Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 262 Bertemu Kembali Dengan Igor Long


__ADS_3

Bertemu kembali Dengan Igor Long


Viky dan yang lainnya pergi dari Octa Grup, untuk No 1 dan No 3, mereka ber 2 pergi berlainan arah dengan menggunakan mobil Dadan Ling.


Sedangkan Viky pergi bersama Dewi, dan Dadan Ling bersama dengan Vanteko Ma, serta si No 4 pergi ke Siren Country menaiki mobil yang sama untuk bertemu dengan Igor Long dan Ovi Long.


Tidak lama Viky sudah sampai di depan gerbang Siren Country, dan suasana di sana terlihat cukup ramai orang yang pergi ke luar masuk Siren Country, para penjaga gerbang juga tidak menghentikan mobil Viky, karena mereka semua sudah tahu dengan mobil yang Viky pakai, dan mereka juga tidak menghentikan mobil Vanteko Ma, karena mereka semua melihat dari kejauhan bahwa mobil tersebut datang beriringan dengan mobil Viky.


Setelah berada di dalam kawasan Siren Country, Viky berkeliling sebentar untuk melihat situasi Siren Country sekarang, karena dia juga sudah lama tidak pergi ke sana.


Di saat Mobil Viky melewati sebuah restoran, mobil Viky di hentikan oleh seseorang, kemudian Viky menghentikan mobilnya dan menurunkan kaca pintu mobilnya dan hendak bertanya kepada mobilnya di hentikan.


"Maaf Tuan Besar… aku di perintahkan oleh Tuan Deky untuk mengurus apa yang tuan butuhkan di sini… dan tadi juga saya sudah menyiapkan ruangan makan untuk tuan, semuanya sudah selesai di lakukan dan hanya tinggal menunggu tuan saya…" Ucap orang tersebut dengan sangat sopan sebelum Viky berkata, dia menghentikan mobil Viky, karena dia di perintahkan oleh Deky untuk melayani Viky selama di berada di Siren Country, dan dia juga sudah tahu dengan mobil Viky yang mana.


"Baiklah… bisa kamu antar aku sekarang ke ruangan tersebut…" Jawab Viky.


"Bisa tuan… silahkan… ruangan yang sudah saya siapkan juga ada di restoran ini… dan untuk mobil tuan, biar nanti saya suruh orang untuk menyimpannya…" Jawab orang tersebut dengan menunjuk ke arah sebuah bangunan restoran yang berada di samping mobil Viky berhenti.


Kemudian Viky turun dari mobilnya, di ikuti oleh Dewi yang duduk di kursi samping, Vanteko Ma dan Dadan Ling, serta si No 4 melihat Viky dan Dewi turun mereka juga ikut turun dari dalam mobil, dan berjalan menghampiri Viky.


"Silahkan Tuan…" Ucap si orang yang menghentikan mobil Viky, untuk dapat mengikutinya pergi masuk ke dalam restoran,


Viky dan yang lainnya berjalan mengikuti orang tersebut, Viky di bawa ke lantai 3 oleh orang tersebut, karena di lantai 3 rata-rata tempat yang ada di Siren Country adalah ruangan VVIP, namun jika tidak bertingkat, maka ruangan VVIP nya berada di bawah tanah.


"Silahkan Tuan…" Ucap orang tersebut setelah berada di sebuah pintu masuk, dan dia juga membukakan pintu tersebut.


Ruangan tersebut terlihat sangat berkelas dan sangat elegan, perpaduan dekorasi klasik dan moderen, serta di tengah-tengah ruangan tersebut ada sebuah meja besar dan sudah tersaji kan makanan di atasnya, sangat komplit bahwa ada juga beberapa botol anggur yang berkelas berada di tengah-tengah meja tersebut.


"Kamu beritahu orang yang berada di gerbang, jika ada kepala keluarga Long mencari aku, langsung antar dia ke sini…" Ucap Viky, sebelum dia melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Baik Tuan…" Jawab orang tersebut, setelah mendengar jawaban dari orang tersebut Viky berjalan masuk ke ruangan tersebut di ikuti oleh Dewi dan yang lainnya, dan mereka juga segera duduk di kursi meja yang sudah di penuhi oleh makanan, tapi semua orang hanya duduk diam dan melihat ke arah Viky, karena mereka tidak mau mendahului Viky untuk mengambil makanan.

