
Bukti Palsu dan kemarahan dari Viky
Viky berjalan menghampiri orang yang penuh luka tersebut, untuk mengetahui apa yang terjadi kepadanya sampai dia bisa bernasib mengenaskan seperti itu.
"Kamu… apa yang terjadi kepada kamu, sampai-sampai kamu mendapatkan banyak sekali luka seperti itu…?" Ucap Viky bertanya, setelah berada di hadapan orang tersebut.
"Itu tidak penting tuan… aku hanya membutuhkan bantuan dari tuan untuk menyerahkan ini kepada kak Viky atau orang-orang sering menyebutnya tuan besar dari Octa Grup, bilang kepadanya bahwa adiknya di culik… kalian semua orang-orang dari Divisi perang kan…? aku yakin kalian pasti mau membantu aku menyampaikan pesan ini… jika aku pergi sendiri dengan kodisi seperti ini, sudah jelas aku akan menakuti semua orang, dan bisa saja aku mati sebelum sampai ke Octa Grup dan tidak bisa menyampaikan pesan ini…" Ucap orang tersebut, dengan kata-kata yang kurang jelas seperti awal tadi dia minta tolong (anggap saja kata-kata orang tersebut tidak jelas), namun Viky masih bisa mengetahui apa masud dari perkataan orang tersebut, ketika orang tersebut berkata, dia mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya, dan kalung tersebut pun sudah di penuhi dengan darah.
"Kamu siapa…? dan apa hubungan kamu dengan adikku…? dan bagaimana bisa kalung ini berada di tangan kamu…?" Ucap Viky dengan dingin dan terus melontarkan banyak pertanyaan kepada orang tersebut, sambil mengambil kalung yang ada di tangan orang tersebut.
Viky tidak terlalu percaya kepada kata-kata orang tersebut, karena dia pikir bisa saja orang yang ada di depannya adalah umpan untuk menjebak dia, karena untuk mengambil sebuah kalung di saat yang terdesak sangat sulit dan juga bukti sebuah kalung tidak terlalu menyakinkan, karena banyak kemungkinan yang bisa di lakukan, salah satunya adalah orang tersebut membeli kalung yang sama, dan di jadikan bukti palsu.
"Jadi tuan adalah kak Viky…? maaf kak aku tidak mengenali lagi kakak sekarang… karena kak Viky sangat berbeda sekali dengan dulu… aku adalah Sukmadi, teman SMA dulu Lisa…" Ucap orang tersebut dengan nada yang sedikit bahagia karena orang yang dia cari ada di depannya, dan orang tersebut adalah teman Lisa, bernama Sukmadi
"Apa yang terjadi dengan Lisa…? cepat kamu katakan dengan jelas sekarang…" Ucap Viky dengan nada yang dingin, namun aura pembunuh dari tubuh Viky mulai keluar, dan sorot mata yang tajam mengarah ke Sukmadi, dan dia juga masih dalam keadaan yang sedikit tenang karena Viky masih belum percaya sepenuhnya, dan dia meminta penjelasan kepada Sukmadi.
"Ketika aku dan Lisa sedang belajar bersama di sebuah restoran, entah dari mana datangnya, ada sekitar 6 sampai 7 orang dengan tubuh yang besar dan juga cukup kekar, mereka datang dan langsung menghajar aku… ketika kejadian itu, sopir Lisa pun ikut membantu, namun karena kalah jumlah, sopir Lisa dan aku pun dapat di kalahkan dengan mudah oleh mereka… ketika mereka akan membawa kami ber 3, Lisa memberikan kalungnya kepada aku dan dia mencoba mengalihkan perhatian semua orang agar aku bisa kabur dan meminta bantuan, aku tidak menyia-nyiakan hal itu dan langsung kabur untuk meminta bantuan…" Ucap Sukmadi menjelaskan, dengan sedikit ketakutan karena dia di tatap oleh mata Viky yang tajam, dan dia juga merasa sedikit tertekan akibat aura yang keluar dari tubuh Viky.
