Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 199 Salah Jalan


__ADS_3

Salah Jalan


Ketika Viky akan sampai di lift, di sana sudah berdiri seorang perempuan dengan menghadap lift sambil marah-marah sendiri.


"Kenapa sih orang-orang di sini tidak mau membantu aku…? apa wajahku ini terlihat seperti seorang penipu yah…? aku ini berniat baik tapi tidak ada satu orang pun di sini yang mau membantu aku…" Ucap perempuan tersebut dengan nada yang kesal.


"Kenapa nada kamu terdengar seperti sedang marah…? dan kenapa juga orang-orang di sini tidak mau membantu kamu…? Memangnya niat baik apa yang ingin kamu lakukan…?" Ucap Viky bertanya kenapa si wanita itu marah-marah.


"Jelas aku marah… aku datang ke sini, ingin meminta bantuan, tapi semua orang bilang aku harus pergi menemui Tuan Besar, setiap aku bertanya ke setiap orang yang ada di sini dimana ruangan tuan besar berada, mereka semua menjawab aku harus pergi ke ruangan atas, tapi ketika aku pergi ke ruang atas di sana tidak terdapat ruangan tuan besar… bagaimana aku tidak marah, semua orang mempermainkan aku…" Jawab wanita tersebut dengan berbalik melihat ke arah Viky.


"Memang bantuan seperti apa yang kamu inginkan…? mungkin aku bisa membantu kamu, berbicara dengan tuan besar…" Jawab Viky yang mencoba mencari informasi apa yang perempuan ini mau.


"Kamu hanya perlu menunjukkan dimana ruangan tuan besar berada, itu saja sudah cukup… jika aku menjelaskan kepada kamu sekarang, dan kamu tidak dapat membantu aku… nanti aku harus menjelaskan lagi kepada tuan besar atas niat aku ini…" Jawab si wanita meminta Viky menunjukan ruangan tuan besar, tapi dia tidak tahu bahwa di depan dia adalah orang yang dia cari, tidak perlu mencari ruangannya karena orangnya sudah ada di depan mata.


"Yang setiap orang katakan itu adalah benar… ruangan tuan besar berada di atas, tapi bagi kamu yang orang luar pasti tidak akan bisa pergi ke sana… aku bisa menunjukan kepada kamu, bagaimana caranya ke sana, tapi kamu harus mengatakan dulu kepada aku, bantuan apa yang kamu inginkan dari tuan besar… aku takut setelah aku membawa kamu kepada tuan besar, kamu akan berniat jahat kepada tuan besar…" Jawab Viky, dengan berpura-pura menjadi orang lain kembali, karena setiap orang yang bertemu dengannya setelah tahu dia siapa maka sifat asli dari orang tersebut akan di sembunyikan dan berpura-pura baik di depan Viky.


"Baiklah… baiklah… aku akan menjelaskan semuanya kepada kamu, tapi kamu harus berjanji akan membawa aku bertemu dengan tuan besar setelah aku menjelaskan semuanya…" Jawab si wanita dengan meminta timbal balik kepada Viky.


"Baiklah… aku berjanji kepada kamu, aku akan membawa kamu pergi menemui tuan besar nanti…. tapi itu juga tergantung dari penjelasan kamu, jika penjelasannya asal maka aku tidak akan membawa kamu kepada tuan besar…" Jawab Viky berjanji dan dengan sedikit mengancam kepada si wanita.


"Kalau aku jelaskan secara rinci kepada kamu, tidak bisa di sini, karena penjelasannya cukup panjang, apa kamu mau mendengarkan penjelasan aku yang lama dengan berdiri di sini… jika aku menjelaskan sedikit, tadi kamu bilang jangan asal menjelaskan karena jika asal makan tidak bisa bertemu dengan tuan besar…" Jawab si wanita.


"Baiklah… jika begitu, kita pergi ke ruangan tunggu, kamu bisa menjelaskan semuanya secara terperinci, padat dan jelas serta singkat karena aku juga tidak punya banyak waktu… tapi jika apa yang kamu inginkan itu adalah hal baik, maka waktu aku tidak akan terbuang secara sia-sia…" Jawab Viky mengajak si wanita pergi ke ruangan tunggu.


Tanpa mendengar jawaban dari si wanita, Viky sudah pergi berjalan sendiri menuju ke ruangan tunggu.

