
Salah Mengartikan, Menjadikan Sebuah Kerugian
"Bisa di bilang Rere adalah orang yang berpengaruh di Octa Grup… jadi jika orang yang bernama Yu Jin ini, ingin terus bisa bekerja sama dengan Octa Grup, akan lebih baik dia menjalin hubungan baik dengan Rere…" Jawab Viky dengan raut wajah yang sedikit bingung karena dia tidak tahu harus menjelaskannya dari mana kepada Aqila, jadi dia hanya menjelaskan bahwa Rere adalah orang berpengaruh di Octa Grup saja, untuk selebihnya biarkan Aqila tahu dengan sendirinya siapa Viky dan siapa Rere.
"Oh seperti itu… jadi isu bahwa tuan besar yang akan menikah di Loka Center pada akhir bulan itu bukan tuan besarnya sendiri, tapi Rere yang meminjam nama tuan besar untuk bisa membuat acara di sana…" Jawab Aqila dengan mengatakan pemikirannya.
"Apa itu benar Rere…?" Timpal Nayla yang juga memiliki pemikiran yang sama dengan Aqila, karena Viky adalah calon suami dari Rere dan dia pikiran dia bahwa Viky bukanlah tuan besar dari Octa Grup yang misterius.
"Kalian tanyakan saja sendiri sama Viky…" Jawab Rere yang melemparkan pertanyaan dari Nayla. sontak ke 2 orang tersebut berbalik melihat ke arah Viky dengan raut wajah yang meminta jawaban dari Viky.
"Jika kalian ber 2 sangat ingin tahu… maka datanglah besok ke sekolahan tempat Nayla mengajar… karena tuan besar dari Octa Grup yang ingin kalian tahu siapa dia sebenarnya akan datang ke sana besok…" Jawab Viky dengan tidak memberikan jawaban pasti kepada mereka ber 2 tapi memberikan jalan untuk mereka agar dapat mengetahuinya sendiri, karena di pikiran Viky, dia tidak mau di bilang sombong jika dia mengaku dengan sendiri tanpa ada sebab untuk dia mengakui siapa dia sebenarnya.
"Tapi aku tidak bisa pergi ke sana besok… karena tuan Vice Bold meminta aku untuk bisa bertemu dengannya besok… jadi katakan saja semuanya sekarang…" Jawab Aqila dengan nada yang lemas serta kesal, karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Viky.
"Kalau begitu kamu tanyakan saja kepada Vice Bold siapa aku dan siapa tuan besar dari Octa Grup yang kamu maksud… aku pikir dia pasti tahu dan akan memberikan jawaban yang kamu inginkan…" Jawab Viky, dengan santai. sambil berdiri dari kursinya, karena dia melihat sekeliling sudah tidak ada siapa-siapa lagi di ruangan tersebut.
Nayla, pun hanya bisa menelan rasa penasaran di dalam dirinya, dan menunggu sampai hari esok di saat Viky akan berkunjung ke sekolahnya.
"Lihatlah sekeliling… semua orang sudah berpindah tempat ke luar… Kita akan ikut bergabung dengan mereka atau kita akan mencari tempat makan lain… aku merasa perutku sudah lapar…" Lanjut Viky bertanya kepada ke 3 perempuan yang ada di depannya.
"Aku akan ikut bergabung dengan yang lain di luar… jarang-jarang aku bisa berkumpul dengan semua teman-teman aku…" Ucap Aqila, sambil berdiri dari kursinya
"Yah aku juga akan ikut bergabung… sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan mereka semenjak terakhir berpisah di sekolah dulu…" Timpal Nayla sambil berdiri mengikuti Aqila.
__ADS_1
"Kalau aku sih ikut kalian ber 2 saja… karena jika ada kalian ber 2, di sana pasti ada aku…" Jawab Rere sambil berdiri dan tersenyum ke arah ke 2 teman baiknya tersebut.
"Jika ada kalian ber 2, maka pasti ada aku di sana…" Jawab Nayla dan Aqila dengan sangat kompak. yang mana mereka ber 2 mengerti maksud dari kalimat terakhir yang keluarga dari Rere, Kalimat tersebut adalah sebuah selogan yang mereka buat di saat mereka masuk berada di bangku sekolah.
