
Aktivitas Pagi Hari Di Rumah Viky
Pagi hari, Viky sudah bangun dan sudah bersiap untuk pergi ke Octa Grup, dia turun dari kamarnya yang berada di lantai atas, dan pergi ke meja makan untuk sarapan pagi. di meja makan sudah ada Lisa, Ratna dan juga Aldo yang tengah menunggu Viky untuk sarapan pagi.
"Pagi nak…" Ucap Ratna yang melihat Viky berjalan ke arah meja makan.
"Pagi juga ibu…" Jawab Viky, dengan mencium kening ibunya.
"Pagi kakak aku yang ganteng…" Jawab Lisa yang sudah duduk di meja makan.
"Pagi juga adikku yang cantik…" Jawab Viky dengan berjalan mendekat ke arah Lisa dan juga mencium Lisa, serta mencubit dengan gemas pipi Lisa.
"Pagi Lord…" Ucap Aldo selanjutnya dengan posisi tangan kanan di berada di dadanya dan di kepalkan.
"Pagi juga Aldo…" Jawab Viky melihat ke arah Aldo, dan duduk di kursi sebelah Lisa, dan Aldo juga ikut duduk setelah Melihat Viky duduk.
Dan seperti itulah aktivitas di pagi hari sebelum sarapan pagi di rumah Viky.
"Kak… bisa tidak jika setiap pagi tidak perlu mencium aku… aku ini sudah besar, tapi kakak selalu saja memperlakukan aku seperti anak kecil…" Ucap Lisa dengan sedikit cemberut kepada Viky, dan dia mengusap-usap pipinya yang sedikit merasa sakit.
"Memang apa salahnya mencium kamu di pagi hari, itu tandanya kakak sangat menyayangi kamu, ibu juga tidak protes kakak mencium keningnya setiap pagi…" Jawab Viky dengan lembut dan sedikit tersenyum kepada Lisa.
"Tapi aku berbeda dengan ibu… apa kata teman-teman aku nanti jika mereka tahu kakak masih memperlakukan aku seperti anak kecil… aku ini sudah dewasa dan sebentar lagi aku akan masuk kuliah… jika kakak masih memperlakukan aku seperti anak kecil, aku tidak mau masuk kuliah…" Jawab Lisa, dengan sedikit mengancam kepada Viky.
"Sudah… pagi-pagi begini kalian ber 2 sudah meributkan hal yang tidak penting seperti itu… Lisa kakak kamu berbuat seperti itu karena dia itu sangat menyayangi kamu… dan juga kamu Viky, kurangi lah sedikit memperlakukan adik kamu seperti anak kecil, dia juga sudah dewasa, mungkin dia malu jika di lihat oleh pacarnya jika kamu memperlakukan dia seperti itu…" Ucap Ratna menengahi pertengkaran antara kakak dan adik, dan menboca menasehati Viky dan juga Lisa.
"Baiklah… baiklah kakak tidak akan memperlakukan kamu seperti anak kecil lagi… memangnya kamu mau kuliah dimana…? apa kamu sudah menemukan kampus yang cocok untuk kamu…?" Jawab Viky dengan sedikit pasrah kepada Lisa, dan dia bertanya tentang masalah kuliah Lisa.
"Yah kemarin aku ke sana bersama ibu… tempat kuliahnya bagus dan juga terlihat nyaman dan yang lebih penting lagi ada teman semasa SMA dulu yang berkuliah di sana… jadi aku tidak perlu repot-repot untuk mencari teman baru…" Jawab Lisa.
__ADS_1
"Oh baguslah kalau seperti itu… memangnya kamu mau kuliah dimana…? biar nanti kakak yang mendaftar kan kamu di sana…" Ucap Viky bertanya kembali.
"Namanya adalah Universitas Mero… kakak tidak perlu repot-repot mendaftarkan aku… karena ketika aku kemarin pergi ke sana untuk melihat-lihat, aku langsung mendaftar di sana dan di bantu juga oleh teman aku…" Jawab Lisa.
"Kapan kamu mulai masuk kuliah di sana…? dan jurusan apa yang kamu pilih di sana…?" Ucap Viky kembali bertanya.
"Jika hari ini aku sudah menyelesaikan administrasi dan juga kelengkapan dokumennya, mulai besok aku sudah bisa masuk kuliah di sana… dan aku mengambil jurusan Tata Boga, karena aku ingin sekali menjadi chef profesional yang terkenal di dunia…" Jawab Lisa.
