
Calon Nona Besar
Di depan sebuah gedung, terlihat seorang pria paruh baya tengah berdiri dan di temani dengan beberapa orang yang berada di sampingnya dengan umur yang tidak jauh berbeda dengan pria tersebut, namun raut wajahnya terlihat sangat tegang, dan orang-orang yang berada di sampingnya pun menunjukan raut wajah yang sama.
"Dimana Nayla…?" Ucap pria paruh baya tersebut dengan melihat ke arah orang yang ada di sampingnya dan bertanya kepada orang tersebut.
"Dia sedang berada di dalam bersama dengan orang yang akan menjadi penanggung jawab pembangunan sekolah nanti…" Jawab orang tersebut.
"Cepat kamu tanyakan kepada dia… kapan tuan besar akan datang… jangan membuat malu sekolah… jika sudah dekat kita harus bersiap untuk menyambut tuan besar…" Ucap pria paruh baya tersebut memberikan perintah kepada orang yang berada di sampingnya.
Kemudian orang tersebut berbalik pergi dari sana untuk menemui Nayla yang berada di dalam, tidak lama orang tersebut kembali tapi dia tidak kembali sendiri, dia di ikuti oleh 2 wanita cantik berjalan di belakangnya, 2 wanita tersebut adalah Rere dan Nayla.
"Nayla… kapan tuan besar akan datang…?" Ucap pria paruh baya tersebut bertanya kepada Nayla, dengan nada yang tidak sabar namun raut wajahnya terlihat sangat tegang, tapi maksud dari pria paruh baya tersebut adalah memerintahkan Nayla untuk menghubungi tuan besar dan bertanya langsung kepada tuan besar.
"Aku tidak tahu ketua komite… dan aku juga tidak berani bertanya kapan dia akan datang ke sini…" Jawab Nayla dengan memasang raut wajah yang rumit, karena dia sendiri belum mengetahui siapa sebenarnya tuan besar dari Octa Grup yang sebenarnya, walau pun tadi malam Viky mengaku sebagai tuan besar tapi dia masih sedikit ragu, karena dia belum mendapatkan jawaban yang lebih pasti dari Viky. saat di dalam dia juga sempat menanyakan kepada Rere tentang siapa tuan besar tersebut dan siapa Viky, namun Rere hanya menjawab, lihat saja nanti sendiri.
"Jadi kita harus bagai mana sekarang… apa kita harus menunggu di sini hingga tuan besar datang atau menunggunya di dalam…?" Ucap ketua komite kembali bertanya kepada Nayla, dia tidak menanyakan hal ini kepada Rere secara langsung karena dia merasa tidak enak, jika harus memerintah Rere untuk menanyakan kepada tuan besar kapan dia akan datang.
Ketika Nayla akan menjawab perkataan dari ketua komite, terlihat seorang penjaga keamanan berlari ke arah ketua komiter dan Nayla berada.
"Ketua komite… iringan mobil tuan besar sudah ada di depan gerbang sekolah…" Ucap si penjaga keamanan tersebut, setelah berada di dekat ketua komite dengan napas yang terengah-engah.
"Kenapa kamu pergi ke sini sendiri dan tidak memberikan jalan untuk iringan mobil tuan besar agar bisa masuk ke sini… kamu lihat semua orang saat ini menghalangi jalan masuk…" Jawab ketua komite dengan nada marah kepada si penjaga keamanan.
"Tugas untuk membuka jalan sudah di lakukan oleh yang lain… aku bertugas untuk memberitahukan kepada ketua komite bahwa tuan besar sudah sampai di sini…" Jawab si petugas keamanan, yang tidak mau di salahkan, karena mereka semua sudah berbagi tugas masing-masing.
"Yah sudah… kalau begitu kamu bantu yang lain untuk membuka jalan dan menyuruh orang-orang untuk ke pinggir sebentar dan memberikan jalan iringan mobil tuan besar…" Jawab ketua komiter memberikan perintah kepada si penjaga keamanan, setelah menerima perintah si penjaga keamanan segera berbalik dan pergi dari sana.