"Mereka pun tidak melepaskan aku dan terus mengejar aku, aku melihat begitu banyak Helikopter yang datang ke sini, jadi aku pergi berlari ke sini untuk meminta bantuan kepada orang-orang dari Divisi perang, dan aku juga berharap bahwa orang-orang itu tidak akan mengejar aku, karena aku berlari ke arah tempat berkumpulnya orang-orang dari Divisi perang… Jika kakak masih tidak percaya, kakak bisa lihat foto di ponsel aku, karena sebelum mereka datang, aku sempat berfoto bersama terlebih dulu dengan Lisa…" Ucap Sukmadi menjelaskan kepada Viky apa yang terjadi, dan kenapa dia bisa sampai ke sana dan juga serta alasan dia berlari ke sana, dia kalimat terakhir dia sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan di berikan kepada Viky, dengan tangan yang sedikit gemetar, entah karena tekanan dari aura Viky, atau karena dia sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya.
Setelah melihat foto yang ada di ponsel Sukmadi, raut wajah Viky dengan seketika berubah dan juga mata Viky dengan perlahan menjadi merah, di ikuti oleh aura pembunuh Viky dengan seketika meledak seluruhnya, dan suasana di sana pun langsung mencekam seketika karena aura yang menyebar dari tubuh Viky ke segala arah, dan semua orang yang ada di sana, dengan seketika berlutut karena tidak bisa menahan tekanan yang di keluarkan dari aura Viky.
__ADS_1
Orang-orang yang berada di dekat Viky, mereka dengan reflek melapisi tubuh mereka dengan aura mereka masing-masing, untuk sedikit mengurangi luka dalam di tubuh mereka masing-masing. tapi walau pun begitu, mereka tetap tidak bisa menahannya dan mereka juga ikut berlutut sama seperti yang lain.
Kondisi Sukmadi saat ini bahkan lebih buru dari yang lain, karena dia hanya orang bisa, jadi dia tidak bisa menahan tekanan tersebut dan dia seketika langsung pingsan setelah merasakan tekanan dari aura Viky.
"Eagle… perintahkan semua pasukan Magnium untuk segera ke sini… suruh mereka secepat mungkin menuju Kota Taraka…" Ucap Viky dengan nada yang sangat marah, sambil meremas ponsel yang ada di tangannya.
Kemudian Viky berbalik melihat ke arah semua orang, yang saat ini mereka semua merasa kesulitan menahan tekanan dari Viky… Viky yang menyadari hal itu kemudian Viky mengendalikan auranya agar semua orang tidak tertekan lagi.
Namun dia saat ini terlihat sangat menyeramkan bukan karena wajahnya masih terlihat sangat marah namun karena matanya masih merah, serta aura seorang Lord Jendral menyelimuti tubuhnya.
Aldo, Eagle dan ke 3 pilar mereka juga sangat ketakutan melihat Viky yang sekarang, dan mereka juga baru pertama kalinya melihat Viky yang sangat marah sampai-sampai mengeluarkan aura seorang Lord Jendralnya.
"Lion… kamu rawat dia… berikan obat terbaik yang kita punya, aku ingin dia bisa sadar dalam waktu 10 menit… setelah selesai, kamu pimpin semua orang yang ada di sini untuk segera bersiap dengan senjata lengkap…" Ucap Viky setelah dia menarik sedikit auranya.
"Tiger… kamu pergi ke rumah aku, dan ajak ke 9 panglima Pasukan Magnium untuk berjaga di sana… dan lindungi ibu… dan untuk sisanya, perintahkan kepada mereka untuk segera berkumpul di sini…" Lanjut Viky dengan memberikan perintah kepada Tiger.
"Kalian semua bisa pergi sekarang…" Ucap Viky memerintahkan Eagle, Cheetah, Tiger dan juga Lion untuk pergi dari sana, karena Viky saat ini terlihat berbeda dari bisanya, oleh karena itu mereka semua tidak berani untuk berdiri dan pergi dari sana sebelum di perintahkan lagi oleh Viky, oleh karena itu mereka menunggu Viky menyuruhnya untuk pergi dan melaksanakan perintah dari Viky.
"Baik Lord…" Jawab mereka ber 4, dengan serempak dan dengan posisi yang masih berlutut, kemudian mereka ber 4 segera pergi dari sana, untuk melaksanakan perintah dari Viky.
#Maaf yah, sampai akhir bulan untuk up masih belum terjadwal seperti biasa, jika tidak ada halangan lagi, dari awal bulan author akan up seperti biasa lagi.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...