Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 121 Prinsip


__ADS_3

Prinsip


"Tuan Ling… mari ikut saya" Ucap Viky melihat ke arah Sulis Ling, dan mempersilahkan Sulis untuk mengikutinya.


"Baik… ayo" Jawab Sulis berjalan keluar dari ruang tunggu mengikuti Viky dari belakang.


"Viky… kenapa tadi kamu tidak melawan kepada si berengsek Lega, dan terus berkata sopan kepadanya… dengan status kamu di sini, aku yakin kamu bisa membuat dia menundukkan kepalanya…" Ucap Sulis tiba-tiba saat mereka berada di lift.


Viky sedikit tersentak dengan kata-kata yang keluar dari Sulis, Viky pikir bahwa Sulis sudah mengetahui identitas Viky yang sebenarnya, jadi Viky hanya diam saja tidak menjawab.


"Kamu tahukan bahwa orang-orang di Octa Grup itu mempunyai status yang lebih tinggi di mata masyarakat, bahkan aku pun yang statusnya kepala keluarga No 1 di Kota Taraka, akan berpikir seribu kali jika berurusan dengan orang-orang eksekutif dari Octa Grup…" Lanjut Sulis berkata.


"Bukan aku tidak mau melawan Tuan… tapi aku tidak mau membuat citra Octa Grup manjadi rusak… mengalah bukan berarti kalah atau takut, tapi mengalah untuk memperlihatkan bahwa kita lebih baik dari mereka…" Jawab Viky dengan kata-kata bijaknya, dan Viky juga bisa bernapas lega karen karena Sulis tidak mengetahui identitas Viky.


"Memang benar apa yang kamu katakan… tapi setahuku hanya sedikit orang-orang yang berada di Octa Grup yang berpikiran seperti kamu… dan mungkin baru kali ini aku bertemu dengan orang yang mempunyai prinsip yang bagus seperti kamu… aku sarankan untuk mengajak orang lain agar bisa mempunyai prinsip seperti kamu…" Jawab Sulis dengan menepuk pundak Viky.


"Terima kasih Tuan… tapi sangat sulit mengajak orang lain, karena aku pun baru di sini dan juga aku bukan siapa-siapa di Octa Grup ini…" Jawab Viky kembali dengan masih merendah di hadapan Sulis.


"Aku yakin dengan prinsip kamu yang seperti ini… kamu akan dengan cepat mendapatkan jabatan yang cukup tinggi di Octa Grup ini… walau rintangan di depan mata pasti akan sangat sulit tapi kamu harus tetap semangat…" Ucap Sulis memberi semangat kepada Viky.


"Sangat sulit bagaimana Tuan… aku bekerja di sini baru dan tidak tahu apa-apa tetang kondisi di dalam Octa Grup…" Tanya Viky mencoba mencari informasi.


"Kamu benar tidak tahu apa-apa tentang kondisi di Octa Grup, lantas bagaimana caranya kamu bisa masuk ke Octa Grup…?" Ucap Sulis tidak menjawab pertanyaan Viky tapi malah bertanya balik.


"Aku masuk, yah masuk saja… tidak ada hal lain yang aku lakukan…" Jawab Viky dengan santai.


Memang benar apa yang Viky katakan, jika dia ingin masuk ke Octa Grup yah tinggal masuk, karena dia yang mempunyai Octa Grup, jadi untuk apa dia melakukan hal lain untuk dapat masuk ke Octa Grup.

__ADS_1


"Kamu memang benar-benar polos nak… sebenarnya ini rahasia umum bagi kami para pengusaha, jika kami menginginkan sebuah proyek besar apa pun kami lakukan termasuk menyuruh anak perawan kami untuk pergi ke ranjang pemegang proyek… dan itu pun berlaku di dalam Octa Grup, jika ingin cepat naik jabatan maka hal yang sama bisa di lakukan… jika bermain polos, maka rintangannya akan lebih sulit…" Ucap Sulis menjelaskan.


