Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 83 Kartu Bank Tidak Bisa Di Pakai


__ADS_3

Kartu Bank Tidak Bisa Di Pakai


"Jadi kamu meragukan dengan apa yang aku katakan… aku bekerja di bank sudah cukup lama, jadi aku bisa mengetahui kesalahan kamu berada dimana…" Ucap Beben yang semakin kesal kepada si pelayan.


"Bukan seperi itu tuan… aku tidak tahu letak kesalahannya dimana, karena aku tadi melakukan prosesnya dengan benar…" Jawab kembali si pelayan.


Viky yang melihat situasinya mulai memanas, melihat ke arah Beben dan berkata:


"Sudahlah… tidak usah di perpanjang… kamu lihat sekitar kita sudah menjadi pusat perhatian semua orang dengan keributan ini…" Ucap Viky mencoba menenangkan Beben agar tidak terbawa emosi. karena dari dulu ketika Viky mendapat masalah Beben akan membelanya sampai akhir, dan juga Beben sangat mudah terpancing emosi ketika berkaitan dengan Viky dan Reva


kemudian dia berbalik menatap ke arah si pelayan.


"Jika tidak bisa dengan kartu itu, kamu bisa pakai kartu ini…" Ucap Viky kemudian mengeluarkan kartu Titanium dari sakunya.


Tapi sayang kartu Titanium Viky sudah terbelah menjadi dua.


"Lah… kok seperti ini… Beben apa ini masih bisa di pergunakan…" Ucap Viky dengan menyerahkan kartu yang sudah terbelah dua.


"Biar aku lihat…" Ucap Beben dengan mengambil kartu yang Viky serahkan kepadanya, yang mana di saat ini emosinya sudah kembali menjadi stabil.


"Sepertinya kartu ini tidak bisa di gunakan lagi, perlu di ganti dengan kartu yang baru…" Jawab Beben setelah melihat kartu yang Viky berikan.


"Rere boleh aku pinjam dulu kartu bank yang aku berikan tadi…" Ucap Viky melihat ke arah Rere.


Rere mengambil kartu tersebut dari tasnya dan menyerahkannya kepada Viky.


"Viky kartu itu belum bisa di gunakan sebelum aku mengaktifkannya di komputer ku…" Ucap Beben, di saat Viky akan menyerahkan kartu yang baru selesai di buat tadi.

__ADS_1


"Jadi Tuan… apa tuan akan membayar semua makanan ini atau tidak… aku sudah sering menghadapi orang yang suka berakting seperi kalian…" Ucap pelayan tersebut dengan sedikit kesal karena dia merasa di permainkan oleh 2 orang di depannya.


"Kamu… kamu jaga bicara kamu, jangan asal bicara, kamu pikir kami tidak bisa membayar semua makanan ini, sekarang kamu panggil manager kamu ke sini…" Ucap Beben dengan marah kepada si pelayan. Dia meminta manager nya untuk datang karena masalah ini tidak akan bisa di selesaikan hanya dengan seorang pelayan.


Dari kejauhan Seorang pria paruh baya memperhatikan ke arah Meja Viky, pria paruh baya tersebut hanya diam mengawasi dari kejauhan, tapi karena situasi sudah menjadi kacau dia bergegas menghampiri meja Viky.


"Tuan… saya adalah manajer disini, dan tadi ketika melakukan scan kartu untuk melakukan pembayaran, aku juga berada di sana, dan sudah mencoba beberapa kali tapi tetap saja kartu tersebut tidak terbaca oleh mesin kami…" Ucap pria paruh baya tersebut ketika sudah berada di dekat meja Viky.


"jika kamu berada di sana… Apa kamu yakin tidak melupakan sesuatu…?" Tanya Beben menatap kepada Pria paruh baya tersebut yang mana pria paruh baya tersebut adalah manajer di restoran Diton.


"Tidak… Tidak tuan, saya sudah mengulanginya beberapa kali dan tidak ada yang terlupakan dari prosesnya… tapi tetap saja hasilnya sama…" Jawab si Manajer.


"He… he… he… Jika kamu tidak melupakan sesuatu, kamu memang tidak masuk kualifikasi bahkan hanya untuk dapat mengecek kartu ini… dan apa kamu tahu karu apa ini…" Ucap Beben dengan tersenyum kepada si Manajer, dengan mengangkat kartu di tangannya.


"Maksud kamu apa… dari awal aku sudah tahu akan menjadi seperti ini… aku hanya mengikuti permainan kalian dan ingin tahu apa yang akan kalian lakukan… kartu itu adalah kartu sampah, kartu mainan anak-anak, bahkan anakku saja tidak akan mau memainkan kartu itu… " Ucap si manajer menatap ke arah Beben dan Viky dengan kesal.


Memang jika seseorang dapat mengakses kartu Red Diamond dengan sekali lihat saja dia akan tahu apa yang harus dia lakukan, tapi orang di depan Beben tidak tahu kartu apa itu dan menganggap kartu itu adalah mainan anak-anak. dan mungkin orang-orang sekelas Beben yang mempunyai akses ke kartu bank ini mendengar ucapan dari si manager akan langsung menyerah dan menghabisi si manager


"Ha… ha… ha… kamu kira aku ini bodoh, akan percaya begitu saja kepada kamu, dan membawa bil pembayaran ini ke Octa Grup.


Aku sudah sering menghadapi orang-orang yang tidak tahu diri seperti kalian, ingin makan enak tapi tidak punya uang… orang miskin tetap saja miskin… dan juga untuk ibu dan adik kamu, mau mati pun aku tidak peduli… bahkan itu lebih baik…" Ucap si manager, kemudian dia memanggil petugas keamanan untuk segera berkumpul.


Di saat Viky mendengar kata-kata terakhir dari si manager dia bangkit berdiri menghadap si manager dan menatap tajam ke arah si manager, sekarang emosi Viky sudah terpancing oleh si manager.


Aldo yang dari tadi hanya diam saja, mendengar kata-kata dari si manager emosinya pun terpancing dan dengan cepat mendekat ke arah Viky dan berdiri di sampingnya, bahkan Beben yang berada paling dekat dengan Viky tidak menyadari sejak kapan Aldo berpindah, dan sudah berada di samping Viky.


"Aku dari awal sudah bersikap lembut dan menawarkan semua solusi yang ada, aku tidak masalah jika kalian ingin berbuat apa pun kepadaku, aku sarankan kamu menarik kembali kata-kata kamu yang terakhir… jangan sampai kesalahpahaman ini menjadi lebih panjang lagi…" Ucap Viky, dengan berdiri menatap tajam ke arah si manager dengan kedua tangannya berada di saku celana, dengan posisi tangan mengepal.

__ADS_1


Di saat ini si manager merasa sedikit ketakutan, tapi di saat penjaga keamanan sudah berkumpul di belakangnya rasa ketakutan tersebut menjadi hilang.


"Kamu ingin berbuat onar disini… aku sarankan untuk kamu segera berlutut dan meminta maaf… kamu tahu siapa pemilik restoran ini… dia adalah salah satu orang yang mempunyai pengaruh di Kota Taraka… bahkan untuk para kepala keluarga besar saja mereka akan berpikir 2 kali jika berurusan dengan pemilik Restoran ini…" Ucap si manager mengancam Viky.


*Author minta saran, Reva ini jadi istri kedua Viky atau tetap sama si Beben.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2