
Bian sudah terlebih dahulu bangun dan melihat Inara yang masih tertidur sambil memeluk boneka Doraemon nya, dengan perlahan Bian segera membenarkan rambur Inara yang menghalangi wajahnya
"Kau cantik "
Inara yang merasa terganggu tidurnya segera membuka kedua bola matanya dan tersenyum pada Bian.
"Pagi"
"Pagi " ucap Bian sambil memegang tangan Inara.
Tiba-tiba saja datang Jon dan membuat rusuk "Pagi bos pagi Nara ayo bangun, pintu udah kebuka. Yuk kita makan aku udah laper banget nih, ayo cepet dong "
Bia segera melepaskan tangan Inara dan mengikuti kemana Jon pergi, Nara sama mengikuti Jon yang sudah pergi terlebih dahulu. Lalu mereka bertemu dengan 3 orang di sana juga sudah ada Cio yang sedang mengobrol dengan orang itu.
"Nah ini dia Bian " ucap Cio pada ketiga orang itu.
Namun Ketiga orang itu hanya diam mematung tanpa mau menyapa bilang sedikitpun "Oh ya Abi ini kenalkan dia adalah manager di resort ini pak Dion " setelah Cio mengenalkannya orang itu langsung pergi.
"Dan ini koki kita namanya Pak Rohman"sama orang itu hanya menatap Bian dengan tatapan seperti orang yang tak suka
"Dan ini yang satu lagi lagi Ria " perempuan itu menatap Bian dari atas sampai bawah dan dengan kesal Bian segera pergi tak lupa mengadeng Inara.
"Siapkan makanan aku ingin makan sekarang juga "
Cio segera pergi diikuti oleh Jon. Mereka berempat segera duduk, dengan Inara yang berhadapan dengan Abi dan Cio dengan Jon.
Koki itu sudah datang kembali dengan membawa hidangan steak, Inara segera membantu koki itu, memberikannya pada Cio yang ada disebelahnya.
Sedangkan Bian menatap Inara dengan tatapan horor, lalu koki itu memberikan tempe pada Bian, tempe goreng.
"Hey kenapa aku ini, sedangkan yang lain steak " marah Bian.
"Kau terlalu angkuh, jadi kau pantas memakan itu " sambil melengos duduk.
"Aku tak jadi makan, ayo kita kekamar Inara " ajak Bian yang sudah berdiri.
"Eh eh nona cantik kau makanlah, dan kau pergilah "
"Kau, aku ini bos mu "
"Biarkan kau pergi nona kau duduk habiskan makananmu, aku sudah membuatnya dengan susah payah, "
Inara segera duduk kembali dan Bian pergi sendirian tanpa menghiraukan yang lainnya, Inara yang akan memakannya ragu. Kasian Bian yang kelaparan.
"Ayo makan Ara " ucap Cio
Inara segera mengangguk dan memakannya, dengan masih fikirannya tertuju pada Bian.
***
__ADS_1
Bian dikamar hanya mengerutu saja dan tiba tiba saja datang Cio membawa sup.
"Ada apa kau kemari Cio "
"Aku tau kau lapar makan lah "
"Apakah koki kurang ajar itu yang memasak "
"Tentu siaap lagi "
"Aku tak mau, "
"Ini Inara loh yang memintanya pada koki itu, dia sampai memohon mohon jadi makanlah "
"Baiklah karena Inara yang memintanya aku akan memakannya " Bian segera memakan makanan itu dengan lahap dan saat sudah selesai Bian segera tersenyum pada Cio.
"Ternyata enak juga ya masakan Koki kurang ajar itu, aku akan memecatnya "
"Kenapa kau memecatnya, hanya tersisa 3 orang loh pegawai kita yang bertahan"
"Bodo amat, pokoknya aku tak mau melihat mereka lagi, mereka sangat tidak sopan, dan Inara mana "
"Dia sedang belajar memasak bersama Jon bersama koki itu"
"Baiklah, nanti aku cari karyawan yang sopan dan tak angkuh seperti mereka "
"Baiklah. Apakah kau akan menyelidiki tentang kejadian semalam, hantu bohongan itu "
**
Malam pun tiba, Bian sekarang sedang memancing hantu itu datang bersama Jon, yang sedang mengumpat tapi entah dimana.