__ADS_1


"Hey… kamu tunggu aku, aku belum menjawabnya setuju atau tidak, tapi kamu sudah mau jalan saja…" Ucap si wanita dengan sedikit berlari mengikuti Viky berjalan.


Viky tidak menjawab dan terus berjalan ke arah ruang tunggu, setelah sampai di depan ruang tunggu Viky langsung masuk dan dia langsung duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.


"Sekarang kamu bisa menjelaskan semuanya…" Ucap Viky dengan melihat ke arah si wanita yang berdiri di pintu masuk.


"Aku menjelaskannya sambil berdiri atau duduk…?" Ucap si wanita bertanya.


"Itu terserah kamu, mau berdiri, duduk, bahkan mau sambil tiduran pun tidak masalah, yang penting kamu bisa cepat…" Jawab Viky dengan santai sambil mengambil sebotol minuman yang ada di meja.


"Baiklah kalau begitu… akan lebih enak jika aku akan menjelaskannya sambil berdiri saya… tapi sebelum itu, perkenalkan nama aku adalah Nayla, nama kamu siapa…?" Jawab si wanita dengan mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam tasnya, dan memperkenalkan dirinya serta bertanya nama kepada Viky, dan nama si wanita tersebut adalah Nayla.


"Kamu bisa memanggil aku Viky…" Jawab Viky dengan singkat.


"Baiklah Viky… Jadi begini…" kemudian dia menjelaskan semuanya kepada Viky atas niatnya dia datang ke sini, dia menjelaskan semuanya secara terperinci, padat, jelas namun tidak singkat karena dia menjelaskan semuanya memakan waktu lebih dari 30 menit dan kurang dari 1 jam.


"Niat kamu memang bagus tapi jalan yang kamu lalui ada sedikit kesalahan… tapi dari mendengar semua penjelaskan yang tadi kamu katakan… Ada beberapa kesalahan dari proses yang kamu lakukan… kamu pergi meminta bantuan ke setiap orang tapi kamu lupa bahwa apa yang kamu lakukan tidak memiliki ijin… aku yakin setiap orang yang kamu temui tidak akan memberikan bantuan kepada kamu jika kamu tidak mengurus surat ijinnya… tapi jika kamu sudah mengurus semua dokumen yang di butuhkan aku yakin tuan besar pasti aku setuju dan akan membantu kamu… dan aku bisa pastikan bahwa tuan besar tidak akan membatu kamu setengah-setengah…" Jawab Viky, menanggapi penjelasan dari si wanita.


"Aku sudah mengurus semua dokumen yang di butuhkan, dan untuk surat ijinnya pun sudah aku urus… ini sebagai buktinya…" Jawab Nayla dengan menyerahkan selembar kertas kepada Viky.


Viky melihat selembar kertas yang di berikan oleh Nayla, dia melihat dan membaca isi kertas tersebut dengan seksama, takut bahwa surat itu adalah surat palsu.


"Jadi bagaimana…? tadi kamu bilang jika aku sudah menjelaskan semuanya kamu akan membawa aku kepada tuan besar dan barusan kamu bilang dengan sangat yakin bahwa tuan besar akan membantu aku… sekarang kamu buktikan saja dulu ucapan kamu yang pertama dan untuk ucapan kamu yang ke 2 terdengar kurang meyakinkan bagi aku…" Ucap Nayla setelah menyerahkan selembar kertas kepada Viky.


"Begini saja… kamu simpan kartu nama kamu di sini, aku akan menghubungi kamu nanti setelah aku mengetahui surat ijin kamu ini asli atau palsu…" Jawab Viky, dengan menaruh selembar kertas yang di berikan oleh Nayla.

__ADS_1


"Kata-kata kamu tadi saja sudah tidak kamu tepati… tadi kamu bilang jika aku sudah menjelaskan semuanya, kamu akan membawa aku ke ruangan tuan besar… bagaimana aku bisa percaya kepada kamu setelah kamu membohongi aku satu kali…" Jawab Nayla dengan sedikit marah kepada Viky.


"Percuma saja kamu memaksa pergi ke ruangan tuan besar… toh tuan besar tidak ada di ruangannya… dan kamu akan percuma bila pergi ke sana karena aku rasa di ruangan tuan besar kosong tidak ada siapa-siapa di sana…" Jawab Viky dengan santai.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2