
Proyek Pertama Rere
Viky pergi meninggalkan tempat latihan dengan mobilnya dan menuju ke pusat Kota Taraka, Viky mengeluarkan ponselnya untuk menelpon seseorang.
"Beben… bagaimana undangannya… apa semua sudah selesai…?" Ucap Viky bertanya setelah panggilan telponnya tersambung, dan yang Viky telpon adalah Beben Tanggo.
"Sudah selesai… sebelum ini, aku tadinya akan menghubungi kamu, tapi aku takut kamu sedang sibuk dan mengganggu kamu, jadi aku hanya bisa menunggu kamu menghubungi aku saja…" Jawab Beben.
"Beben… beben… kamu ini yah… sesibuk apa pun aku… waktu aku, akan selalu ada untuk kamu, kamu itu adalah sahabat terbaik aku dan hanya ada 2 di dunia ini, kamu dan juga Reva… selebihnya hanya teman biasa saja… aku masihlah Viky yang dulu yang kamu kenal… tidak ada perubahan banyak dari aku…" Jawab Viky dengan sedikit tersenyum, tapi ada rasa kecewa di hatinya, karena setelah beben mengetahui tetang siapa dirinya beben sedikit berubah sikapnya terhadap Viky.
"Kamu memang kamu yang dulu mungkin tidak ada yang berubah… tapi status kamu sudah berbeda, bukan status kamu yang dulu lagi… status kamu mungkin paling tinggi di Kota Taraka dan bahkan tidak menutup kemungkinan paling tinggi di Montana…" Jawab Beben.
"Itu hanyalah sebuah status, mau status itu sangat tinggi sekali pun, bagi aku status itu tidak penting, yang terpenting adalah teman sejati yang bisa menerima ketika kita tidak punya status apa pun… perlu kamu tahu, di kalangan kelas atas mencari teman sejati itu sangat sulit, hampir semua orang mempunyai wajah 2, ketika menguntungkan akan sangat baik, tapi ketika sudah tidak di perlukan maka akan di tendang layaknya seperti hewan peliharaan… jika kamu bisa kembali seperti dulu, aku rela melepaskan semua yang aku miliki sekarang ini…" Jawab Viky menjelaskan, namun ada sedikit nada kesal kepada Beben. karena Beben sedikit menjauh darinya.
"Tidak… tidak… bukan seperti itu maksud aku, aku hanya tidak enak saja jika aku masih bersikap sama seperti dulu kepada kamu… dan juga…" Belum sampat Beben selsai berkata sudah di potong oleh Viky.
"Dan juga apa…? yang jelas, aku masih lah aku yang dulu, kita ber 3 adalah sahabat… jangan pernah berubah karena hal lain yang tidak penting… sekarang kamu itu dimana…? bisa kita ketemu, sekalian makan siang…?" Jawab Viky memotong perkataan Beben sekaligus bertanya dan mengalihkan pembicaraan.
"Aku sedang berada di bank… mau janji bertemu dimana…?" Jawab Beben, dengan nada yang sedikit lemas, karena dia juga tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan dia juga sudah sangat tahu dengan sikap Viky yang sedikit keras kepala dan tidak mau menerima kata tidak.
"Yah sudah… aku jemput kamu ke sana… dan kamu juga hubungi Reva, ajak dia juga untuk makan siang bersama…" Jawab Viky dengan memerintahkan Beben untuk mengajak Reva.
"Aku rasa Reva tidak bisa ikut, dia sedang sibuk mempersiapkan persentasi untuk proyeknya… yang katanya persentasinya akan di lakukan besok…" Jawab Beben.
"Besok…?" Viky sedikit berpikir sebentar.
"Bukanya besok itu adalah pembukaan penerimaan proyek baru di Octa Grup yah…" Gumam Viky.
__ADS_1
"Kamu bilang kepada dia, suruh dia datang saja… mungkin aku bisa sedikit membantu untuk persiapan persentasinya besok…" Jawab Viky, yang tetap menyuruh Beben untuk mengajak Reva, dan dia juga ingin tahu Reva ini akan persentasi di Octa Grup atau bukan.
"Baiklah… aku akan coba bicarakan ini terlebih dulu dengan Reva, tapi aku tidak janji bahwa Reva akan bisa ikut bersama kita…" Jawab Beben yang tidak punya pilihan lain.
