
Vice ***
"Aqila… kamu bisa percaya kepada aku, aku bisa menjadi jaminan untuk kamu, agar kamu aman, dan juga calon suamiku ini juga orang baik, jadi tidak akan melakukan hal itu…" Ucap Rere membela Viky sekaligus menyakinkan Aqila.
"Baiklah… jika kamu berkata seperti itu aku percaya sama kamu… kamu juga adalah teman terbaikku jadi tidak akan mungkin mencelakakan aku…" Jawab Aqila, yang sangat percaya kepada Rere.
Di saat mereka bertiga tengah asik mengobrol seorang pelayan menghampiri mereka bertiga dan berkata:
"Maaf Tuan… apa Tuan yang bernama Viky…" Ucap pelayan tersebut dengan sopan.
"Iya benar… saya yang bernama Viky…" Jawab Viky melihat ke arah si palayan.
"Baik… kalau begitu Tuan bisa ikut saya… tadi saya di perintahkan untuk menunggu Tuan dan mengantarkan Tuan ke ruangan VVIP karena Tian sudah di tunggu…" Jawab si pelayan dengan sopan dan mempersilahkan Viky untuk mengikutinya.
Kemudian mereka bertiga pun mengikuti si pelayan menuju ke salah satu ruangan khusus VVIP yang ada di hotel.
"Silahkan Tuan… saya hanya bisa mengantar sampai di sini…" Ucap si pelayan, setelah berada di depan pintu salah satu ruangan VVIP dan memperlihatkan Viky untuk masuk.
"Baik… Terima kasih…" Jawab Viky, kemudian dia membuka pintu ruangan tersebut.
Di dalam ruangan tersebut terlihat ada seorang laki-laki yang tengah duduk santai sambil menonton tv, laki-laki tersebut terlihat berpakaian sangat cantik dan juga nyentrik, di hiasi syal bulu-bulu lembut yang melingkar di lehernya. Laki-laki tersebut adalah Vice ***.
Kenapa Vice *** berpenampilan sangat nyentrik, karena fashion dan juga memang bisa di bilang sedikit ngondek atau laki-laki bergaya perempuan, entah karena apa tapi itu tidak lah penting
Ketika pintu terbuka, dia melihat ke arah pintu, setelah menyadari siapa yang datang dia bergegas pergi ke arah pintu untuk menyabut orang tersebut.
"Tuan… kenapa Tuan tidak memberikan kabar kepada aku, jika Tuan sudah berada di sini, aku bisa menjemput Tuan ke depan…" Ucap laki-laki tersebut dengan sopan, dan sambil nyosor untuk cipika-cipiki kepada Viky.
"Jika kamu berani berbuat seperti itu, aku akan segera pergi sekarang juga…" Ucap Viky sambil menghindar mundur satu langkah
"Jangan… katanya mau aku buatkan gaun pengantin…" Jawab Vice *** dengan memukul gemas kepada Viky.
Rere yang berada di samping Viky mengusap-usap perut nya dan berkata dalam hati "Amit-amit… amit-amit".
Namun berbeda dengan Aqila, dia diam mematung menatap ke arah Vice *** dengan rasa tidak percaya, serta mulut yang terbuka cukup lebar.
"Ini calon istriku… namanya Rere… kamu buatkan gaun yang bagus untuk acara pernikahan kita nanti, aku ingin gaun tersebut selesai dalam 1 minggu…" Ucap Viky kepada Vice *** tanpa basa-basi dan memperkenalkan Rere kepada Vice.
"Baik Tuan… tapi Mau temanya seperti apa Tuan…" Jawab Vice bertanya.
"Kamu urus saja semuanya aku tidak mengerti… dan ada satu hal lagi, ini teman istriku, dia fans berat kamu namanya adalah Aqila, kalian berdiskusi saja bertiga tentang masalah gaunnya seperti apa…" Jawab Viky kepada Vice.
__ADS_1
"Baik Tuan…" Jawab Vice
Setelah Viky selesai berkata dia pergi ke arah kursi untuk menunggu hasil diskusi gaun pernikahan dari 2 ½ wanita, karena Vice ½ wanita dan ½ lagi laki-laki.
"Mari Nyonya ikut saya ke ruangan lain…" Ucap Vice untuk membicarakan tetang gaun yang cocok untuk Nyonya…" Ucap Vice dengan sopan kepada Rere dan juga Aqila.
Rere pun berjalan mengikuti Vice dari belakang, tapi berbeda dengan Aqila, dia masih diam mematung di tempat awal.
