
Keluarga Ling
Ketika Dadan Ling akan bertindak untuk memukul Viky, Dia melihat ke arah Deky yang bergegas berlari ke arahnya.
"Tuan Deky… saya adalah… " Ucap Dadan Ling dengan sangat sopan kepada Deky, tapi belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, Deky berjalan melewatinya dan pergi ke arah Viky.
"Tuan besar saya mohon maaf… saya datang terlambat… karena sedang mempersiapkan acara nanti malam…" Ucap Deky dengan menundukkan kepalanya ke arah Viky.
"Tidak apa-apa… aku pun belum lama sampai di sini…" Ucap Viky dengan santai menanggapi Deky.
Dadan Ling di saat ini tubuhnya gemetar ketakutan, melihat apa yang terjadi di depan matanya, ternyata orang yang dia hina tadi bahkan statusnya lebih tinggi dari Deky, untuk Deky seorang saja statusnya sudah berada di atas keluarga Ling, apa lagi sekarang orang yang berada di atas Deky.
Ling berharap orang yang berada di depannya tidak mempermasalahkan ucapan dia yang tadi, dan dengan inisiatif dia menghampiri Viky dan berkata:
"Tu-Tuan… Tuan Besar… Un-untuk masalah tadi saya harap Tuan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan me maafkan saya… mungkin ada kesalahpahaman di sini…" Ucap Dadan dengan tergagap karena takut salah berbicara, di punggungnya sekarang sudah basah karena keringat.
"Kesalahpahaman…?" Ucap Viky dengan datar menatap ke arah Dadan ling.
"Aku ingin tahu seberapa kuat kah keluarga Ling…" Lanjut Viky dengan nada mengejek kepada Dadan.
"Tidak…tidak… tidak tuan… keluarga Ling kami tidak mempunyai kemampuan apa pun… keluarga kami adalah keluarga kecil…" Ucap Dadan dengan ketakutan, dia tahu bahwa identitas Viky tidak lah sembarangan, untung saja tadi dia tidak terlalu arogan terhadap Viky, kalau tidak mungkin dia akan habis.
"Kamu dari keluarga Ling sungguh berani… apa kamu ingin…" Belum selesai Deky berkata Viky melambaikan tangannya, mengisyaratkan Deky untuk tidak ikut campur.
Viky melihat ke arah penjaga tersebut dan berkata: "Aku akan menganggap masalah ini selesai… tapi dengan satu syarat… kamu harus bersujud minta maaf kepada dia…" Tunjuk Viky kepada penjaga keamanan.
Penjaga keamanan hanya berdiam diri tadi tadi, karena dia masih syok bahwa orang yang akan dia usir tadi, identitasnya tidak sederhana, bahkan Deky yang orang yang sangat penting di Siren Country menundukkan kepalanya, Penjaga tersebut berjalan ke arah Viky.
"Bruk…"
Tanpa aba-aba dan tidak ada yang mengintruksikan dia, dengan ini inisiatif dia berlutut di hadapan Viky dan Berkata:
"Tuan… tolong maafkan saya… saya yang tidak punya mata untuk melihat semua ini…" Ucap penjaga tersebut dengan air mata yang mulai keluar dari matanya.
"Kamu berdirilah… kamu sudah menjalankan tugas dengan sangat baik…" Ucap Viky menatap ke arah penjaga yang masih berlutut.
"Terima kasih tuan… terima kasih banyak…" Ucap Penjaga tersebut tidak henti-hentinya berterima kasih kepada Viky, dia ingat kejadian tempo hari, 2 orang penjaga yang menghilang tanpa jejak sampai sekarang, setelah mengusir orang penting, dia berpikir bahwa orang penting tersebut adalah orang yang berada di depannya.
__ADS_1
Viky melirik lagi ke arah Dadan, dia ingin tahu sekarang Dadan akan berbuat apa, setelah semuanya seperti ini, dan Tapi tanpa pikir panjang Dadan berlutut di depan penjaga tersebut dan meminta maaf kepada penjaga tersebut.
Setelah penjaga tersebut memaafkannya dia bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut, tapi di hentikan oleh Viky.
"Jika kamu mempunyai dendam, aku siap menunggu kapan pun kamu siap untuk membalaskan dendam ini…" Ucap Viky dengan datar.
