Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 246 Mengulang Kembali Dari 0


__ADS_3

Mengulang Kembali Dari 0


"Kak Viky, kan aku adalah seorang perempuan… apakah pelatihannya akan di samakan sama seperti yang lain…?" Ucap Dewi bertanya dengan Nada yang sedikit manja, dan dia juga tahu bahwa Vanteko Ma tidak akan membantu menjawab pertanyaan Viky tadi.


"Yang perempuan juga banyak, bukan hanya kamu saja… dan pelatihannya juga di samakan dengan yang lain… mereka tidak mengeluh yang ada mereka malah lebih bersemangat dari pada yang laki-laki… dan hasilnya pun bahkan ada yang lebih kuat dari laki-laki…" Jawab Viky dengan santai menanggapi pernyataan dari Dewi barusan.


"Kalau aku sih tidak jadi masalah kak… apa pun yang kakak perintahkan aku akan ikut… tapi bagaimana dengan bisnis yang baru saja aku mulai… semuanya tidak bisa aku lepas begitu saja, jika aku lepas maka semuanya akan hilang dan harus mengulang kembali dari 0…" Jawab Vantoke Ma yang mempermasalahkan tentang bisnisnya.


"Jika kamu harus mengulang bisnis kamu dari 0 yah ulang saja… toh kamu juga sudah tahu alur serta strategi yang harus di pakai untuk memulai bisnis kamu itu… jadi tidak akan sulit jika harus memulai kembali dari 0 dan masih banyak kesempatan yang akan muncul di hari esok… tapi pelatihan ini hanya ada 1 kali kesempatan untuk kalian bisa maju dan mengikutinya…" Jawab Viky dengan melihat ke arah Vanteko Ma, namun jawaban tersebut hanyalah sebuah kata-kata untuk menjebak Vanteko Ma, karena jika Vanteko Ma mau menerima pelatihan darinya maka bisnisnya untuk sementara akan di alihkan terlebih dahulu kepada Yoki Meng.


Viky juga tidak bodoh untuk melepaskan begitu saja bisnis yang Vanteko Ma jalani, dan juga ada Bisnis yang di berikan oleh Keluarga Ling, jadi jika di biarkan maka hampir setengah industri bisnis di Kota Taraka akan hancur.


"Baiklah kak… aku akan mengikuti pelatihan dari kakak apa pun yang terjadi… untuk masalah bisnis memang benar apa yang kakak katakan barusan, jika hilang maka bangunlah kembali dari 0 dan kesempatan itu pasti akan datang berkali-kali di masa depan, tapi kesempatan ini tidak akan bisa di ulang kembali… dan hanya ada 1 kali untuk melangkah sekarang…" Jawab Vanteko Ma dengan hati yang bulat serta nada yang penuh tekad yang membawa. serta membenarkan perkataan dari Viky barusan.


"Jika Vanteko Ma ikut… aku juga ikut, aku ingin lebih kuat dari Vanteko Ma, jadi jika nanti dia macam-macam dengan aku, aku bisa menghajarnya sampai pingsan…" Timbal Dewi yang juga setuju atas mengikuti pelatihan dari Viky, namun di kalimat terakhir dia sedikit melihat ke arah Vanteko Ma dengan tatapan yang tajam tapi kosong, serta senyum aneh yang Dewi keluarkan.


"Baiklah 2 orang sudah setuju… dan untuk kamu Dadan, Apa kamu ingin mundur sekarang atau kamu akan terus berjalan maju… namun ada hal yang perlu kamu ingat pelatihan kamu akan 2 kali lebih berat dari yang lain… karena waktu yang kita miliki tidak banyak dan kamu harus sedikit siap dalam jangka waktu yang dekat…" Ucap Viky dengan raut wajah yang serius dan mata yang tajam menatap ke arah Dadan Ling.


"Baik Tuan… tidak apa-apa… aku akan tetap berjalan maju apa pun yang ada di depan nanti… jika nyawa aku jadi taruhannya sekali pun aku sudah siap… yang terpenting aku sudah berusaha dan bertahan semampu yang aku bisa…" Jawab Dadan Ling tanpa berpikir kembali, karena dari awal dia sudah bertekad apa pun yang terjadi harus tetap maju dan mengikuti Viky.


"Baiklah aku suka dengan tekad yang kamu miliki… sekarang kamu pulanglah ke rumah terlebih dulu untuk berpamitan kepada keluarga kamu, dan nanti malam kamu akan di jemput oleh seseorang ke rumah kamu untuk memulai pelatihan kamu…" Jawab Viky dengan rasa yang sedikit senang karena melihat tekad dan semangat yang di miliki oleh Dadan.


