Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 112 Pengobatan Selesai


__ADS_3

Pengobatan Selesai


***Namun di saat jarum pertama di cabut, raut wajah Rere berubah dan keringat mulai keluar dari wajah cantiknya.***


Di saat Viky menarik jarum pertama, Viky mengalirkan sedikit energinya untuk merangsang urat yang di tusuk oleh jarum, dan untuk orang yang di alirkan energi tersebut akan merasakan sensasi seperti di setrum dan sedikit panas.


kemudian Jarum kedua, dan ketiga, dan seterusnya, Viky memalukan hal yang sama, setiap jarum yang tercabut raut wajah Rere semakin murung menahan sakit, dan juga raut wajah Viky semakin lama semain putih pucat akibat energi yang dia keluarkan cukup besar.


"Sudah Jarum yang ke 47 tinggal 3 Jarum yang tersisa… dan ini juga yang akan menentukan semuanya, dan ke 3 jarum ini ketika di cabut akan terasa lebih sakit dari sebelumnya… jadi kamu bisa menenangkan diri dulu…" Ucap Viky


Dan di tubuh Rere yang tersisa hanya 3 jarum saja, yang mana ke 3 jarum tersebut 2 di antaranya tertusuk di paha Rere, dan yang satu lagi terletak pada lima jari di bawah pusar.


"Huh… huh…" Rere tidak menjawab, dia hanya mengatur napas, karena dia dari tadi sudah sangat merasakan sakit, dan juga Viky tidak memberikan Rere sedikit celah untuk bernapas, atau beristirahat untuk sedikit memberikan celah agar bisa meringankan sakitnya.


Kemudian Viky berjalan ke arah meja dan mengambil kotak tisu yang ada di meja dan mengelap keringat di wajah serta tubuh Rere.


"Jadi sakit yang tadi itu bukan apa-apa di banding ketiga jarum terakhir ini…" Ucap Rere di saat dia sudah merasa sedikit tenang dan Melihat ke arah Viky yang sedang mengelap tubuhnya dengan tisu.


"Iya… dan juga hanya 2 jarum yang akan terasa sangat sakit…" Jawab Viky yang terus mengelap keringat di tubuh Rere, itu Viky lakukan karena Rere belum bisa bergerak, karena aliran darahnya terhenti oleh sisa tusukan ke 3 jarum.


"Kenapa hanya 2 jarum yang sakit…?" Tanya Rere dengan heran menatap ke arah Viky dan dengan posisi masih tidur.


"Karena 1 jarum terakhir akan berbeda efeknya… dan itu juga tergantung kamu, bisa mengontrolnya atau tidak…" Jawab Viky menjelaskan.


"Aku tidak mengerti maksud kamu…" Jawab Rere kembali dengan raut wajah bingung.


"Jadi apa kamu sudah siap…?" Tanga Viky, setelah dia selesai mengelap keringat di tubuh Rere.


"Sudah…" Jawab Rere kemudian dia menarik napas dalam-dalam.


Setelah mendengar jawaban dari Rere kemudian tangan Viky mulai menyentuh dan mengalirkan energi kepada jarum tersebut, dan energi yang di alirkan pun lebih besar dari sebelumnya.

__ADS_1


Setelah tangan Viky menyentuh jarum tersebut, perlahan raut wajah Rere kembali berubah, dan keringat pun mulai keluar kembali, baik itu dari wajah cantik Rere atau dari tubuh mulus Rere.


Karen menahan sakit, Rere menggertakkan giginya, dan juga tangan Rere memeras seprai kasur dengan sangat kuat dan sudah hampir robek.


Setelah beberapa detik Rere menahan sakit, akhirnya jarum pertama berhasil di cabut.


"Ah… huh… huh… huh…" Suara napas Rere yang sangat cepat dan tidak beraturan.


" Kamu atur napas dulu sebentar… kemudian akan aku lanjutkan kembali ke jarum yang ke dua…" Ucap Viky.


Raut wajah Viky terlihat sangat mengkhawatirkan Rere dan menatap kasihan kepada Rere, namun apa boleh buat, ini harus di lakukan demi kesembuhan Rere.


"Apa bisa beristirahat dulu sebentar… aku sangat kelelahan sekali akibat menahan rasa sakit barusan…" Jawab Rere dengan nada lemas dan pilu.


"Tidak bisa… jika itu terjadi, maka semuanya akan sia-sia… tapi untuk jarum yang terakhir bisa nanti setelah kamu merasa baikan…" Jawab Viky dengan pasti.


"Baiklah… tapi tunggu sebentar… aku ingin mengatur napas aku dulu…" Jawab Rere, walau terdengar dari nadanya ada terdengar rasa enggan.


Namun di saat Rere menarik napas yang pertama, Viky dengan cepat menyentuh jarum yang satu lagi, yan berada di paha Rere, dan mengalirkan energinya kembali.


Setelah Jarum kedua di cabut, tidak hanya keringat yang membasahi tubuh Rere, namun saat ini air mata pun mulai keluar dari matanya.


Proses yang kedua memang tidak memakan waktu yang lama, tapi sakit yang di rasakan 2 kali lebih sakit dari yang sebelumnya.


"Sudah Selesai… maaf untuk yang barusan… karena cara itu yang terbaik untuk kamu… aku tidak bisa lagi melihat kamu yang merasakan kesakitan…" Ucap Viky dengan mengusap rambut Rere dengan lembut.


Rere yang masih terbaring dengan lemas, dia menatap ke arah Viky, walau ada sedikit rasa kesal kepada Viky, tapi dari sorot mata Rere dia merasakan sebuah kehangatan kasih yang Viky berikan kepadanya.


"Tidak apa-apa… aku pun mengerti akan hal itu… dan juga kenapa wajah kamu terlihat sangat lelah dan sangat pucat sekali…?" Jawab Rere, kemudian dia bertanya karena melihat raut wajah Viky yang terlihat lelah dan sangat pucat.


"Karena proses ini sangat menguras energi aku, bahkan lebih dari setengah energi yang aku miliki terkuras… mungkin butuh waktu lebih dari 1 minggu untuk aku bisa pulih kembali secara total… "Jawab Viky.

__ADS_1


"Maafkan aku karena aku kamu menjadi seperti ini… tapi apa ada sesuatu yang bisa aku lakukan…? mungkin aku bisa bantu kamu agar bisa cepat pulih…" Jawab Rere dengan tangan yang mengusap lembut pipi Viky.


"Tidak apa… cukup kamu menyayangi aku dengan tulus itu pun sudah sangat membantu aku…" Jawab Viky.


"Kamu istirahat dulu saja… aku akan ke bawah bertemu dengan ayah, karena ada yang ingin aku bicarakan dengannya…" Ucap Viky kemudian menyelimuti tubuh Rere.


"Tapi ini bagaimana…" Tunjuk Rere ke salah satu Jarum yang masih tertancap di perutnya, dan menahan selimut yang akan menutupi perutnya.


"Jarum itu adalah jarum yang di buat khusus… jika tertutup oleh kain atau di tekan lebih kuat ke dalam, maka jarum tersebut bisa memendek sendiri…" Ucap Viky, kemudian dia mempraktekkan dengan cara menekan jarum tersebut dengan jarinya, dan memang jarum tersebut pun memendek setelah Viky tekan, dan ketika jari Viky di angkat jarum tersebut kembali seperti semula.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2