"Tidak… tidak Tuan… saya tidak berani… saya dapat berjanji tidak akan membicarakan masalah ini kepada siapa pun…" Jawab Dadan dengan sangat ketakutan.
Setelah Dadan pergi, Viky melihat ke arah penjaga tersebut dan berkata:
"Jika kamu masih ingin bekerja di sini… kamu harus bertindak tegas tapi tetap harus sopan… aku tidak ingin orang-orang yang bekerja di bawahku ditindas oleh orang lain…"
"Baik tuan… terima kasih tuan sudah memaafkan saya dan memberikan arahan kepada saya secara langsung… kata-kata dari tuan akan selalu saya ingat…" Jawab penjaga tersebut dengan hati yang bahagia, karena mendapat pujian dari Viky.
"Heemm…" Viky menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Viky melirik ke arah Deky, saat dia ingin mengucapkan sesuatu kepada Deky, Deky sudah berkata terlebih dulu.
"Tuan Besar kenapa anda tidak memberitahu saya… jika tuan akan datang berkunjung… aku bisa mempersiapkan segalanya…" Ucap Deky.
"Ini bukan ke ingan aku untuk datang ke sini… tapi karena seseorang yang mengajak aku untuk datang ke sini dan ingin makam di Siren Country…" Jawab Viky, dengan tangan menunjuk ke arah mobil.
Kemudian Rere berjalan keluar dari mobil dan menghampiri Viky dan Deky yang sedang mengobrol.
Deky terdiam setelah mendengar kalimat yang Rere ucapkan, Dia sangat kaget atas ucapan dari Rere karena memanggil Viky secara langsung… Deky melirik ke arah Viky, karena dia takut salah menjawab ucapan dari Rere.
Viky tidak menjawab atau memberi kode apa pun kepada Deky, karena Viky pikir Rere lambat laun harus tahu siapa dia yang sebenarnya, jadi biarlah Deky akan menjawab seperti apa ucapan dari Rere.
"Saya Deky penanggung jawab di sini… senang berkenalan dengan Nona Rere… Jika Nona memerlukan bantuan dari saha di masa depan, Nona jangan sungkan untuk meminta kepada saya…" Ucap Deky dengan hati-hati.
Deky tahu apa yang harus dia lakukan, karena selama ini banyak perempuan yang mendekati Viky karena melihat status Viky.
"Sungguh polosnya wanita yang berada di depan aku sekarang ini, seberapa dekat kah dia dengan tuan besar sehingga dia berani memangil Viky secara langsung, dan wanita ini sungguh sangat sopan, tapi jika dia tahu dengan identitas Viky yang sebenarnya apa dia akan tetap seperti itu atau akan berubah… aku ingin tahu apa yang akan terjadi kepada wanita ini di masa depan setelah mengetahui semuanya…" Gumam Deky yang melihat ke arah Rere dengan tersenyum ramah.
"Nona… Tuan… mari ikut saya… saya sudah menyiapkan sebuah ruangan untuk kalian berdua makan…" Ucap Deky dengan merubah sedikit panggilan kepada Viky
"Baiklah… aku juga sudah sangat lapar setelah…" belum selesai Viky mengucapkan kalimatnya dia merasakan sebuah tatapan yang tajam dari arah Rere.
"Setelah perjalanan yang melelahkan ini…"Sambung Viky yang kemudian berjalan mengikuti Deky.
__ADS_1
Tapi ketika Viky dan Deky berjalan 2 sampai 3 langkah dia melihat ke arah Rere yang masih terdiam di tempat semula.
"Kenapa kamu masih diam saja di situ…" Ucap Viky dengan polosnya kepada Rere.
Rere tidak menjawab, tapi dia menyodorkannya tangannya ke arah Viky. Viky adalah laki-laki yang kurang peka terhadap wanita, di pun kebingungan maksud dan tujuan Rere yang melakukan hal tersebut.
"Kamu itu benar-benar polos atau memang kurang peka…" Ucap Rere dengan cemberut.
kemudian dia berjalan ke arah Viky dan merangkul tangan Viky. Viky yang melihat sikap Rere yang seperti itu hanya diam dan mengikuti dengan apa yang Rere mau.
kemudian mereka bertiga pun pergi ke salah satu ruangan yang telah Deky siapkan.
*bingung ngasih judul, jadi asal aja lah hehehe
up 1 Bab sudah pasti di jam 18.00 dan untuk bab selanjutnya gimana beres nulisnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...