"Yah sudah kamu urus semuanya sekarang kakak sangat mendukung apa yang kamu pilih, jika kamu ada masalah dalam keuangan kamu nanti bisa hubungi kakak… berarti besok kamu tidak bisa ikut menghadiri acara bersama kakak di Divisi perang Kota Taraka…" Jawab Viky, dengan sedikit rasa tenang, karena Lisa tidak memilih jurusan yang berbahaya, bisa di bilang dunia chief tidak seberbahaya dunia bisnis, yang mana dunia bisnis itu apa pun bisa di lakukan demi mendapatkan sebuah proyek besar, dan tidak akan ragu untuk membunuh lawan bisnisnya.
"Baik kak… yah seperti itu lah, karena aku juga tidak mau di hari pertama aku kuliah nanti, aku sudah bolos dan tidak masuk kuliah" Jawab Lisa dengan mengangkat jempolnya ke arah Viky.
"Oh iya ibu… jika ibu bosan berada di rumah, ibu bisa pergi ke panti asuhan dan bermain bersama anak-anak di sana… atau ibu sudah mempunyai rencana lain untuk menghilangkan kebosanan ibu…?" Ucap Viky memberikan saran sekaligus bertanya kepada Ratna.
"Ibu belum memikirkan hal lain yang ingin ibu lakukan… Mungkin nanti ibu akan pergi ke panti asuhan untuk bermain dengan anak-anak, tapi akan lebih baik jika ibu bisa bermain dengan cucu ibu sendiri…" Jawab Ratna dengan tujuan agar Viky cepat menikah dan mempunyai seorang anak.
"Iya nanti bu… kan butuh proses untuk memberikan seorang cucu untuk ibu… aku nikah saja baru mau bagaimana aku bisa memberikan cucu dengan cepat untuk ibu…" Jawab Viky.
Viky tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya, walau dia sudah kenyang tapi apa boleh buat jika ibunya sudak berkata seperti itu.
"Aldo… bagaimana semalam antara kamu dan Citra…?" Ucap Viky bertanya dan sedikit mengalihkan perhatian ibunya agar tidak melihat ke atas piring dia, dan agar ibunya hanya menambahkan satu sendok nasi ke atas piringnya.
"Semalam Aku pergi makan dan jalan-jalan bersama Citra… dia bertanya kepada aku, apa aku mau menikahi dia… tetapi aku menolak ajakan dia, walau begitu dia tetap bersikukuh agar aku menikahi dia…" Jawab Aldo.
"Kenapa kamu tidak mau menikahi dia…? apa alasannya masih sama seperti terlahir kamu berbicara kepada aku atau ada hal lain…?" Ucap Viky bertanya.
"Alasannya masih sama Lord… tidak ada hal lain yang membuat aku menolak permintaan dia…" Jawab Aldo.
"Aldo apa kamu benar-benar menyukai Citra…?" Ucap Viky bertanya kembali, dan menyakinkan dirinya untuk mengetahui kepastian tentang perasaan Aldo.
__ADS_1
"Aku menyukai dia… tapi aku tidak mau menikahi dia…" Jawab Aldo.
"Baiklah kalau begitu… nanti siang kita pergi ke kediaman keluarga Epson dan membicarakan tentang pernikahan kamu dengan Citra… untuk alasan kamu tidak mau menikahi dia, nanti kita bicarakan lagi dan apa yang harus di lakukan setelah kamu menikah dengan Citra nanti…" Ucap Viky memutuskan keputusan terbaik bagi Aldo, karena jika tidak seperti itu, maka Aldo dan Citra tidak akan bisa menikah selamanya.
Aldo hanya diam tidak menjawab kata-kata dari Viky, dia hanya bisa mengikuti apa yang Viky katakan walau dia berusaha menolak tapi jika Viky sudah berkata maka dia tidak mampu untuk menolak lagi.
Dalam Hal ini bukan berarti Viky terlalu mengatur hal pribadi Aldo, tapi karena mereka ber 2 saling menyukai satu sama lain dan Viky juga tidak salah memutuskan hal yang baik untuk Aldo, karena jika tidak di putuskan oleh Viky, maka kasihan kepada Citra berharap di nikahi Aldo tapi sampai kapan pun Aldo tidak akan menikahi Citra.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...