Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 170 Viky Curhat


__ADS_3

Viky Curhat


"Jadi kamu ingin mendapatkan voucher menikah gratis itu…?" Ucap Viky menanggapi penjelasan Dewi dan mengajukan sebuah pertanyaan.


"Yah… kalau aku beruntung sih pengen kak… tapi hanya orang-orang yang super beruntung saja yang akan mendapatkan voucher itu…" Jawab Dewi dengan nada yang sedikit lemas.


"Jika kamu mendapatkan voucher itu… memangnya kamu mau menikah dengan laki-laki yang mana…? seorang laki-laki yang dekat dengan kamu saja kamu tidak punya… apa lagi mau menikah…" Jawab Viky.


"Kan ada kakak… jika aku mendapatkan voucher itu, aku bisa menikah dengan kakak…" Jawab Dewi menggoda Viky, dengan memasang wajah imut serta polos kepada Viky, dan dengan nada yang sangat berharap.


"Kan kakak, sudah punya wanita lain, dan akan segera menikah dalam waktu yang lama lagi…" Jawab Viky mematahkan harapan dari Dewi.


"Yah tidak apa-apa kak… kalau kakak sudah punya wanita lain juga… aku tidak masalah jika harus menjadi istri ke 2 kakak…" Jawab Dewi masa bodo dengan status Viky.


"Yah kamu sih tidak apa-apa… tapi calon istri kakak apa dia akan setuju jika kakak punya wanita lain…" Jawab Viku mencoba mengelak kembali.


"Biar nanti aku yang berbicara dan menanyakan hal itu langsung kepada Calon istri kakak…" Jawab Dewi simpel.


Viky tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia bingung harus menanggapi seperti apa kata-kata dari Dewi, dan suasana di ruangan tersebut pun berubah sedikit lebih canggung.


"Eh tadi kakak bilang ada yang ingin kakak bicarakan sama aku… memangnya kakak mau membicarakan hal apa…? tetang masa depan kita yah…?" Ucap Dewi bertanya mencoba mengalihkan pembicaraan dan menghilangkan kecanggungan di antara mereka… serta di kalimat terakhir dia tersenyum dengan sangat manis dan mencoba menggoda Viky kembali.


"Iya… yang ingin kakak bicarakan ini memang lah untuk masa depan kakak tapi tidak termasuk kamu di dalamnya…" Jawab Viky.

__ADS_1


"Apa kak… apa kakak ingin aku melahirkan seorang anak untuk kakak he… he… he…" Jawab Dewi dengan sedikit bercanda.


"Bukan itu juga sih…"Jawab Viky dengan menggelengkan kepalanya.


"Lantas apa yang ingin kakak bicarakan dengan aku… sepertinya sangat penting sekali…" Jawab Dewi dengan memasang ekspresi wajah serius.


"Kamu kan seorang wanita… Jika kamu berkata seperti ini kepada seorang laki-laki atau pasangan kamu… 'aku ini seorang wanita yang butuh perhatian dan juga ingin di manja, tapi kamu selalu saja sibuk dengan semua urusan kamu… apa pernah kamu memperhatikan aku dan memanjakan aku… Aku tahu kamu sibuk demi masa depan kita… aku tidak sama seperti wanita lain yang bisa tunduk hanya dengan uang dan kemewahan, aku ingin kamu meluangkan waktu untuk aku, dan membicarakan masa depan hubungan kita…' Apa sih yang kamu inginkan dari pasangan kamu… dan pasangan kamu itu sebaiknya berbuat apa dan harus bagaimana…?" Ucap Viky menjelaskan dan bertanya kepada Dewi.


"Menurut aku… dari kata-kata kakak tadi sebenarnya jalan keluarnya sangat simpel… yang pertama adalah, memang seorang wanita itu ingin selalu di perhatikan dan selalu di manja oleh pasangannya, dan itu hal yang sangat mudah tapi sulit di lakukan oleh orang seperti kakak yang super sibuk… karena kakak sangat sibuk, kakak bisa menyempatkan sesekali untuk kakak mengajak dia pergi makan berdua, ke tempat yang romantis, yah bisa di bilang seperti tempat yang sekarang kita berada di sini… atau mungkin akan lebih bagus jika kakak menyiapkan tempat yang romantis itu sendiri, walau sederhana tapi pasti akan dapat meluluhkan hati seorang wanita…" Jawab Dewi, menjelaskan tetang ke ingin dari seorang wanita, dan Viky hanya menganggukkan kepalanya sambil mengingat setiap kata yang Dewi ucapkan.


