Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 117 Tidak Peka


__ADS_3

Tidak Peka


"Bagi aku kalian semua sangat cantik… tapi untuk Tuan besar, kalian semua hanya lah wanita bisa dan banyak di luar sana yang lebih cantik dari kalian yang mengantri dan ingin mendapatkan perhatian Tuan besar…" Jawab si Pria.


Semua wanita yang berbicara tadi setelah mendengar kata-kata si pria, semua nya terdiam tanpa menjawab kembali.


"Memang benar apa yang kamu katakan barusan, tapi seharusnya kamu tidak mengatakan secara jelas semuanya kepada kami…" Ucap salah satu wanita yang lebih cantik dari semua wanita yang berada di sana, dan wanità tersebut juga adalah wanita yang selalu di kejar oleh si pria.


"Iya… iya aku salah… tapi perlu kalian semua tahu, aku pernah menguping pembicaraan tuan Deky, dengan para eksekutif senior, jika kalian menginginkan perhatian dari tuan besar kalian harus…" Ucap si pria, namun di kalimat terakhir dia menghentikan kata-katanya dan menatap kepada semua wanita yang tengah menatap kepadanya.


"Harus apa… cepat beritahu kami…" Ucap salah satu wanita dengan sangat penasaran dan buru-buru.


"Jika kalian ingin tahu ada syaratnya…" Ucap si pria.


"Aku sudah tahu apa yang menjadi syarat kamu… kamu beri tahulah teman-teman yang lain, cara apa yang bisa di lakukan untuk mendapatkan perhatian Tuan besar…" Ucap seorang wanita yang tahu apa maksud dari si pria.


"Jadi selama ini kamu sudah menyadari semua perhatian aku kepada kamu… dan kamu juga sudah tahu tentang perasaan aku kepada kamu…" Tanya si pria kepada si wanita.


"Dari awal pun aku sudah menyadarinya… cuman kamu nya saja yang tidak peka…" Ucap si wanita, dengan sedikit kesal.


"Sudahlah… masalah kalian berdua bisa kalian urus nanti… sekarang beri tahu kami bagaimana caranya…" Timpal wanita yang lain yang juga kesal melihat kedua insan yang tengah di mabuk cinta tapi tidak peka satu sama lain.


"Baiklah… baiklah… sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan perhatian Tuan besar, kalian semua harus menunjukan semua kemampuan yang kalian bisa dan mendapatkan pencapaian yang luar biasa yang melebihi pencapaian kalian sebelumnya…" Ucap si pria menjelaskan kepada semua wanita yang sedang melihat ke arahnya.


Namun yang tidak di sadari si pria adalah di belakangnya sudah ada Deky yang berdiri di sana, dan mendengarkan apa yang di katakan si pria kepada semua orang, dan semua orang yang berada di depan si pria menundukkan kepalanya.


Si pria pun merasakan keanehan dari sikap semua orang yang berada di depannya, dan secara perlahan dia membalikan badannya untuk melihat siapa atau apa yang ada di belakangnya.


"Tu… Tu… Tuan Deky… Ma… Maaf bukan aku bermaksud lain… dan menguping semua pembicaraan Tuan…" Ucap si pria dengan terbata-bata dengan menundukkan kepalanya, dan juga di hatinya ada sedikit ketakutan kalau-kalau dia membuat kesalahan dalam berbicara, dan membocorkan sebuah rahasia kepada semua orang.

__ADS_1


"Tidak apa… kamu sudah berbicara dengan benar… tapi masih ada sedikit kesalahan dalam kata-kata kamu…" Ucap Deky dengan menepuk pundak si pria.


