
Abian segera membuka pintu kamar Inara, laku menutup pintunya, kembali Inara mendorong Abian ketembok "Inara apaa yang akan kau lakukan "
"Diamlah Abi, bukannya tadi kau marah karena aku memuntahkan sesuatu pada pakain mu, jadi lepaskan aku akan mencucinya dengan bersih "
Tiba tiba saja Abian melonggo "ku kira kau akan melakukan hal romantis "
Inara memukul dada Bian dengan pelan "kau ini ya selalu saja berfikiran yang aneh aneh "
Inara melepaskan cekalannya lalu berjalan kearah tempat tidurnya dan berbaring dengan miring.
Bian menyusulnya dan membenahi tidur Inara, namun Inara malah menariknya, sampai sampai wajah mereka bertatapan.
Inara segera mengalungkan tangannya pada Abian "Bian kamu mau kemana sih, sini tidur "sambil menjatuhkan tubuh Bian.
"Jawaban mu apa, tentang proposal yang aku buat "
"Yang hidup seumur hidup itu "
"Ya yang itu, "
"Entahlah, aku pusing memikirkannya "
"Ayo jawab, aku ingin jawabannya sekarang aku tau kau mabuk tapi aku ingin jawabannya sekarang "
Saat Abian mengalihkan pandangannya lagi pada Inara, ternyata dia sudah tertidur " Inara apa kau benar sudah tidur. Apakah secepat ini Inara "
Namun tak ada jawaban. Bian segera membenarkan tidur Inara, lalu tertidur disamping Inara.
"Awas saja ya, kau tak akan lepas dari ku Nara "
**
Pagi pun tiba, Inara segera membuka matanya, saat melihat kearah samping Abian dan disampingnya bahkan sudah membuka matanya.
"Ayo jawab Nara "
"Jawab apa tuan "
Lalu Bian berfikir, kalau dirinya katakan bahwa dia telah meminta Inara untuk hidup seumur hidup dengannya lalu Kalau ditolak lagi bagaimana. Tidak tidak tidak mau sampai ditolak lagi lebih baik diam saja.
"Tidak cepatlah bersiap, kita akan meeting terakhir kalinya dengan orang orang disini, lalu kita pulang, sekalian kau bereskan barang barang mu ya, aku tunggu "
Bian segera pergi meninggalkan kamar Inara, Inara yang binggung segera pergi dan membereskan pakainnya serta pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Saat Bian keluar dari kamar Inara tak sengaja berpapasan dengan Cio yang menatapnya dengan sinis.
"Ada apa kau menatapku seperti itu Cio "
"Tidak Be, aku hanya aneh saja kau keluar dari kamar Inara. Apakah kemarin malam kalian tidur berdua "
"Ya tentu kami tidur berdua, bahkan sudah melakukan hal lebih, kamikan akan menikah jadi tak apa kan dari sekarang menyicil membuat anaknya," sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu pergi meninggalkan Cio sendirian.
Cio yang marah, sampai menendang tempat sampah dan memukul mukul tembok "Sialan kau Abi, kenapa kau melakukan itu kenapa, aku tak rela aku tak rela seharusnya aku bukan kamu "
Cio segera melihat sekitar lalu pergi dari sini, dengan amarah yang tak bisa ditahan.
Inara yang sudah siapa segera keluar dan pergi keruang meeting disana sudah lengkap tinggal dirinya dan Abian, tak lama Abian datang.
"Wah wah , bagaimana tidur mu tuan apa nyenyak, kalian tidur bersama kan " tanya Ria
"Iya kau tau saja Ria, aku dan Inara sudah menghabiskan waktu malam yang indah bersama "
Inara segera mendelik dan memukul tangan Bian "apa sayang jangan malu"
Bian segera mengandengan Inara dan duduk bersampingan.