"Dan perlu kamu tahu, di keluarga ku, aku tidak menerapkan hal itu… prinsip keluarga kami adalah mana yang lebih berpotensi itu yang kami ambil, dan dengan syarat yang masih masuk akal, jika proyek besar dan meminta syarat salah satu wanita dari keluarga kami, maka kami akan menolak secara tegas…" Lanjut Sulis berkata.


"Prinsip keluarga Tuan memang sangat bagus, tapi dengan prinsip seperti itu maka bukan tidak mungkin posisi keluarga tuan sebagai keluarga No 1 akan tergeser dengan cepat…" Jawab Viky memuji dan sedikit menakuti Sulis tetang status keluarganya.


"He… he… he… memang benar apa yang kamu katakan, tapi buktinya selama bertahun-tahun keluargaku masih menduduki posisi keluarga No 1… dan perlu kamu tahu, buah dari kebaikan aku adalah yah sekarang ini, aku tidak pernah meminta kerja sama dengan Octa Grup, karena jika aku yang meminta kerja sama pasti syaratnya adalah wanita dari keluargaku… tapi kamu bisa lihat sekarang Octa Grup sendiri yang mengundang aku untuk membicarakan bisnis …" Ucap Sulis, dengan sedikit sombong kepada Viky.


"Tapi baru membicarakan bisnis kan… belum dengan syarat yang di ajukan oleh Octa Grup, seperti yang tadi tuan bilang, bagaimana jika nanti Octa Grup meminta salah satu wanita dari keluarga tuan…" Ucap Viky bertanya dan membalikan pernyataan dari Sulis.


"Aku akan menolak secara tegas… dan tidak mau bekerja sama dengan Octa Grup…" Ucap Sulis dengan tegas.


"Tapi bagaimana jika proyek yang di tawarkan sangat besar…? dan jika proyek tersebut di ambil oleh keluarga Ma, maka posisi keluarga No 1 akan tergeser…" Tanya Viky dengan pertanyaan yang sedikit menjebak untuk Sulis.


"Tidak masalah… yang penting harga diri keluarga Ling masih terjaga, karena ini adalah prinsip turun temurun dari keluarga Ling terdahulu, jadi aku tidak mau mencemari warisan dari leluhurku…" Jawab Sulis dengan penuh percaya diri.


"Dan satu hal yang perlu kamu tahu, walau pun keluargaku adalah keluarga No 1 di Kota Taraka, aku selalu menekankan kepada semua anggota keluargaku untuk bisa mengakui setiap kesalahan yang di perbuat kepada siapa pun, walau kadang anak ku sendiri sangat susah untuk berbuat hal itu, tapi dia bisa di arahkan, dan sifat sombongnya yang paling membuat aku pusing, sangat berbeda jauh dengan sikap sopan kami…" Ucap Sulis melihat ke arah Viky, dan memuji sikap Viky.


"Oh seperti itu… baguslah kalau begitu, tapi yang paling penting masih bisa di arahkan…" Jawab Viky menanggapi peryataan Sulis.


"Silahkan Tuan…" Ucap Viky mempersilahkan Sulis dan dengan membukakan pintu masuk ke salah satu ruangan.


Di dalam ruangan tersebut, terdapat Deky yang sedang menunggu di sana, dan duduk di sebuah kursi dengan meja berbetuk persegi panjang.


"Tuan silahkan Duduk…" Ucap Viky mempersilahkan Sulis Duduk.


Sulis mengernyitkan alisnya melihat sekeliling karena di sana hanya ada Deky, dan juga Deky tidak duduk berada di kursi utama, melainkan duduk di kursi biasa yang berada bersebrangan dengan posisi dia duduk yang di persilahkan oleh Viky.

__ADS_1


Dengan raut wajah bingung, Sulis mau tidak mau duduk berhadapan dengan Deky. banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2