"Terus untuk yang selanjutnya…?" Ucap Viky bertanya kembali.


"Untuk yang ke 2 ini cukup sulit kak… anggap saja aku yang berkata seperti itu kepada kakak, ada beberapa alasan untuk aku berkata seperti itu, yang jelas aku tidak mau kehilangan kakak, karena kakak terlalu sibuk dengan urusan kakak, dan mungkin saja kakak akan melupakan aku yang berada di samping kakak dan sibuk dengan urusan kakak… bisa di bilang kita berada di satu ruangan yang sama… saling berhadapan, tapi pikiran dan perasaan kita merasa kita sedang sendirian di ruang tersebut… dan untuk hal yang lainnya aku tidak bisa menjawabnya karena untuk hal itu bukan aku sendiri yang mengalaminya…" Lanjut Dewi menjelaskan kepada Viky, menurut pandangan dia sebagai seorang perempuan.


"Sama satu lagi… jika seorang perempuan ingin membicarakan tentang masa depan suatu hubungan… berarti perempuan tersebut aga sedikit ragu dengan hubungan yang sedang dia jalani… serta butuh kepastian dari kakak dan kakak perlu mencari tahu hal apa yang menyebabkan pasangan kakak menjadi ragu dengan hubungan yang kakak jalani dengan pasangan kakak…" Ucap Dewi meneruskan kata-kata yang kurang.


"Yah sebenarnya gampang sekali kak… hal yang paling gampang adalah, menanyakan apa dia sudah makan atau belum…? terus mau makan apa…? atau bisa bertanya hari ini ngapain aja…?dan masih banyak hal lainnya yang terlihat sepele tapi sangat bermakna bagi seorang perempuan dan ada beberapa hal yang harus di lakukan secara khusus dan pastinya akan berbeda setiap perempuan…" Jawab Dewi.


"Oh seperti itu yah… terlihat gampang tapi aku rasa akan sangat sulit untuk di lakukan, tidak semudah mengatur strategi perang…" Jawab Viky, namun di kata-kata terakhir nada suara Viky di kecilkan, namun hal tersebut masih bisa di dengar oleh Dewi.


"Strategi perang adalah memecahkan sebuah masalah untuk bisa memenangkan sebuah pertempuran… dan bagaimana caranya mengatur sebuah pasukan untuk memenangkan pertempuran tersebut, sama hal nya dengan masalah kakak sekarang, strategi apa yang akan kakak lakukan untuk mendapatkan seorang wanita yang kakak inginkan… caranya adalah dengan kasih sayang dan perhatian tapi dua hal ini memiliki pengertian yang banyak dan tidak bisa di sama kan satu sama lain… karena setiap wanita pasti memiliki keinginan yang berbeda-beda…" Ucap Dewi kembali menjelaskan kepada Viky.


Namun Viky sedikit kaget, dengan kata-kata dari Dewi. karena wawasan yang Dewi miliki cukup luas, sangat berbanding terbalik dengan sikap dan wajah dia yang terlihat polos, dan saat ini raut wajah serta sorot mata Dewi terlihat berbeda dari biasanya.

__ADS_1


"Untuk masalah ke 2 dan ke 3, kakak sudah mengerti dengan apa yang kamu maksud… karena kakak yakin pasti ada sesuatu yang terjadi… yang kakak tidak tahu dan calok istri kakak tidak mau menceritakannya kepada kakak, tapi penyebabnya terjadinya semua ini mungkin kakak sudah tahu… dan kakak sudah bisa menebak akar dari permasalahan tersebut…" Ucap Viky, dengan memperhatikan Dewi dengan seksama, karena Viky penasaran dengan siapa Dewi yang sebenarnya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2