Setelah si penjaga keamanan pergi, ketua komite menjadi salah tingkah karena dia bingung harus melakukan apa untuk menyambut tuan besar, karena dia takut melakukan kesalahan dan membuat tuan besar merasa tersinggung oleh sikap dan perlakuannya.
"Ketua komite, ketua tenang saja… aku rasa tuan besar tidak sama seperti kebanyakan orang yang memiliki status yang tinggi, walau pun aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung…" Ucap Nayla mencoba menenangkan ketua komite.
"Apa kamu bisa menjamin dengan perkataan kamu itu…?" Jawab ketua komite dengan balik bertanya.
__ADS_1
"Aku yang menjaminnya…" Ucap Rere, memotong perkataan yang akan keluar dari Nayla.
"Baiklah… kalau Nona Rere yang mengatakan hal itu, aku bisa percaya, tapi jika Nayla yang mengatakannya aku sangat ragu…" Jawab ketua komiter dengan nada yang terlihat sedikit lega, namun raut wajahnya masih sangat tegang.
Kemudian Rere, Nayla dan ketua komite berserta yang lainnya berjalan ke arah iringan mobil Viky yang sudah berada di depan gedung.
Di saat yang bersamaan Viky keluar dari dalam mobilnya, dan kemudian berjalan ke arah Rere dengan di ikuti oleh Deky dan beberapa orang dengan berpakaian serta hitam serta mempunyai tubuh yang cukup besar dan berotot…
Kemudian mereka bertemu tepat di tengah-tengah antara mobil dan juga gedung, ketua komite sudah bisa menebak yang mana tuan besar dengan melihat posisi berjalannya, karena dia juga tahu dengan Deky, jadi sudah di pastikan bahwa orang yang berjalan di depan Deky adalah tuan Besar.
"Viky… ini adalah tuan Tedi… dia adalah ketua komite di sekolah ini… dan orang-orang yang ada di belakangnya adalah para guru yang mengajar di sini…" Ucap Rere dengan memperkenalkan ketua komite yang bernama Tedi dan para guru yang berada di belakang Tedi kepada Viky.
"Tuan Tedi… ini adalah Viky, dan orang yang berada di sampingnya mungkin tuan sudah tahu siapa dia, dia adalah Deky…" Lanjut Rere berkata dengan melihat ke arah Tedi atau ketua komite.
Namun setelah mendengar kalimat ke 2 dari Rere raut wajah Tedi terlihat sangat bingung, karena Rere memanggil Deky dengan sebutan nama… yang dia tahu di Kota Taraka ini, tidak ada yang berani memanggil tuan Deky dengan sebutan nama secara langsung, dan Rere juga berani memanggil orang yang berjalan di depan Deky yang mana orang tersebut dia pikir adalah tuan besar yang dia tunggu.
"Dan ini adalah calon istri aku… untuk namanya mungkin tidak perlu di perkenalkan lagi…" Ucap Viky dengan merangkul pundak Rere dan menariknya untuk bisa berada di dekat Viky, namun wajah Rere sedikit memerah karena malu, bukan malu karena Viky memperkenalkan dia sebagai calon istrinya, namun malu karena Viky menariknya untuk berada di dekapan Viky.
"Boomm…" Semua orang yang berada di situ sangat kaget setelah mendengar kata-kata dari Viky, karena apa yang Viky katakan secara tidak langsung mengatakan bahwa Rere adalah calon Nona besar yang sedang di bicarakan banyak orang, dan mereka semua bersikap biasa saja kepada Rere, tapi mereka bisa sedikit merasa lega karena tidak memperlakukan Rere dengan tidak baik.
Namun raut wajah semua orang langsung berubah menjadi bingung, karena semua orang tidak mengerti maksud dari kata-kata Nayla.
