
Sebuah Penyesalan
"Lisa… tadi kamu bilang bahwa Keluarga Latimore bukan menculik kamu… tapi mereka menyelamatkan kamu… bisa kamu jelaskan kepada kakak apa yang sebenarnya terjadi…?" Ucap Viky bertanya kepada Lisa, sambil berjalan mengikuti Jibsen.
"Jadi begini kak… tapi kakak masih ingatkan dengan Sukmadi teman aku dulu yang sering main ke rumah…" Ucap Lisa dengan balik bertanya kepada Viky, namun Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, karena dia sebelum ke sini pun sudah bertemu dengan Sukmadi, jadi bagaimana dia bisa tidak ingat Sukmadi.
Kemudian Lisa mulai menceritakan kepada Viky apa yang sebenarnya terjadi antara dia, Sukmadi dan juga Keluarga Latimore.
"Awalnya aku berniat belajar bersama dengan Sukmadi dan teman-temannya di sebuah Villa… Namun ketika aku ke sana, di dalam Villa tersebut hanya ada Sukmadi saja… dia bilang bahwa teman-temannya belum datang… kemudian dia memberikan aku minuman, dan juga makanan ringan…"
"Cukup lama aku menunggu namun teman-teman dari Sukmadi belum juga datang, karena aku ada mata kuliah, jadi aku berniat untuk pergi ke kampus, namun ketika aku ingin pergi dari sana, Sukmadi mengunci pintu keluar dan mulai bersikap tidak sopan kepada aku, karena aku tidak nyaman di perlakukan seperti itu, aku berteriak minta tolong, supir yang menunggu di depan Villa mungkin mendengar aku minta tolong, dia pun bergegas masuk ke dalam dan mendobrak pintu masuk yang di kunci, ketika si supir berhasil mendobrak pintu, dia di setrum oleh Sukmadi, dan akhirnya pingsan…
"Aku pun terus berteriak meminta tolong, siapa tau ada yang bisa mendengar suara teriakan aku… tidak lama dari situ, ada beberapa orang masuk ke dalam Villa dengan memakai baju serba hitam dan juga mempunyai badan yang cukup kekar, awalnya aku sangat takut melihat mereka, tapi ketika aku melihat ada seorang perempuan yang seumuran dengan aku berjalan dari belakang orang-orang tersebut, aku merasa sedikit bisa lebih tenang…"
"Perempuan tersebut memerintahkan orang-orang yang bertubuh kekar tersebut untuk menghajar Sukmadi, ketika orang-orang tersebut menghajar Sukmadi, perempuan tersebut mengajak aku pergi dari sana… dan dia bilang kepada aku untuk tidak takut karena aku dan dia masih satu keluarga, namun ketika aku akan pergi dari sana supir pun tersadar, dia tidak memperbolehkan aku pergi dengan orang yang tidak di kenal, singkatnya, supir pun berkelahi dengan orang-orang dari perempuan tersebut, karena kalah jumlah, supir pun di kalahkan dengan mudah, ketika perkelahian antara supir dan orang-orang dari perempuan yang menyelamatkan aku, Sukmadi melarikan diri…"
"Perempuan yang menyelamatkan aku, kemudian dia memerintahkan orang-orangnya untuk mengejar Sukmadi…"
"Awalnya aku tidak mau di ajak oleh perempuan tersebut, namun dia bilang bahwa perempuan tersebut adalah anak dari adik ibu, aku tidak bisa percaya begitu saja, tapi yang membuat aku percaya dan ikut dengan perempuan tersebut adalah, bahwa perempuan tersebut tahu nama ayah dan juga ibu serta memperlihatkan sebuah foto pernikahan, yaitu pernikahan antara ayah dan juga ibu, akhirnya aku itu dengan perempuan tersebut dengan syarat sopir aku di kirim ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan, dan akhirnya aku di bawa ke sini… dan di sinilah aku sekarang…" Lanjut Lisa menjelaskan secara singkat kepada Viky apa yang terjadi kepada Lisa sebelum dia datang ke sini.
