Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 99 Kediaman Keluarga Neo


__ADS_3

Kediaman Keluarga Neo


Di sebuah Vila… terlihat di vila tersebut penuh dengan dekorasi yang sangat gemerlap dan cukup mewah dan di bagian depan tertulis selamat ulang tahun, bisa di lihat dari dekorasi yang di pasang menandakan bahwa orang yang berulang tahun sudah berumur lanjut, karena kebiasaan di sana, di mana semakin berlanjut umur yang ulang tahun makan acaranya pun akan lebih mewah dan dekorasi yang di pasang pun semakin banyak.


Sudah cukup banyak orang yang datang dan masuk ke dalam vila tersebut, banyak dari mereka yang datang ke sana membawa sebuah bingkisan sebagai kado, dan kado tersebut juga menandakan status akan si pemberi kado, sebenarnya bisa di bilang bukan masalah ulang tahun, tapi sekalian untuk pamer akan status dan jaringan yang di miliki.


sebab semakin langka dan mahal hadian yang di berikan, maka jaringan yang di milikinya pun semakin luas, dan statusnya juga semakin tinggi.


Di parkiran mobil Viky dan keluarga Herman sudah sampai, dan ketika mereka mereka sampai di sana, mobil Viky menjadi perhatian semua orang, karena mobil Viky terlihat sangat mewah dan elegan.


Setelah memarkirkan mobil Viky bergegas turun dari mobil dan di ikuti oleh Rere dari arah berlawanan, semua orang yang hadir di sana memperhatikan Viky dan Rere, baik itu undangan atau pun bagian dari keluarga Neo.


Bukan masalah mereka berdua karena turun dari mobil mewah tapi karena Viky dan Rere terlihat sangat cantik dan juga tampan dengan pakaian yang mereka pakai cukup berkelas, dan tentunya mobil juga menjadi fokus utama semua orang, jika hanya memakai mobil biasa, maka hasilnya pun akan sama dan tidak menjadi perhatian semua orang.


Semua orang bertanya-tanya siapa orang yang baru turun dari mobil tersebut, karena semua orang tidak mengenal kepada dua orang tersebut, namun berbeda dengan keluarga Neo setelah melihat 2 orang lain yang juga mengikuti turun dari dalam mobil.


Wajah semua keluarga Neo menatap ke arah dua orang yang baru saja turun dari mobil, tatapan mereka menyiratkan sebuah permusuhan yang sangat dalam kepada dua orang yang baru saja turun dari mobil.


"Herman… setelah sekian lama kamu pergi dan di usir dari kediaman keluarga Neo, apa kamu tidak malu kembali lagi ke sini… kamu sungguh bermuka tebal…" Ucap salah seorang penjaga tamu yang mengenali Herman.


Ketika Herman akan menjawab, dia di hentikan oleh Viky.


"Jangan dulu terpancing emosi, mereka bukan siapa-siapa, jika kamu terpancing emosi, dan membuat keributan di sini, sebelum kita masuk, kita akan sudah di usir dan tidak di perbolehkan masuk…" Ucap Viky berbisik kepada Herman.


Herman pun hanya bisa diam dan mengikuti arahan dari Viky, karena tujuan awalnya bukanlah hal lain, tapi meminta restu untuk Viky agar bisa menikahi Rere, namun dari Ekspresi Herman dia sangat kesal dan juga tangannya sudah mengepal sejak dari tadi.

__ADS_1


"Rere… apa syarat untuk Viky agar dapat menikahi kamu tidak bisa di ganti dengan yang lain… misalnya dengan malam pertama ke luar negri atau apa lah, jangan hal seperti ini…" Ucap Herman berbisik kepada Rere.


Rere tidak menjawab, dan terus berjalan pergi mengikuti Viky masuk ke dalam kediaman keluarga Neo. dengan posisi dia memeluk salah satu lengan Viky, karena di lengan yang lain, Viky memegang sebuah kotak yang cukup lusuh dan juga sangat kuno.


Wajah Rere terlihat sangat ceria dan bahagia memasuki kediaman keluarga Neo, tapi lain hal dengan Herman dan juga Novi, wajah mereka sangat tegang, dan terlihat sangat rumit.


Viky dan Rere berjalan kedalam aula dengan santai di dampingi oleh Rere, dan Herman berada di belakang mengikuti Viky.


Karena acara yang sedang berlangsung masih dalam tahap penerimaan tamu, jadi mereka ber 4 mencari tempat duduk dan menunggu acara penyerahan kado.


"Keluarga terbuang masih berani dan tidak memiliki rasa malu untuk datang ke sini…" Ucap salah seorang perempuan dengan berjalan ke arah meja Viky dan keluarga Herman.


"Oh iya… aku tahu, kalian datang ke sini… karena ingin makan, makanan enak dan gratis yah ha… ha… ha…" Lanjut kembali perempuan tersebut dengan nada yang sedikit keras, dan menjadikan semua orang melihat ke arah meja Viky.


Raut wajah Herman dan juga Novi terlihat sangat suram, tangan mereka sudah mengepal dari tadi, kalau bukan karena keinginan anaknya, mereka berdua sampai kapan pun tidak akan mau menginjakan diri ke kediaman keluarga Neo.


"Paman Herman… kalian tidak lupa kan untuk membawa kado untuk Nenek… tapi aku yakin kalian tidak membawanya… dan jika kalian membawanya, Nenek pasti menolak hadian dari kalian, mau itu murah atau mahal…" Ucap Rahma dengan nada sedikit pelan tapi bisa di dengar oleh mereka ber 4.


"Rahma… aku tidak pernah berbuat salah kepada kamu dan juga keluarga kamu… jadi aku sebagai paman kamu, bisa kah kamu tidak mengganggu kami…" Ucap Herman dengan lembut dan sedikit di paksakan.


"Baiklah… aku tidak akan mengganggu kalian lagi… tapi perlu kalian tahu, setelah kepergian kalian dari sini, aku berhasil dekat dengan Tuan muda dari keluarga Ma, dan bertepatan dengan acara ulang tahun Nenek, dia akan melamar aku di depan semua orang…" Jawab Rahman, dan setelah dia selesai berkata, dia berjalan pergi meninggalkan meja Herman.


Dari arah depan, seorang pria berdiri dan memegang pengeras suara, dan berkata:


"Baiklah… karena waktu sudah memasuki tengah hari, jadi acaranya mari kita lanjutkan, untuk semua undangan agar melaporkan hadian yang kalian bawa kepada orang yang kamu siapkan…" Ucap pria tersebut, pria tersebut yang tak lain adalah seorang pembawa acara.

__ADS_1


Yang tidak Rere, Herman dan juga Novi ketahui adalah Viky sedari awal sudah membuat rencana sendiri untuk membuat kejutan dan mengejutkan semua orang yang ada di sana, di saat dia turun dari mobil walau Rere memeluk tangan Viky, tapi jarinya terus mengetik pesan di dalam sakunya tanpa Henti, walau tidak ada yang tahu pesan tersebut terkirim ke siapa.


"Tuan muda Jeri Neo, sudah sampai…" Teriak salah seorang penerima tamu dari arah gerbang, walau tidak memakai pengeras suara tapi suara yang di hasilkan cukup keras dan dapat di dengar oleh semua orang dan dengan reflek semua orang melihat ke arah pintu masuk.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2