Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 155 Permintaan Dewi


__ADS_3

Permintaan Dewi


"Vanteko… siapa orang tadi…? dan sejak kapan kamu mengenal orang seperti dia…?" Ucap Dini bertanya kepada Vanteko Ma, setelah Viky dan Dewi keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Dia adalah kakak aku… aku mengenal dia sejak aku pertama aku masuk sekolah dulu… dia sangat baik dan tidak memilih-milih orang untuk berteman… walau dulu dia tidak mengetahui bahwa aku adalah orang dari keluarga Ma tapi dia mau berteman dengan aku dan dia selalu membantu aku jika aku dalam kesusahan tanpa menuntut balik atas bantuan yang dia lakukan…" Jawab Vanteko Ma menjelaskan masa lalunya dengan Viky.


"Bukan dia yang dulu… tapi dia yang sekarang… kamu tadi lihat sendiri kan, bagaimana Dewi sangat penurut dengan ucapan yang kak Viky ucapkan… kita semua tahu bahwa Dewi sangat susah mendengarkan kata-kata kita yang sudah lama bersama dia… kamu masih ingat dengan kejadian tempo hari saat Dewi pertama kali minum anggur seperti apa… tapi sekarang dia baru saja bertemu dengan kak Viky sudah seperti itu…" Timpal Desi yang penasaran dengan identitas Viky.


"Benar Vanteko… aku juga tidak mengerti kenapa Dewi bisa seperti itu kepada kak Viky, bahkan saat ini dia sangat lengket sekali dengan kak Viky…" Timpal Danu yang sama penasaran dengan yang lain.


"Aku tidak bisa memberitahukan kepada kalian sekarang dengan identitas kak Viky yang sebenarnya… yang perlu kalian tahu sekarang adalah… kalian jangan coba-coba mengkhianati kak Viky, kalian buktikan kepada kak Viky bahwa kalian layak untuk mengikuti dia… jika kalian bisa setia kepada kak Viky, aku pastikan masa depan kalian tidak akan terbatas… dan untuk masalah Dewi bisa sampai seperti itu, mungkin karena aura kepemimpinan yang terpancar dari tubuh kak Viky, dan bisa jadi itu yang membuat daya tarik semua orang untuk patuh kepada kak Viky…" Ucap Vanteko Ma menjelaskan kepada ke 3 kawannya, tentang siapa Viky dan kenapa Dewi bisa jadi seperti itu.


"Dan ada satu hal yang perlu kalian ingat… kak Viky tidak suka dengan orang yang berbuat curang demi mencapai tujuannya… jadi kalian berusahalah sekuat tenaga dan raih tujuan kalian dengan semua kemampuan kalian yang kalian miliki…" Lanjut Vanteko Ma memperingatkan ke 3 kawannya tersebut untuk tidak melakukan kesalahan yang di lakukan kakaknya Cipto Ma.


Mereka ber 3 hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan mereka ber 3 pun bertekad dalam hatinya untuk setia kepada Viky dan berusaha untuk mencapai tujuan masing-masing dengan kemampuan yang mereka miliki.


……


Setelah Viky dan Dewi keluar dari dalam ruangan tadi, mereka berdua hanya berjalan tidak berkata apa pun, dan dengan cepat mereka berdua telah sampai di lantai atas atau lantai restoran.


"Kak Viky… apa benar kakak akan menikah di akhir bulan ini…?" Ucap Dewi bertanya tiba-tiba di saat mereka berjalan di dalam restoran.


"Iya… aku akan menikah di akhir bulan ini… kenapa memangnya…?" Jawab Viky kemudian dia balik bertanya kepada Dewi.


"Tidak apa-apa… sungguh beruntung yah wanita yang akan kak Viky nikahi… jika wanita tersebut adalah aku… aku pasti akan sangat bahagia…" Jawab Dewi, dengan nada yang sedikit lemas.


"Kamu sangat cantik dan juga baik… kakak yakin di luar sana banyak laki-laki yang menginginkan kamu untuk jadi wanitanya…" Jawab Viky memberikan semangat kepada Dewi.