Namun raut wajah Viky terlihat sangat kesal setelah mendengar cerita dari Lisa, dan tanpa dia sadari aura dari dalam tubuhnya sedikit keluar dan Viky juga menatap tajam ke arah punggung dari Jibsen.
"Kak… aku tahu bahwa kakak sangat marah sekali, aku pun juga sama, tapi masalah yang saat ini kita hadapi bukan hal itu, jadi bisakah kakak mengontrol diri terlebih dulu untuk sekarang, coba kakak lihat Lisa, dia terlihat sangat tertekan akibat merasakan aura kakak… dan bukan hanya itu saja tapi kita juga belum mendapatkan informasi tentang kebenaran yang terjadi dengan keluarga kakak…" Ucap Vanteko Ma dengan menepuk pundak Viky karena dia melihat aura dari tubuh Viky keluar secara drastis dan hal itu juga terjadi di saat Viky tahu bahwa Lisa telah di culik, dan hal itu pun menyadarkan Viky, dari emosi yang tidak terkontrol, karena jika emosi dari Viky tidak terkontrol lagi, sudah jelas bahwa Keluarga Latimore pasti akan musnah, dan mungkin hal itu juga akan menjadi sebuah penyesalan di kemudian hari.
__ADS_1
Kenapa Vanteko Ma tidak melindungi Lisa dengan energinya tapi malah menyadarkan Viky untuk mengontrol diri, karena dia berpikir bahwa masalah Sukmadi adalah masalah yang berbeda dengan Keluarga Latimore, dan juga Sukmadi saat ini tidak berada di sana, jadi semarah apa pun tidak akan bisa memuaskan emosinya, dan juga Vanteko Ma berpikir takut nanti di dalam setelah mendengar penjelasan dari Keluarga Latimore, emosi Viky lebih tidak terkontrol lagi, oleh karena itu dia menyimpan energinya untuk saat itu, untuk melindungi Lisa dari tekanan aura dan juga energi yang keluar dari tubuh Viky.
"Terima Kasih Teko… ternyata kamu cukup berguna juga, tidak sia-sia aku mengajak kamu ikut…" Jawab Viky dengan menenangkan emosinya dengan sedikit bercanda kepada Vanteko Ma.
"Kita adalah satu keluarga… jadi sudah semestinya kita saling mengingatkan satu sama lain… aku tahu bagaimana perasaan kakak… jika ada orang yang menyakiti orang yang kita sayang, apa pun pasti kita lakukan, termasuk menukar nyawa kita demi orang yang kita sayang…" Jawab Vanteko Ma dengan serius menanggapi perkataan dari Viky.
"Yah memang benar apa yang kamu katakan itu… oleh karena itu aku tidak mempermasalahkan lebih jauh atas kesalahan dari Cipto Ma karena aku melihat kamu sebagai keluarga aku dan mengembalikan hukuman apa yang pantas untuk Cipto Ma kepada keluarga Ma, namun aku mengambil keputusan agar kamu menjadi kepala keluarga Ma, adalah karena jika keluarga Ma di pegang oleh Cipto Ma, lambat laun keluarga Ma akan hancur di tangannya…" Jawab Viky.
Vanteko Ma menundukkan kepalanya setelah mendengar kata-kata dari Viky, karena dia masih merasa bersalah atas sikap kakaknya atau Cipto Ma kepada Viky.
