
Siapakah Dewi
Di saat Viky dan Vanteko Ma tengah mengobrol dan membicarakan tentang keluarga Long, tanpa terasa hari sudah menjelang sore,
"Kak… tadi sebelum aku ke sini… Dewi menelpon aku, dia bilang kakak memberikan sebuah kalung untuknya… apa benar itu kak…?" Ucap Vanteko Ma bertanya.
"Yah Benar… kenapa memangnya…?" Jawab Viky.
"Tidak apa-apa sih kak… aku hanya bertanya saja… tapi jika boleh jujur sih kak, aku dan orang-orang aku belum terlalu mengenal siapa Dewi ini, kami hanya bertemu dengan dia untuk berbisnis saja, selebihnya kamu tidak pernah berbaur karena dia sangat tertutup sekali tentang siapa dia, dan di keluarga besar yang berada di Kota Taraka, tidak ada generasi muda yang bernama Dewi…" Ucap Vanteko Ma.
"Aku mengerti ke khawatiran kamu… tadi ketika aku sedang makan bersama dia, aku tidak sengaja mengatakan tentang strategi perang, tapi dia menimpali kata-kata aku, dengan sorot mata yang berbeda dari biasanya, dia ini bisa di bilang seperti bunglon, setiap detik pasti berbeda sikap yang dia tampilkan… kamu harus sedikit berhati-hati sebelum kita mengetahui siapa Dewi yang sebenarnya…" Jawab Viky menjelaskan tetang pandangan Dewi menurut dia.
"Baik kak… aku juga dari awal sedikit menjaga jarak dengan dia, dan tidak terlalu terbuka semuanya kepada dia…" Jawab Vanteko Ma.
"Tapi kita jangan terlalu menaruh curiga kepada Dewi, karena kita juga belum tahu dengan maksud dari dia, namun kita juga harus berjaga-jaga takutnya dia ada niat jahat kepada kita… wajah dan sikap polos belum tentu memiliki arti baik, tapi tidak semuanya seperti itu, bahkan ada juga yang memang benar-benar baik…" Jawab Viky memberikan peringatan kepada Vanteko Ma.
"Iya sih kak… kita harus menyelidiki dulu, Dewi ini siapa dan dia berasal dari keluarga mana… jika salah bertindak, bisa-bisa nanti kita yang akan rugi sendiri…" Jawab Vanteko Ma.
"Yah… jika kita bertindak lebih, takutnya memang Dewi ini tidak berniat jahat kepada kita…" Jawab Viky.
"Tapi kak… jika memang benar kakak memberikan kalung tersebut kepada Dewi, lantas apa urusannya dia memberitahukannya kepada aku…?" Ucap Vanteko Ma, dengan nada yang sedikit bingung.
"Yah mana aku tahu kenapa dia memberitahu kamu… yang jelas aku memberikan dia kalung tersebut adalah hadiah dari aku karena dia sudah membantu menyelesaikan masalah aku…" Jawab Viky.
"Memang masalah apa yang dia bantu kak…? tapi dengan kemampuan kakak, aku yakin setiap masalah yang di hadapi oleh kakak pasti kakak bisa menemukan jalan keluarnya…" Tanya Vanteko Ma, dengan nada yang sangat heran.
"Untuk masalah lain mungkin aku bisa menyelesaikannya tapi masalah ini sangat berbeda, ini tentang kakak ipar kamu…" Jawab Viky.
__ADS_1
"Oh aku mengerti sekarang kak… memang ada apa dengan kakak ipar…? Jawab Vanteko Ma dengan sedikit mengerti.
"Jika aku ceritakan juga akan percuma, kamu tidak akan paham… hanya perempuan saja yang dapat mengerti dan tahu jalan keluar dari masalah itu…" Jawab Viky.
"Baiklah… baiklah… tidak apa-apa kakak tidak mau menceritakannya kepada aku… yang jelas, kalau untuk masalah perempuan aku sudah sangat berpengalaman… jadi kakak bisa berkonsultasi dengan aku untuk hal itu…" Jawab Vanteko Ma dengan percaya diri dan dengan menepuk-nepuk dadanya.