Kemudian mereka ber 3 pun pergi dari ruangan tersebut dengan posisi Viky berjalan paling depan dan Rere berada di sampingnya sambil memeluk pengan Viky, Nayla dan Aqila berjalan di belakangnya.
"Viky… karena mereka salah mengartikan tanggal pernikahan kita… Jadi menurut kamu, aku harus bagaimana, agar mereka bisa datang ke acara pernikahan aku…" Ucap Rere bertanya, di saat berjalan keluar dari ruangan tersebut, namun dari nadanya terdengar ada sedikit ke khawatiran.
"Mereka semua pasti akan datang ke acara pernikahan kita… tapi hanya bisa melihat dari jauh saja, harusnya mereka bersyukur karena telah di undang oleh kamu secara langsung, jika mereka bisa sedikit mendengarkan kamu tadi, mereka pasti akan mendapatkan tempat yang bagus nanti di hari pernikahan kita… dan untuk sekarang kita biarkan saja mereka seperti itu, toh mereka yang mau, bukan kita… yang pasti adalah kamu sudah mau mengundang mereka, jadi mereka tidak akan bisa menyalahkan kamu nanti…" Jawab Viky, mencoba menenangkan Rere agar Rere tidak perlu khawatir akan masalah teman-temannya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mendengarkan kamu kali ini… tapi apa mungkin setelah pernikahan kita, mereka masih mengundang aku di saat ada acara reuni seperti ini…?" Ucap Rere kembali bertanya kepada Viky.
"He… he… he… Rere… Rere… setelah kamu resmi menjadi istri aku, bukan hanya mereka saja yang akan mengundang kamu untuk bisa hadir di sebuah acara… bukan hanya orang-orang yang ada di Kota Taraka saja melainkan bahkan orang-orang yang mempunyai pengaruh di Montana saja akan berlomba-lomba untuk dapat mengundang kamu untuk bisa menghadiri acara mereka… jadi kamu tenang saja…" Jawab Viky dengan tersenyum kepada Rere yang ada di sampingnya.
Rere hanya terdiam tidak menjawab pernyataan dari Viky, namun dia mencoba mencerna kata-kata dari Viky, tentang apa maksudnya bahwa orang-orang yang berpengaruh yang ada di Montana akan berlomba-lomba untuk bisa mengundang hadir di acara mereka, di pikirannya kalau untuk orang-orang yang ada di Kota Taraka sih masih bisa masuk akal, tapi sekarang semua orang yang ada di Montana.
Karena Rere masih tidak ada perubahan dan masih tetap saja sama, dari awal bertemu hingga sekarang, jadi Viky berencana untuk mencarikan seseorang untuk menemani Rere, agar sikap Rere bisa sedikit mengikuti status yang Rere miliki.
"Siapa orangnya…? jika asal-asal, aku tidak mau…" Jawab Rere bertanya namun ada sedikit penolakan dari Rere atas apa yang Viky rencanakan untuknya.
"Nanti juga kamu akan tahu siapa orangnya… untuk masalah ini, aku tidak memilih orang secara asal… karena jika hal itu di lakukan, aku pun tidak akan tahu dengan hasilnya seperti apa, aku memilih orang ini berdasarkan status yang dia miliki, jadi akan sangat mudah mengajari kamu, karena memang sudah keseharian dia seperti itu… namun kamu jangan dengarkan kata-kata yang aneh-aneh dari dia…" Jawab Viky, menjelaskan tapi masih belum memberikan sebuah nama kepada Rere, dan di kalimat terakhir nadanya sedikit dia tekankan.
"Memangnya hal aneh apa yang akan dia katakan…?" Ucap Rere bertanya kepada Viky dengan penasaran.
__ADS_1
"Aku pun tidak tahu… hanya untuk berjaga-jaga saja sebelum semuanya terjadi, karena sebuah pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan…" Jawab Viky dengan asal, karena dia bingung harus menjelaskannya seperti apa kepada Rere.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...