"Baik Tuan… kalau begitu saya pamit pergi dulu…" Jawab Dadan Ling tanpa bertanya lagi, karena dia sudah sangat siap dan juga sangat menantikan momen ini, karena dia sangat merasakan sakit hatinya menjadi orang lemah saat di hajar oleh Yoki Meng tempo hari.


"Baiklah… kamu bisa pergi sekarang…" Jawab Viky memberikan ijin Dadan Ling untuk pergi dari sana, dan Dadan Ling pun pergi dari sana setelah mendengar jawaban dari Viky.

__ADS_1


"Kak… kenapa Dadan ling langsung di latih malam ini…? sedangkan kami ber 2 tidak…? dan kapan pelatihan kita ber 2 akan di mulai…?" Ucap Vanteko Ma bertanya karena dia merasa aneh, sebab mereka ber 3 di kumpulkan bersama tapi memulai pelatihan di saat yang berbeda.


"Karena tubuh Dadan Ling masih ada sedikit luka akibat dari bertarung dengan Yoki Meng dan perlu di tangani secara khusus agar dia bisa sembuh dengan cepat, dan juga ada pelatihan yang berbeda dengan kalian yang harus dia lewati… kalian ber 2 akan memulai pelatihannya besok pagi… kalian ingin di jemput atau datang ke lokasi yang sudah aku tentukan, sendirian…?" Jawab Viky, dan balik bertanya kepada Dewi dan Vanteko Ma.


"Aku tidak ingin merepotkan kakak… mungkin besok aku akan pergi ke lokasi latihan sendiri…" Jawab Vanteko Ma.


"Kalau aku sih berbeda… aku ingin di jemput oleh kakak Viky, dan datang bersama kak Viky ke tempat latihan…" Jawab Dewi dengan nada yang manja.


"Bukan aku yang menjemput kamu… tapi orang lain…" Jawab Viky dengan simpel, dan raut wajah Dewo berubah setelah mendengar jawaban dari Viky.


"Yah sudah kalau begitu, aku di jemput oleh Vanteko Ma saja…" Jawab Dewi dengan nada yang ketus dan raut wajah yang kesal serta bibir yang cemberut tapi masih tetap sangat imut.


"Oh iya… kalian ber 2… apa malam ini kalian ada kesibukan atau tidak…?" Ucap Viky bertanya kepada Vanteko Ma dan Dewi.


"Iya aku juga tidak kak… apa kakak mau menjadwalkan pertemuan secara privat dengan aku malam ini…?" Jawab Dewi dengan raut wajah yang kembali berubah dan tersenyum ke arah Viky dengan arti khusus.


"Dewi… Dewi… pikiran kamu masih saja tetap ke situ, sudah aku katakan tidak mau juga… jika kamu masih tetap ingin, kamu bisa pergi bersama Vanteko Ma… toh dia juga tidak akan menolak kamu…" Ucap Viky yang memberikan sedikit jalan untuk Vanteko Ma


"Baiklah… baiklah aku tidak akan membahas hal itu lagi… tapi jika kakak nanti ingin bertemu dengan aku secara privat kakak bisa hubungi aku yah… dan kakak juga harus janji tidak akan terus memojokkan aku dengan Vanteko Ma…" Jawab Dewi dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Viky.


"Yah, kakak janji tidak akan memojokkan kamu lagi dengan Vanteko Ma… dan Jika kalian tidak ada kesibukan malam ini… apa kalian mau ikut pergi bersama aku ke kediaman keluarga Long…?" Lanjut Viky bertanya, dengan melihat ke arah Dewi dan juga Vanteko Ma secara bergantian.


"Jika kakak yang meminta untuk ikut maka aku akan ikut pergi bersama kakak…" Jawab Vanteko Ma yang tidak mengerti dengan koda kata-kata dari Viky barusan dan hanya menanggapi pertanyaan tentang pergi ke kediaman keluarga Long.


"Kalau aku sih bagaimana yang ngajak… jika di ajak aku akan ikut, jika tidak yah aku hanya bisa pulang ke rumah sendiri…" Jawab Dewi dengan nada yang pasrah, karena Dewi juga mengerti dengan posisi dia yang hanya bisa ngikuti orang lain tanpa bisa memutuskan sesuatu untuk orang lain dan dia juga berpikir bahwa dia belum layak untuk dapat di ikuti oleh orang lain.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2