Hantu itu tiba tiba datang dan "berikan barang itu padaku " ucap hantu itu.
Bian yang sedang memasukan bukti kedalam berangkas segera menengok dan "akhhh " teriak Bian
Inara yang mendengar suara teriakan segera keluar dari dalam kamarnya dan saat membuka pintu dirinya melihat hantu sedang berlari dan dibelakangnya ada Bian yang sedang mengejarnya.
"Tuan apa yang terjadi " tanya Inara
"Ayo bantu aku mengejar hantu itu "
Inara dengan patuh segera mengejar hantu itu dan hantu itu tak bisa kemana mana, karena Inara dan juga Bian sudah mengepungnya, saat hantu itu akan berlari lagi dia malah tersandung dan Bian langsung menangkapnya.
"Kau manusia " tanya Bian.
Lampu pun menyala dan datang karyawan sobongnya Bian dan juga Cio.
"Heyy apa yang sedang kau lakukan pada Liliana " teriak Koki itu sambil memegang tangan Liliana.
__ADS_1
Cio yang telat segera bergabung dan menyuruh mereka semua duduk.
"Ada apa ini " tanya Cio.
"Lihat dia telah melecehkan Liliana keponakan ku " ucap pak Rohman sang koki.
"Tidak aku tidak melakukan apa apa, aku hanya menangkapnya dia sudah menakutiku dan masuk kedalam kamar ku sungguh tak sopan "
"Apakah benar Liliana " ucap Ria sambil mengusap rambut Liliana.
"Masa sih, mungkin aku tertidur sambil berjalan lagi "
"Kau harus bertanggung jawab" ucao pak Dion
"Dia tampan ya " ucap Liliana.
"Kau harus bertanggung jawab, kalau tidak kami akan melapotkannya kepolisi "
"Apaan sih, dia sudah menipu ku. Aku mempunyai bukti Jonn "
Jon yang dipanggil segera datang dengan wajah pucatnya, "Bos buktinya tak ada " bisik Jon.
"Kenapa bisa aku sudah menyimpannya didalam berkas "
"Tidak ada boss " bisik Jon kembali
"Sudah kalau tak punya bukti diam, aku ingin kau menikahi Liliana " ucap pak Rohman
"Tidak tidak aku tidak mau "
"Kenapa " tanya pak Rohman lagi.
"Aku sudah mempunyai calon istri lihat ini, Inara adalah calon istriku " sambil memeluk Inara.
"Benarkah " tanya pak Dion.
"Baiklah jika ingin bukti "
Bian segera memeluk Inara dan mencium bibir Inara, Cio yang melihatnya dari belakang sudah menahan amarahnya.
"Kami tidak percaya " ucap Ria.
Bian segera mencium Inara kembali, malahan lebih lama, sampai ********** dan Cio yang cemburu segera pergi. Dan yang lain pun sama segera meninggalkan Inara dan Bian berdua.
Bian segera melepaskan ciuman itu, lalu melihat kesekitar dan Inara segera melepaskan pelukan Bian dan berlari kearah kamaenya, meninggalkan Bian sendirian.
Bian hanya tersenyum dan pergi menyusul Inara, Inara saat sudah sampai dikamarnya segera membuka pakaiannya entah kenapa menjadi gerah dan ingin merendam tubuhnya.
Inara segera mengisi beathub dan masuk kedalamnya, memasukan sabun dan memegang dua bebek Bian "Kau tadi menciumku seperti ini Bian, oh ya dua kali, kau ini membuat jantungku berdebar tak karuan tau "
__ADS_1
"Apakah aku akan siapa bertemu dengan orang orang tadi, yang melihat Bian menciumku, rasannya sangat malu "
Inara segera mendengelamkan tubuhnya kedalam air sabun itu dan diam beberapa saat.