
Keteguhan Hati
"Kenapa kamu terlihat bingung…?" Ucap Viky bertanya karena dia melihat raut wajah Iduy Tama yang bingung.
Iduy tama melihat ke arah Viky, kemudian dia menarik napas dalam-dalam.
"Dari awal aku tahu bahwa Salsa di jamin oleh Keluarga Latimore, tapi aku tidak mau di bilang bahwa aku memanfaatkan Salsa demi keuntungan pribadi aku, bukan sedikit orang yang mengatakan kepada aku, bahwa aku ini adalah orang terbodoh di dunia, namun aku berpacaran dengan Salsa bukan karena dia di jamin oleh Keluarga Latimore, tapi karena aku memang benar-benar menyayanginya, aku ingin membahagiakan Salsa dengan hasil dari kerja keras dan keringat aku sendiri… untuk masalah bil tagihan makan yang akan tuan bayarkan serta mobil yang akan tuan pinjamkan kepada saya untuk membawa Salsa ke acara reuninya, bukan saya bermaksud tidak sopan menolaknya, tapi karena aku tidak mau memanfaatkan situasi… jika di katakan dengan jujur, untuk sekarang secara materi aku memang belum mampu untuk memenuhi semua kebutuhan Salsa, tapi dengan berjalannya waktu, dan kerja keras aku, suatu saat nanti aku yakin, aku pasti bisa memenuhi semua kebutuhan Salsa…" Ucap Iduy Tama, dengan tegas tanpa ada keraguan sedikit pun dari nadanya, dan terlihat rasa canggung serta rasa takut yang ada di wajah serta sikapnya seketika hilang di saat Iduy mengatakan hal itu.
"Baguslah kalau kamu berpikiran seperti itu… dan kata-kata kamu juga bisa di buktikan dengan jabatan yang kamu pegang sekarang…" Jawab Viky dengan tersenyum ke arah Iduy tama.
"Aku menghargai prinsip hidup kamu… tapi untuk sekarang, karena aku yang menyuruh kamu, jadi kamu tidak punya pilihan lain… dan sebagai penghargaan dari aku, karena kamu bisa menahan ego kamu selama ini, aku akan memberikan hadiah rumah untuk kamu… tapi kamu jangan bilang bahwa rumah tersebut pemberian dari aku untuk Salsa… kamu katakan kepadanya bahwa rumah tersebut hasil dari kerja keras kamu selama ini…" Lanjut Viky berkata. setelah Viky mendengar ucapan dari Iduy tadi, hatinya sedikit tergerak, dan dia juga berpikir bahwa dia tidak akan bisa memaksa Salsa untuk bisa tinggal di rumahnya karena hal itu juga demi kebahagian Salsa, namun agar Salsa bisa tinggal di tempat yang layak, maka Viky hanya bisa memberikan jalan lewat Iduy.
"Terima kasih tuan… terima kasih banyak… aku berjanji akan selalu menjaga Salsa dengan baik, dan membuat dia selalu tersenyum bahagia…" Jawab Iduy Tama, dengan membungkukkan badannya ke arah Viky dan dengan nada yang sangat bahagia, karena dia tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan hadiah sebuah rumah, walau pun dia tidak tahu rumah seperti apa yang di berikan oleh Viky, namun hal itu tidak dia pedulikan, karena baginya sudah bisa mendapatkan sebuah rumah dengan cuma-cuma dan dengan status pekerjaan dia yang hanya seorang staf bisa saja hal itu adalah sesuatu kebahagian yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
"Kamu tidak perlu berterima kasih sampai seperti itu… jika kamu ingin membalas budi kepada aku, kamu bekerjalah dengan baik, kamu buktikan kepada Salsa bahwa Salsa tidak salah memilih laki-laki untuk menjadi pendamping hidupnya…" Ucap Viky dengan nada yang tegas, dan kata-katanya tersebut memiliki arti yang mengancam.
"Baik tuan… saya akan berkerja lebih giat lagi dan saya juga akan membuktikan kepada Salsa dan juga kepada semua orang bahwa Salsa tidak salah memilih saya untuk menjadi pendamping hidupnya…" Jawab Iduy Tama dengan percaya diri dan penuh semangat.
"Yah sudah, sekarang kamu pergilah, kasihan Salsa di bawah sudah menunggu terlalu lama… dan untuk mobilnya kamu bawa pulang saja dulu untuk malam ini, besok kamu bisa bawa sekalian kamu berangkat kerja…" Ucap Viky, yang mana dia sudah sedikit percaya kepada Iduy, bahwa Iduy tidak akan melakukan hal yang aneh jika di titipkan mobilnya kepada Iduy.