"Jika kalian ingin mendapatkan perhatian dari Tuan besar itu sangat mudah sekali, kalian semua hanya perlu bekerja keras dan menunjukan semua hasil kerja keras kalian kepada tuan besar, buktikan dengan semua kemampuan yang kalian miliki… semua itu berlaku untuk semua orang yang berada di Octa Grup, tidak hanya untuk wanita tapi untuk laki-laki juga, jika kalian mendapatkan perhatian dari Tuan besar, banyak keuntungan yang akan kalian terima nanti… dan keuntungan yang kalian dapatkan nanti, kalian tidak akan pernah bisa membayangkannya…" Ucap Deky menjelaskan kepada semua orang yang ada di sana.


Ketika Deky menjelaskan tadi, tidak hanya para wanita awal yang saja tapi semua orang yang ada di sana pun melihat dan memperhatikan Deky, serta mencerna arti dan maksud dari kata-kata Deky.


Semua orang menganggukkan kepalanya menandakan mereka mengerti akan apa yang Deky maksud, tapi semua orang tidak berani bertanya tentang siapa wanita yang bersama Tuan besar, dan itu juga yang menjadi pertanyaan besar setiap orang.


Setelah berkata demikian Deky pun pergi ke ruangan atas untuk bertemu dengan Viky, yang sudah berada di atas bersama Rere.


……


Deky bergegas masuk ke dalam sebuh ruangan yang mana di dalamnya terdapat Viky dan Rere yang sudah menunggu di sana, kemudian Deky mengetuk pintu setelah dia berada di depan sebuah pintu dan dia pun masuk setelah persilahkan masuk oleh Viky.


"Maaf Tuan… saya tidak menyambut kedatangan Tuan dan juga Nona… karena tadi ketika di depan semua orang bertanya-tanya bagaimana caranya mendapatkan perhatian dari Tuan, jadi aku tadi menjelaskan dulu kepada mereka…" Ucap Deky setelah berada di dalam ruangan dan berada di depan Viky.


"Tidak apa-apa… aku juga mengerti kamu banyak urusan yang harus kamu selesaikan dan aku juga ingin tahu bagaimana kondisi Octa Grup saat ini…" Jawab Viky melihat ke arah Deky.


"Deky mulai saat ini, aku akan terjun langsung dan memegang Octa Grup secara langsung… namun sebelum itu, aku ingin tahu bagaimana pendapat kamu tentang keluarga Ling…" Ucap Viky kepada Deky dengan mata yang melihat ke arah luar jendela.


"Ini adalah kabar gembira untuk semua orang Tuan… aku sangat yakin jika semua orang tahu bahwa Tuan akan turun dan memegang Octa Grup secara langsung…"


"Dan untuk masalah keluarga Ling, aku rasa mereka masih bisa di percaya, dan juga aku mendapatkan informasi bahwa keluarga Ling juga pernah bekerja sama dengan ayah dari Nona Rere beberapa tahun yang lalu…" Jawab Deky menjelaskan pendapatnya kepada Viky.


"Baiklah… mari kita lihat bagaimana keluarga Ling ini di berikan sebuah kesempatan untuk mereka… aku berharap keluarga Ling tidak mengecewakan aku…" Ucap Viky yang masih melihat ke arah Jendela.


"Deky apa ruangan yang aku minta sudah kamu siapkan…?" Lanjut Viky bertanya kepada Deky.


"Sudah Tuan… ruangan yang tuan minta sudah saya siapkan… dan akan bisa di pakai kapan pun…" Jawab Deky dengan sopan.

__ADS_1


"Baiklah… nanti jam 9 tepat aku akan pergi ke sana langsung… dan kamu beritahu kepada penjaga keamanan jika keluarga Ling datang sebelum jam 9 maka bawa lah mereka keruangan yang kamu siapkan, tapi jika mereka datang lebih dari jam 9 maka jangan biarkan mereka masuk, dan suruh mereka pergi dari sini…" Ucap Viky memberi perintah kepada Deky.


"Baik Tuan… akan segera saya laksana kan perintah Tuan…" Ucap Deky, kemudian dia berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Namun di saat Deky akan membuka pintu, dari arah luar terdengar seseorang mengetuk pintu.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2