"Baiklah kita mulai, aku menyerahkan resort ini pada kalian untuk kaliam urus dengan baik, apakah benar begitu Cio " ucap Bian sambil menatap Cio yang sedang melamun
"Semuanya sudah jelas ya, hari ini saya pulang bersama yang lainnya, jad selamat bekerja "
"Ya tuan jelas "
Segera mereka semua pergi dan hanya tersisa Bian serta Inara, Inara segera membereskan berkas berkasnya dan tanpa sengaja kakikany terhantuk kursi "aww sakit"
Bian segera memangku Inara dan mendudukannya dimeja "kau ini sangat ceroboh ya "
"Aku tidak ceroboh, aku hanya ingin cepat membereskannya, kau kan selalu ingin cepat "
"Tetap saja kau ceroboh, ini untuk kedua kalinya kau seperti ini "
Bian segera memijat kaki Inara "sudahlah ayo aku gendong ayo naik "
"Tapi "
"Ayo cepat jangan membantah terus "
Inara dengan cepat akhirnya mau dan digendong oleh Bian, Bian membawa Inara kedalam mobil, dan Cio yang melihatnya diam saja.
__ADS_1
"Jangan terlalu mencintai pacar orang dengan sangat dalam tuan " bisik Ria.
Cio yang kesal segera masuk kedalam mobil dan Ria hanya tersenyum saja.
**
"Inara apakah kamu sudah tau tentang keadaan Ana " tanya Cio mencoba berbicara dengan Inara.
"Belum Cio aku belun dapat, aku sungguh sangat khawatir dengan keadaan Ana, apakah kau tau dimana Ana "
"Tidak Ara aku tak tau, kalau aku tau pasti aku memberi tahu mu secepatnya "
"Sudah sudah jangan mengobrol terus, Inara ayo tidur " potong Bian yang tak mau Inara bicara dengan Cio.
"Sebentar tuan, aku tak ngantuk "
"Sudah jangan berisik dan membantah " Bian segera memasukan Inara kedalam keteknya dan mengumpatkan wajah Inara.
"Ih tuan kau keterlaluan " marah Inara saat sudah keluar dari dalam ketek Bian
"Habisnya kau membantah terus, makannya baik baik dan menurut "
Cio yang kepanasan segera melihat kearah jalan, dan memasang penutup telinga, agar dirinya tak mendengar apa apa lagi. Sudah cukup.
**
Livia yang sudah keluar dari rumah sakit melihat postingan Abian yang sedang berada disebuah resort banyak foto Inara dan juga yang lainnnya. Tapi yang paling mencolok adalah Bian memeluk Inara dengan erat.
"Kenapa harus seperti ini, aku harus mencari tau lebih tentang masa lalu Inara, siapa tau aku bisa menghancurkannya dari masa lalunya, siapa tau kan aku berhasil."
Livia segera menghubugi seseorang "Hallo "
"Ya hallo ada apa, tak biasanya kau menelfonku "
"Aku ingin memberikanmu sebuah tugas, kau cari tahu tentang orang ini, tentang Inara aku akan mengirimkan fotonya padamu , kau harus cari tentang masa lalunya semua tak boleh ada yang terlewat kau cari kenapa Inara sampai bisa bercerai dengan suaminya dan apa alasannya"
"Baiklah aku terima tugasmu itu, tapi bayarannya harus besar ya karena ini mungkin akan sulit sedikit sulit maksudku"
"Iya aku berjanji, bayaranmu akan tiga kali lipat dari sebelumnya, asalkan kau mendapatkan semua tentang Inara, aku mau tau tentang masa lalunya siapa suaminya, dan semua hal yang bersangkutan dengan Inara, kau harus memberikannya padaku. Aku akan memberikanmu waktu 1 bulan tak ada waktu lebih untukmu. Aku ingin secepatnya kalau bisa sebelum 1 bulan itu kau sudah memberikanku info yang valid dan lengkap"
"Baiklah aku terima "
Livia segera mematikan ponselnya, lalu tersenyum dengan senang " lihat saja Inara kau sudah merebut Abi dariku, maka hidup mu tak akan tenang. Aku akan menghancurkanmu sampai ke akar-akarnya sampai kau tak bisa melawanku sedikitpun"
__ADS_1