Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 161 Kesempatan Untuk Yoki Meng


__ADS_3

Kesempatan Untuk Yoki Meng


Viky mencengkram dengan kuat kepalan tangan dari Yoki, hingga Yoki mengalami kesulitan untuk dapat melepaskan tangannya dari cengkraman Viky, Viky menatap tajam ke arah mata Yoki, dan berkata;


"Dengan kemampuan kamu yang seperti ini ingin membalaskan dendam kakak kamu… bahkan energi yang kamu miliki jauh di bawah kakak kamu…" Ucap Viky, kemudian dia berbalik melihat ke arah Rere


"Rere… tolong kamu lepaskan dulu tangan aku dari pelukan kamu sebentar…" Ucap Viky dengan sedikit tersenyum lembut ke arah Rere.


Setelah Viky berkata, Rere tidak menjawabnya dan dia dengan segera melepaskan pelukannya dari tangan Viky, Rere mengerti maksud dari ucapan Viky dan dia mundur satu langkah untuk memberikan Viky ruang gerak, untuk melawan Yoki, karena jika dia masih berada di dekat Viky, Viky pasti akan mengalami kesulitan, karena melakukan sebuah serangan dan juga melindungi Rere.


Setelah Rere melepaskan pelukannya dan mundur satu langkah, sekarang tangan Viky sudah bisa bebas bergerak, Viky mengepalkan tangannya, dan menyalurkan sedikit energi di kepalan tangannya.


"Aku tidak punya urusan lebih dengan kamu… dan aku juga tidak mau membuang waktu aku dengan hal-hal yang sepele seperti ini… jadi akan aku selesaikan dengan cepat…" Ucap Viky, lalu dia melayangkan sebuah pukulan tepat ke arah perut Yoki.


"Bukk…" Pukulan dari Viky cukup keras dan Yoki terlempar cukup jauh, hingga menabrak dinding, dan Yoki mengeluarkan seteguk darah segar berwarna merah dari mulutnya.


"Aku tidak akan membuat kamu terluka parah… akan aku biarkan orang tua dari orang yang kamu hajar ini yang menghukum kamu nanti…" Ucap Viky, setelah melayangkan sebuah pukulan kepada Yoki.


"Deky… kamu panggil ambulan untuk membawa orang ini ke rumah sakit… dan kamu hubungi orang tuanya untuk datang ke sini dan membereskan semua masalahnya…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah Deky.


"Baik Tuan… akan segera saya laksanakan…" Jawab Deky.


"Apa kamu tahu siapa orang yang tergeletak ini…?" Ucap Viky kembali bertanya kepada Deky.


"Tidak tahu Tuan… mungkin…" Belum sempat Deky menyelesaikan kalimatnya, salah satu wanita yang tadi duduk berjalan ke arah Viky dan memotong kata-kata dari Viky.


"Dia adalah pacarku… namanya adalah Dadan Ling, tuan muda dari keluarga Ling…" Ucap si perempuan.

__ADS_1


"Oh seperti itu… baguslah, nanti kamu hubungi Sulis Ling, dan bilang kepada dia untuk menyelesaikan semua masalahnya, dan untuk masalah anaknya biar nanti aku yang mengurusnya sendiri…" Jawab Viky melihat ke arah si wanita.


"Baik Tuan… terima kasih Tuan sudah menyelamatkan kami semua… oh iya Tuan jika Tuan Ling bertanya, siapa yang menolong kami… dan Tuan muda di urus oleh siapa… saya harus berkata apa…?" Jawab si wanita berterima kasih, sekaligus bertanya kepada Viky.


"Kamu bilang saja, Deky yang sudah menyelamatkan kalian dan mengurus pengobatan untuk Dadan Ling…" Jawab Viky, Kemudian Viky berjalan menghampiri Yoki, yang sedang menahan sakit akibat serangan dari Viky tadi, Yoki masih bisa berdiri dengan memegang dadanya.


"Tuan… Terima kasih sudah menyelamatkan saya…" Ucap salah satu wanita lain berterima kasih kepada Viky, di saat Viky berada di dekatnya.


"Sama-sama… kamu adalah temannya Rere bukan…? sudah sepantasnya aku menyelamatkan kamu…" Jawab Viky, dengan tidak melihat ke arah si wanita, tapi melihat tajam ke arah Yoki.