"Aqila… ayo…" Ucap Rere setelah berjalan kembali ke depan Aqila dan menepuk pundak Aqila.
suara serta tepukan pada pundak Aqila dari Rere menyadarkan Aqila.
"Tuan Vice… Tuan Vice… apa benar ini adalah anda…Vice *** seorang Desainer baju profesinal dan sudah mendunia…" Ucap Aqila dengan sedikit histeris menatap ke arah Vice.
"Kalau bukan saya siapa lagi… aku adalah Vice ***, memang ada Vice *** yang lain di luar sana…" Jawab Vice, dengan sedikit kesal kepada Aqila.
Setelah mendengar jawaban yang pasti dari Vice, dengan sekali langkah Aqila dan dengan cepat Aqila memeluk Vice.
"Tuan Vice… aku sangat mengidolakan anda… anda adalah motivasi saya untuk menjadi seorang desainer profesinal seperti anda…" Ucap Aqila yang masih memeluk Vice.
"Iya… iya… baiklah… baiklah… tapi bisakah kamu melepaskan pelukan kamu ini dulu… aku merasa sesak…" Jawab Vice dengan sedikit kesal karena di peluk oleh Aqila.
"Maaf Tuan… karena saya sangat bahagia jadi saya tidak bisa mengontrol diri…" Jawab Aqila dengan sedikit menyesal, dan menundukkan kepalanya.
"Vice *** Tuan bukan Vice bool dengan Dua O tau pakai spasi…" Ucap Vice dengan sedikit kesal kepada Viky.
"Tapi Jika di peluk oleh Tuan sih aku mau-mau saja… bahkan akan menyambutnya dengan sukarela dan senang hati…" Ucap kembali Vice dengan tersenyum ke arah Viky.
"Jika kamu mau memeluk aku… kamu harus bertanya dulu dan meminta ijin dulu kepada calon istriku…" Jawab Viky dengan sedikit merinding membayangkan jika di peluk oleh Vice.
"Pastinya tidak akan di beri ijin…" Jawab Vice dengan lemas dan berjalan ke arah ruangan lain, di ikuti oleh Rere dan Aqila di belakangnya.
Setelah Vice, Rere dan juga Aqila sudah tidak berada di ruangan yang sama dengan Viky, tiba-tiba ponsel Viky berdering, Viky mengeluarkan ponselnya dan tertera sebuah panggilan masuk dari Citra.
"Ada apa lagi anak ini menelpon…" Gumam Viky menatap layar ponselnya.
"Viky… untuk acara makan malam, malam ini mau jadi atau tidak…" Ucap Citra dengan lembut setelah sambungan telpon tersambung.
"Makan malam yah…" Ucap Viky dengan sedikit berpikir apa yang harus dia lakukan nanti.
"Iya… bagaimana…? jika tidak mau yah sudah lah tidak apa-apa…" Jawab Citra di lain telpon.
__ADS_1
"Itu sih terserah kamu… jika kamu mau, kamu bisa pergi nanti malam ke Siren Country, dan bilang ingin bertemu dengan Aldo…" Jawab Viky, kepada Citra.
Kenapa Viky tidak menyuruh Citra ingin bertemu dengannya, karena jika itu terjadi maka Citra akan di usir oleh penjaga keamanan yang berada di Siren Country.
"Baiklah… nanti aku akan ke sana jam 8 malam… sampai ketemu nanti malam…" Jawab Citra dengan nada sedikit manja kepada Viky, Setelah berkata seperti itu Citra menutup telpon dari Viky.
"Huh…" Viky menarik napas berat setelah telpon dari Citra tertutup.
Kemudian Viky mengirim pesan kepada Aldo untuk memberi kabar bahwa nanti jam 8 malam akan ada seorang wanita bernama Citra yang akan bertemu dengannya, dan menyediakan sebuah tempat makan untuk Citra.
……
Viky menunggu cukup lama di ruangan tersebut, mungkin bukan hanya masalah gaun yang di bicarakan, tapi ada hal lain yang biasa ibu-ibu bicarakan seperti pagi hari saat membeli sayuran setiap pagi.(Bergosip Ria).
Viky sudah cukup kesal menunggu di ruangan tersebut bahkan sudah habis 1 bungkus rokok hanya untuk menunggu pembicaraan masalah gaun, Ketika Viky berdiri dan akan pergi keluar untuk mencari angin segar, namun dari dalam berjalan 3 orang dengan cekikikan dan saling bercanda satu sama lain.
*Author up 1 bab, karena bab yang satu lagi di tolak, mungkin karena ada hal yang bersifat fulgar, jadi besok author up 3 bab .
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...