Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 234 Persentasi Reva


__ADS_3

Persentasi Reva


"Aku bisa mengerti kok, setiap orang pasti punya rahasia masing-masing… yang terpenting rahasia tersebut bukan sesuatu yang tidak baik… dan aku juga sangat bangga menjadi teman kamu, karena kamu bisa menjadi salah satu petinggi di Divisi perang dan juga kamu adalah salah satu pengusaha yang sukses… dari sekian banyak teman kita yang berada di sekolah dulu, mungkin hanya kamu saja yang mempunyai status dan kekayaan hasil dari kerja keras kamu, bukan dari warisan atau perbantuan dari keluarga…" Jawab Beben memuji Viky, dan dia juga tahu bahwa Viky sudah pasti salah satu petinggi di Divisi perang.


"Aku tidak tahu untuk hal itu… dan jika memang benar aku adalah salah satu petinggi di Divisi perang, aku juga akan memberitahu kalian ber 2… karena dia antara kita tidak ada hal yang perlu di sembunyikan… walau ada seseorang yang menyembunyikan perasaannya selama bertahun-tahun…" Jawab Viky, namun di kalimat terakhir dia sedikit menyindir kepada Beben dan juga Reva.


Beben memendam perasaan kepada Reva, Reva sendiri memendam perasaannya kepada Viky, dan Viky hanya bisa mengalah kepada Beben untuk bersama Reva, walau dulu dia juga mempunyai sedikit perasaan kepada Reva.


"Beben apa kamu punya baju ganti di sini…? akan jadi tidak nyaman jika kita pergi aku memakai baju ini dan menjadi pusat perhatian orang…" Ucap Viky bertanya kepada Beben.


"Ada… tapi aku tidak tahu bajunya bisa pas di kamu atau tidak… dan aku juga tidak tahu kamu akan suka atau tidak dengan model bajunya karena baju yang aku punya hanya baju yang biasa saja atau bisa di bilang model pasaran…" Jawab Beben dengan berdiri dan berjalan ke arah mejanya serta membuka sebuah lemari kecil yang ada di belakang meja kerja Beben.


"Memangnya ukuran tubuh aku berubah…? dari dulu juga ukuran tubuh aku masih sama… tapi aku tidak tahu apa ukuran tubuh kamu yang sedikit membesar atau masih sama… tidak apa-apa mau modelnya seperti apa, tapi yang aku tahu kamu itu sangat pandai memilih baju yang bagus…" Jawab Viky tidak mempermasalahkan mau baju seperti apa yang Beben punya.


Mereka ber 2 dulu sering bertukar baju untuk di pakai, karena tubuh dan ukuran baju mereka sama, tapi sebenarnya bukan saling bertukar baju, tapi lebih sering Viky yang meminjam baju kepada Beben.


"Nih… kamu cobalah dulu, jika pas kamu bisa pakai… tapi jika tidak pas yah mau bagaimana lagi… tidak ada baju lain lagi di sini, hanya ada satu itu…" Ucap Beben dengan memberikan baju yang dia ambil dari lemari kecilnya.


"Baiklah… akan aku coba sekarang… mungkin ini yang terakhir kalinya aku meminjam baju kepada kamu… dan untuk gantinya nanti aku akan kirim sebuah baju pengantin untuk kalian ber 2…" Jawab Viky dengan mengambil baju yang di berikan oleh Beben, dan dia berjalan ke arah toilet untuk berganti baju.


Namun di saat Viky selesai berkata, raut wajah Reva berubah merah karena malu, dia tahu maksud dari perkataan Viky barusan, dan memang Viky bermaksud agar Reva dan Beben bisa cepat-cepat menikah.

__ADS_1


"Bagaimana bajunya pas tidak…?" Ucap Beben bertanya setelah melihat Viky keluar dari dalam toilet.


