Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 393 Paman Dony


__ADS_3

Paman Dony


"Kalian semua sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, tapi Bagaimana kalau orang yang kalian maksud tidak datang…?" Ucap Viky bertanya, dengan maksud untuk bisa lebih dekat agar dia bisa mengambil informasi dari pria paruh baya tersebut.


"Tentunya kami semua pasti merasa sedikit kecewa… tapi kami juga sadar bahwa orang penting seperti tuan besar pasti waktunya sangat sibuk sekali… jadi mau tidak mau kami semua harus bisa menerimanya…" Jawab pria paruh bayar tersebut.


"Tunggu dulu, dari tadi aku merasa sedikit bingung… semua orang yang aku temui di sini dan dari tadi tuan bilang tuan besar dan tuan besar… apa tuan besar yang kalian maksud adalah tuan Jibsen Latimore…?" Ucap Viky bertanya pura-pura bodoh.


"Bukan… tuan besar yang di maksud bukanlah tuan Jibsen Latimore… melainkan orang yang mempunyai status yang lebih tinggi dari tuan Jibsen Latimore… kabar yang aku tahu bahwa orang tersebut sangat kuat, dia berasal dari salah satu Klan yang ada di Montana, dia datang ke sini untuk mengambil semua yang di miliki oleh Keluarga Latimore dan menguasainya, karena beberapa hari yang lalu tersebar kabar bahwa Keluarga Latimore telah di taklukan oleh orang tersebut… namun ada sedikit keanehan yang terjadi bahwa orang tersebut juga masih satu keturunan dari Keluarga Latimore… sebenarnya tidak aneh bagiku, karena namanya juga kabar burung, pasti tidak selalu benar… yang jelas kami semua hanya bisa mengikuti semua instruksi, jika kami masih ingin tetap berada di sini…" Jawab pria paruh baya tersebut menjelaskan kepada Viky tentang tuan besar yang di maksud, namun maksud Viky bukan ingin tahu siapa tuan besar yang di maksud, karena dia sudah tahu siapa orangnya, namun yang Viky ingin tahu adalah, berita seperti apa yang sudah tersebar di kota Yako.


"Memang kabar burung tidak selalu benar… namun tidak sepenuhnya salah juga… tergantung bagaimana kita menanggapi kabar tersebut…" Jawab Viky, dengan menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia juga setuju dengan kata-kata terakhir dari pria paruh baya tersebut.


"Kita harus bisa bijak dalam menanggapi kabar burung seperti itu… karena tidak sedikit orang yang di rugikan akibat dari kabar burung yang tidak jelas kebenarannya…" Jawab pria paruh baya tersebut, sambil melangkah keluar dari dalam lift dan di ikuti oleh Viky.


"Dari tadi kita terus mengobrol, tapi aku belum tahu nama tuan…?" Ucap Viky bertanya sambil mengalihkan pembicaraan kembali.


"Nama aku Dony Pratama… tadi aku dengar kamu memanggil tuan muda dengan sebutan nama secara langsung, aku pikir kamu pasti punya hubungan yang sangat dekat jadi kamu bisa memanggil aku Paman Dony saja…" Jawab Pria paruh baya tersebut mengatakan namanya kepada Viky.


"Baiklah, Paman Dony… tapi dari gaya bicara paman, sepertinya paman juga mempunyai hubungan yang dekat dengan Kent…?" Ucap Viky bertanya, namun bukan maksud bertanya melainkan menyudutkan Dony agar mengatakan yang ingin Viky tahu.


"Tidak juga… aku dengan tuan muda, hanya memiliki hubungan sebagai atasan dan bawahan saja… tidak lebih dari itu…" Jawab Dony, namun dari raut wajahnya Viky bisa menebak bahwa Dony memiliki hubungan yang tidak sesederhana kelihatannya.


"Baiklah… tidak apa-apa jika paman tidak mau memberitahu aku… aku juga tidak akan memaksa paman untuk bercerita…" Jawab Viky, yang mana dia tidak mau memaksa Dony untuk mengatakan hubungannya dengan Kent, karena jika Viky memaksa maka penyamarannya akan terbongkar, dan bisa saja sikap Dony akan langsung berubah seketika kepada Viky.


"Nak Viky… ini adalah ruangan tuan muda… aku hanya bisa mengantar kamu sampai di sini…" Ucap Dony yang berhenti di depan sebuah pintu ruangan.


"Jadi paman hanya mau mengantar aku sampai ke sini dan tidak mau masuk…?" Ucap Viky bertanya, namun maksudnya bukan bertanya tapi mengajak Dony untuk ikut masuk.

__ADS_1


"Mungkin lain kali jika Nak Viky datang lagi ke sini paman akan menemani nak Viky masuk…" Jawab Dony yang tetap menolak ajakan dari Viky.


"Baiklah… kalau begitu, jika lain kali aku datang ke sini lagi aku akan mencari paman terlebih dulu, dan nanti aku akan membawakan hadiah untuk paman…" Jawab Viky yang mana dia mengerti kenapa Dony menolak ajakannya, namun jika Dony tahu siapa Viky, maka Dony pasti tidak akan menolak ajakannya, bahkan tanpa di ajak pun mungkin akan menawarkan diri untuk menemani.


