
Membasmi Hama
Disaat ini Lie Meng merasa ketakutan melihat perubahan pada Viky, Tubuh Lie Meng mulai bergetar merasakan aura dari tubuh Viky, wajahnya sudah berubah putih pucat, serta keringan dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya.
"Ka-kamu… ap-apa yang akan kamu lakukan…? apa kamu tidak tahu siapa aku…? dan apa akibatnya jika berurusan dengan aku…? aku tahu kamu orang dari Divisi perang, dan aku tidak dapat berurusan dengan orang dari Divisi perang, tapi orang yang berada di belakangku dia tidak akan takut untuk melawan orang dari Divisi perang…" Ucap Lie Meng dengan terbata-bata.
"Siapa pun orang yang berada di belakang kamu aku tidak peduli… ketika aku berhadapan dengan musuhku, aku tidak memikirkan masa depanku yang terpenting adalah bagaimana caranya aku bisa mengalahkan musuh yang berada di depanku…" Jawab Viky yang terus berjalan ke arah Lie Meng.
"Berhenti… berhenti… aku peringatkan kepada kamu untuk mundur… aku beritahu kepada kamu siapa orang yang berada di belakangku… orang yang berada di belakangku adalah pemilik dari Siren Country… jika kamu melakukan sesuatu kepadaku, aku yakin kamu dan wanita kamu serta teman kamu tidak akan bisa keluar dari sini dengan mudah…"
"Jika kamu mundur sekarang, aku bisa menjamin keselamatan kamu dan kamu bisa membawa wanita serta teman kamu keluar dari sini dengan selamat…" Ucap Lie Meng mencoba bernegosiasi.
Setelah mendengar kata-kata yang Lie Meng keluarkan, Viky terdiam sejenak dan berkata:
"Aku bukan orang baik… dan aku juga tidak jahat… perlu kamu tahu, aku di luar sana berperang melawan orang-orang yang berniat jahat terhadap Montana, tapi aku tidak sadar bahwa masih banyak orang-orang jahat yang bebas melakukan kejahatan dan berkeliaran sesuka hati mereka di seluruh kota Montana ini…" Ucap Viky dengan wajah dingin menatap ke arah Lie Meng, dengan tatapan tajam penuh kemarahan.
Setelah Viky berkata, Dengan kecepatan yang sangat cepat, Viky menghampiri Lie Meng dan dalam sekejap sudah berada di hadapan Lie Meng, dengan jarak yang sangat dekat.
Lie Meng sangat kaget melihat kecepatan Viky yang begitu cepat, saking ketakutan Lie Meng tanpa sadar dari dalam celananya keluar cairan yang berwarna kuning dan juga sedikit bau pesing.
Viky mendekatkan wajahnya ke telinga Lie Meng dengan pelan Viky berkata kepada Lie Meng :
"Apa kamu tahu siapa orang yang berada di balik Siren Country…? aku tidak mau orang-orang yang berada di bawahku tidak mempunyai kemampuan dan hanya mengandalkan orang lain untuk dapat menyelesaikan masalahnya…"
"Boomm…" Di saat ini, Lie Meng setelah mendengar kata-kata yang Viky ucapkan di telinganya, dia sangat kaget seperti di sambar petir di siang bolong.
Pikirannya di saat ini sudah melayang entah kemana, Lie Meng menatap ke arah Viky dengan tatapan kosong dan raut wajah yang sangat tidak percaya bahwa ini adalah kenyataan.
Sebab yang dia singgung sekarang adalah Tuan Besar dari Octa Grup dan juga Siren Country, Lie Meng setelah mengumpulkan pikirannya yang sudah melayang kemana-mana dia mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan sesuatu kepada Viky walau dengan susah payah dan dengan nada yang sangat pelan Lie Meng berkata :
"Tuan… Tuan Maafkan saya… saya salah, saya yang punya mata tapi tidak dapat melihat keberadaan Tuan… saya mohon Tuan untuk melepaskan saya… saya mo…"
__ADS_1
Tapi belum Habis Lie Meng berkata, di saat ini tangan Viky melayang ke arah wajah Lie Meng, dan sebuah pukulan mendarat tepat di wajah Lie Meng.