"Masalah kamu yang sebenarnya bukan dengan aku… tapi dengan keluarga Ling… berdoa lah keluarga Ling tidak membunuh kamu…" Ucap Viky, menatap tajam ke arah Yoki.


"Jika kamu bisa bertahan, dan masih bisa hidup setelah menerima hukuman dari keluarga Ling… kamu dan Kakak kamu pergi lah temui Vanteko Ma, dari keluarga Ma… bilang padanya, aku yang menyuruh kamu, untuk membantu dia…" Lanjut Viky berkata, kemudian Viky berbalik arah dan berjalan meninggalkan Yoki.


"Duk…" Setelah Viky berjalan 3 langkah, terdengar suara benda jatuh dan beradu dengan lantai, suara tersebut, adalah suara Lutut Yoki yang beradu dengan lantai.


Sebelumnya Yoki berpikir, bahwa dia akan mati di tangan Viky, tapi Viky tidak membunuhnya dan menyuruhnya untuk pergi menemui Vanteko Ma, dia sudah tahu siapa Vanteko Ma saat ini, dan apa yang sedang Vanteko Ma kerjakan, dan untuk masalah hukuman dia yang akan di berikan oleh keluarga Ling, dia tidak terlalu khawatir, karena dia juga mengenal keluarga Ling seperti apa dan untuk masalah kekuatan, keluarga Ling berada di bawah dia, yang dia takutkan adalah Viky atau Tuan Besar dari Octa Grup, di saat beradu kekuatan tadi, dia sudah bisa merasakan sebesar apa kekuatan yang Viky miliki, dan itu berada jauh di atasnya, bahkan dia tidak bisa memprediksi tingkat kekuatan dari Viky.


Viky terus berjalan tanpa mengindahkan kata-kata dari Yoki, ada sedikit perubahan dari rencana awal Viky, yang mana awalnya Viky akan memfokuskan Vanteko Ma untuk wilayah bawah tanah, tapi melihat bahwa orang-orang Vanteko Ma, belum sepenuhnya siap, jadi dia mengambil Yoki untuk dapat membantu Vanteko Ma, Viky berkata seperti itu karena dia yakin bahwa hukuman dari keluarga Ling tidak akan terlalu berpengaruh kepada Yoki.


Beberapa alasan Viky menarik Yoki untuk membantu Vanteko Ma adalah pertama karena dia sudah sangat berpengalaman dalam bidang ini, yang kedua adalah Viky melihat dari kekuatan yang Yoki miliki, ada sedikit pontensi yang terpendam serta tidak terasah dari Yoki, jika di asah sedikit saja, mungkin Yoki bisa saja menyamai salah satu yang terlemah dari 4 Pilar Pasukan Magnium.


"Deky… kamu tinggal lah di sini, untuk menunggu Sulis Ling dan membereskan semua masalah di sini… dan untuk anaknya, kamu hanya perlu membawanya ke rumah sakit saja… untuk hal lain, nanti aku akan mengirimkan seseorang dari pasukan Magnium untuk membantu penyembuhannya, agar lebih cepat…" Ucap Viky memerintahkan Deky, kemudian dia berjalan ke arah Rere.


"Ayo kita pergi sekarang… kita akan pergi ke kediaman keluarga Neo, untuk meminta penjelasan mereka… dan mengembalikan harga diri keluarga Kamu…" Ucap Viky kepada Rere, dengan tersenyum lembut, kemudian Viky merangkul pundak Rere dan membawanya keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Viky… sebenarnya semua ini tidak perlu kamu lakukan… lagian, harga diri keluarga aku juga sudah kembali seperti semula sejak kamu hadir di dalam keluarga aku, dan tidak perlu pergi ke kediaman keluarga Neo… aku juga yakin ayah akan berpendapat sama dengan aku…" Ucap Rere setelah berada di luar ruangan.

__ADS_1


"Tujuan aku yang sebenarnya bukan hanya itu… tapi kamu… jika kamu ingin terus berada di dekat aku, kamu harus bisa sedikit menghilangkan hati nurani kamu… karena di masa depan musuh-musuh aku, akan selalu mengincar kamu… karena kamu adalah titik terlemah aku… apa lagi kamu saat ini terlalu lembut di saat berhadapan dengan orang yang berniat jahat kepada kamu…" Jawab Viky menjelaskan tujuan sebenarnya kepada Rere, dan Rere hanya diam, dia mencoba mencerna maksud dan tujuan Viky berkata seperti itu.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2