Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 58 Perjamuan


__ADS_3

Perjamuan


Disebuah ruangan terlihat ada lebih dari 100 orang yang berada di sana, duduk di tempat duduk yang telah di sediakan sesuai urutan masing-masing, tapi suasana di ruangan tersebut sangat sepi bagaikan di kuburan walau pun banyak orang.


semua orang yang berada di sana tidak ada yang berani bergerak atau berbicara sepatah kata pun, semuanya hanya diam dengan wajah yang sangat tegang dan di hati mereka masing-masing merasakan kecemasan, Cemas jika orang yang mereka tunggu tidak datang dan kejadian tempo hari terulang kembali.


Mata mereka semua tertuju pada pintu masuk, berharap orang yang di tunggu-tunggu akan segera datang, dan membuka pintu masuk.


Deky yang melihat ini semua berinisiatif, berdiri dan membunyikan gelas dengan sendok kecil, dan semua perhatian sekarang tertuju kepada Deky.


"Aku mengerti kalian semua sangat cemas dan takut Tuan besar tidak akan datang… tapi aku bisa berjanji Tuan besan pasti akan datang… untuk waktunya aku tidak bisa memastikannya…" Ucap Deky setelah semua perhatian tertuju kepadanya.


"Tuan Deky… bukan kami tidak percaya, tapi yang kami takutkan adalah terjadiny kesalahan yang tempo hari terulang kembali… " Ucap salah seorang yang berada di sana.


"Benar Tuan Deky… kenapa anda tidak mengirim orang untuk menjemput Tuan besar… Jadi Hal seperti itu bisa di hindari…" Timpal yang lain.


"Tuan besar sangat lah berbeda dengan kebanyakan orang… Dia sangat lah sederhana dan tidak ingin identitasnya terlalu mencolok di hal layak umum… Jadi aku tidak berani bertindak gegabah dan sebarang mengirim orang untuk menjemput Tuan besar…" Ucap Deky dengan menggelengkan kepalanya.


Suasana di sana menjadi hening setelah Deky menyelesaikan kalimatnya.


"Krek…" Tiba-tiba terdengar suara dari sebuh pintu yang terbuka, dengan serempak semua kepala melirik ke arah pintu. semua orang tidak ada yang berani bersuara, detak jantung mereka berdebar sangat kencang.


Tapi sayang ternyata orang yang berjalan masuk dari pintu keluar bukan lah orang yang mereka harapkan, tetapi orang tersebut adalah Aldo.


Aldo berjalan ke arah Deky dan bertanya: "Kenapa acaranya belum di mulai…Aku tidak terlambat kan…?"


Kemudian dia duduk di kursi sebelah Deky.


"Tidak… Belum Tuan… belum di mulai… kami semua sedang menunggu Tuan besar datang…" Jawab Deky kepada Aldo.


Suasana pun kembali menjadi hening setelah Deky menjawab pertanyaan dari Aldo.


"trap…"


"trap…"


"trap…"


Terdengar suara langkah kaki dari luar, dengan serempak semua orang melihat ke arah sumber suara tersebut.


Di pintu masuk, terlihat Viky dan Herman yang berjalan memasuki tempat tersebut, Viky terlihat berjalan sangat santai, mendapatkan perhatian dari banyak orang, tapi berbeda dengan Herman yang belum terbiasa, dia merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri.


Deky dan Aldo yang melihat bahwa yang datang adalah Viky, Mereka berdua langsung berdiri dan memberi hormat kepada Viky, dan berkata:

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Besar…"


"Salam Lord Jendral…"


Semua orang yang melihat Deky dan Aldi berdiri dan berkata demikian, mereka pun mengikuti apa yang Deky lakukan. dan dengan serempak berkata:


"Selamat datang Tuan Besar…"


"Selamat datang Tuan Besar…"


"Selamat datang Tuan Besar…"


Semua membungkuk hormat kepada Viky, mereka tidak berani mengangkat kepala sebelum di perintahkan oleh Viky.


"Deky apa aku datang terlambat…? dan sebenarnya acara apa ini…?" Tanya Viky kepada Deky.


Semua orang tersentak dengan pertanyaan dari Viky, sama halnya dengan Deky, Deky mengangkat kepadanya dan dengan tubuh gemetar dia menjawab pertanyaan dari Viky


"Tidak Tuan… Tidak Terlambat… kami semua juga baru datang… Tuan Aldo juga belum lama baru sampai di sini…"


"Ini adalah jamuan makan serta acara penyambutan Tuan Besar… kami memilih tempat ini karena kami takut kejadian tempo hari terulang kembali… perusahaan yang mengelola tempat ini adalah salah satu mitra dari Octa Grup, jadi kami bisa leluasa memakai tempat ini…" Jawab Deky dengan sedikit gemetar takut-takut di melakukan kesalahan.


"Yah sudah kalau begitu mari kita makan…" Ucap Viky.