"Bruk…"
Setelah menerima pukulan dari Viky tubuh Lie Meng yang cukup besar, terpental mundur hingga beberapa meter jauhnya.
"Boom…" terdengar sebuah benda besar menabrak dinding, benda tersebut adalah tubuh Lie Meng, dan tubuh Lie Meng berhenti terpental mundur setelah menabrak dinding batu yang berada di sana.
Lie Meng yang tubuhnya menabrak Dinding hinggan retak, Lie Meng terduduk mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Tubuh Lie Meng terkulai lemas dan tergeletak di lantai, tidak tahu Lie Meng masih hidup atau sudah mati, tapi yang jelas Lie Meng pasti terluka cukup parah akibat menerima serangan dari Viky secara langsung, dan dengan menggunakan kekuatan yang cukup besar walau tidak menggunakan energi yang terdapat dari tubuh Viky.
Semua orang sangat kaget melihat kejadian yang baru saja terjadi di depan mata mereka, kejadian tersebut terjadi sangat cepat, dengan mulut terbuka lebar sebesar telur ayam dan mata melotot hampir keluar, mereka semua menatap ke arah Viky yang berdiri tepat di tempat semula, tanpa bergeser kaki walau hanya 1 inci, tapi berbeda dengan Lie Meng yang terpental cukup jauh.
Suasana di sana menjadi hening setelah terdengar suara benturan yang cukup keras tadi, semua orang tidak ada yang berani berbicara atau bergerak sedikit pun dari tempat mereka.
Reva dan juga Beben mereka juga sama dengan yang lain, menatap punggung Viky dengan rasa tidak percaya dengan apa yang Viky lakukan sekarang.
karena dulu bagaimana pun Viky ditindas dan injak-injak oleh orang lain, Viky tidak pernah melawan bahkan hanya dengan ucapan sekali pun, tapi berbeda dengan sekarang, Viky tanpa berkata-kata banyak dia bertindak lebih berani dan tidak peduli akan resiko yang di tanggung di masa depan olehnya.
Viky berjalan ke arah Beben dan juga Reva, dengan aura pembunuh dari Viky secara perlahan menghilang dan raut wajah yang mana awal terlihat dingin pun perlahan berubah kembali seperti semula.
Viky menepuk pundak Beben dan berkata:
"Kamu tidak perlu khawatir tetang masalah ini… aku bisa jamin masalah ini tidak akan berlanjut dan menjadi masalah besar dan merugikan kamu di masa depan…" Ucap Viky menyadarkan Beben dari keterkejutannya.
"Tapi Viky… kita sekarang berada di Siren Country, keributan sebesar ini pasti akan mendapat perhatian dari Tuan Deky… dan masalah ini tidak akan sesederhana seperti ini…" Jawab Beben yang masih khawatir dan takut masalah yang terjadi tidak sesederhana seperti kelihatannya.
"Kamu tetang saja, untuk urusan Deky biar aku urus sendiri… dan pastinya sekarang Deky sudah mengetahui masalah ini… jadi biarkan dia mengurus sisanya…" Jawab Viky dengan santai.
Tapi berbeda dengan Beben, wajahnya berubah rumit, menatap dengan tidak percaya ke arah Viky.
__ADS_1
"Kamu berani memanggil Tuan Deky secara langsung di wilayah kekuasaannya, apa kamu tidak takut Tuan Deky akan marah kepada kamu…" Ucap Beben dengan nada sedikit tinggi.
Viky tidak menjawab kata-kata dari Beben, dia menatap ke arah Reva yang mana di saat ini Reva mengernyitkan alisnya menatap ke arah Viky yang berubah kembali seperti awal, tapi ada sedikit ketakutan yang terpancar dari wajah Reva.
"Viky… apa kamu tahu konsekuensi atas semua perbuatan kamu ini… bukan hanya kamu yang akan mendapatkan akibatnya, tapi keluargaku juga pasti akan mendapatkan akibat dari kejadian ini… kalau tahu akan menjadi seperti ini lebih baik aku menemani Tuan Lie dan tidak mencelakakan orang lain…" Ucap Reva, dengan marah kepada Viky dengan mata yang memerah serta perlahan air matanya kembali keluar membasahi pipi putih mulus Reva.
*Telat update, author lagi nulis bab selanjutnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...