"Satu lagi, jika Salsa ingin pergi ke tempat lain atau membeli sesuatu, kamu turuti saja kemauannya… aku yakin dia tidak akan segan jika memintanya kepada kamu, dan kamu juga tidak usah memikirkan masalah keuangannya, kirimkan saja semuanya ke sini nanti…" Lanjut Viky berkata, dengan kedekatan Salsa dengan Iduy, Salsa pasti tidak akan segan untuk meminta sesuatu kepada Iduy, namun lain cerita kepada Viky, buktinya di saat membeli baju tadi, Salsa tampak sedikit segan untuk memilih baju yang dia inginkan.
"Baik tuan… kalau begitu saya ijin pergi terlebih dulu…" Ucap Iduy Tama setelah dia mengambil kunci mobil di atas meja, kemudian dia pergi dari ruangan tersebut setelah mendapatkan ijin dari Viky, Iduy Tama tidak bisa menolak lagi apa yang Viky katakan, jadi dia hanya bisa menuruti apa yang Viky perintahkan, karena apa yang Viky perintahkan bukanlah untuk dia, tapi untuk Salsa.
"Kent, persiapkan kendaraan dan hubungi Karev Zi, bahwa kita akan pergi berkunjung ke sana sekarang, bilang juga padanya jangan terlalu menyiapkan jamuan… dan satu lagi, kamu suruh orang untuk mengantar baju ke rumah Salsa jika bajunya sudah ada di loby…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Kent setelah Iduy pergi, Viky yakin Karev Zi akan menyiapkan jamuan yang istimewa untuk menyambut kedatangan Viky, oleh karena itu Viky tidak mau merepotkan Karev Zi, karena Viky datang dengan tiba-tiba dan dia juga punya tujuan lain.
__ADS_1
"Baik Kak…" Jawab Kent, kemudian dia pergi dari sana untuk melaksanakan perintah dari Viky.
Viky, Deky dan juga Dony, mereka mengobrol santai menunggu Kent selesai menyiapkan apa yang Viky perintahkan, sambil menikmati minuman yang ada di ruangan tersebut.
Beberapa menit kemudian Kent sudah kembali ke ruangan tersebut.
"Kak mobilnya sudah siap… aku juga sudah menghubungi Karev Zi, bahwa kakak akan datang ke sana… dan menyuruhnya untuk menyiapkan jamuan yang sederhana…" Ucap Kent setelah dia berada di dalam ruangan atau lebih tepatnya berada di depan Viky.
"Baiklah… kalau begitu kita berangkat sekarang…" Jawab Viky sambil berdiri dari atas kursinya, ikuti oleh Deky dan juga Dony yang ikut berdiri dari tempat duduk mereka masing-masing.
Kemudian mereka ber 4 pergi dari ruangan tersebut menuju ke bawah gedung Widya Grup, menggunakan lift khusus.
"Kent… apa baju dari tokok yang aku beli tadi untuk salsa sudah sampai…?" Ucap Viky bertanya di saat mereka semua sedang berada di dalam lift.
"Baguslah kalau begitu…" Jawab Viky, sambil berjalan keluar dari dalam lift, karena pintu lift sudah terbuka, menandakan bahwa mereka sudah berada di lantai paling bawah gedung Widya Grup.
Di depan pintu keluar Widya Grup, sudah berbaris dengan rapih beberapa mobil mewah berwarna hitam, serta ada sekitar 4 orang yang berdiri di dekat masing-masing mobil tersebut, dengan mengenakan stelan serba hitam dan dengan postur tubuh yang cukup besar dan juga terlihat kekar.
Viky tidak banyak bicara lagi, karena dia juga sudah sedikit terbiasa dengan hal seperti ini, walau pun orang-orang yang berdiri di dekat mobil tersebut tidak akan terlalu membantu jika terjadi sesuatu.
Viky naik ke dalam mobil yang di tunjuk oleh Kent, di ikuti oleh Deky yang masuk ke dalam mobil yang sama, namun untuk Kent dan juga Dony, mereka ber 2 pergi menaiki mobil yang berbeda.
5 mobil mewah pergi meninggalkan gedung Widya Grup dengan beriringan serta dengan kecepatan yang stabil, pergi menuju ke arah bagian selatan kota Yako.
#Maaf Author baru bisa up lagi, karena kemarin hp author eror, jadi tidak bisa nulis.
__ADS_1
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1