"Banyak sih… banyak kak… tapi mereka semua tidak sebaik dan setampan kak Viky… jika kak Viky punya kembaran… boleh lah kakak kenalkan kepada aku… he… he… he…" Jawab Dewi dengan nada bercanda dan sedikit manja kepada Viky.

__ADS_1


"Tapi sayangnya kakak tidak punya kembaran… dan adik kakak jiga adalah seorang perempuan…" Jawab Viky dengan sedikit bercanda kepada Dewi.


"Yah sudah lah ngga apa-apa… oh iya kak… aku boleh minta tolong ga sama kakak…?" Ucap Dewi mengalihkan pembicaraan.


"Minta tolong apa…? jika kakak bisa bantu kamu pasti akan kakak bantu…" Jawab Viky dengan santai.


"Jadi begini kak… tadi malam di saat acara rapat keluarga, tiba-tiba ayahku membicarakan tetang pernikahan aku dengan seorang laki-laki yang tidak aku kenal… dan laki-laki tersebut sudah mempunyai seorang wanita dan akan menikah dengan wanita tersebut… ayahku bertanya kepada aku… apa aku mau di nikahkan dengan laki-laki tersebut dan berbagi laki-laki dengan wanita lain… aku hanya diam tidak menjawab apa pun… karena jika aku menolak pasti akan di tanya tentang alasannya…" Ucap Dewi menjelaskan akar masalah yang sedang dia hadapi.


"Terus bagian mananya yang perlu kakak bantu… jika kamu bersedia berbagi laki-laki dengan wanita lain dan kamu menyukai laki-laki tersebut yah sudah jalanin saja…" Ucap Viky menanggapi penjelasan dari Dewi.


"Kakak ini tidak mengerti yah dengan apa yang aku maksud… Jangankan aku menyukai laki-laki tersebut, orangnya yang mana saja aku tidak tahu…" Jawab Dewi dengan nada yang sedikit kesal kepada Viky.


"Tapi kamu mau berbagi laki-laki dengan wanita lain…?" Jawab Viky kembali bertanya kepada Dewi.


"Kalau laki-laki yang ayah aku maksud adalah kak Viky sih aku mau… bahkan mau banget…" Jawab Dewi dengan penuh harap dan dia sedikit malu, walau dalam keadaan setengah sadar akibat minum anggur.


"Jadi begini kak… kakak bantu aku berbicara kepada ayah aku… untuk menolak pernikahan tersebut… bagaimana bisa kan kak…?" Jawab Dewi menjelaskan atas minta tolong nya kepada Viky.


"Bagaimana kakak bisa bantu kamu berbicara kepada ayah kamu… sedangkan kak saja tidak mengenal siapa ayah kamu…" Jawab Viky dengan sedikit bingung atas permintaan dari Dewi.


"Untuk itu bisa aku atur nanti… asal kakak mau membantu aku berbicara kepada ayah aku…" Jawab Dewi.


"Yah sudah terserah kamu saja… kamu atur-atur semuanya…" Jawab Viky, dengan nada sedikit lemas.


"Kenapa kak… sepertinya kakak tidak mau bantu aku…" Ucap Dewi dengan sedikit cemberut.


"Loh… siapa yang tidak mau bantu kamu… maksud kakak, kakak akan bantu kamu, dan kamu atur semuanya…" Jawab Viky menjelaskan.


"Terima kasih kakak aku yang ganteng dan milik orang lain…" Ucap Dewi berterima kasih dan lebih memeluk erat tangan Viky.

__ADS_1


"Iya… sama-sama… yah sudah kamu cukup mengantar kakak sampai di sini saja…" Lanjut Viky berkata, karena mereka ber 2 sudah sampai di depan pintu masuk.


"Kenapa sampai di sini kak…? tidak sampai mobil kakak…?" Jawab Dewi dengan sedikit heran, dan ada rasa masih ingin bersama Viky


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2