Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 277 Tantangan Dari Rere


__ADS_3

Tantangan Dari Rere.


Setelah semua orang pergi dari sana, Kemudian Viky berdiri dan menyalakan sebatang rokok dan kemudian berjalan ke arah luar meninggalkan ruangan tersebut.


Di luar, langit biru sudah berubah menjadi hitam, dan suasana di sana pun menjadi sangat sunyi di tambah dengan sinar rembulan malam yang cukup terang, dan hanya terdengar beberapa suara binatang malam yang saling membalas satu sama lain. walau biasanya suara binatang tersebut tidak terdengar karena tertutup oleh teriakan dari orang-orang yang sedang berlatih.


"Semoga kalian tidak mengalami hambatan yang berarti yang harus kalian lakukan, demi menaikan level kekuatan kalian…" Gumam Viky sambil berjalan ke arah mobilnya dengan menatap ke arah bulan yang menyinari gelapnya malam.


Kemudian Viky pergi dari tempat latihan dengan menggunakan mobilnya, pergi menuju ke rumah Rere, atau bisa di bilang pulang ke rumahnya karena rumah mereka saling berhadapan.


Di saat Viky baru selesai memarkirkan mobilnya dan baru saja dia turun dari mobilnya hendak pergi ke rumah Rere, untuk memberitahu Rere bahwa dia akan pulang dulu untuk mengganti bajunya. dari arah Dalam Rere berjalan dengan sedikit berlari ke arah Viky dengan terburu-buru


"Tidak perlu kamu pergi jauh, masuk kembali saja ke dalam mobil, kita sudah telat…" Ucap Rere dengan sedikit berteriak dan dengan nada yang kesal kepada Viky, serta memegang gaun yang bawahnya yang dia kenakan, karena gaun tersebut membuatnya tidak bisa berjalan dengan cepat.


Viky tidak buru-buru menjawab, dia hanya terdiam melihat penampilan Rere yang sangat cantik, dengan memakai gaun berwarna putih yang menutupi tubuhnya dari dada hingga bawah, serta rambut yang terurai ke sebelah kiri, menutupi sebagian dadanya, serta riasan wajah yang terlihat asal, namun walau pun asal wajah Rere terlihat sangat cantik, karena kecantikan yang Rere miliki bukan dari make up melainkan alami.


"Apa yang kamu lihat… cepatlah masuk kembali ke dalam mobil kita sudah telat…" Ucap Rere setelah membuka pintu mobil dan melihat ke arah Viky, karena Viky hanya diam berdiri di dekat pintu mobil dan melihat ke arahnya saja.


"Telat…? bukannya acaranya akan di mulai jam 8 malam yah…? sekarang baru jam 07.40… masih ada waktu kurang lebih 20 menit lagi sampai acaranya di mulai, jadi aku juga ada waktu untuk mengganti baju aku dulu…" Jawab Viky dengan santai, sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, dan perkataan dari Rere tersebut menyadarkan Viky dari menikmati ke cantikan Rere.


"Iya memang ada waktu 20 menit lagi sampai jam 8 tepat… sedangkan perjalanan ke sana saja membutuhkan waktu tidak kurang dari 30 menit, kamu hitung saja sendiri berapa menit kita akan telat… di tambah dengan kamu yang akan mengganti baju dulu, jadi bisa berapa lama kita akan telat… bisa-bisa nanti kita sampai acaranya sudah mau selesai…" Jawab Rere dengan nada yang sangat kesal kepada Viky, dan dia masuk ke dalam mobil tidak menunggu jawaban dari Viky, namun bisa terlihat sedikit bahwa raut wajah Rere berubah cemberut di saat dia masuk ke dalam mobil.


"Masa aku pergi ke sana dengan pakaian kerja aku sih… mana bau keringat lagi…" Ucap Viky setelah dia berada di dalam mobil dengan sedikit mencium bau badannya sendiri.


"Itu masalah kamu… kenapa kamu datang menjemput aku dengan sangat lambat… jadi kamu tidak bisa mempersiapkan diri kamu sendiri…" Jawab Rere dengan nada yang masih kesal kepada Viky.

__ADS_1


"Kalau tidak salah sih… di kursi belakang, aku membawa baju kaos polos, tidak apa-apa kan aku pergi ke sana dengan menggunakan kaos polos…?" Ucap Viky dengan melihat ke arah kursi belakang dan mencari kaos yang kali saja tidak dia turunkan dari mobilnya.