"Iya… iya… kakak percaya sama kamu… jika sudah berkonsultasi dengan kamu… aku dan kakak ipar kamu pasti akan berpisah…" Jawab Viky dengan sedikit meledek kepada Vanteko Ma.
"Heeemmm… tidak seperti itu juga sih kak… jika kakak mau bisa aku buktikan kok, biar kakak ipar semakin lengket sama kakak, bagaimana…? mau di coba…?" Jawab Vanteko Ma dengan menawarkan jasanya dan di akhir kalimat alisnya sedikit di naik turunkan.
"Tidak… tidak… bahaya jika kamu bertindak… tapi jika kamu tetap memaksa mau membantu kakak… coba kamu jawab bagaimana caranya mengendalikan perempuan yang sangat keras kepala…?" Ucap Viky menolak tawaran dari Vanteko Ma, namun karena dia tidak mau Vanteko Ma merasa tidak enak jadi dia bertanya hal lain yang masih bersangkutan dengan seorang perempuan.
"Mengendalikan bagaimana kak…? coba kakak jelaskan dulu masalah awalnya seperti apa dan hasil seperti apa yang kakak ingin kan…?" Ucap Vanteko Ma meminta penjelasan tentang masalah Viky.
"Ok… ok… kakak akan jelaskan semuanya kepada kamu…" kemudian Viky mulai menjelaskan kepada Vanteko Ma tentang masalah Antika Bilets, dari pimpinan 1 yang menjodohkan Viky dengan Antika, dan pertemuan Viky dengan antika di medan perang, serta pertemuan terakhir di taman.
"Kamu ini yah… kakak sudah menjelaskan panjang lebar masih saja tidak mengerti… kakak tahu pasti tidak akan betul kalau berbicara dengan kamu…" Jawab Viky dengan nada yang kesal kepada Vanteko Ma.
"He… he… he… aku hanya bercanda kak… tapi apa kakak ipar sudah mengetahui tentang hal ini…?" Ucap Vanteko Ma bertanya kembali.
"Kakak tidak tahu, dia sudah tahu atau belum tentang masalah ini, tapi yang jelas dia sudah pernah bertemu satu sama lain tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan… tadi ketika aku makan bersama Rere, Rere ingin aku menemui dia nanti malam setelah aku selesai dari kediaman keluarga Ling…" Jawab Viky.
"Baiklah… Menurut cerita dari kakak, sepertinya cukup sulit, mengingat dari mana dia berasal… tapi walau pun begitu wanita tetap lah wanita, hatinya pasti lah sangat lembut, untuk saran pertama dari aku, kakak temui dulu dia nanti malam kakak cari tahu dulu apa yang menjadi keinginan dia, jika tetap dia ingin kakak menikahi dia, kakak bicarakan semuanya dengan kakak ipar tentang masalah ini… dan kakak katakan kepada kakak ipar bahwa kakak tidak mau menikahi wanita yang bernama Antika ini…" Jawab Vanteko Ma menjelaskan kepada Viky tentang sarannya.
"Kakak rasa untuk saran yang ke 2 bukan jalan keluar yang baik… karena kakak ipar kamu, mengijinkan kakak untuk mempunyai wanita lebih dari satu…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit lemas.
"Jika kakak ipar mengijinkan kakak untuk mempunyai wanita lebih dari satu, apa susahnya yah kakak nikahi saja wanita yang bernama Antika ini, 2 istri lebih baik… apa lagi kalau bisa di tambah dengan Dewi… beuh mantap betul…" Jawab Vanteko Ma dan di kalimat terakhir dia mengacungkan jempolnya ke arah Viky.
__ADS_1
"aku ini bukan tipe laki-laki yang seperti kamu… yang tidak bisa cukup hanya dengan 1 perempuan…" Jawab Viky dengan nada yang kesal.
"Jika mereka mau… untuk apa kita menolaknya… selagi ada kesempatan bagus kita harus bisa manfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin, dan apa kakak lupa kakak yang katakan itu kepada aku dulu he…he…he…" Jawab Vanteko Ma dengan tersenyum ke arah Viky.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...