"Aku sebesar ini, apa kamu tidak bisa melihatnya…? dan apa yang aku katakan tadi malam kurang jelas…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit marah namun marahnya tersebut adalah sebuah candaan, tapi berbeda pandangan semua orang atas candaan marah dari Viky tersebut.
"Nayla… jaga sikap kamu…" Ucap Tedi, dengan sedikit melotot ke arah Nayla dan dengan nada yang sedikit di tekankan.
"Tuan besar… maafkan atas sikap Nayla ini, dia memang masih muda dan suka bersikap seenaknya sendiri, aku sebagai orang yang di titipkan dia oleh ayahnya… sudah sering menasehati dia agar bisa bersikap lebih sopan lagi, dan memperlihatkan sisi feminim seorang wanita…" Lanjut Tedi berkata buru-buru meminta maaf kepada Viky atas sikap Nayla yang kurang sopan.
"Jadi kamu adalah tuan besar dari Octa Grup yang di bicarakan semua orang…? kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal…? aku pikir tuan besar dari Octa Grup adalah seorang pria paruh baya…" Ucap Nayla dengan bertanya kembali, dan tidak mendengarkan kata-kata dari Tedi.
"Ada beberapa hal yang tidak bisa aku jelaskan kepada kamu… dan jika aku jelaskan kepada kamu pun, aku yakin kamu tidak akan bisa mengerti… namun yang jelas dan perlu kamu tahu, aku tidak berniat buruk karena tidak memberitahu kamu siapa aku yang sebenarnya…" Jawab Viky atas pertanyaan dari Nayla, dan Nayla hanya diam tidak menjawab kata-kata dari Viky karena dia sedang mencerna maksud dari kata-kata Viky tersebut, kemudian Viky berbalik dan melihat ke arah Tedi.
"Tuan Tedi… tuan tidak perlu marah seperti itu, aku tidak mempermasalahkan sikap Nayla karena aku sudah terbiasa dengan sikap Nayla yang seperti ini, dan aku juga lebih senang dengan orang memiliki karekter seperti Nayla, dia tidak berpura-pura untuk terlihat baik di mata orang lain, dan bersikap sebagaimana dia yang sebenarnya… dan Nayla juga adalah teman baik dari Rere, jadi aku rasa tidak perlu terlalu formal antara aku dan Nayla…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Tedi, dan menjelaskan tentang hubungan antara dia dan Nayla.
__ADS_1
"Aku sangat berterima kasih karena tuan Tedi sudah membentuk karakter yang baik seperti Nayla, dan hal ini yang menjadi alasan aku kenapa aku ingin membiayai pembangunan gedung sekolah ini dan bukan hanya itu saja, aku juga akan membiayai semua kebutuhan yang di butuhkan di sekolah ini namun dengan beberapa syarat yang akan kita bicarakan nanti di dalam… dan aku juga ingin tuan Tedi bisa melahirkan banyak Nayla-Nayla yang lainnya, yang akan menjadi penerus kita di masa depan…" Lanjut Viky berkata, dan menjelaskan kenapa dia mau membiayai semua kebutuhan sekolah.
"Maaf tuan besar… tuan besar terlalu memuji saya… Nayla ini memang dari dulu sudah mempunyai karakter yang baik, aku hanya sedikit mengarahkannya saja…" Jawab Tedi yang mana dia juga mengerti maksud dari perkataan Viky.
"Maaf tuan besar… gara-gara Nayla, aku sampai lupa mengajak tuan besar untuk masuk ke dalam… Mari tuan…" Lanjut Tedi, dengan menjual nama Nayla untuk menutupi kegugupannya, dan mempersilahkan Viky untuk masuk ke dalam gedung yang sudah di siapkan.
Kemudian mereka pun berjalan menuju ke dalam gedung yang sudah di siapkan oleh Tedi dan yang lainnya untuk menyambut kedatangan Viky.
#Maaf bukan author tidak mau up masih siang, tapi karena perut sedang kosong, jadi pikiran author suka sedikit mentok. mungkin di awal bulan nanti, author akan up seperti biasa lagi.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...