__ADS_1


"Jika kalian sudah lapar, makan lah lebih dulu…" Ucap Viky dengan melihat ke arah semua orang, dia berkata seperti itu karena dia melihat bahwa semua orang hanya diam, dan dia yakin semua orang sedang menunggunya untuk memulai makan terlebih dulu.


"Apa kakak tidak mau makan…?" Ucap Vanteko Ma bertanya, dan dia juga tidak langsung mengambil makanan walau sudah di perintahkan oleh Viky untuk makan terlebih dulu.


"Mau… tapi nanti, aku ingin menunggu Igor Long terlebih dulu… tapi jika kalian sudah lapar makan lah terlebih dulu, jangan menunggu aku…" Jawab Viky.


"Nanti saja bareng bersama kakak, lagian aku juga belum terlalu lapar…" Jawab Vanteko Ma.


"Iya Lord… saya juga belum terlalu lapar jadi bisa menunggu sampai nanti orang yang Lord tunggu datang…" Timpal No 4.


"Jika semuanya tidak mau makan sekarang… bagaimana kalau kita minum anggur terlebih dulu…" Ucap Dewi memberikan sebuah solusi, di pikirannya dari pada mereka semua dia saja, lebih baik minum anggur terlebih dulu.


"Boleh… Tapi kamu jangan minum, jika kamu minum, kejadian yang semalam akan terulang lagi, dan kamu juga akan melewatkan latihan pertama yang akan aku berikan…" Jawab Viky, dan dia sedikit melarang Dewi untuk minum.


"Tidak mau… aku juga ingin minum, tapi hanya sedikit saja agar tidak seperti semalam lagi… boleh yah…?" Jawab Dewi dengan nada memohon serta sedikit manja kepada Viky.


"Terserah kamu saja, tapi jika seperti malam lagi, maka aku akan meninggalkan kamu di sini… atau aku akan membawa kamu ke hotel dan memakan kamu di sana…" Jawab Viky dengan sedikit mengancam kepada Dewi.


"Tok…"


"Tok…"


"Tok…" Ketika Viky akan menjawab kata-kata dari Dewi, terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu, setelah di persilahkan masuk oleh Viky, orang yang berada di balik pintu membuka pintu, dan berjalan ke arah Viky.


"Tuan… Taun Long sudah berada di depan dan menunggu perintah dari tuan, apa dia di persilahkan untuk masuk sekarang atau tidak…?" Ucap orang tersebut menyampaikan niat kedatangan dia datang ke ruangan Viky.


"Kamu ajak mereka datang ke sini, dan nanti ada 2 orang lagi yang akan mencari aku… kamu langsung saja bawa mereka ber 2 masuk ke sini…" Jawab Viky, dan memberitahukan kepada orang tersebut tentang ada 2 orang lagi yang akan mencari Viky di sini, yaitu si No 1 dan si No 3.


"Baik tuan… kalau begitu, saya ijin untuk memanggil tuan Long terlebih dulu… dan jika ada yang tuan perlukan aku berada tidak jauh dari pintu masuk…" Jawab orang tersebut.


"Baiklah… terima kasih…" Jawab Viky.

__ADS_1


kemudian orang tersebut berjalan pergi setelah mendengar jawaban dari Viky, dengan raut wajah yang bingung, atas kata-kata Viky yang terakhir, karena selama dia bekerja di sana, tidak pernah ada orang yang mempunyai status yang tinggi berkata seperti itu, yang ada mereka semua sangat sombong dan sangat arogan.


Setelah orang tersebut keluar dari ruangan Viky, tidak lama Igor Long dan Ovi Long berjalan memasuki rungan Viky.


"Tidak perlu basa-basi, langsung saja duduk di kursi kosong, karena aku pun tidak punya banyak waktu untuk berbasa-basi dan berkata hal yang tidak penting…" Ucap Viky menyuruh Igor Long untuk segera duduk di kursi dan memotong kata-kata yang akan keluar dari bibir Igor Long.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2