"Yang sudah berlalu, biarlah berlalu, namun kita harus bisa mengambil sebuah pelajaran dari apa yang sudah terjadi, setiap orang pasti pernah membuat suatu kesalahan, baik itu kesalahan kecil atau kesalahan besar, termasuk aku, aku pun pernah membuat suatu kesalahan yang bisa di bilang cukup besar, karena menyangkut sebuah perasaan… menurut aku, belum terlambat untuk bisa merubah sikap Cipto Ma, jika dia mau merubah sikapnya untuk menjadi orang yang lebih baik, apa salahnya jika dia ikut bergabung dengan kamu, dia bisa membantu kamu dalam menangani pekerjaan kamu…" Lanjut Viky berkata karena dia melihat bahwa Vanteko Ma masih marasa tidak enak atas sikap yang di lakukan oleh Cipto Ma kepadanya.
"Terima kasih kak… aku rasa kak Cipto pasti senang mendengar kabar ini… eh tapi tunggu…Menyangkut sebuah perasaan…? memangnya perasaan siapa kak…? dan kesalahan apa yang pernah kakak lakukan, kenapa bisa jadi menyangkut sebuah perasaan…?" Jawab Vanteko Ma, dengan raut wajah yang kembali seperti semula, namun raut wajahnya berubah bingung setelah dia sadar tentang kesalahan yang pernah Viky lakukan, namun menyangkut sebuah perasaan.
Viky sedikit menyesali dengan sikapnya yang dulu tidak berani mengambil keputusan untuk menyatakan perasaannya kepada Reva Votre, bukan karena dia menyesal telah memilih Rere, namun jika dia dulu bersama dengan Reva, mungkin ayahnya pasti masih hidup, karena ayahnya pasti mendapatkan perlindungan dari keluarga Votre di saat ada masalah dengan keluarga Handoko, dan mungkin bisa jadi ayahnya tidak akan pernah berurusan dengan keluarga Handoko, karena untuk masalah pekerjaan, ayahnya bisa masuk ke dalam perusahaan yang di kelola oleh keluarga Votre.
Vanteko Ma hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia cukup mengerti maksud dari kata-kata Viky, walau pun dia tidak tahu siapa wanita yang Viky maksud, tapi dia sedikit mengerti setelah mendengar kata keluarga Handoko, karena dia juga kembali ke kota Taraka, karena keluarga Handoko di musnahkan dalam satu malam, dan ketika itu terjadi Vanteko Ma juga sempat menyelidiki kenapa keluarga Handoko di musnahkan, dan yang dia dapatkan adalah bahwa keluarga Handoko telah menyinggung orang besar, oleh karena itu dia takut jika kakaknya yang sedikit arogan berurusan atau menyinggung orang besar yang memusnahkan keluarga Handoko, namun ketika dia bertemu dengan Viky, dan menyelidiki masalah tersebut lebih dalam, dia menemukan sesuatu yang mengejutkan, karena orang yang memusnahkan keluarga Handoko adalah Viky, dan alasannya adalah karena anak dari kepala keluarga Handoko telah membunuh ayah Viky.
"Aku tahu, penyesalan kakak yang sebenarnya bukan masalah karena kakak tidak mengatakan perasaan kakak kepada wanita yang kakak maksud, namun karena ada hal lain yang terjadi, akibat dari kakak tidak mengatakan perasaan kakak tersebut, aku tidak akan mengatakan secara rinci atas apa yang terjadi, karena aku takut membuka kembali luka kakak yang mungkin sudah sedikit membaik…" Ucap Vanteko Ma.
"Baguslah jika kamu sudah mengerti apa yang aku maksud… karena satu keputusan yang salah, mungkin akan berakibat fatal di kemudian hari… oleh karena itu, pikirkanlah secara baik-baik jika kita akan mengambil sebuah keputusan…" Jawab Viky, dengan sedikit tersenyum dan ada sedikit perasaan lega di hati Viky, karena Vanteko Ma sudah mengerti atas apa yang dia maksud, dan hal itu juga membuktikan bahwa pemikiran Vanteko Ma sudah lebih dewasa, walau pun sikapnya kadang-kadang masih seperti seorang anak kecil, yang suka membuat Viky sedikit jengkel kepada Vanteko Ma.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1