"Bajunya cukup pas kok… aku suka, modelnya juga sangat bagus, memang baju pilihan kamu dari dulu selalu bagus… walau dengan harga yang cukup murah tapi kamu bisa memilih baju yang bagus dan juga terlihat mahal…" Jawab Viky dengan berjalan ke arah sofa sambil memuji Beben, Beben sendiri mempunyai pandangan yang bagus untuk masalah fashion, walau membeli baju yang murah tapi Beben bisa memilih baju yang bagus, jika hanya sepintas baju tersebut terlihat mahal.


"Baguslah kalau bajunya pas di kamu… memang dari dulu kamu tidak pernah bilang tidak suka baju yang kamu pinjam dari aku, dan kamu juga selalu bilang baju yang kamu pinjam itu bagus…" Jawab Beben dengan sedikit mengulang dan mengingatkan masa lalu Viky dan dia dulu.


"Sudahlah tidak usah membahas baju lagi… jadi sekarang kita akan pergi makan di mana…? aku sudah sangat lapar sekali…" Jawab Viky mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kita tunggu dulu kabar dari Teman aku yang mengurus undangan pernikahan kamu… dia belum memberikan kabar mau bertemu dimana… tapi dia bilang, jika semua undangan pernikahan kamu sudah siap di kemas di mobilnya… dia akan menghubungi aku…" Jawab Beben. yang mana dia juga tidak tahu akan pergi makan di mana sekarang ini, dan dia juga sedang menunggu kabar dari temannya.


"Kita tunggu kabar dari teman kamu sambil makan saja dan kita juga bisa sekalian sambil membahas tentang persiapan persentasi Reva… bagaimana…?" Ucap Viky, mengajak Beben dan juga Reva.


"Tidak perlu membahas tetang masalah persentasi aku… semuanya sudah aku selesaikan, hanya tinggal menunggu besok persentasinya dan juga aku tidak mau melakukan jalan pintas…" Ucap Reva menolak untuk membahas tentang persentasinya.


Reva melihat ke arah Beben untuk meminta bantuan menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada Viky, karena dia juga aga sedikit canggung untuk berbicara secara terus terang kepada Viky, jika Beben yang berbicara mungkin tidak akan canggung karena persahabatan Beben dan Viky lebih dekat dari pada Viky dan Reva.


"Jadi begini Viky… Besok itu Reva akan persentasi proyeknya di Octa Grup… jika kamu memberikan bantuan untuk Reva, mungkin itu tidak adil untuk para pesaing dari perusahaan lain… dan juga usaha yang di lakukan oleh Reva selama ini akan menjadi sia-sia jika kamu bantu… bukan Reva tidak mau menerima bantuan dari kamu, tapi dia ingin mendapatkan proyek ini dengan hasil dari kerja kerasnya dan juga dengan kemampuan yang dia miliki…" Ucap Beben membantu menjelaskan dengan apa yang di maksud oleh Reva kepada Viky.


"Oh seperti itu… baguslah jika kamu berpikiran seperti itu tapi untuk sekarang, aku akan membantu kamu sebagai teman kamu… jika ada yang kurang atau ada yang salah dalam persentasi kamu, aku mungkin bisa sedikit banyaknya memberikan saran kepada kamu… dan untuk masalah proyek di Octa Grup, walau hasil akhirnya berada di tangan aku, tapi aku juga tidak bisa memutuskan secara sepihak karena ada beberapa hal yang harus di pelajari terlebih dulu oleh seorang ahli di bidang mereka masing-masing… dan kalian ber 2 sudah dengarkan, hampir setengah karyawan di Octa Grup di keluarkan, nah orang-orang tersebut adalah orang yang suka menempuh jalan pintas untuk sebuah kesuksesan… jika aku membantu Reva untuk menempuh jalan pintas maka percuma saja aku mengeluarkan orang-orang tersebut dari Octa Grup jika aku memberikan contoh kepada orang lain untuk menempuh jalan pintas…" Jawab Viky menjelaskan kepada Reva dan juga Beben tentang bantuan yang akan dia berikan kepada Reva, dan memberikan sedikit bocoran kepada mereka tentang peraturan baru di Octa Grup


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2