namun tak ada satu pun panggilan yang diangkat oleh suaminya.
Kemana Adam ini, jangan sampai dirinya diselingkuhi oleh Adam. Huuf kalau seperti itu sialan sekali Adam itu. Belakangan ini Adam sudah mulai berbeda padanya.
Bahkan selalu ingin cepat-cepat pergi kekantor. Sarapan pun bahkan jarang sekali. Dulukan dia tak pernah melewatkan jam makan sama sekali.
Apa dirinya harus bilang sama Nara, namun itu tak mungkin masa iya harus bilang Nara ist yang ada tu orang makin merasa menang kalau dirinya diselingkuhi.
Pusing ah mikirin semua ini yang tak asa ujungnya sama sekali mending bobo aja. Biarin aja Adam.
__ADS_1
**
Adam segera membuka pintu rumah Shinta lalu mengangkut satu persatu barang belanjaan Shinta. Selesai semuanya. Sekarang Adam mandi dirumah Shinta. Dirinya memang sudah menyiapkan beberapa helai pakaian dirumah Shinta.
Hanya untuk jaga-jaga saja. Kalau sedang seperti inikan gampang sekali. Shinta yang mendapatkan telfon dari seseorang segera menyingkir.
"Selamat sore bos " ucap Shinta dengan sopan.
"Bagaimana apa semua berjalan dengan lancar " ucap seseorang disembrang sana
"Lancar bos, tenang saja. Aku akan selalu mematu perintah bos "
"Baik untuk gajihmu akan aku transfer setiap bulan sampai rencanaku tercapai. Kau jangan sampai memeletkan pekerjaan dariku "
"Baik bos. Saya tak akan mengecewakan bos "
Setelah mendapatkan jawaban, orang yang disemrang segera mematikan telfonya. Shinta segera masuk kembali kekamar takut nanti Adam mencarinya dan benar saja Adam sudah keluar dari kamar mandi.
"Kamu kemana tadi Shin "
"Tadi ibu aku telfon Dam " alibi Shita.
Shinta segera menghampiri Adam lalu menghirup bau Adam dan mendorong Adam keatas tempat tidur. Dan melakukan kegiatan panas.
Tanpa memikirkan bagaimana perasaan Inara yang ada dirumah. Yang setia masih menjadi istrinya. Namun kembali dikhianti untuk kedua kalinya.
Parahnya lagi sekarang dengan teman Inara sendiri, sakitnya akan makin bertambah dan mungkin saja untuk yang kali ini Inara tak akan sanggup untuk menerima Adam kembali.
Mari kita lihat saja, perjalanan hidup Inara yang penuh lika liku serta banyaknya penghiatan dari suaminya. Apakah Inara akan menerima kembali suami atau akan bersama Abian yang selalu setia menunggu jandanya Inara.
Dan Iva apakah dia akan marah dan sakit hati, atas perlakuan Adam. Apa karma secepat ini datang kepada Iva. Dia yang dulu pernah menjadi selingkuhan Adam namun sekarang dirinya juga malah diselingkuhi.
__ADS_1
Laki-laki seperti Adam sepertinya harus segera dihabisi dari dunia ini. Agar semua perempuan merasa tenang dan bahagia. Tanpa ada perselingkuhan didalam rumah tangga.