Kemudian Viky menutup telponnya setelah mendengar jawaban dari Beben, dia memasukan ponselnya ke dalam sakunya, dan melihat ke arah Rere.
"Kenapa…? apa ada yang salah dari aku…?" Ucap Rere yang merasa tidak enak di lihat seperti itu oleh Viky.
"Tidak… tidak ada yang salah dengan kamu kok… oh iya akhir-akhir ini, kamu ada kerjaan ga…?" Ucap Viky bertanya, sambil mengemudikan mobilnya.
"Banyak… bahkan sangat banyak sekali… karena aku menghandle pekerjaan yang orangnya sudah kamu keluarkan kemarin… jika aku tidak membantu ayah… maka ayah akan kerepotan menghandle semua pekerjaannya sendirian…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit kesal.
"Maaf… jika hal itu tidak di lakukan dengan cepat, maka orang-orang busuk di Octa Grup akan cepat bersembunyi dan menutupi kebusukannya… jadi semua yang aku lakukan akan berakhir sia-sia… dan kamu tenang saja, semua sudah berada dalam kendali… hari ini Deky sudah menyusun kembali struktur yang baru di Octa Grup, aku harap struktur yang baru ini bisa menjadi lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya…" Jawab Viky menjelaskan dan menenangkan Rere, agar tidak cemas jika ayahnya bekerja sangat keras.
"Yah… aku juga berharap seperti itu… kamu berani bertindak, kamu juga pasti sudah tahu dengan konsekuensinya dan kamu juga mungkin sudah tahu jalan keluar atas masalah yang di timbulkan oleh tindakan kamu…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit lemas dan berharap kepada Viky.
"Sebenarnya kerjaan aku di Octa Grup tidak mesti aku yang mengerjakan… karena aku juga hanya membantu kekosongan yang ada di Octa Grup saja…" Jawab Rere, namun dia belum menjawab iya atau tidak, karena dia juga sedikit ragu-ragu apa dia mampu atau tidak mengurus sebuah proyek.
"Jadi bagaimana…? apa kamu mau mengambil proyek ini…?" Ucap Viky kembali bertanya kepada Rere, Rere berpikir sebentar sebelum berkata, dia menarik napasnya dan melihat ke arah Viky.
"Apa kamu yakin menyerahkan proyek tersebut kepada aku…? kamu tahukan, aku selama ini belum pernah 1 kali pun menangani sebuah proyek… jika proyek itu gagal dan ada masalah di tengah jalan bagaimana…?" Ucap Rere yang bertanya kepada Viky, dan mencoba menyakinkan Viky untuk berpikir 2 kali menyerahkan proyeknya kepada dia.
"Jika tidak di coba maka tidak akan tahu dengan hasilnya, sebuah proyek itu gagal atau sukses… dan juga sebuah kegagalan adalah hal yang biasa, serta setiap proyek pasti akan ada masalah yang timbul, hanya saja bagaimana kamu bisa menyelesaikan masalah tersebut, sesulit apa pun masalahnya pasti akan ada jalan keluarnya… aku berkeyakinan besar bahwa kamu bisa menyelesaikan proyek ini dengan sukses…" Jawab Viky mencoba memberikan semangat kepada Rere dan juga agar Rere bisa lebih percaya diri.
"Baiklah kalau begitu… aku tidak yakin bisa menyelesaikan proyek ini dengan sukses… tapi aku akan berusaha secara maksimal dengan semua kemampuan yang aku miliki untuk menyelesaikan proyek ini dengan sukses…" Jawab Rere, dengan nada yang penuh semangat, dan juga dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Rere berpikir jika tidak sekarang, maka akan kapan lagi dia akan bertindak, dan dia juga harus bisa membuktikan bahwa dia pantas untuk bisa bersanding bersama dengan Viky, jika dia tidak bisa membuktikannya maka dia yakin di masa depan akan banyak wanita yang mempunyai kemampuan dan ingin berdekatan dengan Viky, dan dia bisa saja di geser dengan sangat gampang oleh wanita tersebut.
__ADS_1
Kata-kata dari Viky tadi sudah berhasil membangun percaya diri dari Rere. dan Viky pun sedikit tersenyum mendengar jawaban dari Rere, dan dia juga sangat senang karena Rere mau mengambil proyek ini.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1