
Adam yang baru saja sampai didalam rumah langsung berbaring dan menyalakan rokoknya, dirinya tak jadi pergi kerumah sakit, dirinya ingin melihat saja nanti pada saat dikuburkan, karena dirinya yakin kalau Abian akan mati.
Tiba tiba saja pintu rumahnya diketuk tok tok tok "bi San buka bi "
Namun Bi San tak kunjung datang orang tuannya pun tak ada pada pergi "kemana sih bi San kenapa dia begitu menyebalkan sekali, apa gunanya dia " gerutu Adam
Adam langsung berjalan kearah pintu dan langsung membuka pintu tanpa melihat siapa yang datang tiba tiba "angkat tangan "
Adam yang kaget langsung mendongakan kepalanya dan kaget "ada apa ini "
"Anda ditangkap atas penabrakan bapak Abian dengan sengaja "
"Kenapa aku, aku sama sekali tak melakukan apa apa "
"Kau jangan berbohong aku tau kau yang melakukanya, aku punya rekaman dimana kau menabrak anakku, jangan megelak lagi, ayo pak bawa dia, jangan biarkan dia lolos lagi "
Adam langsung diborgol dan dibawa dengan paksa, Adam tak bisa kabur karena memang sulit sekali untuk melarikan diri, ibunya dan ayahnya yang baru datang kaget melihat anaknya yang diborgol seperti ini.
"Ada apa ini, kenapa anaku ditanggap ada apa ini "
"Anak mu telah menabrak anak ku maka dia harus menangung akibatnya "
"Untuk apa anaku menabrak anakmu, tak mungkin itu tidak mungkin, lihat ayah temanmu menfitnah anak kita "
__ADS_1
"Sudah ayo pak polisi bawa anak ini "
Pak polisi menganggukan kepalanya dan kembali membawa Adam, ibu Adam sudah histeris tak karuan namun suaminya memegangnya dengan erat.
**
Sedangkan dirumah sakit dokter keluar dan mengelengkan kepalanya "maaf kami tak bisa menyelamatkan pak Abi, kamu sudah berusaha namun kami tak bisa menyelamatkan beliau "
Inara mengelengkan kepalanya "tidak ini tidak mungkin, tidak mungkin suamiku meninggalkanku , ini pasti salah ini pasti salah cek lagi dok cek lagi "
"Maaf kami sudah berusaha bu "
Inara langsung lemas dan melihat mertuanya yang sudah histeris, mereka berdua segera masuk kedalam kamar ,Inara memeluk suaminya dengan erat "mass kamu mau tinggalin aku gitu aja, mass bangun jangan tinggalin aku mas, aku gak akan bisa tanpa kamu, mas bangun mas jangan tinggalin aku mas "
Cio perlahan lebih mendikati Abian "Bi lo bangun jangan main main Bi, Abi bangun Abi jangan main main sama gue bi, Abii bangun "
Namun tetap saja tak bangun, Inara makin histris dan menguncang nguncang tubuh sang suami.
Cinta mereka berakhir, cinta mereka hanya sampai disini saja.
**
10 tahun kemudian..
__ADS_1
"Mamah Gabriel pulang mamah "
"Iya sayang dimana adik kamu Gabriella "
"Itu Ella mah, dimana ayah mah "
"Hallo sayang jagoan ayah ini ayah sama Ella kenapa kau mencari ayah "
"Tidak hanya ingin saja, "
Inara tertawa dengan kelakukan anak laki lakinya, Inara begitu senang keluarganya lengkap, Abian yang waktu itu dinyatakan meninggal dia hidup kembali, saat dirinya memeluk Abian tiba tiba tangan suaminya bergerak.
Dokter menangani kembali Abian dan dirinya begitu bersyukur Abian selamat , suaminya masih ada disampingnya.
Ella memeluk ayahnya dengab erat, Gabriel langsung mendekap adiknya juga dan Inara juga mengitu anak anaknya memeluk suaminya.
Begitu bahagia kedupanku, aku mempunyai suami yang baik dan juga perhatian, serta anak anak yang begitu baik, aku sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah memberikan suamiku kehidupan lagi dan membuat keluarga kecil kami bahagia.
Kisah Inara dan juga Abian berakhir bahagia, Inara yang tadinya selalu diselingkuhi oleh mantan suaminya, mendapat kembali suami yang lebih baik dari mantan suaminya, bahkan ini begitu sempurna.
...TAMAT...
Terimakasih yang sudah mau membaca, terimakasih untuk semuanya.
__ADS_1