"Terima kasih sebelumnya… namun dengan kedatangan kamu ke sini pun paman sangat senang, karena dengan karakter nak Viky yang baik seperti ini, mungkin bisa memberikan dampak yang baik untuk tuan muda…" Jawab Dony, namun kata-katanya tersebut menjadikan Viky lebih yakin lagi bahwa Dony dan Kent memiliki hubungan yang tidak biasa.


Viky hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban karena dia tidak tahu dia akan memberikan dampak baik atau tidak untuk Kent.


Setelah berpamitan dengan Viky, Dony pun pergi dari sana, dan Viky pun menatap punggung Dony yang berjalan pergi menjadi dari tempat Viky berdiri.


"Mungkin aku bisa menitipkan perusahaan ini kepada kamu… dengan karakter kamu yang seperti ini, aku yakin kamu tidak akan berkhianat dan menyalah gunakan jabatan yang aku percayakan kepada kamu…" Ucap Viky dalam hati, dengan raut wajah yang kembali berubah serius.


"Krek…" Viky membuka pintu yang ada di depannya setelah Dony masuk ke dalam lift, dan Viky yakin Dony tidak akan berbuat hal yang sama yang di lakukan oleh ketua keamanan tadi.


Di dalam ruangan terlihat Kent dan juga Deky sedang mengobrol sambil duduk saling berhadapan di sebuah meja kerja, sedang membahas sebuah dokumen yang Deky pegang, dan juga ada beberapa dokumen lagi yang tergeletak di atas meja, namun ketika pintu ruangan terbuka mereka ber 2 dengan serempak melihat ke arah pintu serta menyudahi pembicaraan mereka ber 2, dan dengan reflek mereka juga berdiri setelah tahu siapa orang yang datang.


"Kak Viky… kenapa kakak tidak menghubungi aku kalau kakak mau datang ke sini… aku sudah menyuruh semua orang untuk menyiapkan acara penyambutan kedatangan kakak…" Ucap Kent dengan berdiri sambil melihat ke arah Viky yang berjalan masuk dan menuju ke arah mereka.


"Silahkan tuan…" Ucap Deky mempersilahkan Viky untuk duduk di kursi yang sebelumnya dia duduki.


"Jadi apa yang kakak temukan di sini…? apa ada orang yang menurut kakak harus di buang lagi…?" Ucap Kent bertanya setelah Viky duduk di kursi.


"Di buang lagi…?" Jawab Viky dengan balik bertanya kepada Kent.


"Yah… kemarin aku sudah melakukan pembersihan… hal ini memang sudah aku rencanakan dari awal, namun karena semua keputusan masih berada di tangan ayah, aku hanya bisa menandai orang-orang yang harus di bersihkan… tapi setelah kak Viky memberikan hak untuk aku, kemarin aku langsung membersihkan orang-orang tersebut… tapi aku tidak tahu jika ada beberapa orang yang luput dari seleksi yang aku lakukan…" Jawab Kent menjelaskan kepada Viky


"Bagus… kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan… namun ada orang yang luput dari pengawasan kamu… sekarang kamu panggilkan ketua penjaga keamanan ke sini dan juga penjaga keamanan yang sedang bertugas di pintu masuk…" Ucap Viky dengan nada yang sedikit puas, karena dia tidak perlu repot-repot mengerjakan hal yang sama yang dia lakukan di Octa Grup, namun hanya sedikit membenahi apa yang sudah Kent kerjakan.

__ADS_1


"Baik kak… jika boleh, aku juga akan memanggil para eksekutif di sini, dan memperkenalkan kakak kepada mereka…" Jawab Kent, dengan maksud meminta ijin kepada Viky, namun dirinya merasa sedikit bahagia karena Viky memujinya atas apa yang dia lakukan sebelumnya.


"Boleh saja… kamu persiapkan saja dulu semuanya… karena aku tidak akan lama berada di sini… tapi nanti setelah urusan masalah keamanan selesai baru aku bisa menemui mereka… dan satu lagi di dalam mobil aku ada Salsa yang sedang menunggu aku, kamu urus dia dulu tapi jangan di bawa ke sini… terserah kamu mau tempatkan dia dimana…" Jawab Viky, karena dia yakin bahwa dia akan membutuhkan waktu yang sedikit lama berada di sana, jadi tentunya Salsa akan pergi mencari dia, oleh karena itu sebelum Salsa mencari Viky, lebih baik di amankan terlebih dulu.


Kent hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sebelum dia pergi dari sana untuk memanggil ketua penjaga keamanan dan penjaga keamanan yang sedang bertugas, serta mempersiapkan acara pertemuan Viky dengan para eksekutif perusahaan dan mengurus tempat untuk Salsa menunggu Viky, dia juga tahu siapa Salsa, karena dia sering berkunjung ke tempat Liva atau ibu pengasuh Viky.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2