Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 45 Akhir Dari Sebuah Pertarungan


__ADS_3

Akhir Dari Sebuah Pertarungan


Viky melirik Kearah Krist, menatap dengan tajam, kemudian berkata: "Heemm… Baik lah jika itu yang kamu inginkan…" Jawab Viky,


"Terima kasih Lord Jendral…" Jawab Krist dengan menundukkan kepalanya.


Itulah yang di harapkan Viky dari Krist, karena dia sendiri tidak mau mengotori tangannya, hanya untuk membunuh seorang yang tidak penting seperti Luky, karena masalah utamanya, Yanto sudah dia habisi dengan tangannya sendiri, dan itu sudah cukup untuk membalas perlakuannya di masa lalu terhadap keluarganya.


Viky berpikir jika dia yang membunuh Luky di hadapan Krist, di masa depan Krist pasti punya pandangan yang berbeda terhadap Viky, dan itu pun bisa mempengaruhi kinerja Krist di Kesatuan Divisi Perang Montana. oleh karena itu Viky membiarkan Krist sendiri yang bertindak, terhadap Luky.


mau di apakan Luky selanjutnya, yah terserah dari Krist, tapi Viky yakin Krist tidak akan memberi kesempatan terhadap Luky, walau pun Luky adalah pamannya, tapi akibat perbuatan pamannya, Ayah Krist, mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Krist untuk keluar dari masalah ini


Krist setelah mendapat persetujuan dari Viky, dia berjalan ke arah Luky dengan membawa sebuah pedang di tangannya, dan pedang tersebut masih berlumuran darah dari orang-orang keluarga Handoko.


"Paman… maafkan aku… tapi ini demi kebaikan paman sendiri dan mengakhiri penderitaan paman…" Ucap Krist setelah sampai di depan Luky yang tergeletak di tanah, dengan nada lemas.


"Tidak… tidak apa nak… kamu lakukan saja… apa yang perlu kamu lakukan… aku sudah cukup bangga dan bahagia melihat hasil dari pencapaian kamu… " Jawab Luky, walau dia berkata dengan susah payah sambil menahan rasa sakit.


Raut wajah Krist terlihat sangat sayu, matanya memerah, entah karena marah atau karena sedih.


Krist mengangkat pedangnya ke atas dan mengarahkan pedang tersebut ke arah Luky.


"Nak… pesan terakhir dari pamanmu ini… kamu jangan cepat puasa dengan pencapaian yang kamu dapat, teruslah berusaha untuk terbang lebih tinggi lagi dan lagi…"


Setelah kata yang terakhir keluar dari Luky, sebuh pedang menyambar tepat di leher Luky, dan tercipta sebuah goresan 1 detik kemudian keluar darah segar yang mengalir dari leher Luky. dan tubuh Luky pun terbujur kaku tergeletak di tanah, tanpa bisa bergerak lagi.


Tanpa melihat lagi ke arah pamannya, Krist berjalan ke arah Viky dengan tubuh yang masih lesu.


"Lord Jendral… setelah ini aku akan kembali ke Divisi Perang… dan untuk masalah kekayaan yang di tinggalkan oleh keluarga Handoko, aku tidak tertarik sama sekali… Lord bisa mempergunakan kekayaan tersebut… mungkin kekayaan yang di tinggalkan oleh keluarga Handoko akan habis dalam 1 atau 2 tahun olehku… karena aku tidak cukup pandai dalam mengurus bisnis…" Ucap Krist kepada Viky dengan lemas. itu jawaban dari pertanyaan Viky kepada Krist tadi, sebelum dia membunuh pamannya.

__ADS_1


"Heemmm…" Viky hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Krist bersama pasukan yang dia bawa pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke pangkalan Divisi Perang Pusat Montana.


Mungkin Jika Jawaban dari Krist berbeda dan memilih kekayaan yang di tinggalkan oleh keluarga Handoko, akan ada cerita lain, tapi Krist lebih memilih untuk mengabdikan dirinya kepada Divisi perang Montana dari pada mengurusi masalah kekayaan yang di tinggalkan keluarga Handoko.