"Jika kamu memakai baju kaos… lantas celana kamu, kamu mau pakai yang mana…?" Jawab Rere, dengan melihat ke arah celana yang Viky pakai. karena jika Viky memakai kaos polos maka baju dengan celana tidak akan nyambung bahkan terlihat sangat nora, karena kaos polos dengan celana bahan dan sepatu kerja sangat tidak nyambung dalam hal fashion.


"Pakai celana ini lah… memangnya mau pakai celana yang mana lagi…? aku tidak membawa celana ganti…" Jawab Viky dengan santai, sambil menunjuk ke celana yang dia pakai saat ini.


"Terserah kamu saja lah… tapi kamu jangan marah jika orang lain mencela kamu, karena fashion kamu sangat tidak pas di kenakan…" Jawab Rere dengan pasrah, karena dia bingung harus berkata apa lagi kepada Viky.


"Selama hal itu hanya menyinggung baju yang aki pakai sih tidak apa-apa… tapi jika menyinggung hal lain, maka beda lagi urusannya…" Jawab Viky tidak terlalu menanggapi peringatan dari Rere, karena baginya sebuah fashion tidak terlalu berpengaruh besar, sambil mengeluarkan sebuah kaos dari kursi belakang.


Kemudian Viky membuka bajunya dan menggantinya dengan kaos yang dia ambil dari kursi belakang, jika di bandingkan dengan pakaian yang Rere pakai, maka akan terlihat sangat kontras sekali, Rere mengenakan sebuah gaun yang sangat cantik, tapi Viky mengenakan sebuah kaos polos biasa, namun jika di bilang masalah harga, mungkin kaos yang Viky kenakan lebih mahal dari Rere, karena kaos Viky ini, dia beli dari luar Negri dan mempunyai sebuah lebel yang cukup terkenal di kalangan fashion.


Jika orang lain melihat Rere dan Viky berjalan ber 2 mereka pasti akan mengira bahwa Rere sedang berjalan bersama dengan pembantunya dan bukan calon suaminya.


"Baiklah… aku sudah selesai… akan pergi kemana kita sekarang…?" Ucap Viky bertanya kepada Rere setelah dia selesai menganti bajunya, dengan melihat ke arah Rere.


"Baiklah… kalau begitu, jam 8 tepat kita sudah berada di sana…" Jawab Viky dengan menjalankan mobilnya pelan karena masih berada di kawasan perumahan bukan jalan raya.


"Jika kita bisa sampai di sana jam 8 tepat, aku akan memaafkan kamu, sekaligus kamu akan mendapatkan ciuman dari aku… tapi jika tidak berhasil maka nanti di malam pertama kamu tidak akan mendapatkan jatah dari aku…" Ucap Rere, memberikan sebuah tantangan yang mungkin tidak akan bisa untuk orang biasa lakukan, tapi tidak untuk Viky yang seorang Jendral perang, dia sangat terlatih dalam mengendarai mobilnya, namun selama ini dia tidak pernah menggunakan kemampuannya, karena Viky rasa tidak perlu.


"Baiklah… jam 8 tepat kita sudah berada di sana… tapi aku sarankan agar kamu menutup mata kamu… nanti aku akan beri tahu kamu jika kita sudah sampai di sana…" Jawab Viky dengan penuh percaya diri, dan dia memberikan sebuah saran terlebih dulu kepada Rere, takutnya Rere akan kapok dan tidak mau naik mobil bersama Viky lagi.


"Baiklah… aku akan menutup mata aku… tapi awas yah jika kamu berbuat curang…" Jawab Rere dengan mengambil sebuah masker di dashboard mobil untuk menutup matanya, karena di sana tidak ada penutup mata jadi hanya bisa menggunakan masker saja, kemudian dia menutup matanya dengan masker.


Perbatasan Kota Taraka sebelah selatan dan sebelah barat adalah sebuah pantai, dan di bagian utara serta timur berbatasan dengan kota lain, untuk di bagian selatan, adalah rumah Viky dan juga banyak perumahan-perumahan mewah di sana, karena pemandangan di sana sangat indah yaitu dari atas bukit ke arah pantai, oleh karena itu banyak perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi bangunan mendirikan perumahan di sana, dan di bagian barat Kota Taraka ada sebuah pantai yang tidak memiliki bukit, jadi di sana banyak tempat hiburan dan di sana juga menjadi sasaran untuk setiap perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan hiburan.

__ADS_1


#Catatan


Mohon maaf, 🙏🙏 untuk up date sekarang-sekarang hanya 1 bab, entah kenapa beberapa hari ini author aga kurang mut untuk nulis, bahkan bukan hanya menulis saja masalah kerjaan pun author aga malas.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2