Tapi semua orang yang berada di sana sekarang menjadi lebih kaget dan bingung, karena ucapan dari Viky, sangat jarang orang yang mempunyai ke dudukan tinggi bersikap seperti Viky.


Viky melirik ke arah Deky, meminta jawaban kenapa semua orang berprilaku seperti itu. Tapi belum sempat Deky berkata, kata-katanya di potong oleh Aldo.


"Lord… di sini bukan lah di kesatuan… mereka menunggu Lord berkata satu atau dua patah kata sebelum acara makan di mulai…" Ucap Aldo mengingatkan.


Yah karena di kesatuan Pasukan Wings Magnium, sangat berbeda dengan sekarang, di dalam sebuah acara, jika di dalam pasukan Wings Magnium, semua orang menunggu Viky melakukan baru mereka akan melakukannya juga, tapi di sini semua orang menunggu di perintah baru akan di lakukan.


Viky dengan enggan berdiri dan menatap ke semua orang yang hadir, tapi di pojokan terlihat seorang anak muda yang wajahnya sangat kusut dan menatap tidak percaya ke arah Viky, dia bersembunyi agar Viky tidak melihat ke arahnya dan menyadari keberadaannya, tapi tatapan seorang Jendral perang lebih tajam dari pada orang bisa, dia bisa melihat pemuda tersebut walau bersembunyi di pojokan.


Pemuda tersebut adalah Yosef Simon, ketika Viky masuk ke dalam ruangan tersebut wajahnya berubah rumit, serta keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, dia berusaha bersembunyi agar Viky tidak menyadari keberadaannya. tapi sayang sungguh sayang, mata Viky lebih tajam dari pada Pisau.


Viky tersenyum manis ke arah Yosef, Yosef yang melihat senyum Viky, bergidik ngeri, karena yang terlihat di matanya bukan lah senyum manis tapi senyum jahat yang mengerikan.


"Semuanya terima kasih atas jamuan makan malam serta acara penyambutannya… Aku berharap kedepannya kita bisa membangun kerajaan bisnis di Montana, yang merajai seluruh bisnis di dunia, bermodalkan Octa Grup sebagai dasar dari semua bisnis…" Ucap Viky yang memang dia tidak terlalu pandai untuk merangkai kata-kata penyambutan.


"Aku bersulang Untuk kesuksesan Tuan Besar, dan Octa Grup, panjang umur Tuan besar, Hidup Tuan Besar… Raja Bisnis Dunia…" Teriak Salah seorang dari sebelah arah kiri belakang, dengan berdiri dan di tangannya memegang segelas anggur merah.


Viky melihat ke arah sumber suara, di ikuti oleh semua orang, kemudian Viky berjalan kearahnya, Wajah orang yang berkata pun berubah rumit, keringat dingin mulai keluar di wajahnya, menatap dengan penuh ketakutan ke arah Viky.

__ADS_1


"Habis lah sudah aku sekarang ini… aku berpikir bahwa semua orang akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan…" Gumam orang tersebut. dengan wajah yang sudah memutih, serta pilu menatap ke arah Viky yang sedang berada di depannya.


Semua orang berpikir bahwa orang yang berkata tersebut akan habis sekarang juga.


"Tu-Tuan… saya mohon Tuan memaafkan saya yang tidak punya etika ini… saya benar-benar menyesal telah melakukan ini… sungguh sangat menyesal…" Ucap orang tersebut dengan tubuh gemetar setelah Viky tepat berada di depannya


Tanpa berkata Viky mengambil gelas anggur yang berada di meja menatap ke arah orang tersebut dan mengacungkan gelasnya kemudian berkata:


"Kenapa kamu harus meminta maaf, dan kenapa pula kamu menyesal dengan perbuatan kamu… tadi kamu bilang bersulang demi kesuksesan Octa Grup, jadi mari sekarang kita bersulang"


"Tidak… Tidak Tuan… saya tidak berani… saya mohon tuan untuk melupakan kesalahpahaman ini…" Jawab orang tersebut dengan tubuh gemetar. Dia berpikir setelah dia bersulang dengan Viky maka akhir dari hidupnya tinggal menghitung jam, bahkan bukan hanya dirinya tapi semua keluarganya


Viky mengernyitkan alisnya, menatap heran kepada orang yang berada di depannya.


Aldo yang sadari tadi diam, sekarang berjalan ke arah Viky dan berkata:


"Lord Jendral… bukan maksud saya untuk menggurui Lord Jendral… tapi di sini bukanlah di dalam pasukan yang sudah mengerti dengan aturan dari Lord Jendral dan pastinya berbeda dunia berbeda pula aturannya…" Ucap Aldo dengan sopan kepada Viky..


*Telat update karena author berpikir ada yang lupa, setelah di ingat-ingat ternyata ada yang terlewat. author lagi bingung nyambungin ceritanya. yang mana awalnya reuni dulu baru ke acar pertemuan. author lagi berpikir untuk sesi reuni di hilangkan atau pindahkan.


*Hari senin, jangan lupa untuk votenya


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2