Disaat ini, setelah Krist pergi meninggalkan tempat tersebut, di sana yang tersisa adalah orang-orang dari Pasukan Ksatria Wings Magnium dan orang-orang dari kepolisian.


Viky melihat ke sekeliling orang-orang yang berada di sana dengan cermat. dan semua orang pun menatap ke arah Viky.


"Saudara-saudaraku… Terima kasih kalian sudah bersedia datang ke sini dan membantu masalah ini…" Ucap Viky yang masih melihat ke sekeliling, Viky menarik napas dalam-dalam dan melanjutkan kata-katanya.


"Untuk sementara waktu aku akan berada di sini di Kota Taraka, kalian semua bisa kembali ke tempat kalian semua masing-masing, atau kalian juga boleh, jika ingin menetap dan tinggal di sini… tapi jika kalian ingin menetap jangan semuanya berada di kota ini, menyebar lah ke berbagai kota yang berada di Montana ini, karena kalau kalian menetap di sini semua, akan mengundang banyak perhatian orang-orang dari luar, dan mengakibatkan terjadi masalah yang lebih basar…" Ucap Viky kepada seluruh anggota Pasukan Magnium.


"Baik… Lord Jendral…" Jawab semua orang dari Pasukan Magnium dengan kompak.


Viky melihat ke arah 4 Pilar Langit dan 9 Panglima Magnium dan berkata


"Baik… Lord Jendral…" Jawab 13 orang tersebut dengan kompak pula.


Viky kembali melihat sekeliling dan berkata kembali "Aku dan Aldo akan membangun benteng di kota ini… ketika selesai nanti, kedepannya kalian bisa bebas pergi ke sini… dan tidak perlu bersembunyi…"


"Letnan Jendral Eagle dan Aldo, kalian berdua adalah orang yang sangat aku percaya di Pasukan Magnium, Letnan Jendral Eagle untuk sementara waktu kamu urus segala urusan di dalam Pasukan Ksatria Magnium, entah sampai berapa lama aku akan berada di sini, jadi selama aku tidak berada di Pasukan Magnium aku percayakan kepada kamu untuk memimpin saudara-saudara kita…" Perintah Viky kepada Letnan Jendral Eagle.


Viky dan Aldo adalah bisa di bilang 1 paket yang tidak terlepaskan, dimana ada Viky di situ pasti ada Aldo. mereka berdua sangat kuat jika mereka bersama.


"Baik… Lord Jendral… Perintah dan tanggung jawab ini akan aku laksanakan dengan baik… " Jawab Letnan Jendral Eagle dengan berlutut satu kaki ke arah Viky, kemudian di ikuti oleh orang-orang yang lain.


Viky melirik ke arah Jaya Kusuma, tapi ketika Viky akan berkata, Jaya Kusuma berkata terlebih dahulu.

__ADS_1


"Lord Jendral… untuk semua masalah di sini, Lord bisa mempercayakan kepadaku dan semua orang-orang ku untuk membereskan semuanya… di masa depan jika Lord membutuhkan bantuan dari saya, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya, walau pun saya tidak bisa membantu lebih tapi saya bisa membereskan masalah kecil agar Lord tidak perlu turun tangan secara langsung… aku cukup dekat dengan Tuan Deky…" Ucap Jaya dengan hati-hati kepada Viky.


"Heemm…" Viky menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Semua orang sekarang bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut, ada yang kembali ke tempat mereka masing-masing dan ada yang tinggal di Montana dan menyebar di berbagai kota yang ada.


Viky, Aldo dan Juga Deky meninggalkan tempat tersebut dan mereka bertiga bergegas mencari hotel di sekitar, untuk beristirahat, karena jika mereka langsung pergi ke Kota Taraka mungkin akan sampai ketika hari sudah pagi dan tidak bisa beristirahat, walau hanya sebentar sudah cukup untuk memulihkan energi mereka yang sudah terkuras.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2